
Paginya semua keluarga Abhivandya telah berada di ruang makan untuk melakukan sarapan bersama. Namun anehnya putra pertama dari keluarga itu tak juga muncul dan bergabung dengan mereka.
"Abang kamu kemana, Er? Dia belum berangkat ke rumah sakit kan?" tanya Mommy Della heran sendiri pasalnya Adam biasanya yang paling pertama sudah duduk manis di ruang makan.
"Entah. Erland gak tau Mom. Tadi saat Erland lewat kamarnya, kamar bang Adam masih nyala lampunya. Mungkin bang Adam masih di kamar kali," ujar Erland.
"Iya kah? Kok tumben banget dia masih di kamar jam segini. Ya sudah kamu dan Daddy sarapan dulu, Mommy mau ke atas panggil Abang kamu," ucap Mommy Della yang diangguki Erland dan Daddy Aiden.
Tapi saat Mommy Della baru beranjak ingin ke lantai dua rumah tersebut, terlihat Adam sudah lebih dulu masuk kedalam ruang makan itu. Dan dengan berjalan gontai, Adam mendekati mereka semua.
Brakkk!
Saat Adam terus berjalan, laki-laki itu tak sadar jika didepannya sudah ada sebuah kursi makan alhasil tubuhnya menabrak kursi tersebut cukup keras dan hal tersebut membuat semua orang yang melihat adegan itu meringis seakan-akan merasakan sakit yang tengah menimpa Adam saat ini.
Sedangkan Adam, ia seperti tak merasakan sakit sedikitpun bahkan laki-laki itu segera menarik kursi makan yang ia tabrak tadi dan saat ia ingin mendudukkan tubuhnya, tubuhnya itu bukannya mendarat di kursi tersebut namun mendarat di lantai ruangan itu dengan cukup keras hingga membuat dirinya kini meringis merasakan sakit di bokongnya.
"Astaga Abang. Kamu kenapa sih?" jerit Mommy Della sembari menghampiri anak pertamanya itu lalu membantunya untuk kembali bangkit.
Sedangkan Daddy Aiden dan Erland, dua laki-laki itu justru tengah tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha kalau jalan dan mau duduk tuh matanya di buka bang, jangan merem terus kayak gitu," ucap Erland.
"Iya ih, kamu tadi malam begadang sampai jam berapa sih Dam? Sampai paginya kamu masih ngantuk seperti ini. Jalan aja masih merem sampai nabrak sana nabrak sini mana pakai jatuh pula," heran Mommy Della saat dirinya sudah membantu Adam duduk di kursi makannya.
"Adam baru bisa tidur jam 5 tadi," ucap Adam dengan mata yang ia paksa untuk terbuka lebar namun sayang, matanya itu hanya berhasil ia buka sedikit sebelum akhirnya matanya itu kembali tertutup.
"Ya ampun. Kenapa sampai jam segitu sih? Kamu begadang gara-gara apa coba? Mommy rasa bukan masalah pekerjaan kan?" Adam terdiam, karena tebakan dari Mommynya itu sangat benar sekali. Ia tadi malam memang begadang bukan karena masalah pekerjaan melainkan ia selalu membaca pesan-pesan yang di kirimkan oleh Yola yang selalu ia abaikan sebelumnya. Bahkan deretan pesan-pesan itu ia terus baca berulang kali dengan senyumannya. Dan apa yang ia lakukan itu akhirnya membuat dia tak ingat waktu dan berakhir ia baru tidur jam 5 pagi tadi.
__ADS_1
"Kayaknya bukan tuh Mom. Mungkin dia begadang gara-gara dia lagi falling in love kali," timpal Erland lalu memasukkan roti selainya kedalam mulutnya.
"Kamu lagi jatuh cinta bang?" tanya Mommy Della yang jadi kepo. Jika memang benar anaknya itu tengah jatuh cinta, perempuan mana yang sudah bisa merobohkan tembok besar yang beberapa tahunan ini Adam bangun?
"Ck, jangan dengerin Erland, Mom. Dia hanya membual saja," ucap Adam.
"Terus kamu begadang sampai jam segitu gara-gara apa? Kamu belum jawab lho pertanyaan dari Mommy yang ini," tuntut Mommy Della.
"Gak tau. Adam hanya gak bisa tidur aja tadi malam Mom."
"Kamu yakin, begadang kamu itu bukan gara-gara kamu sedang memikirkan sesuatu?" kini Daddy Aiden yang bersuara.
