
Sedangkan disisi lain, Adam kini baru sampai di rumah kedua orangtuanya dan dengan membawa lunch bag milik Yola, ia memasuki rumah tersebut.
"Assalamualaikum," ucap Adam.
"Waalaikumsalam!" teriak semua orang yang ada di dalam rumah tersebut saat mendengar salam dari Adam itu. Dan seperti biasa sebelum laki-laki itu menuju kedalam kamarnya, Adam menyempatkan diri untuk menghampiri keluarganya yang tengah berkumpul di ruang keluarga.
Dan baru saja dirinya menginjakkan kakinya kedalam ruangan tersebut, teriakan anak kecil memenuhi telinganya.
"Uncle Damdam!" teriak anak kecil itu sembari berlari menuju kearah Adam.
Adam yang melihat anak kecil berusia 4 tahun itu, ia tersenyum lalu ia berjongkok agar anak tersebut bisa memeluknya.
"Cle Damdam, lana tangen," ucap anak kecil tersebut dengan suara cadelnya.
"Uncle Adam juga kangen sama Alana," balas Adam sembari memberikan kecupan di pipi gembul anak perempuan tersebut sebelum dirinya membawa tubuh Alana kedalam gendongannya tak lupa lunch bag yang sempat ia taruh di lantai tadi, ia ambil kembali. Kemudian ia segara mendekati Mommy Della dan Daddy Aiden yang tengah menatapnya dengan senyuman di bibir mereka.
"Selamat malam Mom, Dad," ucap Adam sembari mencium pipi Mommy Della sebelum dirinya berpindah menciumi pipi Daddy Aiden.
"Selamat malam juga nak. Segeralah membersihkan tubuhmu dan makan malam setelah itu baru istirahat," ujar Mommy Della sembari mengelus lengan Adam yang sudah terduduk di sofa yang masih kosong disamping tempat duduk Mommy Della saat itu.
"Dan kamu Alana, sini sama Mommy. Uncle Adamnya harus istirahat. Alana main sama Mommy saja ya," ucap Mommy Della sembari mengulurkan tangannya kearah Alana yang langsung di sambut oleh anak perempuan tersebut.
Dan setelah Alana berpindah kedalam pangkuan Mommy Della, Adam dengan gemas mengacak rambut Alana.
"Tumben Alana masih disini Mom?" tanya Adam penasaran.
__ADS_1
"Sebenarnya Mommy sama Erland tadi sudah mengantar dia pulang ke rumah Papanya setelah kita kembali dari menjenguk Puri tadi. Tapi dia malah lengket sama Erland dan gak mau di tinggal pulang. Alhasil Mommy tadi minta izin ke Papa dia untuk membawa nih anak kesini dan untungnya Papa dia ngizinin buat dia bermalam disini malam ini," jawab Mommy Della sembari membelai rambut lurus sebahu milik Alana itu.
"Terus kemana Erland sekarang?" tanya Adam karena ia tak melihat batang hidung adik laki-lakinya itu.
"Tadi sih dia pamit mau ke kamar katanya ada tugas kuliah yang harus dia selesai," ujar Mommy Della yang diangguki oleh Adam.
"Ya udah kalau gitu Adam ke kamar dulu, Mom, Dad," pamit Adam yang dijawab dengan anggukan kepalanya oleh kedua orangtuanya itu.
"Tunggu dulu bang," ucap Mommy Della sembari mencekal lengan Adam saat laki-laki itu berniat untuk meninggalkan ruang keluarga.
"Ya Mom, kenapa?" tanya Adam.
"Itu lunch bag punya siapa? Perasaan tadi Abang gak bawa bekal dari rumah deh. Sarapan pun Abang tadi di rumah. Apa tadi ada salah satu art yang mengantar kamu makanan? Tapi setahu Mommy, lunch bag itu bukan milik Mommy deh bang. Abang dapat lunch bag itu darimana sih?" tanya Mommy Della dengan mode kepo.
Adam yang mendapat pertanyaan itu pun ia bingung sendiri mau menjawab apa. Tidak mungkin kan dia menjawab jika lunch bag itu milik Yola, yang ada jika dia mengatakan yang sebenarnya, ia yakin Mommy Della dan Daddy Aiden akan menggodanya habis-habisan apalagi kalau Erland juga tau, siap-siap saja telinganya akan pengang mendengar godaan dari keluarganya itu.
