Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 26


__ADS_3

Seperti yang dikatakan sebelumnya, selama satu bulan ini Yola telah gencar-gencarnya memberikan perhatian kepada Adam seperti setiap siang ia mengantarkan makanan untuk Adam walaupun makanan yang ia bawakan tak pernah tersentuh oleh Adam sedikitpun dan berakhir akan diberikan kepada satpam atau dokter lain yang sempat lewat di depan ruang kerjanya. Tak hanya itu saja ia juga sering mengirimkan sebuah pesan kepada Adam lewat aplikasi WhatsApp yang berakhir dia di blokir dari kontak Adam. Namun walaupun dia di perlakukan seperti itu, tak membuat Yola langsung menyerah begitu saja. Ia masih terus berusaha sampai saat ini.


"Nanti siang aku akan membawakan makanan untuk si tampan apa ya?" gumam Yola sembari mengetuk-ngetuk dagunya.


"Perasaan semua makanan sudah pernah aku kasih ke si tampan, tapi tidak satupun yang dimakan," sambungnya dengan wajah yang begitu lesu.


"Ahhhh tapi tak apa mungkin dia tidak makan makanan yang aku bawa karena makanan itu bukan seleranya. Tapi tunggu, kata Mommy, si tampan sangat suka steak dan aku sudah pernah membelikannya tapi dia tetap saja tak mau memakannya. Haishhhhh terus bagaimana caranya supaya dia mau makan makanan yang aku bawa? Apa aku harus masak sendiri? Hmmmm sepertinya itu ide yang bagus. Kan selama ini aku hanya membelikan makanan di restoran saja dan mungkin dia sangat menghindari makanan luar, secara dia seorang dokter yang pasti akan menjaga kehigenisan sebuah makanan dong. Ahhhh baiklah kalau begitu aku akan mencoba memasakkan makanan untuk dia," ujar Yola diakhiri dengan ia mengembangkan sebuah senyuman manis.


"Baik semuanya. Cukup disini pertemuan kita hari ini. Sampai bertemu di hari berikutnya, selamat siang." Suara dosen yang sedari tadi mengajar di depan sana membuyarkan kehaluan Yola.


"Selamat siang!" balas semua mahasiswa dan mahasiswi disana tak terkecuali dengan Yola yang kini dengan cepat berdiri dari duduknya setelah dosen keluar dari kelasnya.


Tapi sebelum dirinya keluar, ia menyempatkan untuk menghampiri kedua sahabatnya.


"Cantik-cantikku. Aku duluan ya. Doain biar dia segera buka hati untuk sahabat kalian ini. Oke," ucap Yola sembari memberikan pelukan kepada kedua sahabatnya itu.


Sedangkan Amel dan Keni, mereka berdua menatap kasihan kearah Yola namun tak urung keduanya tersenyum kemudian mengangguk. Ya, mereka berdua tau jika Yola tengah gencar-gencarnya mendekati Adam, bahkan mereka berdua menjadi tempat curhat Yola saat perempuan itu merasa capek dan lain sebagainya. Tapi walaupun Yola mengeluh seperti itu, dia tidak bisa menghentikan aksinya itu saat Amel dan Keni menyuruh dia untuk berhenti. Jadi keduanya saat ini hanya bisa memberikan support kepada Yola tanpa bisa berbuat apa-apa selain menjadi pendengar yang baik untuk sahabatnya itu.


"Hati-hati ya. Kalau ada apa-apa langsung kabarin kita," ucap Amel yang langsung diacungi kedua jempol oleh Yola.


"Kalau gitu aku duluan. Bye kalian berdua." Yola melambaikan tangannya sembari berjalan menjauh dari kedua sahabatnya yang membalas lambaian tangannya.


Yola terus berjalan dengan senyum mengembang dan sesekali ia menyapa beberapa mahasiswa/mahasiswi lain yang sempat ia temui hingga langkahnya terhenti saat lengannya ditarik secara paksa oleh seseorang dari belakang.

__ADS_1


"Aduhhh. Apa nih main tarik-tarik aja? Lepasin woyyy sakit nih," ucap Yola sembari memberontak dari cekalan laki-laki yang menariknya kearah parkiran mobil.


Tapi tunggu, sepertinya Yola kenal dengan laki-laki yang menariknya itu.


