Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 80


__ADS_3

Saat semua orang tengah mencari keberadaan Yola, perempuan itu ternyata saat ini tengah berada di salah satu hotel yang ada di kota tersebut. Ia sedang tak ingin pulang ke apartemennya apalagi pulang ke rumah dalam keadaan mata yang sembab seperti ini. Dan agar orangtuanya tak khawatir tentang dirinya, ia sudah menghubungi sang Mama jika dirinya malam ini tak akan pulang ke rumah dan karena ia memang sering tidur di apartemennya, Mamanya itu hanya mengiyakan saja dan menganggap dirinya memang tidur di salah satu apartemennya itu, pikir Yola.


Yola yang berada di dalam kamar hotel itu pun ia kini menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong. Ia tak percaya dirinya akan mengalami hal seperti tadi siang. Dan jika dirinya mengingat akan hal tersebut membuat air matanya kembali menetes.


"Aku memang sejahat itu ya? Sudah berani mengobrak-abrik rumah tangga dan hubungan orang lain. Aku memang tidak mau mengakui jika aku ini seorang pelakor. Tapi tanpa aku sadari aku sudah melakukan apa yang dilakukan para wanita penggoda di luar sana. Ya Tuhan, maafkan Yola. Yola tidak bermaksud untuk melakukannya. Hiks," gumam Yola yang sedari tadi terus menyalahkan dirinya sendiri.


"Apa yang harus aku lakukan setelah ini Tuhan? Aku benar-benar takut jika harus muncul di hadapan orang-orang di luar sana. Aku takut mereka akan mencemoohku seperti tadi. Aku juga tidak mau bertemu dengan Kak Adam lagi karena mulai saat ini aku memutuskan untuk tidak mengganggunya lagi, aku tidak mau semakin di cap sebagai perempuan perusak rumah tangga orang. Tapi aku juga tidak bisa terus-menerus berdiam diri disini," sambungnya.


"Apa aku harus pergi sejauh mungkin terlebih dahulu dari negara ini? Agar semua orang melupakan kejadian tadi terlebih dahulu dan agar aku tidak terus memikirkan dan mencoba untuk kembali ke Kak Adam lagi. Ya sepertinya itu ide yang paling tepat yang harus aku lakukan, aku juga perlu menenangkan diriku sendiri untuk saat ini," ujar Yola sembari mengusap air matanya sebelum dirinya melangkahkan kakinya menuju ke ranjang di dalam hotel tersebut untuk mengambil ponselnya yang sengaja ia matikan tadi setelah memberitahu sang Mama jika dirinya tak akan pulang malam ini.


Dan saat ponselnya itu baru saja ia hidupkan, banyak notifikasi telepon dan beberapa pesan masuk kedalam ponselnya itu. Dan jangan tanya lagi nama siapa yang paling banyak muncul di layar ponsel Yola saat ini jika bukan nama Adam.


Yola memejamkan matanya kala baru beberapa detik saja layarnya menampilkan sebuah telepon dari Adam.


"Maaf Kak, aku harus menolak teleponmu karena aku sudah tidak mau berurusan lagi denganmu," ucap Yola dengan menekan ikon telepon berwarna merah itu. Lalu dengan cepat tangannya kini bergerak untuk memblokir nomor Adam dan semua akun media sosial milik laki-laki itu.

__ADS_1


"Bye Kak Adam. Semoga kamu selalu bahagia dengan istri dan anakmu. Maafkan aku yang sudah masuk kedalam rumah tanggamu," gumam Yola sebelum tangannya kini bergerak untuk menghapus semua foto Adam yang ada di ponselnya namun tak urung air matanya lagi-lagi menetes membasahi pipinya itu. Rasa sesak di dadanya pun tak bisa ia abaikan begitu saja karena hal itu benar-benar sangat menyakitkan.


Dan setelah semua yang berkaitan dengan Adam hilang dari ponselnya, ia segara mengubungi Papanya. Dan hanya dengan sekali telepon itu terhubung, telepon itu sudah diangkat oleh Papanya.


📞 : "Halo, ada apa sayang?" tanya sang Papa dari sebrang.


"Halo Pa. Yola boleh minta sesuatu sama Papa tidak?"


