Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Extra Part 2


__ADS_3

Adam lebih dulu memutus tatapan mata antara dirinya dan Kenza yang membuat Kenza kini menghela nafas lega sebelum dirinya mengalihkan pandangannya kearah Yola dengan senyuman termanisnya sebelum dirinya kembali melangkahkan kakinya menuju ke kursi yang akan ia gunakan nantinya.


Dan beberapa saat setelah dirinya menempati kursi yang berhadapan langsung dengan tempat duduk para hakim, hakim yang akan menangani kasusnya itu kini telah hadir di ruang persidangan tersebut yang membuat seluruh orang yang berada di dalam ruang sidang itu berdiri untuk memberikan rasa hormat kepada hakim tersebut. Dan setelah hakim duduk, barulah mereka juga akan duduk di kursi masing-masing.


"Baik, persidangan hari ini saya nyatakan di buka," ucap hakim tersebut sembari mengetuk palu persidangan.


Dimana ucapan hakim tadi membuat semua orang yang ada didalam ruang persidangan diam dan menyimak persidangan hari ini.


Kini sudah 3 jam waktu persidangan telah berlalu dan saat inilah keputusan sidang di bacakan.


"Maka dari itu saudari Kenza Haruna Putri saya nyatakan bersalah dan akan menjalankan masa hukuman 10 tahun penjara atas kasus percobaan pembunuhan dan 3 tahun penjara atas kasus pencemaran nama baik. Dan karena hal tersebut sidang hari ini saya tutup!"


Tok tok tok!


Kenza yang mendengar masa hukumannya itu ia tampak menghela nafas panjang. Ada rasa kelegaan didalam dirinya saat ia hanya di hukum 13 tahun penjara. Ia pikir dirinya akan di hukum seumur hidup atau bahkan di hukum mati. Namun karena dirinya mengalami gangguan mental akhirnya para hakim memutuskan untuk mengurangi masa tahanannya itu. Bahkan ternyata Tristan yang merupakan pihak pelapor mensetujui akan keputusan hakim tersebut. Dan hal itu benar-benar membuat Kenza bersyukur atas kebaikan Tristan.


Dan setelah penutupan persidangan itu, Kenza langsung di gelandang menuju ke kantor polisi yang diikuti oleh kedua orangtuanya.


Sedangkan Adam, Yola, Tristan juga Heila mereka langsung keluar dari tempat persidangan tersebut.

__ADS_1


"Huh akhirnya selesai juga urusan dengan Kenza," ucap Tristan dengan merentangkan tangannya keatas seakan-akan ia tengah meregangkan otot-otot tubuhnya itu.


"Iya. Tapi syukurlah dia tidak di hukum mati. Aku sempat ketar-ketir tadi dengarnya. Kan kasihan kalau dia di hukum mati atau seumur hidup," ujar Yola yang membuat ketiga orang disana menatap kearahnya.


"Orang begitu ngapain di kasihani sih sayang? Malah di hukum mati lebih baik," ucap Adam yang membuat Yola langsung menepuk lengan suaminya itu.


"Ck, gak boleh gitu ih. Dendaman banget jadi orang. Dia kan melakukan semua kesalahan karena dia tengah kehilangan akal sehatnya jadi sama saja dia tidak melakukannya atas kemauan dia sendiri. Jadi ya kasihan lah kalau sampai dia di hukum mati atau seumur hidup. Kamu jangan gitu lagi ih, gak baik tau," timpal Yola yang membuat Adam memutar bola matanya malas karena dirinya malah kena omel dari istrinya itu.


"Baiklah-baiklah. Terserah kamu saja sayang," ucap Adam akhirnya daripada ia kena omel lebih panjang lagi dari sebelumnya.


"Nah gitu dong, kalau gitu kita pulang aja yuk, kasihan si bocil pasti udah haus," ajak Yola yang diangguki oleh Adam.


"Kapan-kapan saja karena aku harus kembali ke kantor sekarang. Dan mungkin Tristan akan kembali ke rumah sakit. Kalau weekend aku usahain buat main ke sana," ujar Heila yang diangguki setuju oleh Tristan.


"Baiklah. Aku tunggu kalian di rumah. Kita pulang dulu, kalian hati-hati di perjalanan. Dan jangan lama-lama pacarannya, buruan nikah biar si bocil ada temannya," ucap Yola yang membuat Heila dan Tristan hanya bisa tersenyum.


"Doain saja," jawab keduanya yang diacungi jempol oleh Yola. Dimana setelah hal tersebut Yola dan Adam bergegas menuju ke mobil mereka, begitu juga dengan Tristan juga Heila mereka menuju ke mobil mereka masing-masing. Dan ketiga mobil itu satu persatu meninggalkan area parkir tempat persidangan tersebut.


Dan hanya butuh waktu 10 menit, Adam dan Yola telah sampai di rumah pribadi mereka berdua. Dimana saat mereka baru menginjakkan kakinya ke dalam rumah, keduanya langsung di suguhi pemandangan yang benar-benar membuat mereka berdua mengelus dada. Bagaimana tidak mengelus dada jika keadaan di dalam rumah tersebut benar-benar berantakan. Dan mereka tau siapa pelaku dari keonaran di rumah tersebut jika bukan...

__ADS_1


"Bubu!" teriak seorang anak perempuan yang berusia 1 setengah tahun kurang itu yang kini tengah berlari menuju ke arah kedua orangtuanya. Anak itu adalah Alesya Qiansy Abhivandya, putri pertama Adam dan Yola.


"Jangan lari-lari nak, nanti jat---"


Brakkk!


"Huwaaaa!" Baru saja bibir Adam belum selesai mengucapakan kalimat ucapannya, si bayi yang larinya belum sempurna itu akhirnya jatuh juga. Dimana hal tersebut membuat Yola dan Adam langsung berlari untuk menolong anaknya.


Adam langsung membawa tubuh mungil Alesya kedalam gendongannya.


"Kan Dadda udah bilang jangan lari-larian, jatuh kan jadinya," ucap Adam dengan menghapus air mata yang berada di pipi putri tercintanya itu.


Dimana hal tersebut membuat Alesya semakin menangis kencang yang membuat Yola menghela nafas sebelum dirinya kini angkat suara.


"Alesya mau nen gak?" bujuk Yola yang membuat anak perempuan itu langsung terdiam dari tangisannya itu dengan anggukkan di kepalanya.


"Kalau mau nen jangan nangis. Yuk sini sama Bubu," ucap Yola dengan mengambil alih Alesya dari gendongan suaminya itu. Dan setelahnya ia membawa tubuh Alesya menuju ke sofa yang ada di ruang tamu tersebut. Dimana saat ia duduk, seorang baby siter yang terlihat sangat kelelahan itu karena sudah menjaga Alesya yang super duper aktif tersebut kini berjalan mendekati Yola untuk memberikan kain yang akan Yola gunakan untuk menyusui anak pertamanya itu.


"Terimakasih mbak. Dan istirahatlah," ujar Yola dengan senyumannya. Dimana ucapannya itu diangguki oleh baby siter itu sebelum perempuan tersebut bergegas pergi dari sana. Dan tak lama dari kepergian baby siter itu, salah satu art di rumah tersebut datang untuk membereskan kekacauan yang di lakukan oleh Alesya.

__ADS_1


__ADS_2