Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 31


__ADS_3

Saat pintu itu sudah Adam buka, Yola yang ada di baliknya menampilkan senyum manisnya. Sedangkan Adam, laki-laki itu merubah raut wajahnya menjadi datar kembali. Tapi hal itu tak di perduli dan tak diambil pusing oleh Yola. Toh wajah Adam yang datar itu sudah menjadi makanan sehari-harinya jadi Yola tak kaget lagi. Bahkan perempuan itu tak menyurutkan senyumannya itu saat ini.


"Hay Dokter Adam. Kita bertemu lagi," ujar Yola.


Adam melipat kedua tangannya tepat di depan dadanya dengan menatap wajah Yola dengan malas.


"Ada perlu apa kamu kesini? Tidakkah kamu tadi sedang berpacaran dengan Tristan. Terus kemana kekasihmu itu, apa dia kamu campakkan begitu saja?" ujar Adam yang langsung mendapat gelengan dari Yola.


"Saya dan dokter Tristan tidak memiliki hubungan apapun kok Dok. Tujuan saya kesini tadi tuh mau ketemu sama dokter Adam dan mau kasih makan siang untuk dokter Adam. Ehhhh tapi saat saya sampai di sini dan saya ketuk-ketuk pintu ruangan ini, gak ada satupun sautan dari dokter Adam dan kebetulan Dokter Tristan lewat. Dan kata dokter Tristan, dokter Adam tadi lagi ada operasi jadinya dokter Tristan mengajak saya untuk kekantin dan karena kebetulan saya juga belum makan siang, alhasil saya ikut dokter Tristan. Udah gitu saja. Saya bukan kekasih dokter Tristan yang otomatis saya kekantin tadi tidak mau berpacaran dengan dokter Tristan. Dan Dokter Adam hanya salah paham saja," jelas Yola.


"Halah alasan saja kamu," balas Adam yang tak percaya dengan ucapan Yola tadi.


"Ishhhh saya tidak sedang beralasan dokter Adam. Apa yang saya katakan tadi memang benar adanya. Kalau dokter Adam tidak percaya tanya saja sendiri dengan dokter Tristan. Dokter Tristan sekarang masih di kantin, ayo kita ke sana sekarang juga," ujar Yola. Ingin sekali ia menarik lengan Adam dan membawa laki-laki itu kehadapan Tristan biar Adam tanya sendiri dengan Tristan dan Tristan bisa menjelaskan semuanya yang akan membuat Adam tak lagi salah paham kepadanya. Tapi Yola ingat jika kedua tangannya tengah membawa piring serta lunch bag yang membuat dirinya tak bisa menarik tangan Adam.


"Tidak perlu. Toh itu bukan urusan saya," ujar Adam dengan ketus.

__ADS_1


"Tapi apa yang saya katakan tadi kalau saya tidak memiliki hubungan apapun dengan dokter Tristan memang benar adanya dok. Percaya sama saya deh," ucap Yola.


"Tidak ada gunanya saya percaya sama kamu. Sudahlah saya tidak ingin mendengar ucapanmu yang tak penting itu. Dan lebih baik kamu segara pergi dari sini. Karena selain memanfaatkan rumah sakit sebagai tempat berpacaran, kamu juga sudah mengganggu dokter dan suster yang tengah berisitirahat saat ini," ujar Adam.


"Tapi dok---"


Brakkk!


Belum sempat Yola menyelesaikan ucapannya, Adam lebih dulu menutup kembali pintu ruangannya dengan cukup keras hingga membuat Yola terperanjat kaget.


"Astaga, untung saja aku tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Huh sabar-sabar, orang sabar diterima cintanya sama dokter Adam," gumam Yola dengan menghela nafasnya.


Tapi saat mereka tau jika yang membuat kerusuhan itu adalah Yola, mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya sebelum mereka kembali masuk kedalam ruangan mereka.


Sedangkan Yola, ia kini mengigit bibir bawahnya sebelum dirinya kini berjongkok lalu menaruh piring serta lunch bag-nya tadi diatas lantai sebentar karena tangannya kini bergerak mengambil ponselnya yang berada di tas kecil miliknya. Lalu setelahnya tangan lentiknya mengetik sebuah pesan yang akan ia kirimkan kepada Adam nantinya.

__ADS_1


📨 To : Dokter Tampan Idaman.


Baiklah saya akan pergi dari sini seperti yang dokter Adam minta tadi. Tapi lunch bag ini saya taruh disamping dekat pintu ya dok. Saya harap dokter mau memakannya. Bye dokter Adam sampai ketemu besok dan semangat beraktivitas ❤️


Send...


Setelah mengirimkan sebuah pesan itu kepada Adam, Yola segera menaruh lunch bag-nya diposisi yang ia beritahukan kepada Adam tadi lalu kemudian ia segera mengambil piring berisi makan siangnya sebelum dirinya benar-benar pergi dari depan ruangan Adam.


Sedangkan Adam yang ada didalam yang ternyata laki-laki itu kembali ngedumel terus menerus pun, kini dumelannya itu terhenti saat notifikasi pesan terdengar.


Adam melirik sekilas ponselnya yang berada di atas meja kerjanya dan setelah ia melihat nomor Yola lah yang tertera dilayar ponselnya itu membuat Adam kini berdecak.


"Mau apa lagi dia pakai kirim pesan segala. Mau pamer keromantisan begitu dengan kekasihnya itu? Cihhh, jangan harap aku akan membuka apalagi membalas pesan dari buaya betina itu," gumam Adam. Tapi beberapa saat setelah ia mengucapkan perkataannya tadi, tangannya kini justru bergerak mengambil ponselnya itu lalu segera membuka pesan dari Yola tadi.


Adam tersenyum miring setelah dirinya membaca pesan terakhir yang ditinggalkan oleh Yola itu.

__ADS_1


"Kamu kira dengan kamu meninggalkan makanan itu begitu saja di depan ruanganku, aku akan mengambilnya? Mimpi!" ucap Adam sembari menaruh ponselnya dengan kasar diatas meja hingga membuat Nana yang sedari tadi menundukkan kepalanya tak berani melihat ataupun mencuri-curi pandang kepada Adam kini ia terkejut dan dengan refleks ia menatap kearah Adam yang kebetulan juga tengah menatapnya.


"Apa kamu lihat-lihat saya? Kamu tidak suka karena kamu terganggu dengan suara saya? Jika tidak suka, keluar saja," ujar Adam yang membuat Nana mengerjabkan matanya kemudian ia menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas ucapan dari Adam tadi. Tapi Adam mana peduli dengan gelengan kepala Nana tadi dan dia justru semakin menggerutu tak jelas yang membuat Nana semakin penasaran dengan apa yang tengah terjadi kepada Adam saat ini? Kenapa laki-laki itu hari ini sangat berbeda sekali dari hari-hari sebelumnya? Jika sebelumnya dia lebih banyak diam entah saat dirinya sedang menghadapi banyak masalah sekalipun tapi kali ini laki-laki itu terlihat lebih cerewet dari sebelumnya. Dan kira-kira sudah hampir 30 menit laki-laki itu uring-uringan sendiri, dan jika dibandingkan dengan perempuan PMS, sikap Adam hari ini tak jauh berbeda dari seseorang yang tengah mengalami mentruasi itu. Marah-marah terus bahkan orang yang tak tau apa-apa pun juga terkena semprot oleh-nya dan salah satunya adalah Nana yang hanya melihatnya saja seperti sudah mau di makan oleh Adam. Dan itu benar-benar mengerikan sekaligus membingungkan bagi Nana.


__ADS_2