
Adam menghentikan mobilnya saat dirinya telah sampai di depan kantor polisi. Dengan sedikit memijat pangkal hidungnya, ia turun dari dalam mobilnya itu dengan mata yang mengedar, mencari sosok seseorang yang sudah membuat janji kepadanya tadi malam. Dan saat dirinya telah melihat orang tersebut ia segara melangkahkan kakinya mendekati pengacara Husein.
"Selamat pagi, Uncle," sapa Adam kala dirinya sudah berdiri didepan laki-laki tersebut dengan tangan yang terulur ke depan. Pengacara Husein tersenyum kearah Adam lalu membalas uluran tangan Adam. Namun saat menyentuh tangan Adam yang terasa sangat panas senyuman laki-laki itu luntur seketika dan dengan cepat ia melihat baik-baik wajah Adam yang benar-benar pucat itu.
"Apa kamu sedang sakit Adam?" tanya pengacara Husein itu.
"Hanya pusing sedikit saja Uncle," jawab Adam.
"Kamu yakin? Wajah kamu sangat pucat sekali soalnya. Dan lebih baik kamu pulang lagi saja dan kasusmu ini biar Uncle yang membuat laporan ke pihak kepolisian," ujar pengacara Husein.
"Tidak perlu Uncle. Saya masih kuat hanya untuk membuat laporan saja. Dan lebih baik kita segera melaporkan kasus ini sekarang juga," ucap Adam sembari berjalan masuk kedalam kantor polisi tersebut meninggalkan pengacara Husein yang hanya bisa menghela nafas dengan gelengan kepalanya sebelum dirinya kini menyusul Adam untuk masuk kedalam kantor polisi tersebut.
Sedangkan disisi lain, Yola baru sampai di negara Skotlandia. Ia menghirup udara dini hari di negara itu dengan senyum yang terbit di bibirnya. Seakan-akan masalah yang baru kemarin menimpa dirinya dan membuat dirinya bersedih berkepanjangan kini telah melebur, hilang begitu saja.
"Begitu sangat menenangkan," gumam Yola sebelum dirinya berjalan keluar dari area bandara tersebut. Dimana di luar sana ia sudah di tunggu oleh seseorang, siapa lagi kalau bukan Joy, Kakaknya.
Yola mengetuk kaca mobil yang tadi sempat di di beritahu Joy ciri-ciri mobil milik perempuan itu. Dan ketukan di kaca itu membuat Joy yang tengah tertidur di dalam pun ia membuka matanya kemudian ia menolehkan kepala kearah kaca mobil tadi. Sebelum tangannya kini bergerak untuk membuka kaca tersebut.
"Selamat pagi Kakakku yang paling jelek sedunia," sapa Yola dengan cengiran di bibirnya dan hal tersebut membuat Joy berdecak sebal.
"Jangan mulai. Dan lebih baik kamu masuk sekarang sebelum aku tinggal kamu di sini sendirian," ucap Joy yang malas bertengkar dengan adiknya itu.
Yola yang mendapat ancaman itupun ia dengan cepat berlari kecil menuju ke arah pintu kursi penumpang samping kemudi dan segara masuk.
__ADS_1
"Istttt ini koper gimana sih," gumam Yola yang berusaha memasukkan koper di tempat yang sama dengannya.
"Kalau bodoh itu jangan di pelihara. Koper segede gaban begitu mau kamu masukkan disini. Masukin tuh koper di bagasi, bodoh," ucap Joy yang benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran adiknya itu.
"Gak mau. Nanti kalau Yola turun dan kasih koper ini ke bagasi, Yola di tinggal lagi sama Kakak," balas Yola yang membuat Joy memutar bola matanya malas.
"Gak. Jadi buruan turun dan taruh tuh koper di bagasi belakang."
"Beneran Yola gak ditinggal kan?"
"Iya Yola. Gak akan. Buruan ishhhh Kakak nanti jam 7 pagi sudah harus pergi pemotretan ini. Kakak juga belum istirahat penuh," omel Joy.
"Baiklah-baiklah. Yola taruh koper ini dulu. Tapi awas kalau Kakak ninggalin Yola, Yola akan laporkan kelakuan Kakak itu ke Papa biar Kakak kena marah," ujar Yola sebelum dirinya keluar kembali dari dalam mobil tersebut.
