
Kini tepat di hari H dimana Adam dan Yola harus melakukan pertunangan mereka.
Yola yang sudah siap dengan dress-nya itu ia mulai memotret dirinya sendiri yang akan ia kirimkan ke Vivian seperti perjanjian mereka berdua kemarin sembari menunggu Adam yang menjemputnya.
"Perfect," ucap Yola kala melihat dirinya yang tampak sangat cantik dengan riasan yang natural. Kemudian ia segera mengirimkan dua foto untuk Vivian. Dimana satu foto itu memperlihatkan wajahnya saja dan yang satu foto lainnnya memperlihatkan tampilannya secara keseluruhan dimana foto itu dia ambil lewat pantulan kaca.
Di sisi lain, tepatnya di gedung hotel bintang 5 itu, Vivian yang merasakan jika ponselnya bergetar pun ia langsung membuka sebuah pesan dari Yola yang membuat matanya melotot seketika.
"Astaga, naga. Ya ampun. Cantik banget!" ucap Vivian yang mengalihkan pandangan adik-adiknya yang tengah duduk di kursi sebelahnya.
"Ada apa Kak? Siapa yang cantik? Rea ya? Tentu dong kalau itu mah," ucap Edrea yang langsung membuat saudara-saudaranya itu memutar bola matanya malas.
"Yee, pede banget emak-emak dua anak. Yang cantik itu calon bininya bang Adam nih lihat." Vivian menunjukkan foto tersebut kearah Edrea, Leon, Azlan, Zea, Erland dan Zico.
"Wow pantas saja bang Adam langsung klepek-klepek sama dia. Orang dia cantik seperti ini," puji Zea yang diangguki setuju oleh yang lainnya.
Tapi tidak dengan Vivian juga Erland yang tau perjuangan Yola mendapatkan Adam.
"Asal kalian tau saja bagaimana perjuangan Yola buat dapatin bang Adam. Beuhhhh susah banget cuyyy. Aku aja sampai kasihan kalau dia sering curhat gara-gara pernah dibentak bang Adam, makanan darinya sering di kasih orang lain bahkan dia di suruh menjauh dan masih banyak lagi yang bang Adam lakukan ke Yola agar Yola tidak mendekati dia lagi. Tapi Yola tetap semangat buat dapatin bang Adam. Dan jadilah sekarang yang jadi orang bucin itu bang Adam. Sampai dia mogok makan saat Yola menghilang," cerita Erland yang membuat saudara-saudaranya yang tak tau cerita aslinya itu sempat terkejut.
"Ya ampun ternyata bang Adam tega juga. Tapi berkat kesabaran dan semangat dia, dia berhasil meluluhkan hati bang Adam. Aku tidak tau jika Yola ini dulu langsung menjauh dari bang Adam. Pasti bang Adam akan jomblo sampai tua," ujar Azlan.
"Iya, untung saja dia masih mau berjuang kalau tidak ya bang Adam terima nasib saja," timpal Vivian yang direspon dengan anggukan oleh saudaranya yang lain.
Sedangkan disisi lain, Yola yang masih menunggu kedatangan Adam dengan bermain sosial medianya itu, perhatiannya teralihkan kala mendengar pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.
Dimana hal itu membuat Yola langsung membukakan pintu kamarnya itu.
"Iya bik, kenapa?" tanya Yola kala pintu itu sudah ia buka dan dia melihat orang yang mengetuk pintunya adalah salah satu pekerja dirumah tersebut.
Pekerjaan yang tadinya terkagum-kagum dengan penampilan Nona mudanya itu, ia kini mengerjabkan matanya saat mendengar pertanyaan dari Yola tadi.
"Itu non, tuan muda Adam sudah menunggu Nona di bawah," ucap pekerja tadi.
"Ehhh dia sudah datang ya?" Pekerja tadi menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu saya akan turun sekarang juga. Dan terimakasih atas informasinya bik," ucap Yola.
"Sama-sama non," balas pekerja tadi sebelum dirinya kini berjalan meninggalkan depan kamar Yola.