"Tidak Dad. Tidak ada yang sedang mengganggu pikiran Adam." Daddy Aiden menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah tidak usah di bahas lagi. Dan kamu, Dam. Kalau kamu masih mengantuk, gak usah pergi ke rumah sakit hari ini. Libur dulu," ucap Mommy Della dengan mengelus punggung Adam dengan sayang.
"Ya sudah. Tapi untuk hari ini kamu biar diantar sama sopir Mommy aja ya. Mommy gak mau kamu kenapa-napa dijalan kalau kamu harus nyetir mobil sendiri."
"Baiklah Mom," final Adam.
"Ya sudah sekarang sarapan dulu. Mau sarapan nasi apa roti?" tanya Mommy Della.
"Roti saja Mom," ucap Adam yang sebenarnya ia tak nafsu untuk sarapan pagi ini.
Mommy Della pun dengan cekatan mengambilkan apa yang di mau oleh Adam. Kemudian keluarga Abhivandya itu kini tengah menikmati sarapan pagi mereka dengan hikmat.
Dan seperti yang di ucapkan oleh Mommy Della tadi jika pagi ini Adam diantar oleh sopir pribadi Mommy Della. Laki-laki itu memijit pangkal hidungnya sesaat sebelum ia turun dari mobil sang Mommy setelah ia sampai di rumah sakit milik keluarganya itu.
__ADS_1
"Sumpah demi apapun, ini semua gara-gara Yola," batin Adam sembari turun dari dalam mobil tersebut.
Memang ia sudah tak se-nganguk sebelumnya karena didalam perjalanan tadi ia sempat tidur didalam mobil. Tapi karena hal itu kepalanya saat ini terasa sedikit pusing, mungkin efek kurang tidur.
Dia terus melangkahkan kakinya dengan tangan yang masih memijit pangkal hidungnya itu hingga teriakan dari seseorang menghentikan langkahnya.
"Dokter Adam! Tunggu sebentar!" Adam menoleh ke sumber suara dimana suara itu adalah milik salah satu satpam rumah sakit.
"Ada apa Pak?" tanya Adam saat satpam tadi sudah berdiri didepannya.
"Ini Dok, saya hanya mau memberikan ini saja," ucap satpam tadi memberikan satu kantong plastik kehadapan Adam.
"Apa ini?" tanya Adam sembari menerima satu kantong plastik tersebut.
"Saya juga tidak tau isinya apa Dok, tapi saya rasa jika kantong itu isinya makanan deh. Coba saja dokter buka dan lihat isinya," ucap satpam tersebut yang membuat Adam menganggukkan kepalanya. Dan saat dirinya membuka kantong plastik tersebut ia melihat ada berbagai macam makanan ringan, roti, susu dan ada kopi juga di dalam kantong plastik tersebut. Tapi ada sebuah kertas didalam kantong itu yang membuat tangannya kini meraih kertas tersebut lalu membacanya.
"Selamat pagi dokter kesayangannya Yola. Semangat kerjanya ya hari ini. Dan buat penambah semangat, Yola kasih makanan ringan buat nemenin dokter Adam saat dokter ngerjain dokumen-dokumen rumah sakit. Yola tau makanan ini bukan makanan sehat tapi Yola harap dokter Adam mau menerimanya dan setidaknya mau mencicipi salah satu dari makanan atau minuman dari Yola ini. Tapi jika tidak juga tidak apa-apa kok, bisa dokter simpan atau kasih ke orang lain. Sekali lagi semangat dokter Adam. Sampai ketemu nanti.
^^^Yola❤️"^^^
Adam tersenyum kala selesai membaca surat dari Yola itu. Sebelum tangannya kini bergerak untuk memasukkan kertas berisi surat dari Yola tadi kedalam kantong plastik lagi.
"Terimakasih ya pak. Saya terima makanan ini." Satpam yang masih berdiri di depannya itu menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu saya ke ruangan saya dulu pak. Sekali lagi terimakasih," ucap Adam.
"Sama-sama dok," balas satpam tersebut.
__ADS_1
Adam tersenyum tipis kearah satpam tadi sebelum dirinya kini melangkahkan kakinya menuju kearah ruang kerjanya dengan perasaan yang sangat bahagia. Bahkan saking bahagianya ia sampai lupa dengan rasa pusing yang tengah ia rasakan saat ini.