📞 : "Sesuatu? Apa itu, nak?"


📞 : "Kamu mau liburan kesana? Terus bagaimana dengan kuliahmu?" tanya sang Papa.


Yola tampak terdiam sesaat, ia sampai tak memikirkan tentang kuliahnya itu karena yang ada di pikirannya saat ini hanyalah segera keluar dari negara itu dan menjauh dari orang-orang yang mencemoohnya karena terus terang saja jika dirinya terus mendapatkan hinaan seperti tadi ia yakin cepat ataupun lambat ia akan terpuruk. Jauh lebih terpuruk di bandingkan saat ini.


📞 : "Yola, sayang. Apa kamu masih disana?" Suara dari sang Papa tadi membuat lamunan Yola buyar seketika.

__ADS_1


"Iya Pa, Yola masih disini. Masalah kampus nanti Yola bisa minta ke Kak Caka buat handle semuanya dan kalau bisa Yola mengikuti mata kuliah lewat online saja. Karena Yola benar-benar ingin ke negara itu sekarang Pa, kan kebetulan Kak Joy juga tengah ada kerjaan di negara itu juga. Jadi Papa tidak perlu khawatir jika Yola akan kenapa-napa di negara itu karena selain Yola bisa menjaga diri Yola sendiri, Kak Joy pasti akan menjaga Yola juga. Jadi bagaimana? Papa setuju dan mengizinkan Yola untuk pergi kan?" tanya Yola dengan harap-harap cemas.


📞 : "Baiklah jika itu mau kamu. Untuk tiket pesawat dan keberangkatanmu biar Papa yang urus. Dan biarkan Mama kamu yang menyiapkan segala keperluan yang akan kamu bawa nanti. Kamu tinggal kasih tau keberadaan kamu sekarang ke Mama, biar Mama nanti antar barang-barang kamu itu. Dan jangan lupa untuk telepon Caka dan telepon Kakakmu juga, kasih tau dia kalau kamu mau kesana biar dia tidak kaget nanti," ujar sang Papa yang membuat senyum Yola kini terbit.


"Terimakasih Papa. Yola sayang banget sama Papa. Kalau gitu Yola tutup dulu ya teleponnya. Love you."


📞 : "Sama-sama sayang. Love you too," ucap sang Papa sebelum sambungan telepon itu tertutup.


Padahal tanpa Yola sadari, jika sang Papa sudah tau semua kejadian yang menimpa dirinya itu dari seseorang yang ia tugaskan untuk mengawasi Yola. Tapi laki-laki paruh baya itu tak ingin membahasnya jika Yola sendiri tak menceritakannya. Makanya, ia tadi langsung mengiyakan permintaan Yola itu tanpa harus berpikir dua kali. Dan tak hanya Papanya saja yang tau akan hal tersebut melainkan Mama Erika pun juga sudah mengetahuinya, makanya saat Adam dan Erland tadi datang ke rumahnya, ia tak memberitahukan keberadaan Yola padahal saat itu ia sudah tau posisi anaknya itu dimana.


Yola yang sudah mendapatkan izin dari sang Papa pun ia kini segera menghubungi Caka untuk menghendle urusan kampusnya itu. Dan tak hanya hal itu saja yang ia bicarakan ke Caka namun ia juga meminta sepupunya itu agar tak memberitahu kepergiannya kepada siapapun.


Caka yang sebenarnya penasaran pun ia hanya bisa mengiyakan saja apa kata sepupunya itu.Toh untuk apa ia memberitahu orang lain jika ia saja tak tau Yola ingin pergi kemana karena sepupunya itu hanya berucap, "Kak Caka, aku minta tolong Kakak untuk membantu aku izin ke dosen mata kuliahku jika mulai besok aku tidak bisa datang langsung ke kampus dan hanya bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar lewat online saja. Karena aku ada urusan penting yang mengharukan aku untuk segara pergi besok."


Hanya itu saja yang di ucapkan Yola, bahkan saat Caka ingin bertanya sepupunya itu mau pergi kemana, Yola tak memberitahunya sama sekali. Dan hal tersebut hanya bisa membuat Caka pasrah saja dan setuju atas permintaan Yola tadi.

__ADS_1


__ADS_2