
Adam menjalankan mobilnya dengan tergesa-gesa dengan sesekali ia melihat map yang berada di ponselnya. Hingga akhirnya ia telah sampai di gedung apartemen yang lokasinya tak jauh dari rumah sakit miliknya.
Adam yang tak ingin menunggu lama pun, ia segara keluar dari dalam mobilnya, berlari kecil masuk kedalam gedung apartemen tersebut.
"Lantai 8," gumam Adam kala dirinya telah masuk kedalam lift dengan tangan yang kini menekan nomor 8 pada lift tersebut.
Dengan cemas dan debaran jantung yang tak karuan Adam menunggu pintu lift tersebut terbuka dengan menghentak-hentakkan kecil kakinya.
Ting!!!
Pintu lift terbuka yang membuat Adam kini berlari keluar dan hal pertama yang ia cari adalah keberadaan anak buah Daddy Aiden.
"Kemana mereka?" gumam Adam dengan menghentikan kakinya sembari matanya menatap sekitar.
"Stttt tuan Adam sttttt kita disini." Suara yang begitu sangat lirih yang masuk kedalam indar pendengaran Adam pun langsung membuat laki-laki tersebut menolehkan kepalanya ke sumber suara. Dimana ia melihat dua anak buah Daddy Aiden yang tengah bersembunyi di salah satu apartemen di gedung itu yang membuat Adam mengerutkan keningnya. Sebelum dirinya melangkahkan kakinya mendekati keduanya.
"Kenapa kalian sembunyi disini? Kalau ketahuan orang yang punya apartemen ini kalian pasti langsung di laporkan ke pihak berwajib," tegur Adam.
"Tuan Adam tenang saja. Kita sudah izin dengan si pemilik apartemen ini kok. Lagian pemilik apartemen ini adalah tuan Erland jadi beliau tidak akan memarahi kita dan tidak akan melaporkan kita ke pihak berwajib," balas salah satu anak buah Daddy Aiden yang membuat Adam menggelengkan kepalanya. Pantas saja mereka berani masuk kelas apartemen itu taunya apartemen tersebut milik Erland.
__ADS_1
"Jadi dimana apartemen yang Yola masuki?" tanya Adam.
"Ahhhhh apartemen yang dimasuki oleh nona Yola berada di tiga apartemen setelah ini masih di deretan yang sama dengan apartemen milik tuan Erland ini," jawab salah satu anak buah Daddy Aiden itu yang diangguki oleh Adam sebelum laki-laki itu bergerak menuju ke apartemen yang dimaksud oleh dua anak buah Daddy Aiden tadi.
Sesampainya Adam di depan pintu apartemen itu, ia menghela nafas berkali-kali untuk menetralkan kegugupannya sebelum tangannya kini bergerak untuk mengetuk pintu apartemen tersebut.
Tok tok tok!!!
Yola yang berada di dalam kamar apartemen itu pun menghentikan aktivitasnya untuk membereskan pakaiannya kala mendengar ketukan pintu itu.
"Apa itu adalah pengantar makanan yang aku pesan?" gumam Yola dengan berdiri dari posisi berjongkoknya. Lalu dengan cepat ia berjalan menuju ke pintu utama apartemennya itu yang ia tebak jika si pengetuk pintu tersebut adalah tukang pengantar makanan.
Adam yang baru melihat Yola setelah beberapa hari ini, matanya tiba-tiba saja berkaca-kaca dan tanpa meminta persetujuan dari Yola berlebih dahulu, Adam langsung merengkuh tubuh Yola untuk ia peluk. Ia tak perduli jika nantinya Yola akan mendorong tubuhnya atau ia terkena tamparan maut dari Yola. Ia tak perduli tentang hal itu karena yang ia perdulikan saat ini adalah ia bisa melupakan kerinduan dihatinya.
Yola yang masih tak percaya jika baru saja dirinya sampai di tanah air dan langsung di ketahui keberadaannya oleh Adam pun ia masih terkejut. Bukannya ia tak mau bertemu dengan Adam, tapi hari ini belum saatnya karena ia takut kehadiran Adam ini ternyata diikuti oleh Kenza.
