Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 148


__ADS_3

Posisi mereka masih sama seperti sebelumnya yaitu Yola yang berada di pangkuan Adam. Hingga Yola kini angkat suara kembali.


"Apa kamu tidak memiliki urusan di rumah sakit? Dan kenapa kamu tadi tiba-tiba muncul begitu saja?" tanya Yola penasaran.


Dan pertanyaan dari Yola tadi membuat Adam yang tadi menyandarkan kepalanya di pundak calon istrinya itu kini ia tegakkan kembali.


"Memangnya kenapa kalau aku tiba-tiba muncul di hadapanmu tadi. Apa jika aku tidak muncul tadi kamu akan melakukan adegan romantis dengan laki-laki sialan itu tadi?" Yola yang mendengar jawaban dari Adam itu ia tampak menelan salivanya dengan susah payah.


"Bukan begitu maksudku. Aku hanya penasaran saja. Lagian dengan kedatanganmu tadi aku sangat-sangat bersyukur karena aku langsung terbebas dari laki-laki toxic itu. Toh untuk apa aku mau melakukan adegan romantis dengan dia? Kurang kerjaan sekali jika aku melakukannya," ucap Yola dengan mencebikkan bibirnya.


"Kan siapa tau ada cinta lama bersemi kembali," balas Adam.


"Memangnya kamu mau aku membatalkan pernikahan kita yang hanya tinggal menghitung hari ini? Dan aku kembali dengan dia?" Adam memelototkan kepalanya dengan gelengan kepala.


"Tidak. Apakah kamu punya niatan seperti itu?"


"Jika kamu mengizinkan kenapa tidak. Aku akan membatalkan pernikahan kita ini dan aku akan kembali ke Lukas lagi," ujar Yola bercanda.


"Tidak. Aku tidak memberikan izin kepadamu. Dan jika sampai kamu melakukan hal itu, aku tidak akan segan-segan menculikmu dan membunuh laki-laki sialan itu," ucap Adam dengan ancamannya sembari semakin mengeratkan pelukannya itu yang membuat Yola kesusahan untuk bernafas.

__ADS_1


"Aku hanya bercanda saja. Lagian kamu juga kenapa bicara kalau aku dan Lukas akan mengalami yang namanya cinta lama bersemi kembali. Padahal sudah jelas-jelas kamu adalah calon suamiku. Dan kamu tau, aku tidak suka mendengar kata-kata itu. Kata-kata yang membuatku berpikir negatif tentangmu. Aku berpikir kalau kamu tidak percaya sepenuhnya kepadaku," tutur Yola yang membuat Adam tampak diam-diam menyesal. Entah kenapa dia tadi bisa berbicara seperti itu kepada calon istrinya a sendiri.


"Maaf," ucap Adam.


"Maafkan aku karena sudah berkata seperti tadi. Tapi yakinlah aku 100% percaya denganmu. Kalau aku tidak percaya denganmu, kita pasti akan berpisah jauh-jauh hari sebelum kejadian ini terjadi, dimana beberapa hari yang lalu kita sering bertengkar entah karena kesalahpahaman seperti tadi, entah perbedaan pendapat dan lain sebagainya. Jadi maafkan aku atas apa yang aku lakukan kepadamu tadi. Aku tidak mau berpisah denganmu Yola. Aku tidak mau pernikahan kita batal gara-gara masalah kita ini. Jadi maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf," ucap Adam dimana ucapannya itu tidak ada yang tau jika tersirat akan ketakutannya dimasa lalu yang masih membekas di memorynya. Ketakutan akan pernikahan yang gagal dan ketakutan akan perselingkuhan.


Yola yang tadi hanya diam saja mendengar permintaan maaf dari Adam, ia kini mengerutkan keningnya kala pundaknya merasa basah. Dan karena ia penasaran, dirinya melepaskan pelukan Adam secara paksa untuk memutar tubuhnya agar berhadapan dengan Adam.


Dan setelah dirinya merubah posisi duduknya, ia menangkup kedua rahang tegas calon suaminya itu, membawanya untuk menegakkan kembali kepala Adam yang tadi sempat tertunduk itu.


