
Disisi lain Adam kebetulan telah pulang lebih awal dari biasanya pun ia mengerutkan keningnya saat ia melihat ada satu mobil yang beberapa hari ini ia perhatikan selalu mengikuti dirinya kemanapun ia pergi itu kini baru keluar dari perumahan orangtuanya. Ya, mobil yang Adam lihat tadi adalah mobil Yola tapi sayangnya Adam belum tahu siapa pemilik mobil tersebut karena menurutnya selagi itu tak membahayakan nyawanya berarti ia tak perlu bergerak untuk mencari tahu siapa pemilik mobil yang terus mengikuti dirinya itu. Dan ya, Adam tahu selama beberapa hari ini ia diikuti oleh pemilik dari mobil yang baru ia lihat beberapa menit yang lalu.
Dan karena ia penasaran juga perasaannya sudah mulai tak tenang, Adam dengan cepat melajukan mobilnya. Bukan, bukan untuk menyusul mobil Yola melainkan untuk menuju rumah orangtuanya. Berharap jika pemilik mobil tadi alias Yola tak ke rumah orangtuanya itu dan berbuat hal yang tak ia inginkan.
Dan seperti biasanya sesampainya ia di depan gerbang rumah orangtuanya, salah satu satpam yang bertugas menjaga rumah tersebut langsung membukakan pintu gerbang untuknya. Lalu setelah mengucapkan kata terima kasih Adam bergegas menjalankan mobilnya hingga sampai ke garasi di rumah tersebut.
Ia memarkirkan mobil pribadinya itu dengan asal dan dengan cepat ia keluar dari mobil tersebut dan segera masuk ke dalam rumah mewah yang akhir-akhir ini sering sekali ia kunjungi. Karena mengingat sang Mommy sering menelpon dirinya dan beliau sering bilang jika beliau kesepian setelah ditinggal oleh anak-anaknya bekerja dan menempuh pendidikan masing-masing.
"Assalamualaikum Mom!" teriak Adam saat kakinya sudah memasuki rumah mewah tersebut.
Wanita paruh baya yang tengah bersantai dengan sang suami di ruang keluarga, dengan cepat ia berdiri dari duduknya dan segera pergi menemui anak pertamanya meninggalkan sang suami yang tengah mencebikkan bibirnya, cemburu.
"Waalaikumsalam anak Mommy. Tumben sudah pulang Sayang," ujar Mommy Della dengan memberikan kecupan di kedua pipi serta kening Adam yang langsung dibalas laki-laki itu dengan memberikan kecupan di tempat yang sama seperti yang diberikan oleh sang Mommy tadi.
"Iya Mom. Kebetulan pasien Adam banyak yang sudah pulih dan sudah banyak yang pulang juga. Urusan rumah sakit juga tidak ada kendala sama sekali. Hanya tadi Uncle Miko sempat datang---" Belum sempat Adam menyelesaikan ucapannya Mommy Della sudah lebih dulu memotongnya.
"Miko ngapain datang ke rumah sakit? Bukannya dia sama Alisa dan anak-anaknya masih di negara tetangga, Singapura ya?" tanya Mommy Della sembari dirinya menggandeng tangan Adam menuju ke sofa ruang tamu.
__ADS_1
"Beliau baru pulang dua hari yang lalu Mom. Uncle Miko tadi ke sana juga cuma lihat-lihat saja, juga sempat check tentang perkembangan rumah sakit. Sudah itu saja tidak ada yang lain," ujar Adam sembari menyambar minuman dingin yang tadi sempat disajikan oleh salah satu maid di sana.
"Oh ya Mom, Adam mau tanya, tadi kira-kira ada orang yang tidak Mommy atau orang di rumah ini kenal datang ke sini tidak?" tanya Adam setelah ia menaruh kembali gelas minumannya.
Mommy Della tampak mengerutkan keningnya, sepertinya wanita paruh baya itu tengah mengingat tamu yang berkunjung di rumahnya.
"Hmmm seingat Mommy tidak ada tuh. Tadi emang ada beberapa tamu tapi semua tamu itu kenalan Daddy kamu," jawab Mommy Della yang diangguki oleh Adam.
"Memangnya ada apa sih, Dam? Apa ada seseorang yang lagi memata-matai kita?" tanya Mommy Della yang tepat sasaran. Tapi Adam tidak boleh gagah mengatakan kata iya karena ia harus memastikan sendiri jika orang yang mengikutinya itu memang berniat jahat atau tidak.
