Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 105


__ADS_3

Om Harun melangkahkan kakinya lebar menuju ke kamar inap Heila setelah dirinya bertanya kepada bagian resepsionis tadi.


Dengan mata yang bergerak aktif, melihat nomor ruang inap di lantai 3 rumah sakit tersebut, akhirnya ia menemukan nomor ruang inap Heila. Dan tanpa mengetuk pintu atau mengucapakan kata permisi, Om Harun langsung membuka pintu ruangan tersebut yang membuat ketiga orang yang berada di dalam ruangan itu langsung menolehkan kepalanya kearahnya.


Tapi Om Harun mana peduli dengan tatapan tiga orang itu, ia justru melangkahkan kakinya mendekati brankar Heila.


Dan betapa terkejutnya dia saat melihat langsung kondisi Heila yang memiliki beberapa luka di wajahnya.


Sedangkan Heila tak kalah terkejut saat melihat tuannya kini tengah berdiri di depan matanya.


"Tu---tuan, sejak kapan tuan ada di negara ini?" tanya Heila.


"Jangan tanya saya masalah itu Heila. Katakan sejujurnya, luka yang ada di tubuh kamu ini bukan perbuatan Kenza kan?" tanya Om Harun masih tak percaya ucapan Adam tadi.


"Bukan kah saya tadi sudah memberitahu anda jika Heila seperti ini karena ulah putri anda itu. Tapi kenapa anda masih saja tidak percaya?" timpal Adam.


"Kamu diam, saya tidak bertanya kepadamu," ucap Om Harun dengan mata yang kini menatap kearah Adam sebelum tatapannya itu beralih kearah Heila kembali.


"Katakan Heila! Jika sampai kamu berbohong akan saya pastikan kamu lenyap dari dunia ini," ujar Om Harun menuntut jawaban dari Heila.


Heila yang tampak tak berani menjawab pun ia mengigit bibir bawahnya dengan mata yang tak berani menatap kearah Om Harun.

__ADS_1


"Katakan saja Heila. Jangan takut." Ucapan Tristan tepat di samping telinganya itu membuat dirinya kini menolehkan kepalanya kearah Tristan yang sedari tadi berdiri disampingnya dengan tangan yang terus menggenggam tangan Heila.


Tristan yang ditatap pun ia menganggukkan kepalanya.


Heila yang melihat anggukkan itu pun ia menghela nafas panjang sebelum ia memberanikan diri untuk menatap lekat wajah Om Harun yang tampak marah itu.


"Benar, orang yang membuat saya terluka adalah Nona Kenza. Jika tuan tidak percaya bisa lihat rekaman CCTV yang berada di apartemen pribadi milik nona Kenza. Semua kejadian terekam jelas di sana," ujar Heila pada akhirnya.


Om Harun yang tak mendapatkan kebohongan di wajah Heila pun ia kini mengusap wajahnya dengan kasar sebelum ia angkat suara kembali.


"Kenapa bisa dia melakukan hal seperti ini kepadamu? ceritakan semuanya!" perintah Om Harun yang diangguki oleh Heila.


"Ya Tuhan, Kenza," gumam Om Harun yang tampak geram dengan putrinya sendiri.


"Kalau begitu dimana anak nakal itu sekarang?" tanya Om Harun.


"Maafkan saya tuan. Nona Kenza sekarang berada di kantor polisi," jawab Heila yang membuat Om Harun memelototkan matanya.


"Apa? Di kantor polisi? Kamu melaporkan tindakan dia kekantor polisi, Heila?! Kenapa kamu melakukan hal itu hah? Saya tau dia telah menganiaya kamu tapi tidak seharusnya kamu melaporkan dia ke pihak kepolisian. Kamu tidak memiliki hak akan hal itu Heila. Karena saya bisa memberikanmu kompensasi yang sangat besar atas tindakan yang dilakukan oleh Kenza tanpa kamu melaporkan dia ke pihak kepolisian!" sentak Om Harun dengan emosi yang membara.


"Orang yang hampir kehilangan nyawanya tidak memiliki hak untuk melaporkan tindakan yang dia terima hanya karena sebuah kompensasi yang akan dia terima? Apa anda gila tuan? Kompensasi yang akan anda berikan ke Heila sebesar apapun nilainya tidak akan sebanding dengan nyawa dia! Nyawa dia lebih penting dari uang-uang anda itu. Dia juga memiliki hak untuk melaporkan keluhan yang dia terima apalagi ini sudah benar-benar membahayakan nyawa dia. Jika anda pintar dan berpendidikan tinggi, anda pasti tau poin-poin tentang hak asasi manusia itu apa saja tanpa perlu saya jelaskan lagi kepada anda. Jadi jangan asal membual jika Heila tidak memiliki hak untuk melaporkan aksi putri anda ke kantor polisi. Seorang putri kerajaan saja jika membuat kesalahan yang fatal dengan rakyat biasa, si rakyat itu bisa melaporkan tindakan putri ke pihak berwenang. Karena hal itu berkaitan dengan hak dia sebagai seorang manusia," balas Tristan yang sudah tak tahan lagi dengan laki-laki paruh baya yang seakan-akan semua didunia ini bisa dia beli dengan uangnya.

