Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 144


__ADS_3

Setibanya Adam dan Yola berada didalam mobil milik Adam, laki-laki itu langsung memeluk tubuh calon istrinya itu yang membuat Yola menjadi bingung sendiri.


"Sayang, maaf," ucap Adam.


"Ehhhh maaf untuk apa?" tanya Yola yang benar-benar tengah bingung itu.


"Maaf karena dulu aku sempat mengabaikanmu dan sempat belum move on dari Kenza padahal kamu sudah jelas-jelas ada didepan mataku waktu itu. Dan terimakasih karena kamu tidak menyerah berjuang untuk mendapatkanku," ujar Adam yang membuat Yola kini tersenyum dengan membalas pelukan dari kekasihnya itu.


"Sudah tidak apa-apa sayang. Biarkan itu menjadi masa lalu kita saja. Dan aku juga mau berterimakasih kepadamu karena sudah mau membuka hatimu yang sangat batu ini untukku," ucap Yola.


"Hatiku membatu itu ya karena atas izin Allah karena 7 tahun itu bukanlah waktu yang singkat untukku menunggu kedatanganmu. Dan jika Allah tidak membekukan hatiku untuk sementara waktu, aku pasti tidak akan menjomblo sampai 7 tahun lamanya," kata Adam sembari melepaskan pelukannya itu.


"Hmmm benar juga sih karena jika dipikir-pikir kenapa kamu tidak tertarik dengan salah satu perempuan yang mengejarmu waktu kamu belum mengenalku dulu padahal semua perempuan itu cantik dengan profesi yang berbeda-beda setara lah jika bersanding denganmu. Tapi lagi-lagi Allah lah yang mengatur segalanya sampai kamu di bekukan hatimu dengan nama Kenza didalamnya sampai kita bertemu dan akhirnya kamu memilihku yang masih berstatus mahasiswi ini," ujar Yola yang setuju dengan ucapan Adam tadi.


"Nah makanya itu. Allah itu sudah merencanakan yang terbaik untuk semua umatnya." Yola menganggukkan kepalanya lagi-lagi setuju dengan Adam.


Sedangkan Adam yang melihat anggukkan kepala dari calon istrinya itu, ia kini mengacak rambut Yola sebelum dirinya mulai menjalankan mobilnya itu.


Dan di tengah-tengah perjalanan, ia mulai bersuara kembali.


"Oh ya aku mau bertanya kepadamu." Yola yang tadinya menatap lurus kedepan itu pun ia kini menolehkan kepalanya kearah Adam.


"Tanya apa?" tanyanya.


"Kemana ponselmu?" Yola mengerutkan keningnya namun tak urung tangannya kini bergerak untuk membuka tas kuliahnya yang berada di pangkuannya itu untuk mencari ponselnya. Dan setelah ia menemukan benda pipih tersebut ia mengangkatnya agar Adam bisa melihat ponselnya itu.


"Ada nih. Memangnya kenapa?" tanya Yola.

__ADS_1


"Jika ada kenapa kamu tidak membalas satupun dari banyaknya panggilan serta pesan yang aku kirimkan ke kamu?" tanya Adam. Ya kali hanya karena Yola berkumpul dengan sahabatnya itu, calon istrinya itu langsung mengabaikan dirinya begitu saja, pikir Adam.


"Lho memangnya kamu kirim aku pesan dan sempat meneleponku?" tanya Yola tak percaya.


"Lihat saja sendiri. Pasti di ponselmu saat ini ada banyak notifikasi dariku," ucap Adam.


Yola yang mendengar perintah dari kekasihnya itu pun ia menganggukkan kepalanya. Dan dengan cepat ia mulai melihat ponselnya dan benar saja ada banyak sekali notifikasi dari nomor calon suaminya itu. Dan saat ia melihat ada lambang silent di ponselnya, ia menepuk keningnya sendiri.


"Ya ampun sayang maaf, aku lupa kalau ponselku masih dalam mode diam belum aku ganti," tutur Yola dengan memperlihatkan tampilan ponselnya itu ke Adam.


Dimana Adam kini melirik sesaat kearah ponsel calon istrinya itu sebelum dirinya kini menghela nafasnya.


"Pantas saja di telepon dan di krim pesan berkali-kali tidak ada balasan darimu. Ternyata ponsel kamu, kamu diamkan. Bikin khawatir saja," ucap Adam.


"Maafkan aku sayang. Aku benar-benar lupa," kata Yola yang sangat menyesal.


Dan ucapan dari Adam itu diangguki oleh Yola dengan senyumannya.


"Terimakasih karena kamu sudah mau memaafkanku," ucap Yola.


"Sama-sama sayang," balas Adam.


Dan setelah percakapan itu selalu, tak ada lagi percakapan dari keduanya sampai tak terasa mobil Adam kini telah sampai di depan butik milik Vivian itu.


