Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 112


__ADS_3

Yola tak bodoh sampai harus bertanya maksud dari ucapan Adam tadi. Jika ditanya terkejut? Tentu saja siapa yang tidak terkejut saat tiba-tiba dan tanpa di duga-duga sebelumnya, Adam justru berucap seperti tadi. Terkesan tidak romantis memang tapi tetap saja membuat jantung Yola berdebar cepat.


Adam yang tak kunjung mendapatkan jawaban atas ucapannya itu membuat Adam kembali angkat suara.


"Yola," panggil Adam dengan mengelus punggung tangan Yola menggunakan jari jempolnya itu. Dan hal tersebut membuat Yola mengerjabkan matanya.


Sedangkan Adam, ia menghela nafas panjang.


"Tidak apa-apa jika kamu tidak bersedia menjalin hubungan spesial dengan Kakak. Tapi Kakak mohon jangan menjauh dari Kakak apapun yang terjadi," ucap Adam dengan senyuman di bibirnya.


Yola menggelengkan kepalanya.


"Kenapa Kakak bicara seperti itu? Bukannya Kakak tadi tanya sama Yola jadi yang berhak memberikan jawaban itu adalah Yola bukan Kakak sendiri yang memutuskannya. Dan jawaban Yola itu sangat berbanding terbalik dengan ucapan Kakak tadi. Yola tidak menolak ajakan Kakak yang meminta kita menjalin hubungan spesial yang otomatis Yola juga tidak akan menjauh lagi dari Kakak seperti sebelumnya. Yola akan terus berada di samping Kakak apapun yang terjadi. Dan jika ada kesalahpahaman seperti sebelumnya, Yola akan menunggu Kakak menjelaskannya sebelum memutuskan apa yang akan Yola lakukan setelahnya. Bukan langsung memutuskan bergitu saja dengan egois tanpa memikirkan perasaan Kakak bagaimana," ujar Yola langsung membuat mata Adam berbinar.


"Jadi jawabannya?" tanya Adam untuk memastikan.


"Jawabannya, ya, Yola menerima ajakan Kakak tadi untuk kita menjalin hubungan spesial," jelas Yola dengan senyuman di bibirnya dan tentunya dibalas senyuman pula oleh Adam.


"Terimakasih sayang terimakasih," ucap Adam dengan mengecup kedua telapak tangan Yola sebelum ia memeluk tubuh Yola, mengangkat tubuh kekasihnya itu untuk ia putar dua kali yang membuat Yola mengeratkan pelukannya dengan senyuman bahagia yang tercetak jelas di wajahnya.


Hingga akhirnya aksi dari Adam itu berhenti, dimana mereka berdua saling berhadapan satu sama lain dengan kening yang saling menyatu.


"Love you. I love you so much. Kakak akui Kakak kalah, Kakak kalah dalam permainanmu Yola dan kamu pemenangnya. Selamat kamu sudah membuat Kakak jatuh sejatuh-jatuhnya kedalam pesonamu. Selamat kamu telah berhasil membuktikan ucapanmu. Dan selamat kamu berhasil menaklukkan Kakak," ucap Adam yang justru membuat Yola terkekeh.


"Sudah Yola bilang bukan jika niat Yola untuk mendekati Kakak tidak akan pernah gagal. Dan lihatlah Yola sekarang menang. Jadi Kakak mau memberiku hadiah apa atas kemenangan Yola ini hmmm?" tanya Yola tanpa merubah posisi mereka yang saling beradu kening itu.


"Bukannya Kakak sudah memberimu hadiah yaitu hati Kakak. Apa hadiah itu masih kurang?"

__ADS_1


"Tentu saja."


"Baiklah kamu mau apa dari Kakak hmmm?" tanya Adam yang merubah posisi dengan memeluk tubuh Yola sebelum ia mengangkat tubuh Yola kedalam gendongannya. Dan membawa tubuh mungil kekasihnya itu ke sofa di ruang tamu.


Ia mendudukkan tubuhnya dimana posisi Yola kini berada di pangkuannya.


"Katakan mau apa hmmm?" tanya ulang Adam dengan mengelus punggung Yola yang terlihat nyaman di pelukannya.


"Hmmm entahlah. Yola juga tidak tau Yola menginginkan apa. Jadi Kak Adam cari saja hadiah yang cocok untuk Yola," ujar Yola.


