Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 89


__ADS_3

"Terimakasih Uncle sudah membantu saya mengurus kasus ini," ucap Adam kala dirinya dan pengacara Husein telah keluar dan menyelesaikan pelaporannya kepada pihak berwajib.


"Sama-sama Adam. Dan semoga kasus ini segara di proses oleh pihak berwajib dan pelaku dari pencemaran nama baik itu segara mendapatkan balasannya," ucap pengacara Husein dengan menepuk-nepuk pelan bahu Adam.


"Aamiin. Kalau begitu saya pamit kembali ke rumah dulu, Uncle. Sekali lagi terimakasih." Adam mengulurkan tangannya yang langsung di balas oleh pengacara Husein.


"Kamu yakin bisa pulang sendiri? Apa mau sopir Uncle yang nganterin kamu sampai rumah? Soalnya Uncle khawatir kamu terjadi apa-apa dijalan nanti," ujar pengacara Husein benar-benar khawatir dengan kondisi Adam saat ini.


"Ahhhh tidak perlu Uncle. Saya akan baik-baik saja selama perjalanan pulang nanti. Kalau begitu saya permisi," tutur Adam lalu tanpa menunggu balasan dari pengacara Husein, ia bergegas menuju ke mobilnya.


Dan setelah masuk kedalam mobil, ia langsung menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kemudi untuk sesaat sebelum ia menjalankan mobilnya.


Sedangkan pengacara Husein yang benar-benar tak tenang membiarkan Adam pergi dengan keadaan yang tengah sakit pun ia segera berlari menuju ke mobilnya.


"Pak, ikuti mobil didepan itu," ujar pengacara Husein kepada sopirnya. Ia berniat mengawal Adam dan memastikan laki-laki itu sampai rumah dengan selamat.


"Baik tuan."


Mobil pengacara Husein kini berjalan mengikuti kemana perginya mobil Adam dengan tatapan pengacara Husein tak lepas dari mobil yang tengah di kendarai oleh Adam itu.


"Ya Tuhan lindungilah anak itu. Jangan sampai terjadi apa-apa dengannya," gumam pengacara Husein.


Sedangkan Adam yang merasakan pusing di kepalanya perlahan pusing itu semakin menjadi-jadi hingga membuat dirinya sesekali harus memijit pangkal hidungnya. Bukan hanya itu saja yang ia rasakan namun perutnya sekarang seperti tengah diaduk-aduk hingga membuat dirinya sangat mual. Dan hal tersebut membuat dirinya tak fokus ke jalanan yang terbilang sangat ramai itu. Hingga saat dirinya melewati jalan raya sebelah taman, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang berlari tepat beberapa meter didepannya itu.


Adam yang terkejut akan kedatangan anak kecil itu dengan refleks tangannya membanting stir kearah kiri, dimana dari arah berlawanan ada sebuah mobil yang saat itu juga akan melewati daerah tersebut dengan laju yang sangat kencang hingga...


Brakkk!


Tabrakan tak bisa dihindari lagi. Mobil yang dikendarai Adam tertabrak oleh mobil lainnya dan kerusakan di mobil Adam berada tepat di body mobil sisi kanan yang mana diposisi itu adalah tempat dimana Adam duduk.

__ADS_1


"Ya Tuhan!" teriak pengacara Husein saat melihat dengan mata kepalanya sendiri tabrakan itu terjadi.


Dan dengan cepat ia keluar dari mobilnya yang sudah berhenti disisi jalan. Ia berlari membelah lautan orang-orang yang mulai mengerumuni dua mobil tersebut untuk melihat korban dari tabrakan tersebut.


"Astaga, Adam," ucap pengacara Husein kala melihat kondisi Adam yang sudah bersimbah darah dengan keadaan yang sudah tak sadarkan diri.


"Kalian semua tolong bawa orang ini ke mobil saya yang itu, cepat!" teriak pengacara Husein kepada orang-orang yang sedari tadi hanya melihat tanpa berniat membantu korban untuk dilarikan ke rumah sakit. Dan setelah pengacara Husein berteriak meminta bantuan pun mereka baru bergerak.


"Pak teguh. Antar Adam kerumah sakit terlebih dahulu. Saya mau lihat korban lainnya dulu biar saya nanti nyusul pakai taksi online," ucap pengacara Husein kepada sopir pribadinya.


"Baik tuan."


Dan saat Adam berusaha di keluarkan dari dalam mobilnya, pengacara Husein bergerak untuk melihat kondisi seseorang didalam mobil satunya. Dimana orang itu sudah keluar dari dalam mobil tersebut dengan merasakan nyeri di kepalanya.


"Apa anda perlu ke rumah sakit tuan?" tanya pengacara Husein tersebut kala ia melihat laki-laki itu tak memiliki luka parah seperti yang di dapat oleh Adam. Bahkan terlihat baik-baik saja.


"Tidak perlu," ucap laki-laki tersebut. Dan saat laki-laki itu berbicara, pengacara Husein langsung tau jika laki-laki yang terlibat dalam kecelakaan mobil dengan Adam itu tengah terpengaruh oleh alkohol.


