
Sedangkan laki-laki yang menjadi korban penabrakan Yola tadi menatap kepergian perempuan itu hingga tak terlihat lagi di matanya.
"Perempuan aneh," gumamnya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Dan setelah mengucapkan hal tersebut, ia melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda tadi.
Sedangkan Yola yang telah masuk kedalam ruang kelas pun ia dengan kasar meletakkan tasnya di atas meja yang ia tempati. Kemudian ia menelusupkan wajahnya dibalik lipatan kedua lengannya itu.
Ia secepatnya harus bisa menghilangkan pikiran negatifnya tentang Adam. Tapi baru saja ia menghela nafas untuk menenangkan hati dan pikirannya, suara keributan justru membuyarkan konsentrasinya saat ini.
"OMG Yola!" Sudah, jangan tanya siapa pemilik suara cempreng nan cetar membahana itu kalau bukan kedua sahabat Yola lah si pemiliknya.
"Yola gawat Yola. Kamu harus tahu tentang gosip yang baru saja kita lihat," ujar Amel sembari menggoyang-goyangkan lengan Yola agar perempuan itu menegakkan kepalanya.
"Kalian berdua diamlah. Aku sedang tidak mood untuk mengurusi gosip yang tak masuk akal dari kalian," ucap Yola dengan malas tanpa merubah posisinya saat ini.
"Ishhh kali ini gosip yang aku bawa sungguh masuk akal pakai banget dan ini menyangkut masa depan kamu. Jadi cepat lihatlah!" ujar Keni semakin gencar menggoyangkan tubuh Yola. Dan hal tersebut membuat Yola menghela nafas panjang namun tak urung ia akhirnya menegakkan tubuhnya kembali.
"Memangnya gosip apa yang kalian bawa?" tanya Yola dengan malas.
"Lihat ini. Laki-laki yang ada di dalam foto ini bukannya dokter tampan incaran kamu itu?" tanya Amel. Yola melirik sekilas layar ponsel milik Amel yang memperlihatkan unggahan yang sama seperti ia lihat tadi pagi.
Lalu tanpa menjawab pertanyaan dari Amel tadi, Yola justru kembali menenggelamkan wajahnya di lipatan kedua tangannya tadi.
"Lho lho lho Yola jawab dong. Ini dokter tampan itu bukan?" Yola berdecak sebal. Kalau ia tak menjawabnya sekarang, ia yakin kedua sahabatnya itu akan terus menuntut dirinya untuk menjawab dan terus mengganggunya.
__ADS_1
"Iya, dia dokter incaran aku," jawab Yola dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kalian tau gak sih. Aku berangkat ke sini pagi-pagi banget tuh buat menenangkan pikiranku yang dari tadi pagi sudah diobrak-abrik sama gosip itu. Tapi bukannya aku tenang, justru aku kembali ingat gosip itu setelah kedatangan kalian. Huwaaaaa menyebalkan! Dan kalian tahu, di dalam sini rasanya begitu hancur setelah ada suara kretek saat melihat berita itu tadi pagi. Hiks, kalau kayak gini aku harus bagaimana? mundur? aku belum mau mundur untuk saat ini," ujar Yola dengan air mata yang sudah membasahi pipinya dan tangan kanannya ia gunakan untuk menepuk dadanya yang terasa sesak kala mengingat gosip tersebut.
Kedua sahabatnya melihat kesedihan di mata Yola pun mereka langsung memberikan pelukan ketenangan kepada Yola.
"Yang sabar ya, La. Dan ingat apa yang kita lihat itu hanyalah sebuah gosip saja. Dan gosip tuh belum tentu benar adanya. Toh dari pihak artis ataupun dokter tampan itu belum memberikan pernyataan resmi dari gosip itu. Jadi kamu tenang dulu ya, siapa tahu apa yang kita lihat itu hanya isu saja bukan sebuah fakta. Dan kita tunggu klarifikasi dari keduanya," ujar Amel mencoba untuk memberikan ketenangan kepada Yola.
Yola menganggukan kepalanya. Setidaknya setelah ia mendengar ucapan dari Amel tadi hatinya sedikit lebih tenang dari sebelumnya.
"Thanks ya. Kalian Memang sahabat aku yang paling best. Dan benar apa yang kamu tadi katakan, Mel. Aku gak perlu galau karena gosip yang belum jelas itu. Mereka juga belum kasih klarifikasi tentang gosip yang beredar. Bisa jadi foto itu juga hanya editan tangan orang iseng saja kan," ucap Yola sembari melepaskan pelukannya dari tubuh kedua sahabatnya yang langsung diangguki setuju oleh Amel ataupun Keni.
"Nah gitu dong. Itu baru sahabat aku. Tapi tetap ingat ya prinsip kamu dulu, jika laki-laki incaranmu emang sudah mempunyai tambatan hati berarti---"
"Sini sini, peluk lagi." Yola merentangkan kedua tangannya yang langsung disambut oleh kedua sahabat. Dan mereka bertiga pun kembali berpelukan.
Sedangkan di sisi lain, Adam yang sudah berada di rumah sakit sejak subuh tadi. Ia dibuat pusing dengan banyaknya notifikasi yang masuk ke dalam ponselnya. Mulai dari notifikasi para warganet yang berlomba-lomba menandai akun media sosial miliknya di setiap mereka memberikan komentar di postingan akun gosip yang telah membicarakan tentangnya. Dan ada pula chat dari keluarganya yang menuntut dirinya untuk memberikan penjelasan terkait berita itu. Bahkan tak sedikit dari rekan kerjanya yang menanyakan akan kebenaran tentang gosip tadi kepadanya. Dan hal tersebut benar-benar membuat Adam pusing sendiri jadinya.
