Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 55


__ADS_3

Tak terasa waktu cepat berlalu dan kini pada pukul 11 siang, seorang perempuan cantik sudah siap untuk pergi menuju ke suatu tempat dimana di tempat itu ia akan bertemu dengan seseorang yang sangat ia rindukan.


"Bagaimana? Apakah penampilan saya sudah bagus? Atau menurutmu ada sesuatu yang kurang dari penampilan saya kali ini?" tanya perempuan tersebut kala dirinya telah sampai di ruang tamu apartemennya dimana di sana juga sudah ada tangan kanannya yaitu Heila.


Heila yang tadinya menatap layar ponselnya pun ia mengalihkan pandangannya kearah atasannya itu kemudian ia menampilkan senyum palsunya. Jujur saja perempuan yang sekarang tengah berdiri di hadapannya itu sudah berganti pakaian 5 kali dengan alasan kurang ini lah, terlalu ini lah terlalu itu lah dan membuat Heila merasa geram sendiri. Namun sebagai bawahan ia hanya bisa pasrah dan sabar menghadapi atasannya itu.


"Sudah sangat perfect Nona dan dari pada Nona menghabiskan waktu untuk berganti pakaian terus menerus mending kita langsung pergi ke rumah sakit sekarang menemui tuan Adam karena sebentar lagi sudah waktunya tuan Adam istirahat," ucap Heila sembari berdiri dari duduknya. Ia sudah jengah jika harus menunggu Nonanya berganti pakaian seperti sebelum-sebelumnya.


"Tapi apakah penampilan saya ini benar-benar sudah perfect?" tanya perempuan tersebut kembali.


"Sumpah demi apapun, penampilan Nona sudah sangat pas. Nona sangat-sangat cantik sekaligus anggun memakai dress ini," ucap Heila.


"Begitu ya? Hmmm baiklah saya percaya denganmu. Kalau begitu kita berangkat sekarang," ujarnya lalu setelah mengucapkan hal tersebut, perempuan itu lebih dulu melangkahkan kakinya keluar dari apartemen tersebut meninggalkan Heila yang kini tengah menghela nafas panjang sebelum dirinya mengikuti langkah perempuan tadi.


Didalam perjalanan, Perempuan itu, Heila serta sopir yang mengantar mereka berdua ke rumah sakit tak ada yang mengeluarkan suaranya. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Hingga akhirnya mobil itu kini telah sampai di rumah sakit terbesar di ibu kota dan cukup terkenal. Rumah sakit yang merupakan warisan yang didapatkan Adam dari keluarga besar Abhivandya.


Perempuan itu kini tersenyum kala ia telah keluar dari dalam mobil tersebut.


"Heila, kamu tunggu disini saja. Jangan ikut saya menemui Adam karena saya tidak mau pertemuan kita untuk yang pertama kalinya ini harus terganggu oleh siapapun termasuk kamu," ucap perempuan tersebut yang membuat Heila menghela nafas.

__ADS_1


"Siapa juga yang mau ikut denganmu? Aku lebih baik disini saja daripada di jadikan obat nyamuk melihat pertemuan antara dua sejoli yang kisah cintanya belum kelar ini," ujar Heila didalam hati.


"Baiklah Nona, saya akan menunggu Nona di dalam mobil saja. Jika ada sesuatu yang genting segera hubungi saya," ucap Heila lain dikata lain pula dihati.


Perempuan itu tampak mengangguk untuk menjawab ucapan dari Heila tadi sebelum dirinya kini melangkahkan kakinya masuk kedalam lobi rumah sakit tersebut.


Perempuan tersebut terus berjalan melenggak-lenggok tanpa memperdulikan tatapan orang-orang disana hingga akhirnya dirinya kini telah sampai disalah satu ruangan yang membaca nama didalam papan diatas pintu saja sudah membuat perempuan itu bahagia setengah mati. Dan tak ingin mengulur waktu lagi, perempuan itu kini menggerakkan tangannya, mengetuk pintu tersebut berkali-kali.


Tok tok tok!


Hening, tak ada sahutan yang terdengar dari dalam ruangan tersebut.


Tok tok tok!


"Dia kemana sih? Kenapa didalam ruangan ini tampak sepi," gumam perempuan tersebut.


