Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 68


__ADS_3

Adam yang melihat tangan Kenza yang merentang itu bukannya ia langsung berlari dan memeluk tubuh mantan pacarnya itu. Ia justru masih berdiri tegak di tempatnya. Tak bergerak sama sekali. Dan hal tersebut membuat Kenza berdecak dan dirinya lah kini yang berlari lalu memeluk tubuh Adam hingga hampir saja Adam terjatuh ke belakang.


"I Miss you, baby," bisik Kenza tepat di samping telinga Adam.


Dan saat Kenza ingin mencium pipi Adam, laki-laki itu langsung menghindar bahkan setelahnya ia melepas paksa pelukan dari Kenza tadi.


"Mau apa kamu kesini?!" tutur Adam kala tubuh Kenza sudah menjauh dari dirinya.


"Adam. Kenapa kamu bertanya seperti itu? Dan kenapa kamu melepaskan pelukanku? Apa kamu sudah tidak sayang lagi sama aku? Apa kamu tidak merindukanku lagi?" ucap Kenza dengan raut wajah yang ia sedih-sedihkan.


"Pergi sekarang!" usir Adam tanpa menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Kenza tadi.


Kenza yang mendapat pengusiran itu pun ia langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak. Aku tidak mau pergi dari sini. Kamu kenapa sih sayang. Jangan seperti ini. Aku tau kamu pasti masih marah karena masalah yang terjadi 7 tahun yang lalu. Tapi come on sayang, kejadian itu sudah sangat lama. Harusnya kamu melupakannya sejak dulu tak perlu marah sampai sekarang. Jadi lupakan saja ya. Toh aku sekarang sudah bersama kamu lagi disini," ucap Kenza sembari meraih lengan Adam. Namun beberapa detik setelahnya Adam menyentak tangan tersebut hingga tangan Kenza menjauh dari lengannya tadi.


Dan setelah itu Adam menatap tajam manik mata Kenza dengan senyum miringnya.

__ADS_1


"Kamu bilang tadi apa? Aku harus melupakan semua yang sudah kamu lakukan ke aku 7 tahun yang lalu? Apa kamu pikir semua itu gampang hah, melupakan sesuatu yang benar-benar membuatku merasa benar-benar hancur?! Tidak. Semua itu tidak mudah! Aku bertahan dengan dukungan orang-orang yang selalu menguatkanku hingga akhirnya aku bisa bangkit lagi. Dan kamu muncul lagi hari ini menyuruhku untuk melupakannya, hal gila macam apa yang baru saja aku dengar tadi?" sentak Adam. Tatapan penuh puja yang dulu selalu ia pancarkan saat melihat perempuan dihadapannya itu kini sudah berganti dengan tatapan penuh kebencian.


"Tapi kan itu hanya perkara kecil saja," balas Kenza tak mau disalahkan.


"Perkara kecil katamu? Gila, kamu benar-benar gila. Perselingkuhan yang kamu lakukan selama 2 tahun lamanya sampai kamu memiliki seorang anak dari laki-laki selingkuhanmu dan baru terungkap dihari yang sama saat kita ingin melakukan pernikahan! Kamu anggap itu semua perkara kecil!" bentak Adam. Rasa sakit yang sudah tak ia rasakan setelah ia bersama dengan Yola akhir-akhir ini, harus kembali ia rasakan lagi setelah ia mengucapkan semua yang dilakukan Kenza beberapa tahun yang lalu.


"Kan itu memang perkara kecil Adam. Toh aku dengan laki-laki itu sekarang sudah tidak memiliki hubungan apapun dan untuk anak itu juga bersama dengan laki-laki itu. Aku sekarang sudah free sayang. Dan saatnya aku kembali denganmu lagi," ujar Kenza yang sepertinya memang sudah gila.


"Kembali lagi denganmu? Didalam mimpimu! Aku tidak akan pernah sudi untuk kembali denganmu dan mengulang cerita yang benar-benar sangat menyakitkan itu. Jadi lebih baik kamu pergi dari sini karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali denganmu. Dan aku tidak perduli dengan urusanmu dengan selingkuhanmu itu atau dengan anak dari hubungan gelap kalian. Pergi sekarang dari ruanganku atau aku yang akan pergi," ujar Adam yang benar-benar sudah meneguhkan hatinya untuk tidak kembali dengan Kenza saat ia mengingat hal menyakitkan itu.


