Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 92


__ADS_3

Setelah kepergian dari Tristan yang sempat mengunjunginya dan memeriksa keadaannya, Adam kembali terdiam karena sang Mommy juga tengah pergi ke dapur rumah sakit tersebut untuk membuatkan makanan untuk sang putra pertamanya itu.


Dan keterdiamannya itu kini tersadarkan kala dirinya mendengar suara ponselnya tengah berbunyi nyaring. Dimana nada dering itu menandakan jika ada sebuah telepon yang masuk. Dan dengan cepat ponsel itu langsung di ambil oleh Adam dengan berharap jika nama Yola lah yang muncul di layar ponselnya itu. Namun sayang harapannya berkali-kali harus pupus kala dirinya saat ini melihat nama Edrea yang tertera di layar ponselnya itu.


Walaupun dirinya memang kecewa karena bukan Yola lah yang menghubunginya, tapi tak urung tangannya kini bergerak untuk mengangkat panggilan yang ternyata video call itu.


"Ha---"


📱 : "Abang. Kata Mommy, Abang tadi pagi kecelakaan? Dan kata Mommy sebelum Abang kecelakaan, Abang lagi sakit yang masih memaksakan diri Abang buat nyetir mobil sendiri? Astaga Abang, kalau lagi sakit itu mbok ya jangan di paksa buat pergi gitu lho. Kalau memang Abang ada urusan yang sangat penting bisa minta bantuan ke sopir Mommy atau Daddy kan ada buat nyetirin mobil Abang dan mengantar Abang ke tempat tujuan dengan selamat. Atau kalau tidak ya salah satu bodyguard disana. Jangan main pergi gitu saja, jadinya gini kan kalau pergi dalam keadaan lagi sakit," omel Edrea dengan menampilkan wajah seperti seorang ibu-ibu yang tengah memarahi anaknya.


Adam yang mendengar kecerewetan dari adiknya itu pun ia tersenyum.


📱 : "Rea lagi marah ya bang bukan lagi ngelawak jadi jangan senyum ataupun ketawa," ucap Edrea dengan galak.


"Iya-iya adik Abang yang paling bawel. Gak lagi-lagi Abang bawa mobil saat sakit. Dan Abang saat ini juga sudah baik-baik saja kok," tutur Adam.


📱 : "Baik-baik apanya, wajah Abang banyak luka goresan dan satu lagi tuh perban di pelipis Abang yang sudah menjelaskan jika Abang sedang tidak baik-baik saja sekarang."


"Ya sudah ya sudah. Maafin Abang yang sudah buat diri Abang sendiri terluka seperti ini. Dan daripada kamu ngomel-ngomel lebih baik kamu lihatin keponakan Abang. Abang kangen sama mereka," ucap Adam.


📱 : "Rea sedang di supermarket Abang dan Rea gak bawa mereka buat belanja. Jadi mereka hanya di hotel sama Daddy mereka," ujar Edrea dengan sedikit memutar tubuhnya untuk menunjukkan kepada Adam dimana dirinya saat ini berada.


"Hah di hotel?" Edrea tampak menganggukkan kepalanya dengan berjalan santai menelusuri supermarket yang tengah ia kunjungi itu.


"Memangnya kamu sekarang ada dimana?" tanya Adam lagi.


📱 : "Rea lagi ada di negara Skot---"

__ADS_1


Brakkk!


Tubuh Edrea sempat terhuyung kala dirinya sempat bertabrakan dengan seseorang saat dirinya ingin berbelok arah.


"Sorry," ucap Edrea yang merasa bersalah.


"Ahhhh, no problem," ucap orang yang Edrea tabrak tadi dengan senyuman di bibirnya sebelum orang tersebut pergi dari hadapan Edrea.


Dan selama mereka berdua saling meminta maaf, Adam terdiam saat ponsel Edrea tadi sempat memperlihatkan wajah orang yang di tabrak adiknya itu, apalagi saat mendengar suaranya yang sangat familiar ditelinga Adam.


"Yola," beo Adam yang membuat Edrea di sebarang sana tersadar jika dirinya tengah melakukan video call dengan Adam.


📱 : "Abang bilang apa?" tanya Edrea yang tadi tak mendengar jelas suara Adam.


"Rea, bisa kamu perlihatkan Abang dengan orang yang kamu tabrak tadi?" Edrea mengerutkan keningnya.


