Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 125


__ADS_3

"Sayang, gawat gawat gawat," ucap Mama Erika dengan berlari menuju kearah suaminya.


Papa Fauzan yang tadi tengah duduk diatas ranjang dengan bermain ponselnya, ia menolehkan kepalanya kearah sang istri.


"Gawat? Gawat kenapa?" tanya Papa Fauzan.


"Gawat keluarga Abhivandya kesini! Aku yakin mereka kesini pasti akan bertanya tentang Yola. Kita harus bagaimana ini?" tanya Mama Erika dengan mondar-mandir sembari mengigit kuku jarinya.


"Apa?" keget Papa Fauzan bahkan ia kini berdiri dari duduknya tadi.


"Keluarga Abhivandya kesini? Ya Tuhan. Apa yang harus kita lakukan?" Mama Erika tampak berdecak.


"Aku tadi tanya sama kamu seperti pertanyaanmu itu yang artinya aku juga tidak tau harus melakukan apa sekarang. Karena tidak mungkin kita sekarang kabur dari rumah ini atau berbohong dan menyuruh maid disini untuk memberitahu mereka kalau kita tidak ada di rumah. Tapi aku yakin para maid sudah memberitahu mereka jika kita ada di rumah ini yang berarti kita tidak bisa berbohong kepada mereka," ujar Mama Erika bingung.


"Haishhhhh benar juga. Ya sudah lah mau bagaimana lagi, kita harus tetap menemui mereka. Dan kita katakan saja kalau kita juga tengah mencari Yola."


"Tapi kalau mereka tidak percaya bagaimana?" tanya Mama Erika khawatir.


"Haishhhh masalah itu pikir nanti saja. Ayo sekarang kita menemui mereka. Ingat untuk bersikap biasa-biasa saja jangan gugup seperti ini. Jika ditanya jawab apa saja yang sekiranya pantas untuk menjawab pertanyaan yang di ajukan kepada mereka," ujar Papa Fauzan yang diangguki pasrah oleh istrinya itu.


Dan setelahnya kedua orang itu kini berjalan keluar dari dalam kamarnya dengan menghela nafas berkali-kali untuk menenangkan kegugupan mereka.


Hingga kaki mereka kini telah menginjak lantai satu rumah tersebut dimana kehadiran mereka berdua menyita perhatian ketiga orang yang berada di rumah tamu itu.

__ADS_1


Adam yang melihat kedua orangtua kekasihnya pun ia tersenyum kemudian berdiri diikuti oleh kedua orangtuanya.


"Selamat sore Tante, Om," ucap Adam sembari menyalami tangan orangtua Yola itu.


"Ahhhh selamat sore juga," balas Mama Erika.


"Sore tuan dan nyonya." Ucapan Daddy Aiden tadi membuat Mama Erika dan Papa Fauzan tampak terkejut namun sesaat setelahnya mereka memberikan senyumannya kepada kedua orangtua Adam itu.


"Selamat sore juga tuan Aiden dan nyonya Della. Silahkan duduk," ujar Papa Fauzan setelah dirinya bersalam dengan ketiga orang di hadapannya itu.


"Maaf sebelumnya, ada apa ya tuan Aiden, Nyonya Della juga dokter Adam kesini? Apa kalian tengah mencari keberadaan Yola? Maaf untuk keberadaan Yola kita berdua juga masih berusaha untuk mencari dia," tutur Mama Erika dengan merubah ekspresi wajahnya menjadi sedih.


"Benar, kita berdua masih berusaha untuk mencari keberadaan Yola," timpal Papa Fauzan yang membuat ketiga orang di depannya itu saling pandang satu sama lain dengan gelengan di kepala mereka sebelum Daddy Aiden kini angkat suara.


"Maaf sebelumnya tuan Fauzan dan nyonya Erika. Kedatangan kita kesini bukan untuk mencari Yola karena kita sudah tau dimana Yola berada," ucap Daddy Aiden.


"Ehhhh, kalau begitu bisa kasih tau ke kami dia sekarang ada dimana?" tanya Papa Fauzan untuk mengetes ketiga orang itu, siapa tau mereka bertiga hanya bohong saja.


