Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 127


__ADS_3

📱 : "Nikah?" tanya Yola yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Adam.


"Ya, dan kamu mau menikah dengan kekasihmu ini?"


📱 : "Hmmm gimana ya? Memangnya kamu mau memberiku apa jika aku mau menikah denganmu?" tanya Yola. Ia pikir ucapan dari Adam itu adalah candaan semata jadi dia menanggapinya juga dengan gurauan. Tapi bagi Adam pertanyaan dari Yola itu adalah hal serius untuknya.


"Apapun yang kamu mau akan aku berikan," jawaban Adam yang membuat Yola diseberang sana tampak mengangguk-anggukkan kepalanya.


📱 : "Hmmmm baiklah aku minta anak 10, kamu mau? Tapi yang merasakan ngidam dan rasa sakit saat melahirkan itu kamu."


Adam yang mendengar permintaan dari kekasihnya itu ia tampak menelan salivanya. 10 anak yang benar saja? Dia sih sanggup-sanggup saja untuk memenuhi permintaan kekasihnya itu. Tapi ia tak akan tega membuat Yola nanti akan kesusahan untuk melahirkan dan mendidik anak-anak mereka. Walaupun memang dirinya nanti yang merasakan rasa sakit saat melahirkan, tapi tetap saja bukan jika Yola juga akan merasakannya.


"Kamu yakin mau baby 10 sayang?" tanya Adam yang entah kenapa dia justru takut sendiri.


📱 : "Tentu saja. Pasti nanti rumah kita akan ramai dengan tangisan dan celotehan anak kita. Tapi kalau kamu tidak mau ya sudah. Aku---"


"Kata siapa aku tidak mau. Aku nurut saja sama kamu sayang. Mau 10 mau 20 atau mau 100 sekalipun akan aku kabulkan," ujar Adam yang justru membuat Yola tertawa.


"Kenapa kamu malah tertawa? Aku serius ini sayang?" heran Adam.


📱 : "Aku tadi hanya bercanda Kak. Ya kali kita mau punya anak 10 yang ada aku nanti akan stress mengurus mereka. Jadi tanpa kamu setuju untuk memiliki anak segitu banyaknya pun aku mau menikah denganmu. Mau nikah besok, satu Minggu kedepan atau 1 bulan lagi, aku mah oke-oke saja. Lagian niatku mengejar cinta kamu itu kan agar aku bisa bersanding denganmu di pelaminan. Ya kali niatku saat sudah mendapatkanmu malah aku tinggal, kan percuma saja perjuanganku yang penuh lika-liku itu," ucap Yola yang membuat wajah Adam tampak berseri-seri.


"Kamu yakin mau menikah denganku?"

__ADS_1


📱 : "Tentu saja. Dan aku sangat yakin," jawab Yola tanpa keraguan sedikitpun.


"Yesss!" teriak Adam dengan berjingkrak-jingkrak kegirangan. Dan apa yang dilakukan oleh Adam itu membuat Yola terkekeh didalam apartemennya.


📱 : "Tapi jangan lupa izin dulu sama orangtuaku. Siapa tau mereka tidak setuju aku menjadi istrimu." Ucapan dari Yola tadi menghentikan aksi melompat-lompat Adam itu.


"Jika mereka tidak setuju bagaimana? Apa kamu mau nikah secara diam-diam denganku?" tanya Adam. Padahal tanpa di ketahui oleh Yola, ia sudah mengantongi izin bahkan restu dari orangtua kekasihnya itu.


📱 : "Ehhhh enak saja. Tidak. Aku tidak mau nikah secara diam-diam tanpa restu atau izin orangtuaku karena restu mereka itu sangat penting dalam pernikahanku. Dan jika mereka tidak memberikan izin serta restunya maka aku dan kamu tidak akan bisa menikah," ujar Yola yang membuat bibir Adam mengerucut kedepan.


"Yahhhh kok gitu sih."


📱 : "Ya emang harus gitu lah. Biar pernikahan kita nanti dapat ridho dari orangtua kita."


"Hmmmm tapi aku yakin mereka akan memberiku izin dan restu untuk kita. Jadi kita akan bisa bersatu satu bulan lagi," ucap Adam.


📱 : "Sok tau kamu. Belum tentu mereka akan setuju, sayang."