Kenza menggelengkan kepalanya.


"Baiklah. Terserah. Aku tidak peduli. Mau kamu menempati ruangan ini sampai kamu jadi mayat sekalipun aku tetap tidak akan perduli!" ujar Adam lalu setelahnya ia berjalan menuju ke meja kerjanya untuk membereskan berkas-berkas yang berada di atas mejanya tadi untuk ia bawa keluar dari ruangannya itu.


Tapi saat Adam tengah membereskan berkas-berkas penting itu, Kenza tanpa tau malu ia memeluk tubuh Adam dari belakang.


"Jangan pergi Adam. Aku mau kamu disini. Aku mau menemani kamu bekerja seperti dulu lagi," ujar Kenza.

__ADS_1


"Lepas!" perintah Adam yang dijawab gelengan kepala oleh Kenza.


"Lepas sialan!" geram Adam.


"Tidak akan Adam!" balas Kenza yang semakin membuat Adam geram setengah mati hingga laki-laki itu terpaksa harus melepaskan tangan Kenza yang tadi melingkar di pinggangnya itu dengan cukup keras hingga membuat Kenza merintih kesakitan.


"Adam sakit. Kenapa kamu sekarang sangat ka---" belum sempat Kenza melanjutkan ucapannya, suara dering ponsel Adam membuat bibirnya kembali terkatup.


Sedangkan Adam, ia langsung mengambil ponselnya itu. Dan saat ia melihat nama di layar ponselnya itu, kedua sudut bibirnya terangkat membuat sebuah senyuman yang membuat Kenza kini mengepalkan tangannya karena ia sempat melihat sekilas nama seseorang yang tengah menelepon Adam itu dan nama itu adalah Fayyola is Mine ❤️.


"Halo sayang," ucap Adam saat dirinya sudah mengangkat telepon dari Yola itu sembari ia mulai beranjak dari meja kerjanya, membawa berkas-berkas penting serta sebuah laptop ditangannya.


"Adam! Kembali! Jika kamu tidak kembali jangan salahkan aku jika ruanganmu ini akan menjadi seperti kapal pecah nantinya!" teriak Kenza saat Adam sudah sampai didepan pintu ruangan tersebut. Namun sayangnya teriakannya serta ancamannya itu hanya diabaikan oleh Adam. Laki-laki itu memilih untuk segera keluar dari ruangannya sendiri. Ia tak perduli dengan ancaman Kenza yang akan menjadi nyata itu.


"Adam!" teriak Kenza menggema di ruangan itu sebelum dirinya berlari untuk mengikuti Adam. Namun sayangnya saat dirinya baru keluar, ia sudah tak menemukan ataupun melihat tubuh laki-laki itu.


"Sialan. Kemana dia? Kenapa cepat sekali perginya! Arkkhhhhhhh dan kenapa dia sangat berbeda sekali sekarang? Semuanya yang ada di dirinya dulu, sekarang sudah berubah! Dan aku yakin ini semua gara-gara si perempuan sialan itu," gumam Kenza dengan kobaran amarah di matanya.

__ADS_1


"Yola. Fayyola Mafaza, jangan harap kamu merebut Adam dariku karena aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Karena Adam hanya milikku seorang dulu ataupun sekarang. Dan jika aku tidak bisa mendapatkan Adam kembali maka kamu ataupun oranglain juga tidak akan aku biarkan mendapatkan dia. Karena aku akan melakukan apapun untuk menggagalkan Adam mendapatkan perempuan yang akan menggantikanku di hatinya. Aku akan melakukan segala cara untuk memisahkan perempuan yang tengah dekat dengan Adam mau itu dengan cara yang paling kejam sekalipun akan aku lakukan. Dan ini tidak terkecuali dengan kamu, Yola. Kamu tunggu saja apa yang akan aku lakukan agar kamu dan Adam berpisah," sambung Kenza dengan menggertakkan giginya, jangan lupakan kepalan tangannya yang semakin mengeratkan sebelum dirinya memilih untuk pergi dari rumah sakit itu.


__ADS_2