
Semua permasalahan tentang pakaian pengantin yang akan mereka kenakan saat acara pernikahan mereka berdua telah selesai urusannya. Dimana tidak ada masalah yang terlalu serius dalam pakaian-pakaian itu dimana hanya sedikit mengecilkan gaun Yola itu saja. Sedangkan untuk desain dan lain sebagainya terpantau aman, Adam juga tidak protes apapun karena memang sengaja Vivian membuat gaun untuk Kakak iparnya itu yang sesuai dengan kriteria Adam jadi laki-laki itu tidak akan mengomel nantinya dan terbukti saat sesi fitting itu yang berjalan dengan lancar.
Dan sekarang mereka berdua kini berada di perjalanan menuju ke apartemen karena kebetulan mereka baru kembali dari butik saat jam sudah menunjukkan pukul 4 sore.
Yola yang sedari tadi memainkan ponselnya untuk berhubungan dengan calon mertuanya juga sang Mama dalam sebuah grup pun kini ia angkat suara.
"Sayang," panggil Yola yang membuat Adam menolehkan kepalanya sesaat kearah Yola.
"Ya kenapa?" balasnya.
"Mommy sama Mama ngasih foto konsep dekorasi untuk pernikahan kita. Dan kita disuruh milih salah satu dari 10 konsep ini," ujar Yola.
"Ya sudah tinggal pilih saja sayang seperti yang kamu mau. Karena aku tidak akan ambil pusing hanya karena tentang dekorasi saja," tutur Adam.
"Tapi permasalahannya aku juga bingung mau milih yang mana karena semua konsep dekorasi ini seperti yang aku inginkan semua," ucap Yola yang kini tengah dilema ingin memilih konsep yang mana dari banyaknya contoh yang diberikan oleh dua emak-emak itu.
"Pilih yang benar-benar memikat hatimu," timpal Adam.
"Semuanya memikat hatiku sayang. Jadi tolong kamu bantu aku untuk memilih dong." Adam tampak menghela nafas kemudian ia menganggukkan kepalanya sebelum ia membalas ucapan dari calon istrinya itu.
"Baiklah aku akan membantu kamu memilihnya tapi tunggu setelah kita sampai di apartemen dulu ya. Karena aku takut saat aku memilih konsep itu dalam posisi masih menyetir akan terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Jadi sabar sebentar ya sayang," ucap Adam dengan memberikan elusan di kepala calon istrinya.
Dimana perlakuan lembut yang Adam berikan kepadanya itu membuat Yola tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Sebelum tangannya itu mengambil tangan Adam yang masih di kepalanya tersebut untuk ia genggam.
__ADS_1
Adam yang merasakan genggaman tangan calon istrinya itu ia melirik sekilas dengan bibir yang terangkat membentuk sebuah senyuman sangat manis. Lalu setelahnya ia kembali fokus menyetir menggunakan satu tangannya tanpa memperdulikan Yola yang terus menatapnya itu.
Hingga akhirnya mobil yang ia kendarai saat ini telah sampai di basemen gedung apartemen mereka berdua. Dan dengan cepat keduanya berjalan menuju ke ruang apartemen Adam.
Dan beberapa saat setelahnya akhirnya keduanya bisa mendudukkan tubuhnya di sofa didalam ruang apartemen laki-laki itu dengan helaan nafas lega.
"Mana coba aku lihat konsep yang di kirim sama Mommy dan Mama tadi," ujar Adam yang diangguki oleh Yola sebelum perempuan itu kini mengambil ponselnya lalu setelahnya ia langsung memperlihatkan foto-foto konsep yang diberikan oleh dua emak-emak tadi.
Adam kini mulai melihat-lihat setiap konsep itu satu persatu hingga ia memilih salah satu konsep yang ia pikirkan akan cocok dengan pesta pernikahan mereka berdua.
"Pakai konsep yang serba putih ini saja. Karena putih itu melambangkan kesucian dan merupakan warna netral yang bisa dipadukan dengan pakaian yang akan kita kenakan nanti," ucap Adam dengan memperlihatkan foto konsep yang ia maksud itu.
