Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 22


__ADS_3

Sejak tadi Yola tak fokus dengan apa yang diterangkan oleh dosen. Matanya memang menatap lurus kearah depan namun pikiran Yola masih tertuju dan memikirkan tentang berita itu yang sampai sekarang tak kunjung mendapat klarifikasi dari pihak manapun.


Hingga tendangan di kursinya dari belakang membuat dirinya tersadar kemudian ia menoleh kearah Amel.


Yola menaikkan sebelah alisnya, seolah-olah ia tengah bertanya, "Kenapa" kepada sahabatnya itu.


Amel terlihat melirik sebentar kearah dosen didepan dan setelah dirasa aman, ia menunjukkan layar ponselnya yang menyala. Dan di layar itu tertulis...


"Lihat postingan terbaru akun gosib tadi pagi."


Yola lagi-lagi menaikkan sebelah alisnya. Ia tak paham kenapa sahabatnya itu malah menyuruh dirinya kembali melihat akun gosib yang sejak tadi pagi membuat dirinya uring-uringan terus menerus. Apa Amel berniat mengingatkan masalah itu lagi?


Amel yang merasa tak ada pergerakan dari Yola pun ia kembali menendang kursi Yola lalu setelahnya ia memelototkan matanya kearah ponselnya tadi, kode jika Yola harus segera menuruti perintahnya.


Yola menghela nafas berat sebelum dirinya memutar tubuhnya kembali menghadap kedepan. Namun tangannya kini bergerak untuk menyalakan ponselnya dan membuka akun gosib sesuai dengan perintah dari sahabatnya itu.


Yola memelototkan matanya saat melihat postingan terbaru dari akun tersebut. Dan saking bahagianya dia sampai menggebrak meja didepannya.

__ADS_1


Brakkk!


"YESSSS!!" Gebrakan dan teriakan Yola membuat seisi kelas termasuk dosen yang mengajar pun menatap kearah dirinya yang tengah berdiri dengan senyum lebarnya bahkan tubuhnya juga tengah melompat-lompat seperti anak kecil.


Semua orang yang melihat hal itu tampak kasihan dengan Yola yang sebentar lagi pasti akan terkena amukan dari dosen killer. Sedangkan Amel, perempuan itu mengusap wajahnya dengan kasar.


"Kalau tau respon dia akan seperti ini. Aku tidak akan kasih tau masalah postingan itu saat ini juga. Arkhhhh Yola, maafkan aku jika kamu nanti kena hukuman dari dosen killer botak satu itu," batin Amel penuh dengan penyesalan melihat Yola yang masih saja kesenangan akan fakta baru yang ia lihat itu.


"Fayyola Mafaza!" bentakan dari seseorang yang berdiri didepan sana membuat lompatan kecil di tubuh Yola terhenti bertepatan dengan itu pula, matanya bertabrakan dengan mata tajam dosen killer itu. Dan hal tersebut otomasi membuat Yola menepuk keningnya sendiri.


"Astaga Yola, kenapa bisa lupa kalau sekarang masih di kelas. Mana si pak botak lagi yang lagi ngajar. Matilah kau Yola," batin Yola merutuki aksi dirinya tadi.


"Siapa yang menyuruh kamu untuk duduk?" Yola dengan cepat kembali berdiri.


"Maaf Pak." Lagi-lagi Yola hanya bisa mengucapkan kata maaf saja kepada dosen tersebut.


"Maaf kamu tidak saya terima. Keluar dari kelas saya sekarang," usir dosen tersebut.

__ADS_1


"Ahhhh satu lagi, untuk hukuman kamu, segera bersihkan semua toilet yang ada di satu bangunan ini. Jika kamu tidak melakukannya maka jangan salahkan saya jika saya mengosongkan nilai kamu di mata kuliah saya." Yola melongo saat mendengar hukuman yang diberikan oleh dosen tersebut. Terkesan seperti hukuman anak-anak sekolah menengah, tapi ini lah yang menjadi ciri khas dosen killer berkepala botak jika ada salah satu mahasiswa/mahasiswinya yang tak mengikuti peraturannya saat ia tengah mengajar. Dan hukuman itu lebih baik daripada nilai mereka yang akan kosong di mata kuliah yang beliau ajarkan.