"Hmmmm," jawabannya sangat-sangat singkat sebelum laki-laki itu kembali masuk kedalam mobilnya yang sebenarnya sudah rusak parah di bagian depannya itu lalu segara melajukan mobilnya tersebut masih dengan laju yang sangat kencang seperti sebelum dirinya menabrak Adam tadi. Dan hal tersebut membuat orang-orang disekitar meneriaki dirinya.


Sedangkan pengacara Husein, ia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan saat dirinya ingin pergi mendekati mobil Adam kembali untuk melihat apakah ada barang Adam yang bersifat penting di dalam untuk ia bawa nanti, seseorang menghentikannya.


"Tuan. Apakah tuan merupakan pihak keluarga dari orang yang ada didalam mobil ini tadi?" tanya seorang perempuan yang tengah menggendong seorang anak laki-laki yang tengah menangis sesenggukan.


"Iya, kenapa?" tanya pengacara Husein.


"Saya mau minta maaf atas keteledoran saya karena tidak menjaga dan mengawasi anak saya tadi. Maafkan saya tuan," ucap perempuan itu yang ternyata merupakan ibu dari anak kecil yang menyebabkan Adam kecelakaan itu.


Pengacara Husein hanya bisa menghela nafasnya.

__ADS_1


"Lain kali kalau sekiranya anaknya memang sangat aktif, terus awasi dia jangan sampai meleng lagi. Untung saja tadi keponakan saya langsung banting stir dan mengorbankan dirinya sendiri agar dia tidak menabrak anak anda. Kalau sampai keponakan saya itu tidak banting stir saya yakin anak anda pasti sudah tidak tertolong nyawanya. Sebenarnya saya tidak berhak memutuskan untuk memaafkan anda atau tidak, tapi saya yakin keponakan serta kedua orangtuanya dia akan memaafkan anda. Dan saya mohon sekali lagi, tolong terus awasi anak anda jangan sampai karena keteledoran anda yang lalai dalam menjaga anak anda membuat orang lain terluka lagi. Jangan ada korban lagi setelah ini. Dan jika anda memang masih suka lalai lebih baik anda menjaga anak anda di rumah saja, jangan bawa dia keluar rumah yang sekiranya bisa membahayakan nyawa dia ataupun oranglain. Anda renungkan perkataan saya tadi. Dan saya permisi," ucap pengacara Husein yang melanjutkan langkahnya menuju ke mobil Adam.


Ia mengambil semua barang-barang penting yang ada di mobil itu sebelum sebuah notifikasi ponselnya berbunyi dimana notifikasi itu adalah notifikasi pesan dari sang sopir yang memberitahukan alamat rumah sakit tempat Adam menerima penanganan.


Sedangkan disisi lain, Erland yang sedari tadi mencari keberadaan Adam pun dirinya mengerutkan keningnya saat melihat kerumunan orang-orang di depan sebuah taman.


"Ada apa itu?" tanya Erland penasaran.


"Apakah baru saja terjadi kecelakaan?" sambungnya.


"Tapi tunggu, aku sepertinya mengenal mobil itu," lanjutnya yang kini segera turun dari atas motor kesayangannya itu dan untuk memastikan dirinya tak salah lihat, ia berlari menuju kearah orang-orang yang tengah mengerumuni mobil tersebut.


Dan betapa terkejutnya Erland saat melihat plat mobil tersebut adalah milik Kakak pertamanya.


"Astaga. Bang Adam," ucap Erland dan dengan langkah lebarnya ia menuju ke pintu samping kemudi yang terlihat penyok dan kacanya sudah pecah.


Dan saat dirinya mengintip kedalam, ia sudah tak menemukan kebahagiaan Adam dan hanya melihat sisa-sisa darah disana.


"Ya Tuhan," ucap Erland frustasi.


"Siapapun orang yang tau kemana orang yang ada didalam mobil ini pergi, katakan ke saya!" teriak Erland tersebut yang membuat pengacara Husein mengurungkan niatnya untuk masuk ke sebuah taksi yang sudah dipesankan oleh sopirnya tadi.


"Erland!" teriak pengacara Husein saat dirinya sudah memastikan jika suara orang yang berterik itu memang Erland orangnya.


Erland yang merasa dirinya dipanggil pun ia menolehkan kepalanya.


"Uncel Husein," gumam Erland sebelum dirinya berlari kearah laki-laki paruh baya tersebut.


"Uncle---"

__ADS_1


"Jangan tanya apa-apa dulu Erland. Lebih baik kita ke rumah sakit sekarang untuk melihat kondisi Adam. Ikuti mobil taksi ini," ujar pengacara Husein yang hanya diangguki oleh Erland. Kemudian ia segara mengambil motornya. Dan seperti yang di katakan oleh pengacara Husien tadi, saat mobil taksi itu bergerak Erland mengikuti mobil tersebut dengan degup jantung yang berjalan tak seperti biasanya, rasa khawatir juga hal-hal negatif tentang Adam mulai bermunculan di otaknya itu.


"Ya Tuhan semoga bang Adam baik-baik saja," gumam Erland di sela perjalanannya menuju ke rumah sakit.


__ADS_2