"Baiklah, Kakak akan memikirkannya nanti," tutur Adam yang diangguki oleh Yola.


Dan saat keduanya saling melepas rindu dengan status hubungan baru mereka, suara ketukan yang berasal dari pintu apartemen tersebut membuat Yola melepaskan pelukannya tadi lalu setelahnya ia beranjak dari pangkuan Adam. Kemudian ia bergegas menuju ke pintu apartemennya.


Dan hal tersebut membuat Adam mendengus kesal.


"Siapa sih, ganggu orang yang lagi mesra-mesraan saja. Menyebalkan," ucap Adam sebelum ikut beranjak, menyusul Yola yang kini sudah menutup kembali pintu apartemen tersebut dengan membawa satu kantong plastik berisi pesanan makanannya tadi.


"Tukang antar makanan. Dan ini makanannya. Kakak sudah makan siang?" tanya Yola sembari berjalan menuju ke arah dapur yang lagi-lagi langkahnya itu diikuti oleh Adam di belakangnya.


"Belum sempat," jawab Adam.


"Ya sudah kalau gitu makan bareng yuk. Kebetulan Yola tadi beli makanan banyak," ucap Yola yang mulai menata makanannya itu diatas piring.


Sedangkan Adam, ia semakin mendekati Yola lalu memeluk tubuh kekasihnya itu dari belakang yang membuat Yola tampak terkejut karena belum terbiasa.


"Boleh," ucap Adam menjawab pertanyaan dari Yola sebelumnya.

__ADS_1


Dan ucapan dari Adam itu dibalas dengan anggukan kepala oleh Yola sebelum perempuan itu melanjutkan aktivitasnya.


"Makanannya sudah siap Kak. Jadi lebih baik kita langsung makan selagi makanan ini masih hangat," ucap Yola sembari menolehkan kepalanya kearah Adam yang tengah menyandarkan kepalanya di bahunya itu.


Adam melirik sekilas kearah meja makan itu dan benar saja semuanya sudah siap diatas meja itu. Dan hal tersebut mau tak mau membuat Adam harus melepaskan pelukannya tersebut. Kemudian ia segera duduk di kursi yang berada di sebelah kuris tempat Yola duduki saat ini.


"Nih Kak. Makan yang banyak ya," ucap Yola dengan menaruh satu piring makanan di hadapan Adam namun dengan segara Adam mendorong pelan piring makanan itu menjauh dari hadapannya.


"Lho kenapa malah di dorong? Kakak tidak suka sama makanannya?" tanya Yola yang dijawab gelengan kepala oleh Adam.


"Kakak suka menu makanannya kok," jawab Adam.


"Kalau suka kenapa makanannya malah didorong menjauh dari hadapan Kakak, bukannya langsung dimakan?" ujar Yola tak mengerti dengan jalan pikiran Adam itu.


Sedangkan Adam, ia menolehkan kepalanya kearah Yola.


"Kakak tidak mau makan sendiri."


"Lah kan Kakak memang tidak makan sendiri. Yola juga mau makan ini," ucap Yola yang masih tak paham dengan keinginan sang kekasih itu.


"Bukan itu maksud Kakak, Yola," kata Adam jadi sebal sendiri saat Yola tak kunjung mengerti dengan kode yang ia berikan sedari tadi.


"Terus apa dong. Yola tidak paham maksud Kakak apa. Jadi lebih baik Kakak ngomong langsung saja. Biar Yola langsung paham kemauan Kakak," ucap Yola yang justru membuat bibir Adam kini mengerucut.


Yola yang melihat kerucutan di bibir Adam pun ia menghela nafas panjang sebelum dirinya kembali angkat suara.


"Kakak mau apa hmmm, katakan," ulang Yola dengan nada suara yang ia perlembut dengan tangan yang kini mengelus kepala Adam yang tengah merajuk seperti anak kecil itu.

__ADS_1


"Kakak mau kamu nyuapin Kakak," jawab Adam pada akhirnya yang membuat Yola tersenyum sebelum tangannya kini beralih untuk mengambil piring makanan untuk Adam itu. Kemudian ia mulai menyendokkan makanan itu sebelum ia sodorkan ke arah bibir Adam.


"Aaaa buka mulutnya," ucap Yola yang mendapat lirikan mata dari Adam sebelum laki-laki itu akhirnya membuka mulutnya juga.


__ADS_2