"Apa aku buka langsung saja ya pintu ini? Toh dia juga tidak akan memarahiku nanti," ucapnya. Lalu seperti yang ia katakan tadi, tangannya kini bergerak untuk memutar kenop pintu ruangan Adam. Namun sayangnya pintu itu tak bisa ia buka walaupun kenopnya tadi sudah ia putar.


"Kenapa ruangannya di kunci sih? Apa jangan-jangan hari ini dia tidak masuk kerja lagi? Tapi anak buahku yang aku suruh untuk mengawasi Adam tadi berkata kala Adam hari ini masuk kerja. Tapi dimana orang itu sekarang? Apa dia tengah memeriksa atau menangani pasiennya?" gumam perempuan tersebut penuh dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kemana Adam saat ini. Ingin sekali ia menelepon Adam dan langsung bertanya posisi laki-laki itu sekarang dimana namun sayangnya semua media sosial miliknya sudah di blokir oleh Adam 7 tahun yang lalu hingga membuat dirinya kesusahan untuk memantau Adam dan bertukar kabar dengan mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


"Terus apa yang akan aku lakukan sekarang? Apa aku harus menunggu disini sampai Adam kembali?" pikirannya.


"Ya, aku harus menunggu dia sampai kembali saja. Karena aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu dengannya hari ini juga. Aku sudah benar-benar rindu dengannya yang sudah tidak bisa aku tahan lebih lama lagi," ucapnya final. Kemudian setelahnya ia duduk disalah satu kursi tunggu yang tak jauh dari ruangan Adam.


Dan saat dirinya menunggu kembalinya Adam di kursi tadi, terlihat dari kejauhan Tristan baru selesai dari memeriksa pasiennya. Ia mengerutkan keningnya saat matanya seperti melihat seseorang yang tidak asing baginya. Ia terus memperhatikan perempuan itu hingga matanya terbuka lebar saat ia sudah memastikan jika apa yang ia lihat itu memang benar seseorang yang ia kenal.


"Kenza," gumam Tristan dari kejauhan dan saat tatapan mata perempuan itu alias mantan Adam yang memiliki nama Kenza itu mengalihkan pandangannya kearahnya dengan cepat Tristan bersembunyi di balik tembok yang tak jauh dari jangkauannya tadi.


"Sepetinya aku melihat ada seseorang yang sangat familiar di mataku tadi," gumam Kenza sembari menajamkan matanya menatap kearah dimana Tristan tadi berdiri. Namun setelah ia mengedarkan pandangannya ke segala arah, ia sama sekali tak melihat keberadaan seseorang yang ia kenal.


"Haishhh mungkin aku hanya halusinasi saja tadi. Mana ada aku mengenal seseorang di rumah sakit ini selain Adam," sambungnya dengan gidikan dibahunya. Dan untuk menemani kesendiriannya itu, Kenza memilih menyibukkan dirinya dengan ponsel ditangannya itu.


Sedangkan Tristan, laki-laki itu kini mengintip kearah Kenza lagi dengan helaan nafas lega saat melihat Kenza masih di tempatnya dan sepetinya perempuan itu juga tidak menyadari keberadaannya tadi. Dan hal tersebut benar-benar membuat dirinya lega.


"Mau apa dia kembali lagi? Dan mau apa dia kesini?" gumam Tristan dengan mencuri pandang kearah Kenza masih dengan posisi tubuhnya yang bersembunyi dibalik tembok.


"Apa jangan-jangan dia kesini mau bertemu dengan Adam lagi? Tidak, ini tidak bisa aku biarkan. Aku tidak akan pernah ikhlas Adam bertemu atau bahkan kembali lagi dengan perempuan itu. Aku harus segara mengubungi Adam sekarang juga untuk memberitahu dia agar tidak ke ruangannya dulu dan kalau bisa aku menyuruh dia untuk pulang saja," ucap Tristan sembari merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya yang akan ia gunakan untuk menghubungi Adam.


...****************...

__ADS_1


Hayo lho bang Adam udah di tungguin mbak Kenza nih? Alhamdulillah hari ini bisa Triple up lagi yuhuuuu. Jadi kalian jangan lupa tinggalin LIKE setelah selesai baca ya. Dan jangan lupa semangat buat kasih HADIAH dan VOTE. Jangan lupa juga untuk KOMEN-KOMEN juseyo!!! see you next eps bye 👋


__ADS_2