"Aku merindukanmu." Ucapan Adam tepat di samping telinga Yola membuat perempuan itu tersadar dari keterkejutannya itu.
Dan dengan melirik ke kanan dan ke kiri, ia membawa tubuh Adam yang masih memeluk tubuhnya itu masuk kedalam apartemen miliknya.
__ADS_1
"Aku merindukanmu Yola. Aku merindukanmu," gumam Adam dan tak terasa air matanya kini menetes dan mengenai bahu Yola.
Yola yang merasakan bahunya basah pun, ia melepas pelukan Adam itu dengan paksa. Dan lagi-lagi ia dibuat terkejut kala ia melihat wajah tampan Adam kini telah basah karena air mata.
"Lho kok Kak Adam nangis? Kenapa?" tanya Yola dengan tangan yang kini bergerak untuk menghapus air mata Adam itu. Ia tak bohong jika dirinya sama-sama merindukan Adam seperti laki-laki itu merindukannya.
Adam menggelengkan kepalanya sebelum dirinya memeluk kembali tubuh Yola untuk mengobati rasa rindu yang berada di hatinya itu.
"Biarkan aku memelukmu. Aku benar-benar sangat merindukanmu. Kenapa kamu pergi dariku Yola? Kenapa kamu menjauh dan menghilang dariku? Dan kenapa kamu memblokir nomor dan semua media sosial milikku Yola? Aku tau kalau aku salah karena tidak menceritakan tentang masa laluku ke kamu yang berakhir membuat kamu kecewa denganku. Aku tau itu Yola dan karena itu aku benar-benar meminta maaf kepadamu. Aku mohon maafkan aku, Yola. Maafkan aku. Dan jangan pernah menjauh dan meninggalkan aku lagi. Aku benar-benar tidak bisa jika kamu menjauh dariku" ucap Adam panjang kali lebar meluapkan semua isi hatinya kepada perempuan yang sudah membuatnya jatuh cinta dan menghilangkan rasa traumanya itu.
Yola yang mendengar ucapan dari Adam itu, ia justru merasa bersalah kepada Adam. Padahal ia tau jika Adam tidak bersalah tapi entah kenapa dia malah melakukan semua yang dikatakan oleh Adam itu kepada laki-laki itu. Padahal ia bisa tetap berada di negara ini dalam lindungan Adam tanpa harus menghilang atau menjauh dari laki-laki tersebut. Atau jika memang dia mau pergi ke luar negeri seperti yang dia lakukan itu, ia masih bisa saling berkomunikasi kepada Adam. Tapi semua itu tak di lakukan oleh Yola. Dan hal tersebut benar-benar membuat Yola sadar jika dirinya benar-benar salah dan egois.
"Yola maafkan aku," ucap Adam kembali.
"Tidak, Kak Adam tidak salah sama sekali tapi Yola lah yang salah disini. Yola sudah tau jika Yola salah paham setelah Heila dan Kak Tristan menjelaskan kesalahpahaman itu. Tapi Yola masih saja egois, Yola malah memutus komunikasi dengan Kak Adam dan meninggalkan Kak Adam dalam kekhawatiran. Maafkan aku Kak. Maaf," ucap Yola.
Adam yang mendengar suara Yola yang tampak serak yang bertanda jika Yola juga tengah menangis pun ia melepaskan pelukannya itu. Dan ia kini menangkup kedua pipi Yola lalu mengecup kening Yola dengan cukup lama hingga membuat Yola sampai memejamkan matanya.
"Jangan meminta maaf lagi sayang. Semua yang membuat hubungan kita sempat merenggang adalah ulah Kenza. Jadi stop jangan meminta maaf lagi karena Kakak tidak suka mendengarnya," ucap Adam menatap lekat mata Yola yang sudah tergenang oleh air mata itu.
__ADS_1
"Dan Yola, Kakak mau hubungan kita lebih dari seseorang yang saling membutuhkan. Kakak mau hubungan kita menjadi hubungan spesial. Apa kamu juga mau dan bersedia menjalin hubungan spesial dengan Kakak?" tanya Adam dengan menggenggam erat tangan Yola dengan tatapannya tak lepas dari mata Yola.