Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 151


__ADS_3

Semua acara pernikahan yang di selenggarakan oleh kedua belah pihak keluarga Adam dan Yola akhirnya telah selesai juga tepat pada pukul 11 malam. Dimana saat selesainya acara itu semua kedua belah pihak keluarga sudah mengurung diri di kamar masing-masing. Apalagi dengan sepasang suami istri baru itu yang kini sudah duduk diatas ranjang dimana Adam kini tengah membantu Yola melepas atribut yang menempel di rambut Yola itu. Sedangkan Yola, perempuan itu memilih untuk menghapus makeup yang menempel di wajahnya 12 jam lebih itu.


"Sayang," panggil Yola yang dijawab deheman oleh Adam.


"Biar aku saja yang melanjutkan untuk melepas atribut di rambutku ini. Dan lebih baik kamu mandi dulu sana," ucap Yola yang tak enak hati kepada suaminya sendiri karena harus menunda membersihkan tubuhnya karena harus membantu dirinya.


"Sebentar lagi lah tanggung banget soalnya semua atribut di rambut kamu ini sebentar lagi akan selesai aku lepas semua. Jadi tunggu sebentar," ujar Adam yang masih fokus dengan rambut istrinya.


Dan hal tersebut membuat Yola hanya bisa menghela nafasnya dan ia hanya bisa pasrah saja mengizinkan Adam untuk melanjutkan aktivitasnya itu karena perintah yang sebelumnya ia ucapkan itu sudah 3 kali ia ulang namun suaminya itu selalu menjawab dengan perkataan yang sama.


Kini 10 menit telah berlalu, Adam dan Yola sudah selesai dengan kegiatan mereka sebelumnya.


"Kamu sudah selesai menghapus makeup kamu kan sayang. Jadi lebih baik kamu duluan yang mandi. Aku akan mandi setelahmu," ujar Adam.


"Kamu duluan saja lah," balas Yola.


"Ini sudah malam sayang. Tidak baik untukmu mandi terlalu larut lagi jika kamu harus menundanya. Dan aku tadi juga sudah bersih-bersih sedikit walaupun tidak mandi tapi setidaknya mengurangi rasa lengket di tubuhku. Jadi lebih baik kamu sekarang mandi sana."


"Haishhhh baiklah-baiklah. Kalau begitu aku mandi dulu," ujar Yola sembari bangkit dari posisi duduknya itu dan segera bergerak menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket berkat keringatnya seharian ini.


Sedangkan Adam sembari ia menunggu selesainya Yola dengan menyibukkan diri dengan ponselnya.


Kini beberapa menit telah berlalu, akhirnya Yola kini keluar dengan handuk kimono yang menutupi tubuh polosnya itu.


Dan keluarnya Yola mengalihkan pandangan Adam.

__ADS_1


Adam mengernyitkan keningnya saat melihat Yola tak langsung memakai pakaian tidurnya apalagi melihat istrinya itu tengah cemberut sembari berjalan mendekatinya.


"Kenapa?" tanya Adam kala Yola telah berdiri disisi ranjang tepat di sampingnya.


"Aku lupa kalau kita kesini tidak bawa baju ganti sama sekali," ujar Yola yang membuat Adam baru sadar jika mereka datang hanya badan-badan saja yang dibalut dengan pakaian pengantin tadi.


"Ya Tuhan, aku juga lupa. Kalau begitu tunggu sebentar tidak apa-apa kan, biar aku telepon anak buahku untuk mengantarkan pakaian untuk kita," pinta Adam yang diangguki oleh Yola.


Dan saat tangan Adam mulai menari-nari di layar ponselnya, saat itu juga Yola langsung berjalan di sisi ranjang lainnya sebelum dirinya langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang tersebut tepat disamping Adam dengan mata yang kini menatap lurus ke langit-langit kamar hotel itu.


"Aku sudah memberitahu anak buahku untuk mengantar pakaian kita ber---dua."


Glekkk!


Yola yang melihat suaminya terbengong dengan menatap kearah dadanya itu, ia mengerutkan keningnya sebelum salah satu tangannya ia gunakan untuk ia lambaikan di wajah Adam yang semakin membuat salah satu asetnya semakin terlihat saja.


"Sayang, kenapa bengong gitu sih?" tanya Yola penasaran. Dan ucapannya itu berhasil membuat Adam tersadar dari keterbengongannya itu.


Dengan mengerjabkan matanya, Adam langsung membuang mukanya kearah lain dengan wajah yang bersemu merah.


