Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 49


__ADS_3

Sesampainya Adam dan Yola di dalam apartemen tersebut, Adam bergegas menuju ke dalam kamarnya meninggalkan Yola yang tak tau harus berbuat apa di apartemen milik laki-laki itu.


"Orang ganteng kalau mau pergi emang gak bilang-bilang dulu ya. Huh untung sayang," gumam Yola dengan mata yang tertuju kearah pintu kamar Adam yang sudah tertutup.


"Kalau begini aku harus ngapain? Apa aku pulang aja ya?" gumam Yola.


"Sepertinya pulang aja deh daripada disini ditinggal mulu. Tapi aku harus pamit dia daripada nanti dia telepon terus marah-marah lagi seperti tadi," ucapnya sembari berjalan mendekati kamar Adam.


Tangan Yola kini mengetuk pintu kamar tersebut sesaat setelah dirinya sampai didepan pintu kamar itu.


Tok tok tok!


"Dokter Adam," panggil Yola namun tak mendapat jawaban dari Adam.


"Dokter Adam didalam kan?" Sepi, Adam masih tak menyahut ucapannya itu.


"Sepetinya memang dokter Adam tengah didalam. Begini dok, berhubungan saya sudah mengantar dokter Adam sampai di apartemen dokter dengan selamat, saya pamit pulang du---"


Brakkk!


"Jangan pulang!" teriak Adam.


Yola yang tadi terkejut karena suara pintu yang tiba-tiba dibuka secara kasar, dirinya semakin dibuat kaget kala mendengar teriakan Adam tepat di depan wajahnya. Namun keterkejutannya itu tak hanya berhenti disitu saja karena kali ini ia dibuat semakin semakin dan semakin terkejut kala matanya kini menatap dada bidang Adam yang dibiarkan terekspos begitu saja. Jangan lupakan dengan perut sixpack milik Adam karena laki-laki itu kini hanya memakai celana bahan yang ia gunakan tadi tanpa memakai kemejanya. Dan hal tersebut benar-benar membuat Yola pusing sendiri.


Adam yang melihat keterdiaman dari Yola pun ia mengerutkan keningnya. Apalagi saat laki-laki itu melihat wajah Yola yang kembali memerah tanpa sebab itu.


"Yola, kamu baik-baik saja kan?" Tanya Adam begitu khawatir sembari sedikit menggoyangkan bahu Yola yang membuat perempuan tersebut mengerjabkan matanya.


"Ahhhh ya? Dokter tadi bicara apa?" tanya Yola.


"Kamu ini kenapa sih? Sudah dua kali ini lho saya melihat wajah kamu memerah seperti ini. Apa kamu sekarang juga tengah sakit sama seperti saya?" Yola dengan cepat menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak. Saya sedang tidak sakit Dok. Saya baik-baik saja kok tenang saja. Karena yang sedang tidak baik-baik saja adalah jantung saya," ucap Yola disambung dengan suara hatinya diakhiri kalimat.


"Benarkah?"


"Tentu saja. Ahhhh kalau begitu saya pulang dulu ya Dok. Keburu malam dan nanti tidak ada taksi yang lewat lagi. Bye Dok sampai ketemu besok," ucap Yola yang ingin sekali dia segara pergi dari hadapan Adam jika ia tak mau pingsan gara-gara melihat keindahan tubuh Adam saat ini yang begitu menggoda ingin sekali di sentuh olehnya.


Tapi sayangnya saat dirinya baru memutar tubuhnya untuk menjauh, Adam lebih dulu mencekal lengannya dan menarik tubuhnya hingga membentur tubuh laki-laki itu yang langsung membuat Adam melingkarkan kedua tangannya di perut Yola.


"Saya sudah bilang bukan kalau jangan pulang," ucap Adam tepat di samping telinga Yola dan hal tersebut membuat Yola kini menahan nafasnya.


"Kamu dengar kan?" sambung Adam dengan mengeratkan pelukannya tadi. Dan karena Yola tidak bisa berkutik bahkan bersuara pun rasanya sangat sulit, ia hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Adam yang melihat anggukan kepala itu pun ia tersenyum kemudian ia melepaskan pelukannya tadi dari tubuh Yola.


"Kalau begitu tunggu disini sebentar, saya mandi dulu," ucap Adam sembari mengacak-acak rambut Yola sebelum dirinya kembali lagi masuk kedalam kamarnya. Meninggalkan Yola yang kini sudah ambruk terduduk diatas lantai.


"Alamak lemas kaki adek bang," gumam Yola yang merasakan tubuhnya seperti sudah tak memiliki tulang itu.


Dan setelah mengucapkan hal tersebut, dengan sekuat tenaga yang masih ia miliki, Yola mencoba untuk berdiri dari duduknya itu. Hingga 5 menit telah berlalu akhirnya Yola kini bisa berdiri walaupun dibantu dengan merambat ke tembok apartemen tersebut. Bahkan berjalan pun ia juga harus merambat dulu seperti seekor cicak hingga akhirnya setelah perjuangannya itu, ia berhasil sampai di sofa ruang tamu di apartemen tersebut.