Betapa terkejutnya Yola kala saat kepala Adam sudah tegak kembali ia melihat ada air mata yang keluar dari mata calon suaminya itu.


Dimana pertanyannya itu dijawab gelengan kepala oleh Adam.


"Katakan kenapa kamu menangis!" ucap Yola dengan tegas. Dan hal tersebut membuat Adam kini meraih tubuh Yola dan memeluknya dimana saat itu juga air matanya kembali mengetes.


"Maafkan aku. Aku tidak mau kehilanganmu. Aku tidak mau pernikahan kita di batalkan. Hukum aku seperti yang kamu mau asal pernikahan kita tetap berjalan dan jangan menduakanku. Hukum aku atas perkataanku tadi. Hukum aku dan maafkan aku," ucap Adam yang membuat Yola kini paham kenapa calon suaminya itu menangis seperti ini hanya karena dia takut kehilangan dirinya dan batalnya pernikahan mereka.


Yola yang sudah paham pun ia tersenyum dengan tangan yang kini bergerak untuk mengelus kepala calon suaminya tersebut.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah aku memaafkanmu, my big baby. Tapi jangan diulangi lagi ya. Ahhhh daripada kita membahas hal ini. Kamu sebaiknya menjawab pertanyaanku tadi," ucap Yola dengan melepaskan pelukan Adam itu namun ia tak turun dari pangkuan calon suaminya tersebut dan memilih untuk menatap lurus kearah wajah tampan calon suaminya itu.


"Aku tadi sebelum ke kampus kamu, aku di telepon oleh Mama buat jemput kamu karena kata beliau kamu tadi berangkat di antar sama sopir Mama. Dimana sopir yang mengantarmu itu tadi tidak bisa menjemputmu karena tiba-tiba mobil yang dia pakai mengalami macet ditengah jalan," jawab Adam sembari mengusap air matanya menggunakan punggung tangannya itu. Benar-benar terlihat seperti anak kecil.


"Ohhhh jadi begitu. Pantas saja aku menunggu dia sedari tadi, dia tidak juga sampai-sampai di kampus. Tapi tak apa, dengan cara seperti itu kita akhirnya bisa bertemu," ucap Yola dengan mengalungkan tangannya di leher Adam sembari menyusupkan wajahnya di leher calon suaminya itu.


Dan posisi seperti itu benar-benar membuat Yola nyaman.


Sedangkan Adam yang sempat tersenyum, senyumannya itu memudar seketika kala dirinya baru menyadari suhu tubuh calon istrinya itu yang tidak normal seperti biasanya.


"Tunggu dulu. Kamu demam sayang?" tanya Adam sembari menyentuh kening Yola dengan punggung tangannya itu.


"Astaga. Suhu tubuh kamu tidak normal sayang. Kamu pindah duduk dulu sebentar oke, aku akan mengambil termometer dulu untuk mengecek suhu tubuhmu juga mengambil obat untuk menurunkan suhu tubuhmu," ucap Adam.


"Aku tidak apa-apa sayang. Itu hanya perasaanmu saja. Suhu di tubuhku biasa-biasa saja. Jadi kamu jangan khawatir. Dan biarkan aku berada di posisi seperti ini," pinta Yola yang mendapat gelengan oleh Adam.


"Kamu sedang tidak baik-baik saja sayang. Dan pindah posisi sebentar saja ya. Nanti disambung lagi kalau aku sudah kembali dengan termometer juga obat penurun panasmu itu," ucap Adam.


"Tidak, aku tidak mau."

__ADS_1


"Ayolah. Cuma sebentar saja sayang." Yola semakin mengeratkan pelukannya itu. Dan hal tersebut membuat Adam menghela nafasnya sebelum akhirnya ia memilih untuk bangkit dari posisi duduknya dengan menggendong Yola ala koala. Mungkin ini akan menjadi permulaan dirinya nanti menghadapi Yola jika perempuan itu tengah sakit. Jadi karena hal itu Adam harus membiasakan dirinya dengan tingkah manja Yola itu mulai dari sekarang.


__ADS_2