"Terus kenapa lunch bag-nya kamu bawa pulang ke rumah?" tanya Daddy Aiden.
"Adam gak enak kalau mengembalikan lunch bag ini dalam keadaan kotor alhasil Adam bawa saja kerumah untuk Adam cuci dulu dan besok baru Adam kembalikan," jelas Adam.
"Hmmmm benar juga sih lebih baik di bersihkan dulu sebelum kamu kembalikan ke teman kamu itu. Ya sudah taruh saja lunch bag itu ke dapur dulu, biar nanti art yang mencucinya," ucap Daddy Aiden.
"Hehehe iya Dad. Ini Adam juga mau ke dapur kok," kata Adam yang diangguki oleh kedua orangtuanya.
Adam kini melangkahkan kakinya menuju ke dapur dengan helaan nafas lega karena Mommy Della ataupun Daddy Aiden tak curiga kepada. Dan saat dirinya sudah masuk kedalam dapur, disana ternyata ada Erland yang tengah duduk di meja makan dengan segelas jus didepannya dan sebuah buku bacaan di tangannya.
__ADS_1
Erland yang mendengar ada orang yang masuk kedalam dapur pun ia mengalihkan pandangannya dari buku ke arah orang tersebut yang tak lain adalah Adam.
"Tumben pulang jam segini bang. Banyak pasien ya di rumah sakit?" tanya Erland.
"Hemmmm tadi lumayan banyak pasien dan ada operasi dadakan sebelum waktu pulang tadi," jawab Adam sembari meletakan lunch bag tadi di sebelah wastafel di dapur tersebut.
Erland yang melihat lunch bag itu yang terasa tak asing buatnya pun ia semakin menajamkan pandangannya kearah lunch bag tersebut dan setelah ia benar-benar memastikan jika tebakannya itu benar, sebuah senyuman terukir di bibirnya.
"Lunch bag dari siapa tuh bang?" tanya Erland.
"Punya teman Abang," jawab Adam dengan santai sembari tangannya bergerak untuk mengeluarkan isi didalam lunch bag tersebut.
"Ohhh punya teman Abang. Kirain punya calon gebetan," ucap Erland.
"Ehhhh btw ya bang. Erland lihat-lihat semakin hari Yola semakin cantik lho. Dan Abang tau, dia itu ternyata merupakan salah satu mahasiswi populer di kampus. Banyak banget cowok yang deketin dia. Bahkan ada beberapa teman Erland juga lagi mencoba buat deketin dia. Dan sepertinya Erland juga akan mengejar Yola mulai besok deh bang. Abang setuju kan kalau Erland sama Yola menjadi sepasang kekasih... Ahhhh bukan sepasang kekasih tapi sepasang suami-istri karena Erland tidak mau pacaran dan memilih untuk langsung menikah saja jika memang Erland bisa menaklukkan hati Yola. Jadi Abang setuju kan kalau Yola jadi adik ipar Abang?"
Adam menghentikan kegiatannya saat ia mendengar ucapan dari Erland tadi. Tolonglah, baru saja Adam berhasil berdamai dengan dirinya sendiri masa sekarang dia harus di buat resah kembali gara-gara ucapan dari Erland itu.
"Abang kenapa diam aja? Gimana Abang setuju kan?" tanya ulang Erland.
"Terserah!" jawab Adam dengan wajah tertekuk dan dari ekspresi wajahnya itu Erland tau jika Adam tak suka dengan niatnya tadi untuk menjadikan Yola sebagai istrinya. Tapi saat Erland tau jika Adam tengah cemburu, ia bukannya menghentikan aksinya untuk memanas-manasi Adam, ia justru semakin gencar saja.
"Terserah, berarti Abang setuju. Baiklah kalau begitu Erland habis ini akan DM Yola dan mulai---"
Brakkk!
__ADS_1
Suara tendangan yang mengenai sebuah pantry kayu di dapur membuat ucapan Erland terputus. Dan ia tau siapa pelaku tersebut yang tak lain adalah Adam. Dan tanpa mengucapkan sepatah katapun atau melirik kearah Erland sedikitpun, Adam melangkahkan kakinya keluar dari area dapur dan ruang makan itu, meninggalkan Erland yang kini tengah tertawa terbahak-bahak melihat kecemburuan dari Adam tadi.