
Kini 2 tahun telah berlalu setelah acara pernikahan yang di gelar oleh dua keluarga besar itu, dimana tepat di hari ini merupakan hari persidangan Kenza. Ya, Kenza telah sembuh dari penyakit yang di deritanya beberapa bulan yang lalu dan sesuai dengan kesepakatan yang telah di buat jika setelah sembuh maka Kenza tetap akan menjalani hukuman atas perbuatannya itu.
Dan karena hal tersebut Yola maupun Adam harus menghadiri persidangan itu. Dan kini sepasang suami istri itu telah tiba di tempat persidangan berlangsung dimana bukan hanya mereka berdua yang datang melainkan Tristan serta Heila yang juga merupakan pelapor dari salah satu kasus yang menjerat Kenza itu pun juga telah datang bersama dengan mereka berdua.
Dan dengan langkah yang beriringan mereka berempat tampak memasuki ruang persidangan tersebut. Dimana persidangan akan di mulai 10 menit kedepan.
Sedangkan disisi lain, Kenza yang baru akan keluar dari rumah sakit jiwa pun ia menghela nafas panjang. Ia baru sadar jika dirinya berada di rumah sakit jiwa 1 tahun setelah kabar pernikahan Adam dan Yola, ia ketahui. Saat itu kondisi dirinya sudah bisa mengontrol emosinya namun masih ada niatan untuk membunuh mereka berdua didalam hatinya. Dimana setelah ia tau berita pernikahan tersebut ia sempat berhasil kabur dari rumah sakit jiwa namun ia gagal saat baru akan keluar dari gerbang rumah sakit jiwa tersebut. Dimana saat dirinya di cekal tepat di depan gerbang, ia tak sengaja melihat tulisan yang berada di sebuah pelakat yang tertuliskan RSJ Bina Mulia. Dan dari sana lah ia paham kenapa orang-orang yang menempati yang katanya rumah sementara bagi dirinya itu semuanya terlihat aneh, ternyata dirinya berada di rumah sakit jiwa.
Dan satu bulan setelah kejadian itu, ia bertekad untuk sembuh dari penyakit mental yang dia derita ini dan karena tekadnya tersebut akhirnya beberapa bulan setelahnya ia dinyatakan sembuh dan tepat di hari ini ia akan keluar dari rumah sakit jiwa itu. Tapi dia tau jika keluarnya ia dari rumah sakit jiwa tersebut berarti dia harus siap menanggung semua masalah yang dulu ia timbulkan.
Kenza tersadar dari lamunan panjangnya itu kala ia merasakan sebuah tepukan di pundaknya. Dan setelah dirinya menolehkan kepalanya kearah tepukan tadi berasal, dia bisa melihat jika ada psikiater cantik yang telah berhasil membantu dirinya sembuh dari penyakit mentalnya itu.
__ADS_1
Kenza yang melihat psikiater itu, ia kini berhambur ke pelukan perempuan cantik tersebut dengan mata yang berkaca-kaca.
"Terimakasih banyak atas jasa yang kamu berikan kepadaku. Terimakasih karena sudah berhasil menyembuhkanku. Dan terimakasih atas support yang kamu berikan selama ini kepadaku. Terimakasih banyak," ucap Kenza dari lubuk hatinya yang paling dalam. Bahkan karena hal tersebut, ia kini meneteskan air matanya.
"Kamu tidak perlu berterimakasih kepadaku karena kesembuhanmu itu juga hasil dari kerja kerasmu yang ingin segara sembuh. Dan aku hanya melakukan perkejaanku saja," balas psikiater tersebut.
"Tapi sama saja tanpa bantuan kamu, aku tidak akan bisa pulih seperti ini."
"Baiklah-baiklah aku terima ucapan terimakasih darimu itu. Dan semoga setelah kamu keluar dari rumah sakit ini, kamu menjadi lebih baik lagi. Hadapi semua masalah yang sudah menunggumu didepan sana dengan hati yang lapang. Jangan sampai dengan masalah itu kamu menyerah, itu bukan karakter kamu si pantang menyerah jadi hadapi masalah itu. Jika kamu memang bersalah, tanggungjawablah. Tapi jika kamu tidak bersalah minta keadilan tanpa harus menggunakan kekerasan. Kamu mengerti?" Psikiater tadi melepaskan pelukannya dan kini ia menangkup wajah Kenza yang tampak memerah karena menangis itu.
"Waktu anda tinggal 5 menit lagi nona. Dan lebih baik kita sekarang segara pergi dari sini dan menuju ke tempat persidangan karena 5 menit itu persidangan sudah akan di mulai," ujar salah satu polisi tersebut.
__ADS_1
Kenza kini melepaskan pelukannya setelah dirinya menganggukkan kepalanya untuk membalas ucapan dari polisi tadi.
"Aku pergi dulu. Sekali lagi terimakasih dan do'akan semoga hukuman yang akan aku terima nanti tidak terlalu berat agar kita bisa bertemu lagi di lain waktu," ujar Kenza yang dibalas senyuman serta anggukkan dari psikiater tersebut.
"Kalau begitu aku pergi. Bye." Kenza mulai melangkahkan kakinya menjauh dari psikiater tersebut mendekati kedua polisi yang sudah menunggunya.
"Semangat Kenza!" teriak psikiater itu yang membuat Kenza menolehkan kepalanya kearah psikiater tersebut. Dan ia membalas perkataan dari perempuan cantik itu dengan acungan jari jempolnya.
Dan setelahnya ia kembali melangkahkan kakinya dengan diapit kedua polisi di samping kanan dan kirinya itu hingga dirinya benar-benar keluar dari rumah sakit jiwa tersebut dan sudah masuk kedalam mobil polisi yang akan mengantarkan dirinya ke tempat persidangan dilaksanakan.
Hanya membutuhkan waktu 3 menit saja, dirinya akhirnya telah sampai di tempat persidangan tersebut.
__ADS_1
Saat dirinya turun dari dalam mobil polisi, ia langsung disambut oleh banyaknya wartawan namun ia hanya bisa menundukkan kepalanya sebelum kedua polisi mengawal dirinya untuk masuk kedalam ruang persidangan tersebut.
Dimana saat dirinya masuk kedalam ruang persidangan, semua orang yang sudah berada di dalam ruangan tersebut mengalihkan pandangannya kearahnya. Dan karena hal tersebut tatapan mata Kenza juga Adam tidak sengaja saling bertemu satu sama lain yang membuat tubuh Kenza terasa membeku di tempatnya berdiri saat ini.