"Lah, sekarang malah buang muka. Kamu kenapa sih?" tanya Yola yang tak sadar jika dirinya sudah memancing adik Adam bangun dari tidurnya.


"Sayang, apa kamu tau jika penampilanmu dan posisimu yang sekarang bisa membahayakan diri kamu sendiri?" Yola mengerutkan kening dengan ucapan yang baru saja keluar dari bibir suaminya itu.


"Maksud kamu apa? Memangnya ada yang salah dengan penampilanku. Hmmmm ya memang salah sih aku tidur hanya dengan memakai handuk kimono saja tanpa pakaian dalam sehelai pun. Dan posisiku sekarang juga biasa saja. Aku rasa tidak ada yang salah dari posisi tidurku saat ini," ujar Yola.

__ADS_1


"Nah karena kamu hanya pakai handuk kimono saja dengan posisi kamu yang seperti ini membuat salah satu aset kamu itu kelihatan."


"Ehhhh aset aku?" beo Yola yang kini melihat ke arah aset utamanya yang masih tertutup rapat di bawah sana sebelum ia mengalihkan pandangannya ke arah dua buah dadanya itu yang baru ia sadari jika terbuka. Dan hal tersebut justru membuat Yola terkekeh kecil dan tanpa membenarkan penampilannya agar buah dadanya itu tertutup, Yola kembali angkat suara.


"Sekarang aku tau kenapa kamu sempat bengong dan sekarang buang muka karena kamu melihat buah dadaku ini kan. Ya ampun sayang, kalau mau lihat ya lihat saja tidak perlu malu-malu gitu. Toh asetku ini sudah milikmu sekarang. Jadi sudah tidak masalah lagi jika kamu mau melihatnya sampai mata kamu copot sekalipun atau mau berbuat yang lain juga sudah sah-sah saja malah kita akan mendapat pahala. Bodoh-bodoh gini istrimu ini tau tentang mendapatkan pahala saat kita berdua sudah menikah seperti saat ini," ucap Yola.


Jika Yola ditanya malu, tentu saja dia malu jika sebagian badannya yang ia selalu sembunyikan harus di lihat oleh orang lain. Tapi kan ini masalahnya Adam sudah menjadi suaminya yang sudah mendapat hak untuk melihat sebagian tubuhnya yang ia sembunyikan itu. Bahkan laki-laki yang sekarang sudah menyandang status sebagai suaminya itu juga sudah berhak untuk mengauli dirinya. Jadi Yola sebisa mungkin untuk membiasakan jika Adam ingin melihat tubuhnya atau mengajaknya untuk berhubungan badan karena dirinya juga sudah siap jika harus melakukan hal itu.


"Lebih baik kamu pikirkan lagi ucapanmu barusan itu sayang karena aku tidak mau membuat kamu menangis karena menyesal nantinya. Aku tidak mau melakukan hal yang memang mendapat pahala itu jika kamu belum siap," tutur Adam tanpa mengalihkan pandangannya kearah Yola.


Dimana ucapan dari Adam itu membuat Yola kini berdecak. Mungkin dirinya akan berinisiatif lebih agresif untuk membuktikan jika dirinya telah siap lahir batin untuk memberikan hak Adam saat ini juga. Dan karena hal itu, Yola kini bengkit dari posisi tidurnya tersebut lalu merangkak hingga ia kini berada di depan Adam, duduk di pangkuan suaminya dengan tangan yang kini bergerak untuk meraih dua pipi Adam dan membawanya kehadapan dirinya.


Adam yang kini saling berhadapan dengan Yola, jantungnya berdetak kencang dengan nafas yang kian memberat.


"Aku tidak akan pernah menyesal memberikan harta berhargaku yang selama ini aku jaga untuk kamu, suamiku," ucap Yola dengan merasakan jika dirinya tengah menduduki sesuatu yang mengeras di bawah sana.


Dan Yola yang tak bodoh pun tau apa yang tengah ia duduki itu.


"Apa kamu yakin?" tanya Adam kembali memastikan.


"Tentu saja," jawab Yola dengan semu merah di wajahnya.


Dan jawaban dari Yola tersebut langsung membuat Adam merubah posisi keduanya, dimana Yola kini berada di bawahnya.


"Jika memang kamu sudah siap, kita mulai sekarang juga," ujar Adam sebelum bibirnya langsung menyambar bibir Yola dengan salah satu tangan yang bergerak untuk melepas tali handuk kimono tersebut dimana saat tali itu terlepas, tubuh polos Yola akhirnya terekspos juga.

__ADS_1


__ADS_2