"Abang mau memastikan jika orang yang kamu tabrak itu orang yang Abang kenal atau tidak," ucap Adam.


"Dan Abang sekarang lagi mencari dia. Ada hal penting yang Abang mau bicarakan ke orang itu, jika orang itu benar-benar kenalan Abang. Jadi Abang mohon perlihatkan wajah orang itu lagi. Dan panggil dia dengan nama Yola, jika orang itu menoleh saat kamu panggil dengan nama itu berarti orang itu adalah orang yang Abang cari," sambungnya.


📱 : "Eh begitu ya. Kalau gitu sebentar, Rea cari orangnya tadi," ucap Edrea dan dengan segera ia mulai mengedarkan pandangannya sembari berjalan menelusuri setiap sudut supermarket tersebut.


"Kamu sudah melihatnya?" tanya Adam tak sabaran.


📱 : "Belum bang. Tunggu sebentar ya," ucap Edrea yang masih berusaha mencari keberadaan seseorang yang Adam curigai itu adalah Yola.


Hingga saat Edrea memutuskan untuk mencari di luar supermarket, ia baru melihat orang yang menabraknya tadi

__ADS_1


📱 : "Rea menemukannya bang. Heyyy Miss Yola! please stop!" teriak Edrea sembari berlari, mencoba untuk menghentikan orang yang menabraknya itu namun sayangnya orang tersebut sudah masuk kedalam mobilnya. Bahkan mobil itu sekarang juga sudah melaju entah mau kemana Edrea juga tidak tau.


📱 : "Dia sudah pergi bang. Rea telat, dan entah dia mendengar teriakan Rea tadi atau tidak karena saat Rea panggil dia dengan nama Yola, dia tidak menoleh sama sekali, Huftttt," ucap Edrea dengan mengatur nafasnya.


Adam yang mendengar kegagalan sang adik pun ia hanya bisa menghela nafas.


"Begitu ya. Ya sudah tidak apa-apa. Mungkin muka orang tadi mirip dengan seseorang yang tengah Abang cari," ucap Adam yang sedikit kecewa padahal dirinya tadi sudah benar-benar yakin dengan apa yang ia lihat. Tapi setelah mendengar penuturan dari Edrea jika perempuan itu tak menolehkan kepalanya saat dipanggil dengan nama Yola. Keyakinannya itu langsung pupus seketika.


📱 : "Hmmm bisa jadi. Tapi kalau Rea boleh tau, siapa Yola itu?" tanya Edrea penasaran.


Dan pertanyaan dari Yola tersebut membuat Adam langsung mengatupkan bibirnya.


📱 : "Abang jawab. Siapa Yola itu? Apa dia partner kerja Abang, mantan pasien atau malah pasien yang masih dalam masa penyembuhan tapi dia kabur? Atau jangan-jangan, Yola itu gebetan Abang lagi?" ucap Edrea penuh dengan tebakannya.


📱 : "Ayo Abang, jawab!"


Adam menghela nafasnya sebelum dirinya kembali membuka suara.


"Dia teman Abang. Teman hidup jika dia masih mau denganku," ucap Adam yang ia sambung dengan suara hatinya yang tak bisa ia utarakan kepada sang adik.


📱 : "Teman? Abang yakin? Kalau memang Yola-Yola itu teman Abang, untuk apa Abang cari dia?" curiga Edrea.


"Kan Abang tadi sudah bilang kalau ada sesuatu hal yang penting yang perlu Abang bicarakan dengan dia sekarang juga. Karena ponsel dia dari kemarin tidak bisa di hubungi oleh siapapun," ujar Adam.


📱 : "Masa sih. Rea kok curiga kalau---"


"Sudahlah. Lebih baik kamu lanjutkan saja acara belanjamu itu kasihan keponakan Abang kalau kelamaan kamu tinggal dengan Daddy-nya. Dan kasihan juga si Leon yang kamu tinggal dengan dua bayi sekaligus yang pastinya buat dia kewalahan nanti. Jadi cepat selesaikan belanjaanmu itu dan segeralah kembali ke hotel. Hati-hati dijalan dan Abang matikan dulu telepon ini. Bye Mommynya dua bocil," ucap Adam dan sebelum dirinya mendengar ocehan dari Edrea yang tentunya berisi protesan itu, ia langsung mematikan sambungan telepon tersebut dengan helaan nafas panjangnya.

__ADS_1


__ADS_2