Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 78


__ADS_3

Adam kini telah sampai di gedung apartemen yang dulu sering ia datangi. Dimana di gedung itulah rumah sementara yang sering di tempati oleh Kenza, mantan pacarnya itu. Jadi tidak heran jika ia masih ingat sampai sekarang alamat apartemen perempuan tersebut.


Dan saat dirinya mulai melangkahkan kakinya menuju ke sebuah lift, bertepatan dengan itu, Erland baru sampai di tempat yang sama dengan Adam.


Erland yang sudah tak menemukan Adam di baseman gedung apartemen itu pun dengan berlari ia segera menuju ke lift yang akan ia gunakan untuk ke lantai apartemen milik Kenza.


Sedangkan disisi lain lebih tepatnya di dalam apartemen, Kenza tengah tersenyum penuh kemenangan setelah dirinya berhasil menemui Yola, membohongi gadis itu dan berhasil menghasut orang-orang untuk merendahkan Yola yang ia yakini hal itu akan bertahan lama alias sampai mental Yola benar-benar terguncang hebat.


"Orang-orang itu benar-benar bodoh. Pikiran mereka benar-benar sangat muda untuk di hasut. Tapi aku bersyukur karena dengan hasutanku yang berhasil itu berarti mereka telah membantuku untuk menyingkirkan gadis itu secara perlahan," gumam Kenza dengan senyum miringnya itu.


"Dan untuk kamu Yola, kamu benar-benar salah mencari lawan. Jadi nikmati saja masa-masa surammu ini, nikmati ucapan semua orang yang mencemoohmu sebelum kamu mati secara perlahan," sambungnya dengan membayangkan seberapa menderitanya Yola kala terus menerus mendapat gunjingan dari orang-orang di sekitarnya atas ulah dirinya.


Dan saat dirinya tengah membayangkan penderitaan yang akan Yola alami dengan senyuman yang terus mengembang, bayangannya itu buyar seketika kala pintu apartemennya di gedor oleh seseorang secara brutal.


"Siapa yang berani mengganggu ketenangan dan kebahagiaanku?" geram Kenza.


Sedangkan Heila yang sedari tadi berada di dalam kamarnya kini keluar kala ia mendengar gedoran pintu itu dari dalam kamarnya tadi.

__ADS_1


"Siapa yang bertamu?" ucap Heila.


"Kalau kamu bertanya dengan saya, terus saya tanya siapa? Saya kan belum membuka pintu itu jadi saya mana tau siapa orang yang berani-beraninya menggedor pintu seperti itu. Jadi lebih baik kamu sekarang lihat siapa orangnya dan seret orang itu kehadapan saya, biar saya kasih pelajaran ke dia nanti," perintah Kenza yang hanya diangguki oleh Heila sebelum perempuan itu kini berjalan menuju kearah pintu utama apartemen tersebut.


Dan saat dirinya membuka pintu tersebut, ia terkejut saat melihat wajah Adam tepat dihadapannya itu.


"Tuan Adam," gumam Heila dengan wajah cengonya. Sebelum keterkejutannya itu hilang saat dirinya mendengar teriakkan dari Kenza.


"Siapa Heila?" teriak Kenza dari ruang tamu dengan mata yang masih tertuju ke kuku-kuku cantiknya itu. Padahal ia tinggal menoleh kearah pintu saja, ia sudah bisa tau siapa orang yang datang saat ini.


Kenza yang tak kunjung mendengar jawaban dari tangan kanannya itu pun ia berdecak sebelum kepalanya kini ia gerakan untuk menatap kearah pintu apartemen tersebut.


Matanya kini terbuka lebar dengan binar bahagia yang tercetak jelas di wajahnya bahkan kedua sudat bibirnya kini terangkat membentuk sebuah senyum merekah sebelum dirinya kini berdiri lalu berlari menuju ke seseorang yang masih sangat ia rindukan walaupun tadi pagi sudah sempat bertemu.


Namun sayangnya saat dirinya sudah melompat kearah tubuh Adam, berniat agar dirinya bisa digendong manja oleh Adam sama seperti yang mereka lakukan dulu, Adam justru menghindar dari tubuh Kenza itu hingga berakhirlah Kenza kini terjatuh dengan gaya yang begitu memalukan, dengan bibir yang mencium lantai dingin apartemennya itu. Dan hal itu membuat Heila juga Erland yang juga sudah berada di ambang pintu sebisa mungkin menahan tawa mereka dengan mengalihkan pandangannya kearah lain.