Panggilan Yola itu membuat Adam kini terdiam.


"Coba ulangi lagi kamu memanggilku dengan sebutan apa?" pinta Adam.


📱 : "Sayang?"

__ADS_1


"Sekali lagi!"


📱 : "Ishhhh apaan sih. Udahlah aku mau masak dulu. Dan jangan lupa minta izin Mama sama Papa," ucap Yola dan saat dirinya ingin mematikan sambungan teleponnya itu, Adam mengentikannya.


"Tunggu dulu sayang. Aku mau mendengarkan kamu memanggilku sekali lagi," ujar Adam.


📱 : "Ya Tuhan. Apa sayangku? Sudahlah aku mau masak dulu, aku benar-benar lapar sekarang. Dan sekali lagi jangan terlalu percaya diri kalau orangtuaku mau memberimu restu. Bye sayang, aku tutup dulu teleponnya," ucap Yola sebelum sambungan telepon tersebut terputus.


Dimana terputusnya sambungan telepon tersebut membuat tubuh Adam langsung melorot hingga terbaring di atas ranjang.


"Ya ampun. Lemah banget cuma gara-gara dia manggil sayang saja aku sudah lemas seperti ini. Ya Tuhan tolong percepat waktu biar aku tidak harus menunggu hari pernikahanku itu lama," ucap Adam yang benar-benar tak sabar ingin mempersunting Yola.


"Dan aku sudah tidak tahan untuk menahan rinduku kepadanya walaupun aku tadi sempat menelepon dia tapi rasa rinduku ini justru semakin bertambah. Arkhhhh aku tidak bisa tetap disini, aku harus menemui dia sekarang juga. Aku harus bertemu dengan dia!" ucap Adam dan tanpa mengganti bajunya dengan baju santai terlebih dahulu, Adam berlari kecil keluar dari kamarnya.


Dimana saat dirinya ingin menuju ke pintu utama, dirinya tidak sengaja berpapasan dengan sang Daddy dan sang Mommy. Namun Adam hanya melewati mereka berdua. Dan hal tersebut membuat keduanya menatap Adam dengan keterbingungan mereka. Hingga tubuh Adam kini menghilang dibalik pintu utama rumah tersebut.


"Adam mau kemana?" tanya Mommy Della yang ia tujukan kepada sang suami yang berdiri disampingnya itu.


"Entahlah, aku pun juga tidak tau dia mau kemana. Mungkin dia mau kerumah sakit kali. Ada pasien yang memang membutuhkan jasanya karena kelihatan dari jalannya, dia tampak terburu-buru. Haishhhhh sudahlah, kenapa kita malah menebak-nebak kemana perginya Adam? Dan daripada kita pusing-pusing memikirkannya, lebih baik kita nyantai saja, menikmati suasana malam ini berdua," ucap Daddy Aiden yang telah memeluk pinggang sang istri. Bahkan setelah dirinya mengucapakan perkata seperti tadi, ia mencolek hidung Mommy Della yang membuat wanita paruh baya itu tersenyum.


"Baiklah. Mari kita menikmati malam ini berdua sekaligus untuk mengenang masa pacaran kita dulu," balas Mommy Della yang diangguki oleh Daddy Aiden sebelum mereka berdua kini berjalan menuju ke taman belakang rumah tersebut.


Dan tingkah dari sepasang suami istri itu tanpa sengaja sempat di lihat oleh Erland yang sekarang tengah berdiri tegak di anak tangga rumah tersebut dengan helaan nafasnya.

__ADS_1


"Sumpah demi apapun jika mentalku ini tidak kuat pasti aku akan gila dari dulu karena terlalu sering melihat adegan romantis yang terpampang jelas di depan mataku. Huh, menyebalkan. Awas saja jika aku nanti sudah menikah, aku juga tidak akan segan-segan untuk memamerkan kemesraanku dihadapan semua orang yang ada dirumah ini sebagai bentuk pembalasanku. Lihat saja nanti," gumam Erland yang benar-benar sangat sebal karena selalu saja melihat adegan romantis di rumah itu, tidak hanya dari Mommy Della dan Daddy Aiden saja melainkan dari para art yang sedang jatuh cinta dengan bodyguard di rumah tersebut. Dan hal itu benar-benar sangat menguji iman kejombloan Erland saat ini.


__ADS_2