Yola yang melihat pekerja tadi sudah menjauh, ia segera berjalan masuk kembali kedalam kamarnya untuk mengambil ponsel serta tas kecil yang akan ia bawa nanti. Dan barulah ia keluar dari dalam kamarnya dan dengan perlahan ia menuruni anak tangga di rumahnya itu yang terlihat sangat sepi karena sejak tadi sore orangtuanya sudah pergi, katanya ingin menghadiri salah satu pesta dari teman Mama Erika. Yola yang tak curiga pun ia percaya-pecaya saja dengan ucapan kedua orangtuanya itu. Padahal kedua orangtuanya itu sekarang sudah berada di tempat acara pertunangan itu di laksanakan.
Sedangkan Adam yang sedari tadi menunggu kedatangan sang kekasih dengan duduk di salah satu sofa ruang tamu, matanya langsung melotot seketika saat melihat Yola dengan anggun turun dari anak tangga.
"Ya Tuhan. Sejak kapan bidadari turun ke bumi? Dihadapan Adam lagi. Duhhhh," gumam Adam mengagumi kecantikan Yola itu.
Yola yang melihat Adam tengah melongo pun ia terkekeh sembari berjalan menuju kekasihnya itu.
"Tutup mulutmu itu sayang. Takutnya nanti ada lalat yang masuk," ujar Yola kala dirinya telah berdiri dihadapan Adam sembari tangannya kini bergerak menyentuh dagu Adam, berniat membantu Adam menutup mulut laki-laki tersebut.
Adam yang tersadar pun ia berdehem sesaat sebelum dirinya berdiri dan mencondongkan tubuhnya tepat di samping telinga Yola.
"Kamu malam ini sangat-sangat cantik sayang. Seperti bidadari yang turun dari langit," puji Adam yang membuat Yola justru mencebikkan bibirnya.
"Aku cantik sudah dari lahir. Kamu saja yang baru menyadarinya. Tapi btw terimakasih atas pujiannya," ucap Yola dengan tersenyum kearah Adam yang sudah menegakkan kembali tubuhnya itu.
Dan sebelum keduanya melangkahkan kaki mereka, Adam menyodorkan lengannya untuk di gandeng oleh Yola.
Yola yang paham akan maksud dari kekasihnya itu pun ia tersenyum lalu melingkarkan tangannya di lengan Adam. Kemudian barulah mereka berdua berjalan beriringan menuju ke mobil Adam.
Mobil itu kini telah melaju membelah jalanan ibukota itu dengan sesekali percakapan yang terjadi didalam mobil tersebut. Hingga tepat 30 menit perjalanan, akhirnya mobil yang di tumpangi oleh Adam dan Yola telah sampai di salah satu gedung hotel, dimana acara pertunangan itu dilaksanakan.
Dengan Adam yang membukakan pintu mobil, Yola keluar dari dalam mobil tersebut.
"Kamu siap sayang?" tanya Adam yang membuat Yola menatap laki-laki tersebut.
"Tentu saja siap. Kita kan hanya menjadi tamu undangan saja. Jadi untuk apa aku harus merasa tidak siap. Ya aku memang memiliki trauma dengan orang-orang disekitarku tapi jika ada kamu, rasa takutku itu akan hilang. Jadi kamu jangan khawatir, selagi kamu di sampingku, aku akan siap-siap saja menghadapi orang banyak didalam sana," ujar Yola yang hanya di balas senyuman oleh Adam sebelum kedua orang itu kini berjalan masuk kedalam hotel tersebut dan langsung menuju ke lantai 2, dimana di lantai itu acara pernikahan mereka akan dilaksanakan.
Adam menghela nafas gugup kala mereka berdua telah sampai di lantai dua dan berjalan menuju ke salah satu ruangan yang mana pintu ruangan itu tertutup sangat rapat.
"Dimana acara itu dilakukan?" tanya Yola dengan menolehkan kepalanya kearah kekanan dan kiri mencari ruangan yang sekiranya terbuka pintunya walaupun sedikit. Tapi tak ada, semua ruangan di lantai itu tertutup semua dan di lantai itu pun juga tampak sepi. Jika memang ada acara pertunangan kenapa tidak ada tamu lain yang berseliweran diantara mereka berdua.
__ADS_1
"Didepan sana acara itu dilakukan," ucap Adam tanpa menghentikan langkahnya itu.