"Tidak Mom. Tidak ada yang berniat jahat kok sama kita. Adam hanya memastikan saja takut kejadian 3 tahun yang lalu ke ulang lagi," alibi Adam yang mendapat senyuman dan elusan di kepalanya oleh Mommy Della.
"Btw Mom, Daddy kemana?" tanya Adam karena selama dirinya menginjakkan kakinya di rumah tersebut hari ini, ia tak melihat batang hidung Daddy Aiden.
"Entahlah Mommy juga tidak tau dan Mommy juga tidak peduli karena fokus Mommy sekarang ada di kamu. Palingan si aki-aki tua itu lagi merajuk didalam kamar seperti biasa," ujar Mommy Della.
"Heh mulutnya minta di cium ya. Berani-beraninya ngomong kalau aku ini udah aki-aki. Kamu tidak lihat tubuh aku ini masih sama seperti saat muda dulu," timpal Daddy Aiden yang entah muncul dari mana. Dan laki-laki itu kini melangkahkan kakinya dengan langkah lebar mendekati anak dan istrinya.
__ADS_1
Sedangkan Mommy Della kini ia sudah berdiri dengan tangan berkacak pinggang menyambut kedatangan sang suami.
"Kamu kan emang udah aki-aki. Umur kamu sudah 50 tahun lebih juga kok. Akuin aja apa susahnya sih," balas Mommy Della tak mau kalah.
"Gak, sampai kapanpun aku tidak mau mengakui jika aku ini aki-aki. Kalaupun aku memang sudah aki-aki berarti kamu juga sudah nini-nini," ucap Daddy Aiden.
Dan saat sepasang suami istri itu terus membalas ucapan satu sama lain, Adam yang melihat hal tersebut ia hanya bisa menggelengkan kepala dengan senyum yang terukir di bibirnya. Namun kala ia mengingat tentang mobil misterius tadi, ia dengan cepat berdiri dari duduknya dan menuju kearah ruang CCTV yang berada didalam rumah tersebut. Dan sesampainya dia di ruangan tersebut ia mendapati satu anak buah sang Daddy yang terus mengawasi CCTV tersebut dan saat mengetahui salah satu tuan mudanya masuk, laki-laki tadi langsung berdiri dari duduknya dan menundukkan tubuh untuk memberi hormat kepada Adam. Adam hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan hormat dari laki-laki tersebut sebelum dirinya angkat suara.
"Pak, saya boleh minta tolong untuk putar ulang rekaman CCTV yang mengarah ke jalan depan rumah dan CCTV yang ada disamping bos satpam?" tanya Adam.
"Kalau boleh tau tepatnya jam berapa ya tuan?" tanya laki-laki tersebut.
"Saya tidak tau pastinya jam berapa. Mungkin sekitar 30 menit dari jam sekarang," ujar Adam yang diangguki oleh laki-laki tersebut. Kemudian ia duduk kembali ke kursi yang ia duduki tadi. Lalu dengan gerakan tangan yang lincah, laki-laki tersebut akhirnya mendapatkan rekam adegan yang menunjukkan pergerakan yang terekam di CCTV dari arah samping pos satpam dan arah jalan tepat didepan rumah mewah tersebut.
Adam dan laki-laki itu terus memperhatikan rekaman CCTV tersebut hingga rekaman itu menunjukkan dimana ada satu mobil yang ia curigai tadi berhenti tak jauh dari rumah milik kedua orangtuanya itu. Dan tak berselang lama, ia melihat ada seseorang yang keluar dari dalam mobil itu dengan topi serta masker yang menutupi wajahnya. Namun Adam bisa memastikan jika orang itu merupakan seorang perempuan, dilihat dari postur tubuhnya juga dari gaya orang itu berjalan.
Dan tebakkannya tadi benar saat perempuan itu berhenti di pos satpam depan rumah orangtuanya. Dan saat itu pula, perempuan tersebut langsung membuka topi dan maskernya hingga membuat Adam kini mengerutkan keningnya saat ia tadi sempat melihat sekilas wajah perempuan didalam rekaman tersebut.
__ADS_1
"Stop Pak. Dan tolong di zoom biar saya bisa lihat muka orang itu!" perintah Adam yang langsung di laksanakan oleh anak buah sang Daddy.
Kening Adam semakin mengkerut sembari ia mengingat-ingat wajah perempuan yang ada di rekaman itu. Hingga matanya kini terbuka lebar saat ingatannya memunculkan satu perempuan yang pernah menjadi pasiennya dan perempuan itu juga yang membuat dirinya kesal setengah mati saat dia dengan lancang menyuruhnya memanggil dia dengan sebutan sayang dan mengenalkan ke orangtuanya jika dirinya adalah calon menantu mereka.