Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 109


__ADS_3

Adam terus menunggu diluar ruang UGD bersama dengan sopir pribadi Om Harun sebelum langkah kaki seseorang yang mendekati mereka berdua membuat keduanya kini mengalihkan pandangannya ke sumber suara tersebut. Dimana langkah kaki itu berasal dari istri Om Harun, Juwita.


Dan saat perempuan itu sudah sampai di depan ruang UGD betapa terkejutnya dia saat melihat ada Adam yang berdiri di samping sopir pribadi suaminya itu.


"Adam," ucap Juwita yang membuat Adam tersenyum ramah lalu menyalami tangan wanita paruh baya itu.


"Apa kabar Tante," kata Adam.


"Kabar Tante baik Nak. Dan apa yang sebenarnya terjadi dengan Om Harun, Adam?" tanya Juwita.


"Saya tidak tau menahu tentang detail ceritanya karena yang tau dan menjadi saksi akan kejadian yang menimpa Om Harun adalah Pak Mamat," ucap Adam yang membuat Juwita mengalihkan pandangannya kearah sopir pribadi suaminya itu.


"Ceritakan semuanya yang kamu tau Pak Mamat," ujar Juwita yang diangguki oleh sopir tersebut.


Pak Mamat menceritakan kronologi kejadian yang menimpa tuannya itu sedetail-detailnya. Dan hal tersebut membuat Juwita tampak shock, tak menyangka jika pelaku dibalik suaminya masuk kerumah sakit adalah anaknya sendiri. Dia juga sangat terkejut kala ia mengetahui jika Kenza sekarang tengah berada di penjara.


"Tunggu dulu, Kenza sekarang tengah di kantor polisi?"


"Benar nyonya."

__ADS_1


"Ya Tuhan. Dan apa yang sudah kamu lakukan sampai kamu masuk penjara, Kenza?! Dan kenapa kamu tega melukai ayah kamu sendiri," ucap Juwita yang sudah tak bisa membendung air matanya lagi. Ia benar-benar kecewa dengan putrinya itu.


"Maaf sebelumnya Tante, Adam juga ingin memberitahu jika kembalinya Kenza di negara ini, dia banyak sekali membuat masalah. Diantaranya dia sudah menyebarkan berita palsu kesemua orang tentang Adam dan tadi malam dia melukai Heila. Sebelum akhirnya sahabat saya yang tau akan kejadian yang menimpa Heila melaporkan Kenza kekantor polisi. Tapi jauh sebelum kejadian Heila itu terjadi, saya sudah melaporkan Kenza terlebih dahulu dengan kasus pencemaran nama baik," jelas Adam.


"Astaga. Aku tidak menyangka mempunyai anak seperti dia. Tante selaku ibu dari Kenza minta maaf dengan apa yang telah Kenza lakukan kepadamu Adam. Tante tulus meminta maaf denganmu bukan karena Tante mau kamu membebaskan Kenza. Tidak, Tante tidak mempunyai maksud seperti itu. Karena Tante akan membiarkan Kenza mendapatkan hukuman atas apa yang telah dia lakukan. Tante benar-benar meminta maaf kepadamu," ujar Juwita penuh dengan permohonan bahkan kedua tangannya kini ia tangkupkan di depan wajahnya.


Adam menggelengkan kepalanya dengan tangan yang kini bergerak untuk menurunkan kedua tangan Juwita yang tengah memohon kepadanya tadi.


"Tidak Tante. Tante tidak boleh meminta maaf seperti ini karena Tante tidak salah, Kenza lah yang salah. Dan harusnya Kenza lah yang meminta maaf bukan Tante. Dan walaupun Kenza mau meminta maaf, lebih baik Kenza meminta maaf kepada Heila karena dia yang lebih dirugikan daripada Adam," tutur Adam.


"Apakah Kenza melukai dia benar-benar sangat parah?" tanya Juwita.


"Ya Tuhan Kenza. Sebenarnya apa yang sedang berada di pikiranmu, kenapa kamu melukai orang-orang bahkan berniat membunuh Heila, orang yang selalu menemani kamu," ucap Juwita seakan-akan didepannya saat ini terdapat Kenza.


"Tante, Adam curiga jika sebenarnya Kenza itu tengah sakit saat ini," timpal Adam yang membuat Juwita menolehkan kepalanya kearah Adam.


