Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 124


__ADS_3

Dua hari setelah masuknya Kenza kedalam penjara. Kini Adam sudah rapi dengan kemejanya begitu juga dengan kedua orangtuanya.


"Kamu yakin dengan keputusanmu ini Dam?" tanya Mommy Della yang diangguki mantap oleh Adam.


"Insyaallah, Adam yakin dengan keputusan Adam ini Mom. Adam yakin keputusan Adam ini adalah yang terbaik buat Adam dan Yola," ucap Adam yang di balas senyuman bangga oleh Mommy Della dengan tepukkan yang ia berikan di bahu anak pertamanya itu.


"Semoga lancar ya bang. Keluarga Yola menerima lamaran Abang," ucap Erland sembari memberikan pelukan ke tubuh Adam.


Ya, Adam dan kedua orangtuanya tepat hari ini akan melamar Yola di hadapan kedua orangtua perempuan itu terlebih dahulu sebelum mereka nanti menyelenggarakan acara pertunangan yang akan di sampaikan kepada publik jika memang lamaran Adam hari ini diterima oleh keluarga kekasihnya itu. Dan untuk Yola, perempuan itu tidak tau sama sekali tentang lamaran itu karena Adam benar-benar merahasiakan dari Yola, biar surprise pikir Adam.


"Aamiin. Semoga saja semuanya berjalan seperti yang Abang dan kita semua inginkan," balas Adam kala pelukan dari Erland terlepas.


"Aamiin," ucap semua orang yang berada di ruang tamu rumah keluarga Abhivandya itu tak terkecuali dengan para maid yang tadi sempat mendengar percakapan tersebut.


"Ya sudah kalau begitu kita sekarang langsung menuju ke rumah keluarga Yola saja sebelum langit menjadi gelap nanti," tutur Daddy Aiden dengan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya itu dimana jam tersebut menujukkan pukul 4 sore.


"Semangat bang. Yakin kalau mereka bakal menerima lamaran Abang," kata Vivian menyemangati Adam yang ia yakini laki-laki itu saat ini tengah senam jantung. Dan ucapannya tadi diangguki oleh Adam. Lalu setelahnya Adam dan kedua orangtuanya mulai melangkahkan kakinya keluar dari rumah tersebut, dimana kepergian mereka bertiga tak lepas dari pandangan Vivian dan Erland yang memang tidak ikut dalam acara lamaran itu. Awalnya mereka ingin sekali ikut, tapi Adam melarang mereka karena Adam menginginkan lamaran ini dihadiri oleh kedua orangtuanya dan kedua orangtua Yola saja, toh nanti Adam juga akan merayakan pesta pertunangannya ini. Jadi tidak menjadi masalah besar jika kedua orang itu tidak ikut dalam acara lamaran private itu.


Mobil yang ditumpangi oleh Adam dan kedua orangtuanya kini berjalan membelah jalan raya di ibu kota itu. Dan berjalannya mobil tersebut membuat Adam justru tak tenang dengan kekhawatiran juga ketakutannya mengenai dirinya di tolak oleh keluarga Yola itu menjalar di tubuhnya yang membuat keringat dingin keluar semua.


Mommy Della yang kebetulan duduk disamping Adam pun tangannya kini bergerak untuk memegang tangan Adam yang saling menyatu itu.


Adam yang merasakan ada seseorang yang menggenggam tangannya pun ia menolehkan kepalanya kearah Mommy Della yang sekarang tengah tersenyum.

__ADS_1


"Ambil nafas, hembuskan perlahan," ucap Mommy Della yang sepertinya tau kegelisahan yang tengah melanda anak pertamanya itu.


Dimana ucapannya itu diikuti oleh Adam.


"Ulangi terus sampai kamu tenang," tutur Mommy Della dan tanpa mengucapakan sepatah kata pun Adam kembali mengulangi intrupsi yang diberikan oleh sang Mommy tadi hingga berkali-kali sampai benar-benar ia merasa sedikit lega.


"Sudah?" tanya Mommy Della yang diangguki oleh Adam.


"Syukurlah kalau sudah. Jangan nervous lagi ya, kalau kamu nervous yang ada kata-kata yang sudah kamu hafalkan dari tadi pagi akan hilang yang berakhir kamu akan bingung sendiri nanti saat berhadapan kepada kedua orangtua Yola. Sudah ya, tenang. Jangan gugup," ucap Mommy Della dengan memberikan elusan di lengan anak pertamanya itu. Padahal selain Adam, Mommy Della sendiri pun juga saat ini tengah gugup. Padahal bukan kali pertama kalinya untuk Mommy Della melepaskan anaknya untuk orang lain. Tapi ini adalah pengalaman pertama dia menemani sang anak untuk bertemu dengan orangtua kekasih anaknya itu.


