Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 115


__ADS_3

Selama 1 jam lamanya, psikiater tadi akhirnya keluar dari dalam penjara khusus untuk Kenza yang lagi-lagi keluarnya psikiater itu diiringi teriakan Kenza yang memberontak ingin ikut keluar juga.


Namun teriakan itu tak ada yang menggubrisnya hingga pintu yang tadi sempat terbuka kini tertutup kembali.


"Bagaimana dengan hasilnya?" tanya pimpinan kepolisian saat dirinya sudah berdiri disamping psikiater tersebut.


Psikiater itu tampak menghela nafas panjang dengan menganggukkan kepalanya.


"Tebakan bapak benar. Nona yang ada didalam mengalami masalah pada mentalnya yang tidak bisa mengontrol emosinya sendiri saat sedang marah. Dan itu benar-benar sangat membahayakan untuk orang lain karena ia akan merasa puas jika dirinya sudah melukai orang yang membuatnya marah itu. Dan saya sarankan agar Nona itu dibawa ke rumah sakit jiwa agar kita sebagai dokter yang menangani mental dia lebih gampang memantau perkembangan nona itu," jelas psikiater tersebut yang membuat pimpinan polisi tersebut menghela nafas lalu menganggukkan kepalanya.


"Baiklah. Untuk masalah itu nanti akan saya beritahu kepada orangtua nona Kenza. Tapi saya perlu bukti untuk saya tunjukkan ke orangtua dia nanti," ujar pimpinan kepolisian itu.


"Ahhhh baiklah. Ini hasil dari pemeriksaan yang saya lakukan tadi. Anda bisa membawa ini untuk dijadikan bukti kepada kedua orangtua nona itu. Tapi saya meminta hasil ini jangan sampai hilang." Psikiater tersebut mengulurkan beberapa lembar kertas hasil dari pemeriksaannya tadi yang langsung diterima oleh pimpinan kepolisian tersebut.


"Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu. Mari pak," ucap psikiater tersebut berpamitan yang diangguki oleh pimpinan kepolisian tersebut namun tak urung ia mengantar psikiater itu sampai di depan pintu keluar kantor polisi tersebut.


Dan setelah mengantar psikiater tadi, pimpinan kepolisian itu mengirimkan pesan kepada Adam untuk mendatangi kantor polisi besok.


Adam yang baru sampai di rumah milik keluarganya itu, ia mengurungkan niatnya untuk keluar dari dalam mobilnya saat ponselnya berdering. Dan dirinya memilih untuk membuka pesan tersebut yang mana pesan tersebut dari pihak kepolisian yang membuat dirinya mengganggukan kepalanya dengan tangan yang bergerak untuk membalas pesan tersebut. Dan setelah ia menyimpan ponselnya kedalam saku Hoodie, ia menolehkan kepalanya kearah kursi samping kemudi dimana saat dirinya melihatnya seseorang yang tengah tertidur di sana, senyumnya terbit.

__ADS_1


Ia menyempatkan dirinya untuk mengelus kepala Yola sebelum dirinya bergegas keluar dari mobilnya. Dan kemudian barulah ia membopong tubuh Yola keluar dari dalam mobil dan membawanya kedalam rumah kedua orangtuanya.


Salah satu bodyguard yang menjaga di depan rumah itu, bergegas membukakan pintu utama rumah tersebut kala melihat Adam yang pasti akan kesusahan jika membukanya sendiri.


"Terimakasih," ucap Adam kepada salah satu bodyguard tersebut sebelum kakinya melangkah memasuki mansion tersebut.


"Assalamu'alaikum," ucap Adam benar-benar sangat lirih hingga membuat anggota keluarganya yang tengah berkumpul di ruang keluarga tidak mendengarnya.


Adam berjalan semakin dalam dan baru saja ia ingin menginjakkan kakinya ke anak tangga, bertepatan dengan itu, Mommy Della menolehkan kepalanya kearahnya yang membuat Mommy Della hampir tersedak cemilan kala melihat anak pertamanya itu pulang dengan membawa seorang perempuan di gendongannya.


"Oh my God, Adam!" teriak Mommy Della sembari berdiri dari duduknya.


"Uhuk uhuk uhuk. Minum mana minum," ucap Daddy Aiden heboh dengan menepuk-nepuk dadanya yang terasa sakit itu. Vivian yang kebetulan tempat duduknya tak jauh dari tempat duduk Daddy Aiden pun ia langsung menyodorkan satu gelas air putih kearah sang Daddy yang kemudian diterima oleh laki-laki paruh baya itu lalu ia minum hingga tandas.


