
Di hari berikutnya setelah terjadinya kesalahpahaman kemarin Yola yang tadinya juga tengah demam kini sudah kembali seperti biasanya. Dimana dirinya sudah harus beraktifitas ke kampus pagi ini sebelum ia mengambil cuti kampusnya untuk pernikahannya nanti.
Dan dengan diantar oleh Adam, ia kini turun dari dalam mobil calon suaminya itu. Dan turunnya dia diikuti oleh Adam yang kini berjalan menuju kearah dirinya dan saat keduanya saling berhadapan, Yola langsung mengambil tangan kanan Adam untuk ia kecup punggung tangannya itu. Ia tak peduli dengan situasi di sekitarnya yang tengah menatap dirinya dengan iri.
Sedangkan Adam yang mendapat kecupan di punggung tangannya itu ia membalas kecupan Yola tepat di kening calon istrinya itu yang membuat para mahasiswi menjerit tertahan. Adam memang sengaja melakukan hal tersebut bertujuan agar para laki-laki di kampus itu tau jika Yola miliknya seorang yang tak boleh di ambil ataupun di sentuh sedikitpun oleh mereka.
Dan setelah mengecup kening Yola, ia mengelus lembut kepala calon istrinya itu.
"Aku ke rumah sakit dulu. Jika ada orang yang mengganggumu seperti kemarin, segera hubungi aku. Dan jangan sampai telat makan, jangan terlalu memikirkan acara kita karena semuanya sudah selesai, kita hanya tinggal menunggu saat hari H nanti, dan jangan sampai kecapekan. Kamu mengerti sayang?" ucap Adam dengan menatap lekat mata Yola yang tengah berbinar bahagia itu.
"Siap mengerti calon misua," balas Yola dengan senyuman di bibirnya itu. Dimana senyuman yang diperlihatkan oleh Yola tersebut membuat Adam ikut tersenyum dan saking gemasnya ia mencubit pelan hidung Yola.
"Ya sudah kalau gitu aku pergi dulu. Mau uang saku?" tanya Adam yang semakin membuat Yola berbinar.
"Kamu nawarin uang saku untukku?" Adam menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu aku tidak akan menolaknya," jawab Yola yang dibalas gelengan oleh Adam sebelum tangan laki-laki itu bergerak untuk mengambil dompetnya lalu setelahnya ia mengeluarkan sebuah kartu yang langsung ia serahkan ke hadapan Yola.
__ADS_1
"Ambil berapa aja yang kamu mau. Dan kartu itu yang akan menjadi peganganmu mulai sekarang ataupun nanti. Setiap bulan akan aku transfer untuk uang jajanmu. Untuk urusan nanti jika kita sudah berumah tangga, itu beda lagi. Nanti akan aku kasih kartu lain khusus untuk mengurus rumah tangga," ucap Adam dengan mengantongi kembali dompet tersebut.
"Beneran ini kartu khusus untukku?" Adam menganggukkan kepalanya. Dimana hal tersebut membuat Yola langsung memeluk tubuh laki-laki tersebut.
"Terimakasih kesayangan," ucap Yola yang mendapat balasan pelukan dari Adam.
"Sama-sama sayang. Ya sudah kalau gitu aku berangkat dulu. Yang rajin belajarnya biar cepat wisuda," ujar Adam sembari melepas pelukannya itu.
"Baiklah. Kamu hati-hati dijalan. Sampai ketemu saat hari H nanti," ucap Yola yang diangguki oleh Adam sebelum laki-laki itu kini berjalan untuk masuk kembali kedalam mobilnya.
Ya, mereka tidak akan bertemu lagi setelah perpisahan ini sampai di hari pernikahan mereka nanti. Walaupun dari sisi Yola maupun Adam enggan untuk menjauh satu sama lain tapi aturan yang di berikan oleh kedua keluarga tak bisa mereka bantah sama sekali karena jika membantah, ancamannya mereka akan batal menikah. Dan dari pada hal itu terjadi lebih baik mereka berdua meng-iya-kan saja untuk melakukan apa yang kedua belah pihak keluarga besar inginkan.