"Cepat keluar Yola sebelum saya kosongkan nilai kamu," ucap dosen tersebut yang membuat Yola mengerjabkan matanya.


"Ba---baik pak. Saya akan keluar dan menjalankan hukuman dari bapak. Permisi," tutur Yola sebelum dirinya kini beranjak dari tepat duduknya lalu segara keluar dari kelasnya. Namun sebelum dirinya benar-benar keluar, ia memberikan kedua jempolnya kearah Amel yang dibalas dengan helaan nafas dari sahabatnya itu.


Dan setelah Yola benar-benar keluar dari kelas tersebut, ia kembali melompat-lompat kegirangan.


"Huwaaaaa seneng banget akhirnya ada klarifikasi tentang berita itu kalau calon imam sama artis sialan itu tidak memiliki hubungan apapun. Akhirnya aku masih punya kesempatan untuk bersanding dengan dokter Adam," gumam Yola sembari memeluk ponselnya.


"Setelah mata kuliah ini tidak ada jadwal lain kan? Hmmmm kalau begitu bagaimana jika setelah aku menyelesaikan hukumanku, aku samperin dokter Adam saja di rumah sakit. Bawain dia makan siang, sebagai ucapan terimakasih karena sudah melakukan klarifikasi tentang berita ini. Sepertinya aku memang harus melakukannya," gumam Yola dengan senyum lebarnya saat sebuah ide-nya tadi muncul.


Dan setelah ia meyakinkan jika dirinya akan melakukan ide tadi, ia bergegas menuju kearah toilet yang paling dekat darinya untuk melakukan hukumannya tadi.


Sedangkan disisi lain, Adam mendudukkan tubuhnya dengan cukup kasar di kursi kebesarannya. Akhirnya apa yang telah menghantui pikirannya sejak tadi pagi telah teratasi semua walaupun tadi ada sedikit perdebatan dengan artis yang terlibat sekandal dengannya itu. Karena pihak artis tidak mau jika berita itu disangkal oleh pihak Adam dan menginginkan jika berita itu terus berjalan. Bahkan lebih gilanya lagi, mereka memberikan sejumlah uang kepada Adam agar dirinya berpura-pura menjadi kekasih dari artis tersebut.


Tapi sayang seribu sayang, mereka tidak tau saja jika uang sebesar 500 juta yang diberikan oleh pihak artis itu tak ada seperempat dari kekayaan yang Adam miliki saat ini. Alhasil tawaran dari pihak artis tersebut langsung pihak Adam tolak secara mentah-mentah. Adam juga merasa jika penyuapan yang dilakukan oleh pihak artis itu sama dengan merendahkan harga diri Adam sendiri. Maka dari itu, Adam sangat murka akan tingkah mereka.

__ADS_1


Dan karena Adam sudah benar-benar muak, ia pergi dari pertemuan yang ia lakukan secara mendadak dengan pihak artis. Dan dirinya memilih untuk menemui para wartawan yang sedari tadi menunggu dirinya untuk memberikan klarifikasi mengenai berita itu tanpa memperdulikan jika pihak artis akan marah kepadanya. Ia sudah tak peduli karena reputasinya lebih penting daripada kemurkaan orang-orang yang memanfaatkan dirinya untuk kepentingan pribadi, seperti yang dikatakan Mommy Della di sambungan telepon tadi.


"Gila, mereka benar-benar gila, memanfaatkan oranglain hanya untuk menaikan ketenaran dirinya saja. Apa dengan cara begini para artis yang sudah tidak laku di siaran televisi mendongkrak ketenarannya kembali? Kenapa harus melalui sekandal untuk mendapatkan itu semua? Kenapa tidak dengan prestasi saja? Kalau mereka melejit melalui sebuah prestasi mereka akan semakin di sukai oleh semua masyarakat, tapi jika mereka melejit melalui jalur sekandal, itu benar-benar sangat memalukan," dumel Adam yang dibuat emosi jika mengingat penawaran yang dilakukan oleh pihak artis tadi. Ingin sekali dirinya memukul mereka semua terutama artis itu jika saja ia tak ingat tentang hukum yang mendasari negara yang ia tinggali saat ini. Jika saja tidak ada hukum, mereka pasti akan musnah ditangan Adam saat ini juga.


__ADS_2