Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Ektra Part 4


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Adam kini telah berhenti di parkiran kampus yang selama 5 tahun ini menjadi ladang untuk menimba ilmu bagi Yola. Dimana saat Adam dan Yola telah keluar dari dalam mobil, keduanya langsung melangkahkan kakinya dengan Alesya yang berada di tengah-tengah mereka menuju ke tempat di laksanakannya wisuda tersebut.


"Alesya duduknya sama Dadda ya nak," ucap Yola kala mereka telah masuk dan telah sampai di kursi yang akan di tempati oleh suaminya itu.


Dimana ucapan dari Yola tadi di balas dengan gelengan kepala oleh Alesya.


"No, Sya sya mau cama Bubu," ucap Alesya.


"Tidak boleh sayang. Alesya sama Dadda dulu oke," timpal Adam yang lagi-lagi mendapat gelengan kepala oleh anak perempuan tersebut. Bahkan Alesya sekarang tengah memperlihatkan wajah memelasnya yang membuat Yola tak tega jika harus memaksa sang anak untuk ikut dengan Adam saja.


"Ya sudah iya-iya. Alesya duduk sama Bubu, tapi sebentar saja oke. Nanti kalau acaranya sudah di mulai, Alesya sama Dadda. Gimana, Alesya mau menurut sama Bubu?" ujar Yola.


Alesya yang sebenarnya tak mau menjauh dari Yola itu hmmmm lebih tepatnya tak ingin menjauh dari para laki-laki tampan yang mungkin akan duduk di samping kursi sang ibu pun dengan terpaksa ia menganggukkan kepalanya. Tak apa lah walaupun sebentar setidaknya ia bisa melihat laki-laki tampan, mungkin kata-kata itu yang terlintas di pikiran Alesya saat ini. Karena perlu diketahui jika Alesya memiliki kepribadian yang sama dengan sang ibu yaitu jika dia melihat laki-laki yang tampan ia akan menjadi anak perempuan yang super-duper centil dan tak segan-segan ia dengan beraninya mendekati laki-laki yang menarik di matanya itu. Dan karena itulah Alesya kekeuh ingin duduk dengan sang ibu, karena selain ia bisa melihat laki-laki tampan, ia tak mau berdekatan dengan laki-laki tua yang tengah duduk di samping kanan, depan dan belakang sang ayah.


Yola yang melihat anggukan kepala dari Alesya itu, ia menurunkan Alesya dari pangkuan Adam. Dan sebelum dirinya melangkahkan kakinya, ia sempat berpamitan kepada sang suami dengan cara ia mencondongkan tubuhnya kearah Adam dan saat wajahnya sudah berada disamping telinga suaminya, ia mulai bersuara.


"Aku ke depan dulu. Kamu baik-baik disini. Jangan genit sama perempuan lain apa lagi para tante-tante keluarga mahasiswa/mahasiswi disini. Awas saja jika sampai aku tau mata kamu itu jelalatan, akan aku congkel pakai linggis," ancam Yola yang membuat tubuh Adam dengan seketika merinding semua. Apalagi Yola dengan sengaja menutup ucapannya tadi dengan meniup telinganya yang semakin membuat Adam semakin merinding saja, sebelum akhirnya Yola kini kembali menegakkan tubuhnya dengan senyum termanisnya.


"Aku ke depan dulu, bye Dadda," ucap Yola dengan menggandeng tangan Alesya menuju ke kursinya.

__ADS_1


Dimana perginya kedua perempuan berbeda usia itu membuat Adam menggelengkan kepalanya. Namun sesaat setelahnya diam-diam Adam menerbitkan sebuah senyum misterius sembari bergumam, "Sepertinya dia sudah siap untuk menjadi ibu dua anak. Oke sayang, setelah kita pulang dari sini aku akan memenuhi keinginanmu itu. Tunggu saja saat di rumah nanti."


Saat Adam tengah merencanakan sesuatu, Yola yang telah sampai di barisan tempat duduknya itu, ia langsung disambut dengan Amel.


"Ya ampun keponakan Aunty," ucap Amel histeris. Selalu saja begitu jika sahabat Yola bertemu dengan Alesya.


"Hai Au," ucap Alesya sebagai balasan atas sapaan dari Amel tadi.


"Ya ampun ya ampun gemes banget. Sini, Alesya duduk sini sama Aunty." Amel langsung mengangkat tubuh Alesya dan segera memangkunya.


Dimana saat itu juga Yola mendudukkan tubuhnya disamping Amel yang tengah bercanda dengan Alesya. Sebelum tatapan matanya menatap ke sekelilingnya, ia tengah mencari seseorang yang ternyata belum ia lihat di dalam ruangan tersebut.


"Kenapa La?" tanya Amel.


"Kamu lihat Keni gak? Kok aku gak lihat ya sedari tadi? Apa dia belum sampai?" tanya Yola yang membuat Amel memutar bola matanya malas sebelum perempuan itu memilih untuk kembali bercanda gurau dengan Alesya daripada menjawab pertanyaan dari Yola tadi.


"Mel, kamu---"


"Yola!" Teriak seseorang yang suaranya sangat-sangat familiar di telinga Yola maupun Amel.

__ADS_1


Yola yang dirinya di panggil pun dengan cepat ia menolehkan kepalanya kearah sumber suara yang kini tengah berlari kecil kearahnya.


"Kamu baru datang Ken?" tanya Yola saat Keni telah berdiri didepannya.


"Huftttt iya nih. Nungguin Mama lama banget dandannya. Bahkan nih ya aku tadi mikir kalau aku bakal telat datang. Tapi syukurlah sampai sini acaranya belum di mulai. Apa kamu sudah lama sampai disini?" ucap Keni.


"Belum, baru beberapa menit yang lalu," jawab Yola yang diangguki oleh Keni sebelum perempuan itu mengalihkan pandangannya kearah Amel yang kini tengah bercakap-cakap dengan Alesya tanpa memperdulikan percakapan antara kedua sahabatnya itu.


Namun tak urung Keni kini angkat suara kembali.


"Kalau kamu Mel? Udah dari tadi sampainya?"


1 detik 2 detik hingga 1 menit tak ada tanggapan sama sekali dari Amel, perempuan itu tampak mengacuhkan pertanyaan dari Keni tadi.


"Mel," panggil Keni namun justru panggilannya itu membuat Amel kini menurunkan tubuh Alesya dari pangkuannya.


"Alesya, Aunty ke kamar mandi dulu ya. Nanti kita cerita-cerita lagi oke," ucap Amel.


"Oce Au," balas Alesya yang membuat Amel tersenyum dan dengan tangan yang kini terulur untuk mengelus kepala Alesya sesaat, Amel berdiri dari duduknya kemudian ia mulai melangkahkan kakinya meninggalkan kedua sahabatnya dan Alesya yang tengah menatap kepergian dirinya.

__ADS_1


__ADS_2