__ADS_1


"Dan saya beritahu ke Anda tuan, jika orang yang melaporkan putri anda ke pihak berwajib itu bukan Heila melainkan saya. Dan mulai saat ini Heila memutuskan untuk mengundurkan diri menjadi salah satu bagian dari perusahaan anda." Ucapan dari Tristan itu membuat Heila terkejut karena dia tidak pernah mengucapkan hal tersebut bahkan dia tidak berniat untuk keluar dari perusahaan yang dipegang oleh Kenza karena ia takut setelah dirinya keluar, ia akan susah mendapatkan pekerjaan baru.


Tapi saat Heila ingin menyangkal ucapan dari Tristan tadi, suara Om Harun lebih dulu terdengar memenuhi ruangan tersebut.


"Baik, saya terima pengunduran diri dia karena sebelum dia berniat mengundurkan diri, saya sudah ingin memecatnya." Tristan menganggukkan kepalanya.


"Baguslah kalau begitu. Dan saya rasa anda sudah tidak memiliki kepentingan lagi disini. Jadi lebih baik anda segara keluar dari kamar inap ini sekarang juga," ucap Tristan, mengusir secara halus kepada Om Harun.


Dan pengusir yang dilakukan oleh Tristan itu membuat Om Harun mengepalkan tangannya sebelum laki-laki paruh baya itu bergegas keluar dari ruangan inap Heila seperti yang dikatakan oleh Tristan tadi.


Dan kepergian dari Om Harun itu membuat Heila langsung angkat suara.


"Apa yang kamu lakukan, Tristan? Kenapa kamu bilang kalau aku mengundurkan diri tanpa kamu tanya terlebih dahulu apakah perkataanmu itu sesuai dengan yang aku inginkan atau tidak?" marah Heila.


"Keputusan yang dikatakan oleh Tristan tadi adalah keputusan yang sangat tepat Heila. Jika kamu masih bergabung dalam kompeni Om Harun dibawah pimpinan Kenza, jika perempuan itu tidak berhasil kita jebloskan ke penjara, dia pasti akan melukai kamu lagi untuk yang kedua kalinya. Dan mungkin yang kedua kali, nyawa kamu sudah berhasil dia lenyapkan. Memangnya kamu mau mati muda ditangan Kenza?" Heila menggelengkan kepalanya untuk membalas ucapan dari Adam tadi.


"Jika tidak mau jangan menyalakan Tristan akan keputusan yang diambil tadi. Saya tau Tristan salah karena dia tadi tidak berdiskusi tentang hal tersebut kepadamu terlebih dahulu. Tapi setidaknya keputusan dia benar," ujar Adam.


"Keputusan yang dikatakan oleh Tristan tadi memang benar, tapi setelah ini bagaimana dengan hidupku? Aku harus cari pekerjaan dimana lagi? Mencari perkejaan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan," ucap Heila.


"Kamu tenang saja. Karena saya yang mengambil keputusan tadi berarti saya sudah memikirkan solusinya. Kamu akan menjadi salah satu karyawan baru di perusahaan milik ayah saya. Beliau juga sudah setuju jika kamu menjadi salah satu bagian dari perusahaan beliau. Jadi setelah kamu keluar dari rumah sakit ini, kamu bisa langsung datang ke Emely's Company, temui direktur utama yaitu ayah saya dan saat itu juga kamu sudah bisa tanda tangan kontrak dengan beliau," ujar Tristan yang membuat Heila melongo tak percaya dengan ucapan Tristan yang baru ia dengar itu. Yang benar saja dia masuk ke salah satu perusahaan tapi tidak melakukan tes apapun dan langsung tanda tangan kontrak. Ia bahkan sempat berpikir apakah perusahaan milik ayah Tristan itu hanya perusahaan kecil saja, tapi setelah mendengar nama perusahaannya pikirannya itu langsung lenyap seketika karena ternyata perusahaan milik ayah Tristan adalah salah satu perusahaan ternama. Jadi jika memang ia masuk tanpa tes apapun, ia merasa jika dirinya orang yang paling spesial.

__ADS_1


__ADS_2