"Idih cepu," ucap Joy yang pastinya tak didengar oleh Yola.
"Let's go kita pergi dari sini!" teriak Yola excited yang membuat Joy menggelengkan kepalanya namun tak urung ia segara menjalankan mobilnya menuju ke apartemennya yang selama ini ia tinggali di negara itu.
Dan selama perjalanan menuju ke apartemen milik Joy, Yola terus saja terdiam, dirinya memang senang berada di negara penuh dengan keindahan alam itu, ia juga senang karena merasa jika masalah yang kemarin menimpa dan membuat dirinya down hilang seketika. Namun di balik kesenangan yang tengah ia rasakan saat ini, pikirannya justru terus mengarah ke Adam.
Joy yang sedari tadi menatap kearah jalanan, ia merasa heran karena tak mendengar ocehan Yola yang bisanya heboh itu. Dan untuk memecah ke hening juga agar Yola tak memikirkan hal-hal yang membuat adiknya itu sedih, Joy mulai angkat suara.
"Kamu lapar gak?" tanya Joy yang dibalas gelengan kepala dari Yola.
__ADS_1
"Yakin gak lapar?" Yola menganggukkan kepalanya.
"Oh ya sudah kalau gak lapar. Padahal Kakak tadi mau ajak kamu ke KFC atau ke MCD terus mampir ke supermarket buat beli cemilan tapi berhubung kamu---" belum sempat Joy menyelesaikan ucapannya itu, Yola langsung memutusnya.
"Yola sekarang lapar Kak," sela Yola dengan mengalihkan pandangan kearah Joy yang kini tengah menatapnya dengan memincingkan alisnya.
"Lho katanya tadi gak lapar gimana sih?"
"Gak. Kapan Yola ngomong kalau gak lapar?" ucap Yola.
"Beberapa menit yang lalu. Kamu memang tidak mengucapkannya tapi kamu menjawab pertanyaan dari Kakak tadi dengan gelengan kepala yang bisa diartikan kalau kamu memang tidak lapar," ujar Joy.
"It---itukan berlaku untuk beberapa menit yang lalu kalau sekarang ya sudah berubah lah, dan Yola sekarang menyatakan kalau Yola tengah lapar. Jadi buruan kita drive thru ke KFC dan MCD terus nanti mampir ke supermarket buat jajan cemilan. Let's go Kak!" teriak Yola penuh dengan semangat. Memang sangat gampang sekali mengembalikan mood Yola dengan cara di belikan makanan atau cemilan saja membuat mood dia langsung berubah seketika.
"Iya-iya sabar," ucap Joy dengan mata yang kembali fokus kedepan, namun tak urung sebuah senyuman terbit di bibirnya kala mendengar cerocosan Yola yang tengah mengabsen makanan yang akan ia beli nanti. Terus terang saja Joy lebih suka adiknya yang cerewet seperti ini daripada ia melihat Yola yang hanya diam saja seperti tadi.
...****************...
Joy hanya bisa menghela nafas kala melihat mobilnya yang kini telah penuh dengan makanan cepat saji ataupun cemilan yang baru saja Yola beli itu.
Ia juga bergidik ngeri kala melihat Yola yang kini tengah memangku sebuah cap besar berisi ayam goreng dengan kedua tangan adiknya itu yang sudah memegang dua ayam goreng itu lalu memakannya secara bergantian.
"Kamu yakin makanan ini bisa kamu habiskan?" tanya Joy dengan menatap beberapa burger, beberapa ayam goreng, nugget, pizza, french fries dan makanan cepat saji lainnya.
__ADS_1
"Aku lagi galau Kak jadi aku sekarang harus makan yang banyak untuk menyambung galauku nanti," ucap Yola dengan mulut yang penuh dengan makanan itu. Dan hal tersebut membuat Joy menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah terserah kamu. Tapi jangan sampai kamu buang-buang makanan, kalau tidak habis lanjut buat besok lagi dan kamu yang harus menghabiskannya sendiri," ujar Joy yang diangguki oleh Yola sebelum perempuan itu kembali memakan makanannya itu. Sedangkan Joy, ia hanya bisa pasrah saja dan memilih untuk menjalankan mobilnya menuju ke apartemennya.