Ia tak menyangka jika niat baiknya untuk menolong perempuan itu justru mendapat respon yang membuat kepalanya terasa akan pecah saat ini.
Adam mengusap wajahnya dengan kasar saat ponselnya berdering nyaring dan di layar ponsel itu menunjukkan nama sang Ibunda tercinta yang menghubungi dirinya. Adam menghela nafas sebelum tangannya kini bergerak untuk mengambil ponselnya. Lalu setelahnya ia segera menggeser ikon telepon berwarna hijau dan tak lama setelahnya sambungan telepon tersebut terhubung.
"Assalamualaikum Mom," ucap Adam.
__ADS_1
📞 : "Waalaikumsalam, Nak. Dam, kamu sudah lihat berita pagi ini bukan?" Untuk yang kesekian kalinya Adam menghela nafas.
"Iya Mom, Adam sudah lihat berita itu kok," ujar Adam.
📞 : "Kalau kamu sudah lihat, Mommy tidak perlu menjelaskan lagi niat Mommy telepon kamu kali ini."
"Iya Mom, Adam tau niat Mommy telepon kali ini untuk meminta penjelasan kepada Adam kan? Ya sudah Adam akan jelaskan secara detail mengenai berita itu. Yang pertama Adam Adan tegaskan kalau Adam tidak memiliki hubungan apapun dengan perempuan itu Mom. Semua artikel dan gosip itu hanya kebohongan semata. Memang benar jika foto itu adalah foto Adam, tapi di foto itu Adam hanya menjelaskan tentang perkembangan keadaannya yang baru saja mengalami kecelakaan ringan beberapa hari yang lalu. Awalnya Adam memang mengajak dia untuk membahas hal ini di ruang kerja Adam, tapi perempuan itu menolak dan meminta untuk menjelaskan di lorong itu, dengan alasan kalau dia sedang buru-buru dan akan memakan waktu lama jika kita akan membicarakan hal itu di ruanganku. Alhasil Adam menurut saja dengan permintaannya dan disitulah Adam menjelaskan tentang keadaannya," jelas Adam panjang kali lebar.
"Dan tentang Adam yang berjongkok itu. Adam hanya membantu perempuan itu untuk mengikatkan tali sepatunya saja karena satu tangannya tengah di gip, menjadikan dia kesusahan untuk melakukan hal itu. Adam yang melihat dia kesusahan dan daripada dirinya nanti terjatuh jika tidak Adam bantu menalikan tali sepatunya yang akan membuat keadaannya semakin parah. Adam memilih untuk membantunya saja. Sudah hanya gitu saja Mom, tidak ada hal yang penting di foto yang beredar itu. Apalagi sampai kita memiliki hubungan. Tidak sama sekali Mom, kita berdua tidak memiliki hubungan apapun dengan dia," sambung Adam.
📞 : "Kamu yakin dengan apa yang kamu katakan itu, Dam? Mommy sebenarnya tidak masalah jika kamu memiliki hubungan dengan perempuan manapun karena kamu juga sebenarnya memang sudah sangat pantas mendapatkan pasangan. Mengingat umur kamu juga sudah sangat matang untuk menjalin sebuah mahligai rumah tangga. Tapi yang Mommy takutkan itu ya begini. Orang-orang akan memanfaatkan kamu untuk urusan pribadinya sendiri," ucap Mommy Della yang sepertinya tak suka dengan gosip yang melibatkan putra pertamanya itu. Dan ia juga menebak jika artis yang digosipkan dengan Adam itu hanya memanfaatkan Adam untuk panjat sosial saja agar aktris itu dilirik oleh acara televisi lagi, pikir Mommy Della.
"Adam sangat yakin Mom. Dan Adam benar-benar tidak memiliki hubungan apapun dengannya," tegas Adam.
📞 : "Baiklah kalau begitu, Daddy dan Mommy percaya sama kamu. Tapi apa yang akan kamu lakukan untuk menyangkal berita tak mengenakan ini? Apa perlu bantuan Daddy?" Ucap Daddy Aiden yang ternyata ikut bergabung dengan telepon yang terjalin antara Adam dan sang Mommy.
"Adam bisa menanganinya sendiri, Dad. Daddy jangan khawatir, Adam pastikan berita itu akan hilang di hari ini juga. Kalau begitu Adam tutup dulu teleponnya karena Adam ada pekerjaan yang harus Adam selesaikan di sini sebelum Adam mengurus hal tak masuk akal itu. Terima kasih atas tawaran yang Daddy berikan tadi," pamit Adam.
📞 : "Baiklah Daddy percayakan semuanya kepadamu. Tapi jika kamu kesusahan untuk menanganinya, telepon Daddy ya, boy!"
"Pasti Dad. Adam tutup dulu, bye Dad, bye Mom. Assalamualaikum."
📞 : "Waalaikumsalam."
__ADS_1
Ucapan dari kedua orang tuanya itu menutup sambungan telepon tersebut. Dan setelah sambungan telepon itu tertutup, tangan Adam bergerak mencari salah satu kontak seseorang di ponselnya. Lalu setelah ia mendapatkan kontak yang ia cari, Adam segera menghubungi orang tersebut yang akan membantu dirinya menyelesaikan masalah yang tengah menimpa dirinya itu.