"Hmmm yang ini ya. Baiklah, ini juga sangat bagus. Kalau begitu aku beritahu Mommy sama Mama dulu," ucap Yola kemudian ia dengan cepat menarik ponselnya dari hadapan Adam itu dan dengan cepat ia membalas pesan grup dari kedua emak-emak tadi.
Yola yang sudah selesai membalas pesan itu, ia langsung menaruh ponselnya itu disampingnya sebelum kepalanya ia tolehkan ke arah Adam.
"Apa kamu lelah?" tanya Yola.
"Sedikit," jawab Adam dengan posisi matanya yang kini terpejam. Sebelum dirinya tiba-tiba merubah posisinya menjadi tiduran dengan posisi paha Yola ia jadikan bantal.
"Sayang, aku minta tolong pijitin kepalaku," pinta Adam yang sebenarnya sudah merasakan pusing karena harus menghandle pekerjaannya dan urusan pernikahannya itu yang dengan persetujuan dari kedua belah pihak di ajukan menjadi 2 minggu lagi. Dan semuanya yang serba dadakan itu membuat Adam keteteran untuk memantau semuanya sudah berjalan sampai mana. Tapi untungnya masalah pernikahannya itu kedua belah pihak keluarga mau membantu dirinya sehingga ia tidak terlalu pusing memikirkannya. Belum lagi ia harus menjadwal ulang pasiennya yang sudah membuat janji kepadanya itu 2 minggu kedepan atau meminta bantuan kepada dokter lain yang akan menggantikan dirinya menangani pasiennya itu yang tentunya dengan persetujuan dari pasien juga keluarga pasien dan menjelaskan ke kelurga pasien itu yang akan memakan waktu lama dan tak sekali Adam harus menghadapi kemarahan dari keluarga pasiennya itu yang membuat dirinya benar-benar harus memperbanyak kesabarannya itu.
Yola yang mendengar permintaan dari calon suaminya itu, ia langsung melakukan apa yang diinginkan oleh Adam itu dengan bertanya.
__ADS_1
"Apakah hari ini benar-benar menguras tenagamu sayang? Dan apa yang terjadi hari ini?" tanya Yola.
"Heem, tapi hanya sedikit saja karena hari ini yang banyak terkuras adalah kesabaranku," jawab Adam.
"Memangnya ada masalah di rumah sakit?" tanya Yola.
"Sebenarnya tidak ada. Aku hanya punya masalah sedikit dengan beberapa keluarga pasienku yang tak mau aku mengoper pemeriksaan pasienku ke dokter lain," jawab Adam yang mulai membicarakan keluh kesahnya itu dengan menikmati pijatan yang dilakukan oleh Yola tersebut.
"Ehhhh begitu kah? Terus apa masalah itu sudah selesai?" tanya Yola.
"Alhamdulillah semua masalah itu sudah aku selesaikan dengan penjelasan panjang lebar yang akhirnya mereka mensetujui jika untuk sementara waktu pasienku itu ditangani oleh Tristan karena mereka selain percaya denganku mereka juga percaya dengan Tristan untuk kebaikan pasienku itu. Jadi semuanya selesai berkat bantuan Tristan juga," ucap Adam yang membuat Yola kini menghela nafas lega.
"Syukurlah kalau begitu," timpal Yola yang diangguki oleh Adam sebelum laki-laki itu kembali angkat suara.
"Sayang," panggil Adam dengan membuka matanya kembali.
"Kenapa?"
"Aku mau tidur sebentar dengan posisi seperti ini dan jika nanti sudah jam 5 bangunkan aku karena aku masih harus mengurus tentang jadwal check up pasienku yang masih beberapa belum aku hubungi," pinta Adam yang dibalas anggukan serta senyuman oleh Yola.
"Tidurlah. Aku akan membangunkanmu dijam 5 nanti," ucap Yola dengan mengelus kepala Adam itu.
Dan usapan lembut dari Yola tersebut membuat Adam kini memejamkan matanya dan beberapa saat setelahnya ia mulai masuk kedalam dunia mimpi.
__ADS_1