"Sakit? Maksud kamu?" tanya Juwita tak paham.


"Maaf sebelumnya Tante. Ucapan Adam ini tidak bermaksud apapun. Hanya tebakan Adam saja jika Kenza tengah sakit mental," ujar Adam.

__ADS_1


Juwita tampak terdiam, memikirkan jika ucapan Adam itu ada benarnya juga. Jika memang anaknya itu mentalnya masih normal, pasti dia tidak akan sampai melukai ayahnya sendiri. Ia pun sebenarnya juga sempat berpikir hal yang sama dengan yang dipikirkan oleh Adam tadi.


"Sepertinya apa yang kamu katakan itu ada benarnya Dam. Sebenarnya Tante juga curiga kalau dia tengah sakit sejak kejadian dimana dia melukai kamu 7 tahun yang lalu. Tapi kecurigaan Tante itu selalu saja di tepis oleh Harun. Dia selalu berkata kalau kelakuan Kenza yang diluar nalar orang normal itu bisa saja terjadi karena dia tengah kecewa dengan orang-orang yang dia lukai. Harun selalu berlindung di balik kata kalau yang dilakukan oleh Kenza itu wajar. Dia selalu membela Kenza jika anaknya itu selalu membuat kesalahan. Dia juga menolak tegas saat tante ingin mengajak Kenza memeriksa kesehatan mentalnya itu," tutur Juwita.


"Dan apa yang akan Tante lakukan sekarang Adam? Tante sangat ingin membawa Kenza periksa tapi Tante takut terkena marah Harun. Karena Tante yakin walaupun dia sudah merasakan betapa membahayakan Kenza, ia akan tetap tidak megizinkan Tante untuk membawa Kenza periksa. Apa yang harus Tante lakukan Dam? Tante tidak mau jika Kenza dibiarkan begitu saja ia akan semakin banyak melukai orang-orang disekitarnya termasuk Tante sendiri," sambung Juwita dilema.


"Tante tenang saja ya. Adam akan membantu Tante sebisa Adam. Adam akan berdiskusi dengan pihak kepolisian, biar mereka para pihak kepolisian yang bergerak untuk melakukan pemeriksaan tentang kesehatan mental Kenza. Tante juga tidak perlu khawatir jika Om Harun akan tau kita melakukan pemeriksaan itu dengan dibantu oleh pihak kepolisian. Adam yakin pihak kepolisian akan diam tidak akan membocorkan tentang hal itu sampai hasil dari pemeriksaan Kenza keluar nanti," tutur Adam yang diangguki setuju oleh Juwita.


Dan tak berselang lama setelah diskusi yang dilakukan oleh Adam dengan Juwita, pintu ruang UGD tersebut terbuka yang menampilkan Tristan di balik pintu tersebut.


Juwita yang melihat hal tersebut pun ia menghampiri Tristan.


"Bagaimana keadaan suami saya, Dok?" tanya Juwita khawatir.


"Luka yang didapat oleh pasien cukup parah. Matanya di sebelah kanan rusak parah karena terkena pecahan kaca yang menusuk tepat di kornea matanya. Dan mungkin yang tadinya kaca itu hanya tertancap saja di matanya diperdalam karena terkena lemparan sesuatu karena wajah beliau tepat di sisi kanan benar-benar sangat memar semua seperti baru terkena hantaman benda berat," jelas Tristan.


"Benar sekali dok, tuan Harun tadi sempat terkena lemparan kuris," timpal sopir pribadi Om Harun.


"Nah mungkin gara-gara itu wajah beliau jadi memar. Tapi untung saja tidak terjadi keretakan ataupun terjadi masalah dengan otak beliau. Hanya saja karena pecahan kaca itu yang membuat mata beliau rusak parah membuat beliau akan mengalami kebutaan secara permanen. Tapi tidak menutup kemungkinan beliau akan bisa melihat kembali dengan melakukan operasi jika memang ada seseorang yang mau mendorongkan matanya untuk beliau," sambung Tristan yang membuat Juwita tak bisa berkata-kata lagi. Sudah cukup banyak hal dari Kenza yang membuat dirinya shock setengah mati.

__ADS_1


__ADS_2