"Di blue sky apartemen," jawab Adam yang membuat Papa Fauzan dan Mama Erika tampak terkejut bukan main. Ternyata mereka sudah tau keberadaan Yola. Tapi jika mereka sudah tau kenapa mereka malah kesini bukan ke apartemen itu saja? Sebenarnya apa yang akan mereka lakukan di rumah ini? Apa jangan-jangan mereka akan memberikan pelajaran kepada mereka berdua yang diduga sudah menyembunyikan Yola dari mereka? pikir Mama Erika dan Papa Fauzan yang terngiang-ngiang di kepalanya. Padahal jika mereka memang menyembunyikan Yola, itu hak mereka orang Yola masih anak mereka jadi harusnya tidak perlu takut kepada keluarga Abhivandya yang tidak memiliki hak apapun kepada Yola.


"Ehhhh Yola ada di apartemen dia ya. Ahhhh kita berdua baru tau. Hmmmm terus kalian kesini mau bertemu dengan siapa? Dan untuk apa?" tanya Mama Erika dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal untuk mengalihkan rasa gugupnya itu.


"Kita kesini bukan untuk bertemu Yola pastinya tapi kita ingin bertemu dengan nyonya juga tuan. Ada sesuatu yang akan anak pertama kami sampaikan ke tuan dan nyonya," ujar Mommy Della lalu setelahnya ia menolehkan kepalanya kearah Adam yang duduk di tengah-tengah antara dirinya dan Daddy Aiden.

__ADS_1


"Ayo katakan, Nak," ucap Mommy Della yang diangguki oleh Adam.


Adam tampak menghela nafasnya sebelum dirinya berucap.


"Maaf sebelumnya sudah mengganggu waktu istirahat Om dan Tante. Tujuan Adam kesini ingin meminta Yola untuk Adam. Adam ingin melamar Yola untuk menjadi istri satu-satunya Adam yang akan menemani Adam sampai tua nanti. Dan tanpa merendahkan Om dan Tante, Adam meminta izin untuk meminang Yola. Dan Adam sangat berharap Om dan Tante memberikan izin dan merestui niat Adam ini," ujar Adam menyampaikan niatnya datang kehadapan orangtua Yola.


Dan ucapan dari Adam itu membuat kedua orangtua Yola tampak membeku ditempat mereka masing-masing. Rasa shock dan tidak percaya dengan bersamaan menyerang mereka berdua hingga membuat keduanya sampai tak bisa berkata apa-apa.


Keterdiaman Mama Erika dan Papa Fauzan tadi membuat keluarga Abhivandya tampak bingung sendiri sebelum Daddy Aiden yang gemas dengan tingkah calon besannya itu ia menepuk tangannya hingga berbunyi cukup nyaring dan membuat kedua orang tadi tersadar dari keterkejutan mereka.


"Jadi bagaimana? Apa lamaran putra saya kalian terima?" tanya Daddy Aiden benar-benar tak sabaran.


"Sebentar, apakah nak Adam benar-benar ingin melamar Yola?" tanya Mama Erika masih saja tak percaya dan hal tersebut membuat Daddy Aiden memutar bola matanya malas.


"Benar Tante," jawab Adam tanpa ragu sedikitpun.


"Ya ampun mimpi apa Yola semalam, sampai sore ini dia di lamar sama dokter incarannya. Duhhhh kalau begitu Tante serahkan ke Yola. Tante ikut apa kata Yola. Jika Yola mau menerima lamaran kamu ini, kita dengan senang hati dan dengan separuh jiwa kami akan memberikan restu untuk kalian berdua untuk menikah," ucap Mama Erika yang diangguki setuju oleh Papa Fauzan.


"Tapi kalau dia tidak menerimanya, maka Tante dan Om akan menyebut dia bodoh," sambung Mama Erika yang membuat Adam juga Mommy Della tampak tersenyum.


"Ya benar itu. Kita akan menyebut dia bodoh jika benar-benar menolakmu. Tapi kalau kalian sudah menikah, jangan sampai ada penyesalan untukmu ya Dam. Karena kamu tau sendiri kan Yola itu anaknya seperti apa. Tapi kalau kamu benar-benar menyesal, lempar saja dia ke lautan ikan bawal atau ikan piranha. Biar menjadi santapan para ikan-ikan itu," ujar Papa Fauzan yang semakin membuat Adam dan Mama Erika terkekeh.


"Om dan Tante tenang saja. Insyaallah Adam tidak akan pernah menyesal dengan keputusan Adam ini."

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu. Semoga Yola menerimamu Adam karena kita berdua sudah memberikan restu dan izin untukmu, tinggal kamu bertanya ke Yola saja," ujar Papa Fauzan.


"Terimakasih atas izin dan restunya Om, Tante. Saya berharap Yola benar-benar menerima saya sebagai calon suaminya," ucap Adam yang di jawab aamiin oleh semua orang yang ada disana.


__ADS_2