"Ck, ternyata kamu Kak. Kirain siapa tadi yang narik lengan aku," ucap Yola yang membuat langkah laki-laki itu terhenti kemudian ia menghadap kearah Yola.


"Kakak kira kamu tadi gak ngenalin Kakak," ujar Erland.


"Tadi sih hampir gak ngenalin Kakak karena Kakak pakai masker dan Kakak juga pakai tuh kupluk Hoodienya. Tapi setelah ingat siapa orang yang sering narik tangan Yola tiba-tiba, Yola sadar kalau itu Kakak," tutur Yola yang membuat Erland terkekeh lalu ia mengacak rambut Yola yang tergerai bebas.


Dan hal itu membuat Yola mengerucutkan bibirnya.


"Ishhh jangan di berantakin rambut Yola, Kak," geram Yola sembari menjauhkan tangan Erland dari kepala Yola.


"Kalau rambutnya gak boleh di berantakin. Gimana kalau gini saja." Tangan Erland bergerak untuk mencubit pipi Yola dengan gemas.


"Jangan cubit pipi Yola dong," ucap Yola dengan wajah marah namun terkesan lucu bagi Erland.


"Baiklah-baiklah, maafin Kakak, oke. Gak lagi-lagi deh Kakak cubit pipi kamu. Tapi kalau Kakak gak khilaf," ujar Erland sembari mengelus pipi Yola yang tampak memerah itu. Sedangkan Yola, ia membelalakkan matanya.


"Ck, Kakak menyebalkan ishhh. Yola gak suka," ucap Yola merajuk dengan kerucutan di bibirnya yang semakin maju kedepan dan kedua tangannya ia lipat didepan dada.


Dan hal tersebut semakin membuat Erland tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah Kakak ngalah. Tapi maafin Kakak oke." Dengan cepat Yola menggelengkan kepalanya.


"Kamu gak mau maafin Kakak?" Yola menganggukkan kepalanya.


"Kalau es krim mau?"


"Es krim, ya mau lah. Kakak mau beliin Yola es krim?" Erland menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


"Tapi dengan satu syarat." Yola mengerutkan keningnya.


"Apa?"


"Kamu maafin Kakak," ujar Erland.


"Hmmmm baiklah tapi kali ini Kakak harus beliin Yola dua es krim gimana?"


"Siapa takut. Ya udah yuk ke mobil Kakak. Kamu gak bawa mobil kan hari ini?" Yola menganggukkan kepalanya.


"Mobil Yola lagi ke bengkel habis dibawa nyungsep sama Mama kemarin," jawab Yola yang diangguki oleh Erland. Lalu setelahnya kedua orang itu berjalan menuju ke arah mobil Erland.


Begitulah kedekatan Yola dan Erland selama satu bulan belakangan ini. Yola yang periang mampu membuat sifat es di diri Erland mencari. Dan selain kedua sahabatnya tadi, Erland juga merupakan tempat curhat untuk Yola, yang otomatis Erland tau jika perempuan itu masih mengejar kakaknya sendiri. Jadi tak heran jika keduanya kini dekat bagaikan sepasang Kakak beradik. Sedangkan Adam, laki-laki itu tidak tau sama sekali tentang kedekatan kedua orang itu. Dan untuk hubungan Erland dan Adam, memang Yola tak tau jika mereka satu keluarga. Karena setelah Adam memberikan peringatan kepadanya satu bulan yang lalu, saat itu juga Yola tidak pernah datang berkunjung ke rumah keluarga Abhivandya dan hanya sekedar bertukar kabar saja dengan Mommy Della. Bahkan apartemen yang sempat ia beli di lantai yang sama dengan apartemen milik Adam, ia sudah jual saat itu juga karena ia takut jika laki-laki itu mengetahui dirinya masih memiliki apartemen itu, ia akan semakin dibenci oleh Adam yang berarti akan semakin sulit untuknya mendekati laki-laki itu.


Dan kini Yola juga Erland telah masuk kedalam mobil milik laki-laki itu.

__ADS_1


"Kak, kita beli es krimnya di supermarket kan?" tanya Yola.


"Terserah mau kamu dimana, Kakak akan tetap mengantarmu," ucap Erland dengan tersenyum yang dibalas dengan senyuman pula oleh Yola.


__ADS_2