
Acara wisuda tersebut berjalan dengan meriah. Yola, si ibu muda itu mendapat IPK hampir sempurna nomor dua yang membuat Adam sebagai suaminya bangga dengan istrinya itu yang telah sukses lulus dari kesibukan dunia perkuliahan disaat dia sudah berkeluarga dan memiliki anak yang benar-benar aktif dan sangat banyak menguras tenaga itu.
"Alesya, pegang buket bunga ini dengan baik ya," ucap Adam dengan memberikan buket bunga berukuran besar kepada Alesya.
Alesya yang sudah sangat excited untuk memberikan selamat kepada sang Bubu pun dengan gagah ia menerima buket yang besarnya hampir sama dengan dirinya. Namun saat dirinya sudah menerima buket bunga itu, ekspresi wajahnya yang tadi tersenyum lebar kini senyumannya itu hilang dan berganti ekspresi seolah-olah dirinya tengah menahan beban berat di tubuhnya.
"Uhhhh belat Dadda," keluh Alesya yang membuat Adam yang tadi sengaja membiarkan anak perempuannya itu keberatan pun kini ia terkekeh sebelum dirinya mengambil kembali buket bunga tersebut dan kemudian ia membawa tubuh Alesya kedalam gendongannya.
"Baiklah kalau begitu kita bawa bersama-sama saja ya." Alesya menganggukkan kepalanya dengan melengkungkan kembali bibirnya keatas, membentuk sebuah senyum manisnya.
Dimana hal tersebut membuat Adam menjadi gemas sendiri kepada Alesya hingga ia kini memberikan ciuman di pipi Alesya sebelum ia mulai melangkahkan kakinya mendekati Yola yang tengah membalas kata selamat dari para mahasiswa/mahasiswi lainnya di universitas tersebut.
Dimana kehadiran dari Adam itu membuat orang-orang yang tadinya mengerubungi Yola, kini minggir untuk memberikan jalan kepada Adam yang tengah tersenyum kearah istrinya tersebut.
"Congratulation sayang," ucap Adam yang langsung membuat Alesya menatap kearah dirinya.
__ADS_1
"Bubu, Dadda," ralat Alesya.
"Oke-oke Dadda salah. Congratulation Bubu," ulang Adam yang membuat Yola tersenyum. Tak hanya Yola saja yang sebenarnya tengah tersenyum gemas, melainkan para teman-teman Yola pun juga tengah tersenyum sekarang.
"Celamat Bubu dah lulus cekolah. Yeyyyyyy!" teriak Alesya yang ikut memberikan ucapan selamat kepada sang Ibunda.
"Terimakasih dua kesayangannya Bubu," ucap Yola dengan memberikan kecupan di pipi Alesya juga Adam. Dimana hal itu membuat orang-orang disana apalagi yang masih jomblo iri melihatnya. Namun tiga orang itu mana peduli dengan ke irian mereka semua. Justru mereka semakin mengumbar potret ke harmonisan hubungan keluarga kecilnya.
"Nah Bubu, ni bunga dari Sya and Dadda." Alesya mendorong buket bunga itu yang masih berada di genggaman tangan Adam kearah Yola.
"Bubu cuka?" tanya Alesya.
"Tentu saja sayang. Bubu sangat suka. Terimakasih ya," ujar Yola yang lagi-lagi menyematkan kecupan di pipi gembul Alesya.
"Cama-cama Bubu," balas Alesya.
__ADS_1
Yola tersenyum kearah Alesya sebelum tatapan matanya kini berpindah kearah sang suami.
"Thank you for everything Dadda. Makasih banyak karena sudah mengizinkanku untuk tetap meneruskan pendidikanku walaupun kita sudah menikah. Terimakasih atas support yang kamu berikan saat aku sudah mulai lelah menjalani dunia perkuliahan ini. Dan terimakasih sudah menjadi suami yang sangat-sangat hebat di hidupku ini. Love you so much," ucap Yola yang tidak bisa lagi mengungkapkan rasa terimakasih kepada sang suami yang sudah menjadi support sistem terkuatnya selama ini.
Adam yang mendengar ucapan dari istrinya itu ia tersenyum sembari menganggukkan kepalanya sebagai balasan dari ucapan istrinya tadi. Namun ia tak urung berkata, "Love you so much."
Yola yang sangat bahagia pun ia dengan menutup mata Alesya, ia memberikan ciuman tepat di bibir sang suami namun disaat hal itu terjadi, ia juga menghalangi orang-orang untuk melihat adegan tersebut dengan buket bunga ditangannya yang satunya. Namun walaupun sudah di tutupi sampai rapat pun, mereka semua juga paham apa yang tengah suami-istri itu lakukan hingga membuat semua orang disana bersorak dengan memberikan tepuk tangan atas aksi Yola tersebut yang sayangnya tak bisa mereka lihat itu. Namun tak urung hal itu membuat Yola tersipu malu dan hanya bisa memeluk tubuh Adam dan menyembunyikan wajahnya yang memerah itu di balik buket bunga tersebut. Sedangkan Adam, ia tersenyum dengan memberikan elusan di punggung Yola. Alesya yang masih berada di gendongan Adam dan tak tau apa yang terjadi pun ia hanya ikut-ikutan bertepuk tangan juga bersorak kearah kedua orangtuanya itu.
...****************...
Hay semuanya. Maafin aku yang udah gantung cerita ini beberapa hari belakangan karena lagi nyiapin cerita babang Erland yang mungkin akan tayang entah nanti siang atau besok pagi. Aku lihat situasi dan kondisi dulu juga perlu aku baca-baca ulang soalnya hehehe. Dan aku spill covernya dulu yes. Let's go...
Siapa yang udah gak sabar, angkat kaki ehhhh angkat tangan maksudnya. Tungguin oke, kalau udah aku up bakal aku info diseluruh lapak cerita punyaku 😂 See you semuanya.
__ADS_1
Ahhh satu lagi untuk cerita ini masih ada satu extra part lagi yang akan aku up besok. Bye semua 👋