"Mommy, ada apa sih? Kenapa pakai teriak-teriak segala?" protes Erland dengan menggosok telinganya yang terasa pengang.


"Lihat tuh Abang kamu pulang-pulang bawa perempuan," ucap Mommy Della mulai ngegas sembari menujuk kearah Adam yang kini berdiri di depan anak tangga dengan helaan nafasnya.


Erland, Daddy Aiden dan Vivian mengikuti arah jari telunjuk Mommy Della itu dan respon ketiganya langsung melebarkan matanya sembari berdiri dari duduk mereka. Bahkan Erland, ia berlari menuju kearah Adam.

__ADS_1


"Astagfirullah bang, tobat. Abang mau mengkhianati Yola? Ayolah bang jangan seperti itu. Erland kan kemarin malam juga sudah kasih tau Abang kalau Yola pergi hanya untuk menenangkan diri dia saja bukan untuk menghindari Abang dan dia pasti akan kembali kalau mental dia sudah aman. Tapi ya Allah, astagfirullah Abang malah main belakang dengan perempuan lain," cerocos Erland yang belum melihat jelas wajah perempuan di gendongan Adam itu. Maklum saja orang rambut Yola sekarang hampir menutupi seluruh bagian wajahnya.


"Benar apa yang dikatakan oleh Erland tadi Adam. Astagfirullah, Mommy gak pernah ngajarin kamu untuk menyakiti hati seorang perempuan Adam. Kalau kamu benar-benar sudah tidak mau berhubungan dengan Yola entah itu hubungan apapun, kasih kepastian dulu Yola-nya jangan malah main belakang seperti ini. Itu tidak baik, nak," timpal Mommy Della yang sudah bergabung dengan Erland disusul oleh Daddy Aiden dan Vivian.


Adam yang mendengar ucapan dari sang Mommy dan Erland pun ia menghela nafas panjang dan sebelum Daddy Aiden serta Vivian ikut menuduh dirinya yang tidak-tidak, ia kini angkat suara.


"Daripada Mommy, Erland, Daddy sama Vivi berpikir macam-macam tentang Adam lebih baik kalian lihat sendiri siapa perempuan ini dan barulah kalian nanti mau menuduh Adam yang tidak-tidak silahkan. Tapi lihat dulu siapa orang yang Adam bawa ini," ujar Adam yang membuat keempat orang tersebut saling pandang satu sama lain sebelum mereka semakin merapatkan tubuh mereka ke Adam dengan tangan Mommy Della dengan perlahan menyingkirkan rambut Yola hingga terlihat jelas wajah cantik nan imut Yola itu.


"Lho ehhhh ternyata Yola orangnya," ucap Mommy Della.


"Udah lihat sendiri kan orang yang Adam bawa itu siapa. Jadi jangan asal menuduh lagi kalau Adam macam-macam dibelakang Yola dan mengkhianati Yola. Adam tidak segila itu kok. Jadi kalian tenang saja. Dan Adam izin ke Daddy dan Mommy agar mengizinkan Yola menginap di rumah ini untuk malam ini karena kalau Adam mengantar Yola pulang, orangtua dia lagi keluar kota dan tidak mungkin Adam meninggalkan Yola di apartemen sendiri karena ternyata anak buah Kenza masih mencari keberadaan dia. Walaupun Kenza memang sudah di bekuk di penjara, tapi Adam tidak yakin anak buah Kenza tidak akan berbuat apapun kepada Yola saat mereka menemukan dia. Dan Adam minta waktunya sebentar ke Mommy, Daddy, Erland dan kamu Vivian. Ada suatu hal yang perlu Adam bicarakan ke kalian semua," ujar Adam yang membuat Erland dan Vivian mengerutkan keningnya sedangkan kedua orangtuanya saling pandang satu sama lain sebelum mereka menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, Daddy sama Mommy memberikan izin Yola untuk menginap disini tapi dengan syarat kalian tidak boleh tidur didalam satu kamar yang sama. Jika Yola tidur di kamar kamu, kamu harus tidur di kamar lain di rumah ini. Entah itu di kamar Azlan, Edrea atau kamar lain yang penting tidak satu kamar. Kamu mengerti Adam." Adam menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu bawa Yola ke kamar dulu. Dan kita tunggu kamu di ruang keluarga jika kamu mau bicara dengan kita semua," sambung Daddy Aiden.


"Baik Dad. Terimakasih." Daddy Aiden menganggukkan kepalanya sebelum dirinya menggiring istrinya serta kedua anaknya yang masih menebak-nebak Adam ingin membicarakan apa kepada mereka menuju kembali ke arah ruang keluarga.


Sedangkan Adam, ia mulai melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2