Sebelum laki-laki itu kini berjalan menuju kearah Yola yang membuat para sahabatnya tampak saling pandang satu sama lain sebelum mereka juga ikut mendekati Yola.
Dimana saat laki-laki itu sampai di belakang Yola bersamaan dengan hal itu Yola memutar tubuhnya berniat untuk masuk kedalam area kampusnya. Namun ia justru dikejutkan dengan adanya seseorang yang kini berdiri di depannya.
Yola menengadahkan kepalanya, dan saat ia melihat jika laki-laki dihadapannya itu adalah Lukas, ia menghela nafasnya.
__ADS_1
Dan saat dirinya ingin mengambil jalur lain agar dirinya bisa lewat, lengannya dicekal oleh laki-laki tersebut sembari berkata.
"Siapa?" tanya Lukas yang membuat Yola dengan sekuat tenaga ia menghempaskan tangan Lukas dari lengannya itu. Dan setelah berhasil ia dengan berani menatap tajam tepat di manik mata Lukas itu.
"Kamu tanya siapa orang yang bersamaku tadi?" tanya Yola yang diangguki oleh Lukas.
"Wait," ucap Yola. Lalu setelahnya tangannya bergerak untuk membuka tas yang ia pakai saat ini untuk mengambil sesuatu didalam tasnya itu.
Dan setelah ia mendapatkannya, ia langsung menyerahkan sebuah kartu undangan ke tangan Lukas.
"Di kartu itu sudah sangat jelas siapa laki-laki yang bersamaku tadi. Jadi mulai sekarang jangan menggangguku lagi," ujar Yola. Dan setelah mengucapkan hal tersebut, Yola bergegas untuk pergi dari hadapan Lukas dan teman-temannya.
Lukas yang menerima sebuah undangan itu ia dengan cepat membuka lalu membaca isi dari undangan tersebut sebelum ia meremas kartu undangan itu.
Dimana aksi dari Lukas itu membuat salah satu dari temannya kini mendekati dirinya lalu menepuk pundak Lukas.
"Laki-laki yang bersama dengan Yola itu tadi adalah calon suaminya. Aku tau kamu sekarang tengah menaruh hati dengan Yola tapi semuanya sudah terlambat, Kas. Semua kesalahan yang sudah kamu perbuat kepadanya sudah sangat cukup untuk membuktikan jika kamu tidak pantas untuk dia. Penyesalan memang berada di akhir kisah. Dan kamu tidak bisa untuk mengulangi semua hal yang sudah terjadi dimasa lalu termasuk Yola yang mengejar-ngejarmu. Semuanya sudah berubah, Kas. Dan kita semua berharap, kamu bisa menerima kenyataan ini karena semua ini juga merupakan buah dari perilakumu dulu. Jadi rasa sakit hati yang kamu rasakan saat melihat Yola sudah bahagia dengan laki-laki lain ini merupakan karma untukmu. Jadi nikmati saja dan lepaskan Yola. Biarkan dia bahagia dengan pilihannya saat ini yang jauh lebih tepat untuknya," ucap salah satu teman Lukas tersebut.
__ADS_1
"Dan lebih baik kita sekarang masuk ke kelas sebentar lagi dosen akan masuk," sambungnya dengan menepuk-nepuk pundak Lukas sebelum ia mengalungkan tangannya di leher Lukas yang masih diam dalam penyesalan tersebut dan membawa laki-laki itu menuju ke kelas mereka.
Mereka memang berteman dengan Lukas tadi mereka kali ini tidak akan membiarkan Lukas merebut kebahagiaan Yola. Karena mereka tau dan menjadi saksi sebagaimana tragisnya Lukas yang melukai Yola dulu. Dan sudah saatnya perempuan yang dulu disakiti oleh Lukas itu bahagia, dan biarkan laki-laki yang menyakiti Yola itu menanggung akibatnya sekarang.