Dan selama perjalanan mereka, tak ada yang saling bercakap-cakap diantara ketiga orang tersebut termasuk sopir yang mengantar mereka saat ini. Mereka terus terdiam dengan pikiran mereka masing-masing. Hingga mobil yang mereka tumpangi kini telah sampai di depan pintu gerbang rumah keluarga Yola.


Dimana sesaat setelah sopir mobil tersebut membunyikan klakson mobil tersebut, salah satu pekerja di rumah itu keluar lalu mendekati mobil mereka.


"Tuan Fauzan dan Nyonya Erika," jawab Daddy Aiden.


"Ohhhh tuan dan Nyonya. Kalau begitu silahkan langsung masuk saja. Biar saya bantu buka gerbangnya," ujar pekerja tersebut. Kemudian setelahnya pekerja tadi berlari menuju kearah gerbang kembali dan segera membuka gerbang tersebut agar mobil yang di tumpangi oleh keluarga Abhivandya bisa masuk kedalam area rumah tersebut.


Dan setelah mobil itu kini terparkir, Mommy Della, Daddy Aiden dan Adam segara keluar dan langsung menuju ke pintu utama rumah itu.


Dimana hanya dengan sekali ketuk saja pintu itu telah terbuka.


"Kita kesini ingin bertemu dengan tuan Fauzan dan Nyonya Erika." Sebelum maid yang membukakan pintu rumah untuk mereka tadi bertanya, Daddy Aiden lebih dulu berucap seakan-akan Daddy Aiden tau jika maid akan bertanya mau cari siapa di rumah tersebut.

__ADS_1


"Ehhhh kalau begitu silahkan masuk tuan dan nyonya. Dan silahkan duduk dulu, saya akan panggilkan nyonya Erika dan tuan Fauzan dulu dikamar," ucap maid tersebut setelah pintu rumah itu ia buka lebar dan ketiga tamu tersebut sudah masuk kedalam rumah majikannya itu.


Dan ucapan dari maid tadi dibalas dengan anggukan kepala oleh ketiga orang itu yang membuat maid tersebut kini segara menuju ke kamar bosnya.


Dimana saat dirinya telah sampai di kamar tersebut, ia langsung mengetuk pintu kamar itu yang membuat dua orang yang tengah bercengkrama di dalam kamar itu saling pandang sebelum Mama Erika kini beranjak dari atas ranjang untuk melihat siapa yang mengetuk pintunya itu.


"Ada apa?" tanya Mama Erika.


"Maaf menggangu waktu nyonya dan tuan. Saya kesini hanya ingin menyampaikan jika dibawah ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan dan nyonya," ucap maid tersebut menjelaskan dirinya menghampiri kamar bosnya itu.


"Tamu? Siapa?" tanya Mama Erika.


"Hmmmm itu Nyonya. Tamu nyonya dan tuan adalah tuan Aiden juga nyonya Della," ucap maid tersebut yang sudah tau siapa yang bertamu tadi tanpa harus berkenalan terlebih dahulu karena saking populernya keluarga Abhivandya dikalangan masyarakat.


Mama Erika yang mendengar ucapan dari sang maid itu tampak terkejut dan saking terkejutnya, ia sampai melongo tak percaya.


"Jangan bohong kamu, bik. Masa iya orang terpandang seperti mereka datang kesini," ujar Mama Erika masih tak percaya.


"Ihhhh Nyonya. Saya tidak berbohong. Tapi ini kenyataan nyonya. Dan mereka sekarang tengah menunggu nyonya dan tuan di ruang tamu. Dan jika nyonya masih tak percaya dengan saya, nyonya lihat saja sendiri," ucap maid tersebut yang membuat Mama Erika yang masih tak percaya kini berjalan mendekati pembatas besi yang tak jauh dari depan kamarnya itu. Dimana dari sana ia bisa melihat keadaan di ruang tamu.


Mata Mama Erika melotot sempurna dan dengan berlari terbirit-birit, ia kembali masuk kedalam kamarnya itu.


Tapi sebelum pintu kamarnya ia buka, Mama Erika sempat berucap, "Bik, suruh mereka untuk menunggu kita sebentar lagi. Dan terimakasih atas informasinya tadi," kata Mama Erika yang setelahnya langsung menutup pintu kamar tersebut tanpa menunggu balasan dari maidnya tadi.

__ADS_1


__ADS_2