Yola menghela nafas lega kala bokongnya menyentuh sofa tersebut sembari tangannya bergerak untuk memijit kakinya.


Kini 30 menit telah berlalu, Adam akhirnya sudah selesai dengan ritual mandinya dan kini laki-laki tersebut keluar dari dalam kamarnya. Ia tersenyum kala melihat Yola tengah bersantai di ruang tamu dengan menonton sebuah acara televisi dengan tangannya yang sibuk memasukkan makanan ringan kedalam mulut gadis tersebut.


Adam segera berjalan mendekati Yola dan saat dirinya sudah sampai disamping gadis tersebut bertepatan dengan itu pula Yola ingin memasukkan kembali makanannya kedalam mulutnya namun tangannya justru berbelok arah. Hingga makanan yang berada ditangannya itu berakhir masuk kedalam mulut Adam yang entah sejak kapan sudah berdiri disampingnya dengan membungkukkan badannya itu.


"Tidak baik makan makanan yang banyak kandungan mecinnya," ucap Adam sembari mengunyah makanan tersebut sebelum tubuhnya kini ia baringkan diatas sofa dengan paha Yola sebagai bantalan kepalanya.


Dan hal tersebut membuat Yola kembali mengalami kultur shock.


"Demi apapun lama-lama aku bisa kena serangan jantung jika mendapat perlakuan seperti ini dari dokter Adam," batin Yola.

__ADS_1


"Lain kali makan makanan ringannya dikurangi ya dan ganti dengan makanan sehat seperti buah untuk cemilan kamu sehari-hari," ucap Adam yang membuat Yola menundukkan kepalanya agar bisa melihat wajah tampan Adam. Dan setelahnya ia menganggukkan kepalanya.


"Good girl," ucap Adam sembari mencubit gemas pipi Yola yang membuat Yola kini memekik tertahan.


"Sakit tau dok," protes Yola.


"Iya kah? Kalau begitu saya minta maaf. Tapi tunggu dulu, sepertinya ada sesuatu yang perlu saya benarkan saat ini juga," ucap Adam yang membuat Yola menukikkan alisnya.


"Sesuatu yang perlu dokter benarkah?" Adam menganggukkan kepalanya.


"Apa itu?" tanya Yola penasaran.


"Ubah panggil kamu ke saya. Jangan panggil saya dengan sebutan dokter lagi," ucap Adam.


"Lah memangnya kenapa? Terus kalau saya tidak boleh memanggil dengan sebutan dokter Adam lagi, saya harus manggil dengan sebutan apa dong?" Tanya Yola.


"Kalau kamu tanya kenapa, akan saya jawab karena panggilan Dokter itu benar-benar membuat saya tidak nyaman. Dan kamu mau memanggil saya dengan sebutan apapun terserah kamu," ucap Adam.


"Begitu ya?" Adam menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu saya panggil dokter Adam dengan sebutan Kakak saja gimana?" tanya Yola yang hanya bisa diangguki oleh Adam walaupun sebenarnya laki-laki itu menginginkan jika dirinya dipanggil dengan sebutan lain yang lebih menjerumus ke panggilan sayang.


"Baiklah kalau begitu mulai saat ini saya akan memanggil dokter Adam dengan sebutan Kakak," ucap Yola.


"Kak Adam," sambung Yola.


"Dalem dek," jawab Adam yang membuat Yola melongo sebelum tangannya kini bergerak menutup wajahnya dengan bantal sofa didekatnya itu untuk meredam teriakan yang ia keluarkan saat ini.


Sedangkan Adam, laki-laki itu terkekeh melihat reaksi Yola itu sebelum tangan kirinya kini melingkar di pinggang Yola dengan posisi tubuh yang sudah ia miringkan hingga menghadap kearah perut gadis tersebut. Lalu setelahnya Adam menenggelamkan wajahnya di perut Yola, mencari kenyamanan disana sebelum matanya tertutup.


...****************...

__ADS_1


Huh Hah Huh Hah, aku yang nulis, aku sendiri yang baper😩 Kalian gimana nih baper gak? Sepetinya enggak sih wkwkwk. Ohhh ya kita baca yang sweet-sweet dulu ya. Jujur saja aku belum siap jika harus baca yang ada konfliknya wkwkwk kayak gak rela gitu lho lihat dua orang yang sama-sama sudah mulai bucin ini harus diganggu sama orang huhuhu😭 Jadi gak papa kan kalau 3 atau 4 bab lagi masih lihat yang sweet-sweet dulu? Semoga kalian gak papa ya🤣 Ahhhh ya jangan lupa untuk tinggalin LIKE setelah baca cerita ini. Jangan lupa juga buat kasih VOTE, HADIAH dan Komennya. Tenang saja komen kalian tetap aku baca kok walaupun gak sempat aku balas. Maaf ya💜 See you next eps bye 👋


__ADS_2