
Sudah 30 menit setelah dirinya di pindahkan ke rumah sakit miliknya, Adam baru juga sadar. Ia mengerjabkan matanya dengan berdesis kala dirinya merasakan rasa pegal, sakit, perih dan mual menjadi satu. Dan sadarnya Adam itu membuat Mommy Della langsung berjalan mendekati sang putra.
"Ada yang sakit sayang?" tanya Mommy Della yang membuat Adam kini langsung menolehkan kepalanya kearah Mommy Della.
"Mommy," ucap Adam.
"Ya sayang. Katakan mana yang sakit? Dan tunggu sebentar ya, Mommy panggil Dokter dulu," ujar Mommy Della tapi saat dirinya ingin menekan sebuah tombol yang berada di sisi brankar Adam, tangannya berhenti di udara kala Adam mencegahnya.
"Tidak perlu Mom. Adam sudah baik-baik saja," ucap Adam.
"Kamu yakin sayang?" Adam menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau gitu kamu mau makan apa hmmm biar Mommy nanti buatin di dapur," ujar Mommy Della.
"Nanti saja Mom. Adam cuma mau lihat ponsel Adam dulu, boleh?" Mommy Della menghela nafasnya.
"Baiklah Mommy ambilkan dulu," ujar Mommy Della sembari melangkahkan kakinya menuju ke sofa dimana di sana terdapat barang miliknya dan milik Adam. Btw mengenai Daddy Aiden dan Erland, mereka berdua sudah pergi dari rumah sakit itu karena mereka baru ingat jika saat ini juga mereka ada meeting penting. Dan jadilah Mommy Della sendiri yang menjaga dan menemani Adam di rumah sakit tersebut.
"Ini sayang," ucap Mommy Della kala dirinya sudah berdiri disamping brankar Adam lalu menyerahkan ponsel yang ada di tangannya itu ke tangan Adam.
__ADS_1
"Terimakasih Mom," ucap Adam yang hanya diangguki oleh Mommy Della sebelum wanita paruh baya itu memilih untuk duduk di sofa dan memberikan ruang pribadi untuk Adam.
Adam yang melihat Mommy Della sudah menjauh pun ia segara membuka ponselnya yang sama sekali sangat sepi hanya ada beberapa notifikasi dari Tristan saja dan itu sama sekali tak penting baginya karena yang ia harapkan adalah nama Yola lah yang memenuhi ponselnya. Namun sayang harapannya itu sampai detik ini belum juga kesampaian.
Adam yang tak ingin pantang menyerah pun ia mencoba untuk menghubungi Yola kembali. Namun lagi-lagi sambung teleponnya itu hanya mendapat jawaban dari operator saja. Dan hal tersebut membuat Adam menghela nafasnya.
"Ya Tuhan, sampai kapan Yola akan memblokir nomorku?" gumam Adam.
"Aku tau kamu marah denganku. Tapi aku mohon sama kamu, Yola jika kamu memang sudah tidak mau berhubungan denganku lagi, setidaknya buka blokiran semua akun media sosial milikku. Aku sudah tidak mengharapakan kamu kembali denganku karena aku sadar, aku banyak salah dan tidak pantas untukmu tapi aku mohon izinkan aku terus melihat senyummu, melihat keseharianmu dan melihat kabarmu walaupun hanya lewat media sosial saja. Karena kabarmu jauh lebih penting dari balasan pesanku dan teleponku," sambung Adam masih dengan gumaman lirihnya namun tak hayal gumamnya itu masih bisa didengar oleh Mommy Della.
Dan hal tersebut membuat Mommy Della langsung membuang mukanya dengan air mata yang perlahan mulai menetes. Ia tak menyangka kisah cinta putra pertamanya itu selalu saja gagal.