Sedangkan Kenza, ia meringis merasakan sakit di bibirnya yang berdarah itu.

__ADS_1


"Sayang. Kenapa kamu malah menghindar sih?" ucap Kenza yang terdengar begitu manja. Dan hal tersebut membuat Adam memutar bola matanya malas sebelum dirinya kini mulai angkat suara.


"Saya kesini tidak akan membuang-buang waktu untuk meladeni anda, nona Kenza yang terhormat. Saya kesini hanya ingin memperingati anda, jangan pernah macam-macam dengan saya. Jika sampai anda berani mengusik saya lagi, ataupun mengusik keluarga saya, dan Yola, maka lawan anda adalah saya bukan mereka. Saya sudah tau apa yang anda lakukan tadi siang kepada Yola. Saya bisa saja melaporkan anda ke pihak kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik. Karena apa yang anda katakan tadi siang dihadapan Yola dan semua mahasiswa/mahasiswi di kampus adalah sebuah kebohongan besar yang tidak bisa saya maafkan," ujar Adam dengan tatapan tajam menghunus tepat di manik mata Kenza yang kini sudah berdiri dengan tampang tak bersalahnya itu.


"Apa yang sedang kamu katakan ini Adam? Aku tidak tau maksud ucapanmu itu? Aku tidak melakukan apapun. Aku sedari pulang dari rumah sakit tadi, aku tidak kemana-mana apalagi menemui siapa tadi? Yola? Dikampus dia? Oh come on sayang, aku saja tidak mengenalnya, tidak tau siapa dia, tidak tau wajahnya apalagi kampusnya. Dan untuk apa aku pergi menemui dia dan melakukan sebuah kebohongan besar? Kamu jangan asal menuduh begitu saja dong sayang," ucap Kenza yang mengelak.


"Asal menuduh kata anda? Maaf tapi saya punya buktinya." Tangan Adam kini ia gerakan, seakan-akan memberikan kode kepada Erland untuk menunjukkan rekaman video tadi.


Erland yang paham akan kode yang di berikan oleh Kakak pertamanya itu pun ia segera melangkahkan kakinya, bergabung dengan dua orang tersebut. Dan setelah dirinya sampai di samping Adam, dan berhadapan langsung dengan Kenza, ia segera memperlihatkan rekaman video tadi yang membuat Kenza memelototkan matanya.


"Tanpa Anda tau, jika adik saya juga tengah menuntut ilmu di kampus itu. Jadi kamu tidak perlu mengelak lagi karena bukti sudah ada di depan mata anda. Dan setelah saya pikirkan secara matang-matang lebih baik saya laporkan anda ke kantor polisi karena saya tidak terima anda klaime sebagai suami anda. Karena perlu anda ingat, entah saat ini, masa depan sampai di kehidupan selanjutnya saya tidak akan pernah sudi menjadi seorang suami dari wanita murahan, tukang selingkuh dan pintar bersilat lidah seperti anda ini. Camkan itu!" ucap Adam yang benar-benar menusuk hati Kenza hingga membuat dada perempuan itu terasa begitu nyeri.


Dan setelah mengucapkan kata-kata pedasnya tadi, Adam bergegas keluar dari apartemen itu kembali, meninggalkan Kenza yang tengah berteriak memanggil namanya.


"Adam. Aku bisa jelaskan semuanya!" teriak Kenza dan saat dirinya ingin berlari menyusul Adam, lengannya lebih dulu di cekal oleh Erland.


"Daripada anda capek-capek mengejar Kakak saya lebih baik anda menyiapkan diri anda sebelum pihak kepolisian nanti meringkus anda untuk di bawa ke sel tahanan. Dan saya ingatkan kepada anda Nona, jangan pernah menggangu Yola lagi dan jika sampai Yola kenapa-napa saat ini maka saya tidak akan segan-segan memberikan anda hukum yang setimpal," ucap Erland dengan ancamannya dan setelahnya ia melepaskan cengkeramannya tadi dengan cukup kasar sebelum dirinya ikut pergi dari dalam apartemen milik Kenza tadi.

__ADS_1


__ADS_2