Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Extra Part 6


__ADS_3

Yola yang mendengar perkataan dari Keni tadi ia memutar bola matanya malas sebelum dirinya memilih untuk mendekati segerombolan para cogan kampus itu yang tengah mengerumuni Alesya.


"Alesya," panggil Yola yang membuat semua orang yang tadinya tengah tertawa karena ulah Alesya itu terdiam dan dengan serempak mereka menolehkan kepalanya kearah Yola yang tengah menatap anak perempuannya itu.


"Hai Bubu. Cini itut Sya ain ama Ogan," ucap Alesya dengan melambaikan tangannya kearah sang ibu.


Dimana ucapan dari Alesya yang sangat lumayan bisa di mengerti itu membuat seorang laki-laki yang memangkunya mengalihkan pandangannya kearah Alesya kembali.


"Bubu?" beo laki-laki tersebut yang diangguki oleh Alesya.


"My Mom," jelas Alesya yang membuat laki-laki tersebut tersenyum sebelum dirinya berdiri dan membawa Alesya kedalam gendongannya.


Kemudian ia melangkahkan kakinya mendekati Yola.


"Jadi ini anak kamu, La? Pantesan cantik kayak kamu," ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Lukas, mantan laki-laki yang Yola kejar dulu.


"Terimakasih atas pujiannya. Dan kamu, Alesya sini sama Bubu." Yola mengulurkan tangannya kearah sang anak namun Alesya justru langsung melengos dan memeluk leher Lukas.

__ADS_1


"No, Sya ndak au ama Bubu," tolak Alesya.


"Alesya. Sama Bubu sekarang. Jangan ganggu Unclenya yang mau quality time dengan teman-temannya. Jadi ayo sama Bubu." Alesya menggelengkan kepalanya dan semakin mengeratkan pelukannya itu.


"Sudahlah, La. Biar Alesya sama aku saja dulu. Dia juga gak ganggu sama sekali kok. Dan kamu tenang saja setelah acara ini selesai aku balikin Alesya ke kamu lagi. Gak akan aku culik dia. Aku udah tobat jadi orang jahat soalnya," ujar Lukas yang merasa kasian dengan Alesya jika harus di paska oleh Yola untuk ikut dengan ibunya itu.


"Gak Kas, dia anaknya hiperaktif soalnya. Takutnya kalau sama kamu nanti, kamu bisa hipertensi," ucap Yola yang tak tega jika Lukas harus menderita karena ulah putri kecilnya itu. Ya, walaupun dirinya dulu sangat benci dengan Lukas tapi setelah ia menikah dengan Adam, perlahan ia bisa memaafkan perlakuan Lukas kepadanya dulu dan hubungannya juga tidak seburuk dulu yang harus perang dingin dulu kalau bertemu.


"Jadi Alesya, ayo nurut sama Bubu. Kalau Alesya tidak nurut sama Bubu. Bubu aduin kalau Alesya genit sama para Uncle di sini ke Dadda biar Alesya tidak di kasih uang jajan lagi sama Dadda," ucap Yola yang berhasil membuat Alesya melepaskan pelukannya dan dengan mata yang berkaca-kaca serta bibir yang melengkung ke bawah ia menatap kearah Yola sebelum tangannya kini terulur. Meminta Yola untuk segara menggendongnya.


"Nah gitu dong dari tadi nurut sama Bubu," ujar Yola dengan memberikan tepukan gemas di bokong Alesya.


Sebelum dirinya kembali menatap kearah Lukas yang sepertinya tak rela harus berjauhan dengan bocil menggemaskan itu.


"Kalau gitu aku balik lagi ke kursiku ya Kas. Terimakasih karena tadi sudah mau jagain Alesya." Lukas menimpali ucapan Yola tadi dengan anggukan kepalanya.


"Alesya, say goodbye ke Uncle Lukas," titah Yola.

__ADS_1


"Bye Uncel," ucap Alesya dengan lesu. Baru juga ia mau PDKT dengan cogan, ibunya sudah menggagalkan rencananya. Dan hal tersebut membuat Alesya kini lemah, letih lesu, lunglai.


"Bye Kas and selamat atas wisudamu," kata Yola.


"Bye. Selamat juga atas kelulusanmu, ibu anak satu." Yola yang mendengar hal tersebut pun ia kini mencebikkan bibirnya sebelum dirinya melangkahkan kakinya menjauh dari hadapan Lukas dan teman-temannya diikuti oleh Keni yang sedari tadi memperlihatkan interaksi antara Yola, Lukas dan Alesya tadi.


Sedangkan Lukas, ia terus melihat kepergian Yola hingga perempuan itu benar-benar menjauh darinya. Dimana hal tersebut membuat dirinya menghela nafas panjang.


"Alesya cantik, persis seperti Yola kan bro. Dan penyesalan memang datangnya diakhir. Aku tahu kamu belum bisa melupakan Yola walaupun setelah kamu mendapatkan undangan dari Yola waktu itu, kamu kembali pergi lagi dengan alasan untuk melupakan Yola dan baru kembali satu bulan yang lalu. Tapi walaupun begitu aku harap kamu jangan pernah memiliki niatan untuk menghancurkan rumah tangga Yola dan suaminya karena kamu tau tingkat tertinggi mencintai itu adalah melepaskan orang yang kita cintai bahagia walaupun alasan bahagia dia bukan kita," ucap salah satu teman Lukas dengan menepuk bahu Lukas.


Dimana hal tersebut membuat Lukas berdecak.


"Ck, bukannya aku sudah bilang kalau aku ini sudah tobat yang artinya aku tidak akan melakukan hal yang kamu ucapkan tadi. Aku sudah benar-benar mengikhlaskan Yola dengan laki-laki yang bisa membuat dia bahagia." Teman Lukas yang mendengar ucapan dari Lukas itu memberikan acungan jempol ke laki-laki tersebut.


"Sippp deh kalau begitu. Lagian kamu juga masih bisa menyambung silaturahmi dengan dia sebagai besan nantinya dengan menjodohkan anak laki-laki kamu dengan Alesya. Jika kamu sudah menikah lho ya dan jika kamu memang memiliki anak laki-laki. Jika tidak ya buat anak perempuanmu bersahabat dengan Alesya, tapi ingat jangan libatkan hati. Kasihan istri kamu nantinya jika sampai kamu melibatkan hal itu dengan hati." Lukas memutar bola matanya malas.


"Pembahasan kalian terlalu jauh. Aku saja belum ada calon sampai sekarang tapi kalian sudah berembuk menyuruh aku menjodohkan anakku lah, menyuruhku untuk membuat anak perempuanku berteman dengan Alesya lah. Hmmm, sudahlah jangan bahas itu lagi. Dan aku ke kamar mandi dulu," ujar Lukas. Dan tanpa menunggu persetujuan dari para teman-temannya itu ia bergegas menuju kearah kamar mandi di ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2