Dimana tempat itu adalah tempat fitting baju pernikahan mereka berdua. Walaupun awalnya Adam maupun Yola menolak untuk membuat baju di butik Vivian itu yang pastinya mereka tidak di perbolehkan untuk membayar sepeserpun sekaligus mereka juga tidak enak hati jika mendapat barang mewah dengan gratis itu. Tapi saat mereka berusaha menolaknya ternyata Vivian sudah memiliki desain untuk keduanya, dimana desain itu sudah dibuat oleh Vivian. Dan hal tersebut membuat Yola maupun Adam mau tak mau menerima tawaran Vivian itu. Tapi keduanya sudah sepakat untuk membayar jasa Vivian itu bagaimanapun caranya nanti.


Mereka kini berjalan dengan beriringan memasuki butik tersebut. Dimana saat mereka berdua menginjakkan kakinya di dalam butik tersebut, kehadiran keduanya langsung disambut hangat oleh Vivian langsung yang ternyata sudah menunggunya sedari tadi.

__ADS_1


"Akhirnya kalian berdua datang juga. Duduk dulu Bang, Kak," ucap Vivian yang sudah membiasakan mulai saat ini memanggil Yola dengan sebutan Kakak walaupun usia mereka terpaut lumayan jauh itu.


Dan ucapan dari Vivian tadi diangguki oleh Yola dan Adam.


"Kalian tunggu disini sebentar. Aku ambilkan pakaian kalian yang masih diatas," ujar Vivian dan tanpa menunggu persetujuan dari dua orang tersebut ia bergegas menuju ke lantai atas di butik tersebut diikuti oleh 5 pekerjanya yang nantinya akan membantu dirinya untuk membawa pakaian pengantin untuk Adam dan Yola itu.


Dan tak berselang lama, akhirnya Vivian kembali dengan membawa satu gaun ditangannya sedangkan ditangan lima pekerjanya tadi membawa satu gaun, satu kebaya dan 3 tuxedo untuk Adam.


Adam dan Yola yang melihat banyaknya pakaian itu, mereka tampak terkejut.


"Kenapa banyak sekali?" tanya Adam heran.


"Ya kan pernikahan kalian ada tiga sesi. Yang pertama itu acara ijab kabul, dimana Kak Yola nanti pakai kebaya ini dan bang Adam pakai tuxedo berwarna putih ini." Vivian memperlihatkan kebaya yang ia maksud itu yang kini sudah di pasang di manekin dengan tuxedo yang serasi dengan kebaya tersebut.


Lalu setelahnya, ia memajukan dua manekin yang lainnya, dimana di dua manekin tersebut terdapat dua gaun yang sangat cantik namun beberapa warna itu.


"Nah untuk resepsi di siang harinya setelah ijab kabul itu Kak Yola pakai gaun berwarna mint ini sesuai dengan permintaan Kak Yola. Dan dimalam harinya pakaian yang akan Kak Yola kenakan adalah biru muda, sesui dengan warna kesukaan bang Adam. Dan untuk tuxedonya aku samakan warnanya dengan warna digaun Kak Yola ini. Apa kalian suka?" tanya Vivian dengan senyumannya.


"Iya kita suka bahkan sangat suka sekali tapi kenapa banyak sekali padahal dengan dua set pakaian untukku dan Yola saja aku rasa sudah cukup," ujar Adam.


"Ck, aku tidak menerima protesan apapun. Dan lebih baik kalian berdua sekarang segara mencoba pakaian ini. Jika kalian tidak puas, kebesaran atau kekecilan biar aku langsung memperbaikinya," tutur Vivian.


"Tapi---"


"Bang! Kalau Abang masih protes. Aku tidak akan datang saat kalian nanti menikah," ancam Vivian dengan berkacak pinggang. Dan hal tersebut membuat Adam dan Yola kini saling pandang satu sama lain sebelum keduanya kini hanya bisa menghela nafas mereka sembari menganggukkan kepalanya.


"Kalau gitu cepat coba pakaiannya. Dan untuk Kak Yola, aku sendiri yang akan membantumu," ucap Vivian sembari menarik tangan Yola dan mengajaknya menuju ke ruang ganti di ikuti tiga pekerja tadi untuk membawakan manekin yang terdapat gaun pengantin untuk Yola coba itu. Sedangkan dua lainnya mereka tidak ada yang berani membantu Adam dan memilih untuk pergi dari hadapan Adam setelah mereka berpamitan undur diri kepada laki-laki itu.

__ADS_1


Sedangkan Adam, ia menghela nafasnya sebelum dirinya bergerak mengambil salah satu tuxedo yang akan ia coba itu lalu setelahnya barulah ia pergi menuju ke ruang ganti lainnya.


__ADS_2