"Ehhhh disana? Tapi kok tempat ini sepi sekali. Apa acara teman kamu itu sangat tertutup sayang? Dan hanya mengundang beberapa orang saja?" tanya Yola penasaran.
"Ya, acara ini sangat tertutup. Hanya dihadiri beberapa orang saja. Dan disekitar kita sepi karena acaranya sudah dimulai sayang," alasan Adam. Padahal tamu undangan dan beberapa media sudah ada didalam sana.
"Ohhh begitu ya, ya sudah kalau gitu kita segera masuk saja. Tidak enak kalau kita terlalu lama terlambatnya," ujar Yola saat mereka telah sampai di depan pintu ruangan tersebut.
"Baiklah kalau begitu kita masuk sekarang," ucap Adam sembari mendorong pintu ruangan tersebut yang tampak gelap gulita.
Sampai ada satu lampu yang menyorot keduanya.
"Ehhhh ini ada apa? Kenapa lampu itu mengarah ke kita. Ihhhh kok aku jadi takut," ucap Yola lirih dengan mengeratkan genggaman tangan di lengan Adam itu.
"Tenang saja. Jangan takut. Kita jalan saja sekarang," ucap Adam dengan menuntun Yola masuki ruangan itu semakin dalam. Dimana saat mereka mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam, pintu yang sempat Adam buka itu tertutup kembali yang membuat Yola semakin merinding.
"Ya ampun demi apapun aku takut sayang. Katanya kita ke tempat pesta tapi kenapa kamu kayak ngajak aku untuk uji nyali," gumam Yola yang membuat Adam mati-matian ingin tertawa melihat ekspresi Yola saat ini.
"Ya kali aku ngajak kamu uji nyali di hotel bintang 5 sayang. Jadi kamu tenang saja, oke. Karena aku rasa hal ini dilakukan untuk mengerjai kita karena sudah terlambat datang kesini. Dan sebentar lagi kita akan sampai di tempat yang akan kita tempati nanti," ujar Adam yang hanya diangguki oleh Yola itu.
Mereka berdua terus berjalan, hingga Adam menghentikan langkahnya tepat di tengah-tengah hamburan bunga mawar yang bertebaran di sekeliling keduanya yang otomatis Yola juga menghentikan langkahnya itu.
Dan saat mereka telah berhenti di tengah hamburan bunga mawar itu, Adam memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Yola. Tangan Yola yang sedari tadi memeluk erat lengannya sekarang ia genggam. Dan bertepatan dengan hal itu, terdengar suara alunan alat musik yang begitu merdu yang membuat Yola kini benar-benar kebingungan.
Dan keterbingungannya itu bertambah saat Adam berjongkok dengan bertumpu dengan salah satu kakinya dihadapan Yola.
"Sayang," ucap Adam dengan salah satu tangannya yang kini bergerak untuk mengambil sesuatu di dibalik tuxedonya.
"Will you marry me?" ucap Adam sembari membuka kotak cincin itu dan bertepatan dengan suaranya yang lantang tadi, terlihat ada salah satu layar monitor yang berada di belakang Adam memperlihatkan tulisan "Fayyola Mafaza Orlin, Will you marry me?"
Yola yang melihat apa yang tengah kekasihnya itu lakukan pun ia tampak shock dengan air mata yang berkaca-kaca. Dan karena saking tak bisanya ia bersuara, ia menganggukkan kepalanya untuk menjawab lamaran dari Adam itu. Namun untuk memantapkan hati Adam, Yola berusaha untuk mengeluarkan suaranya itu.
"Yes. I Will," ucap Yola yang membuat Adam tersenyum sembari tangannya yang kini bergerak menyematkan cincin di jari manis Yola.
Dimana setelah tersematnya cincin itu, Yola yang melihat masih ada satu cincin lagi, ia mengambilnya dan menyematkan cincin couple itu ke jari manis Adam yang semakin membuat Adam tersenyum lebar sebelum ia memeluk tubuh Yola. Dan bertepatan dengan itu, semua lampu yang ada di ruangan tersebut menyala hingga terlihatlah beberapa tamu di ruangan tersebut yang memberikan tepuk tangan kepada calon pasangan suami-istri tersebut.
__ADS_1