Sedangkan disisi lain, tepatnya di ruang kerja Tristan, laki-laki itu sedari tadi terus mencoba untuk menghubungi Yola. Sudah berkali-kali ia melakukannya entah itu lewat panggilan manual atau melalui media sosial, semua itu sudah ia lakukan. Namun sayangnya dari berbagai usaha yang ia lakukan itu tak kunjung mendapatkan hasil sama sekali.
"Ya Tuhan. Anak satu ini kemana lagi coba? Nomornya sedari tadi tidak aktif, media sosial miliknya juga terakhir kali aktif 2 hari yang lalu. Astaga, apakah di Skotlandia tidak ada yang namanya WiFi? Jadi dia tidak bisa mengakses semua media sosialnya itu? sialan," dumel Tristan.
Dan karena dirinya sudah benar-benar sebal. Ia memilih untuk mengirimkan sebuah pesan untuk yang kesekian kalinya kepada Yola dan pesan itu masih sama dengan isi pesan yang ia kirimkan sebelum-sebelumnya dimana ia memberitahu Yola akan apa yang telah terjadi dengan Adam saat ini. Dan setelah ia mengirim pesan tersebut, ia bergegas keluar dari ruang kerjanya dan tujuannya kali ini kemana lagi kalau bukan ke ruang inap Adam.
Sesampainya dia di depan pintu ruang inap Adam, ia menyempatkan diri untuk mengetuk pintu tersebut sebelum dirinya membuka pintu itu, dimana saat pintu tersebut terbuka, ia bisa langsung melihat kondisi Adam dari kejauhan yang membuat dirinya tampak terkejut.
__ADS_1
"Astaga, Adam," kagetnya sembari berjalan mendekati Adam yang kini juga tengah menatapnya.
"Kenapa kamu bisa kecelakaan seperti ini? Dan aku dengar-dengar asam lambung kamu juga naik. Astaga, aku tau kamu tengah galau sekarang karena entah memikirkan Yola atau justru memikirkan tentang bagaimana cara kamu kembali ke Kenza. Tapi ya tidak harus sampai telat makan segala kali. Jadinya kamu nyiksa badan kamu sendiri kan," omel Tristan dengan sedikit menyelipkan gurauan di ucapannya tadi.
"Najis aku mikirin perempuan pembuat onar itu. Dan sampai kapanpun aku juga tidak akan pernah kembali lagi dengan dia, karena hanya cari penyakit dan buang-buang waktu berhargaku saja jika aku memang bodoh kembali bersama dia lagi. Dan lebih baik mulai sekarang jangan bahas dia lagi di hadapanku. Aku sudah benar-benar muak dengan dia yang selalu saja menghancurkan hidupku," ucap Adam yang justru membuat Tristan kini merasa bersalah.
"Baiklah-baiklah maafkan aku. Aku juga tidak akan membahas perempuan itu lagi. Dan lebih baik aku tanya, kenapa kamu bisa kecelakaan dan berakhir terbaring disini?" tanya Tristan yang benar-benar kepo dengan kronologi kejadian yang menimpa Adam tadi.
Adam yang mendapat pertanyaan itu pun ia kini menghela nafasnya. Namun tak urung ia mulai menceritakan semuanya kepada Tristan yang membuat kepala Tristan sesekali mengangguk untuk menanggapi cerita tersebut.
"Nahhh dari itu semua, endingnya kamu bisa melihatnya sendiri," ucap Adam mengakhiri ceritanya itu.
"Astaga. Dan bagaimana dengan orang yang berada di mobil lawan kamu itu?" Adam menggedikkan bahunya.
"Mana aku tau. Karena kan aku setelah ditabrak sudah tidak sadarkan diri."
"Iya juga sih. Ya sudah, semoga saja dia baik-baik saja. Dan lebih baik aku memeriksa keadaanmu dulu karena dokter Cristin izin pulang cepat tadi karena anaknya tiba-tiba demam," ujar Tristan yang hanya diangguki oleh Adam.
Tristan yang melihat anggukan dari sahabatnya itu pun ia segara bergerak untuk memeriksa keadaan Adam saat ini.
__ADS_1