
"Kak Erland," beo Yola setelah beberapa menit ia memastikan jika penglihatannya itu benar-benar tak salah.
"Hay Yola," ucap Erland dengan melambaikan tangannya kearah Yola.
Adam yang sedari tadi melihat keterkejutan dari sang kekasih pun ia melanjutkan langkahnya, menggiring Yola semakin mendekati meja makan tersebut. Dimana saat Yola sudah berada disamping Erland, ia kembali angkat suara.
"Kak Er, ngapain disini? Kakak pacarnya adiknya kak Adam ya?" tanya Yola yang membuat Erland memutar bola matanya.
"Enak saja. Gak lah, Kakak disini karena Kakak itu salah satu adik bang Adam. Ya kali Kakak pacaran sama saudara Kakak sendiri kayak gak ada cewek lain aja di luar sana sampai harus melawan hukum alam," ujar Erland.
"Sebentar-sebentar, aku tidak salah dengar kan tadi? Kak Erland salah satu adik Kak Adam?" Dengan mantap Erland menganggukkan kepalanya.
Sedangkan Yola yang masih tak percaya dengan pernyataan dari Erland, ia menolehkan kepalanya kearah Adam yang duduk disampingnya itu.
"Kak apa benar kalau Kak Erland itu adik kak Adam?" tanya Yola.
"Iya Yola. Dia salah satu adik, Kakak. Adik nomor dua dari belakang," ujar Adam yang membuat Yola melongo tak percaya. Bahkan saat ia menatap Mommy Della, Daddy Aiden dan Vivian mereka bertiga ikut menganggukkan kepalanya seakan-akan meyakinkan Yola jika apa yang sudah dikatakan oleh Erland dan Adam itu memang sebuah kenyataan yang belum Yola tau.
"Erland ini pernah Mommy ceritakan ke kamu, Yola jika dia yang memiliki kembaran. Dan sepertinya Mommy tidak perlu mengenalkan kamu lagi dengan dia karena Mommy rasa kalian sudah saling mengenal satu sama lain. Dan untuk perempuan yang berada di sebelah Erland itu adalah Vivian, anak kedua Mommy dan Daddy, adik pertama Adam. Dan untuk tiga lainnya, Mommy akan kenalkan ke kamu kalau mereka sudah berada di negara ini lagi," ujar Mommy Della yang hanya bisa diangguki oleh Yola.
"Kalau begitu lebih baik kita langsung sarapan saja. Dan Yola, Mommy boleh minta bantuan ke kamu?" Yola yang tadi tengah menatap tajam kearah Erland, seakan-akan tatapan tajamnya itu menuntut Erland untuk menjelaskan alasan laki-laki itu menyembunyikan statusnya itu. Kini tatapan matanya berpindah kearah Mommy Della.
"Hmmmm minta bantuan apa ya, Mom?" tanya Yola.
"Bantu Mommy buat ambilin makanan untuk Adam. Soalnya Mommy harus mengurus tiga bayi Mommy yang perutnya sudah meraung-raung," ujar Mommy Della.
"Gimana kamu mau kan bantu Mommy?" Yola menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Baik Mom," tutur Yola sembari berdiri dari duduknya untuk melayani Adam.
Sedangkan Adam dan Mommy Della yang kini tengah saling pandang melemparkan senyuman mereka.
"Mommy memang paling the best dan pengertian," batin Adam sebelum tatapan matanya kini menuju kearah Yola.
"Segini cukup?" tanya Yola yang membuat Adam kini menatap nasi yang sudah ada diatas piringnya itu.
"Sudah cukup," jawab Adam yang diangguki oleh Yola.
"Mau lauk apa?" tanya Yola kembali.
"Apa saja terserah kamu." Lagi-lagi Yola mengganggukan kepalanya lalu setelahnya ia mengambilkan lauk pauk untuk Adam. Dan setelah mengambilkan makanan untuk Adam, ia baru mengambil makanan untuknya sendiri.
Dan dengan keadaan benar-benar hening, mereka semua yang berada di meja makan itu menikmati sarapan mereka masing-masing hingga selesai.
"Mom, Dad. Adam dan Yola berangkat ke rumah sakit dulu," izin Adam yang membuat kedua orangtuanya menolehkan kepalanya kearahnya. Dimana saat mereka melihat kearah Adam dan Yola, sepasang kekasih itu sudah berdiri dan mendekati mereka berdua. Bahkan Adam dan Yola secara bergantian menyalami Mommy Della dan Daddy Aiden.
"Iya Mom. Dan Yola mau mengucapkan terimakasih ke Mommy, Daddy dan semua orang yang ada di rumah ini karena sudah mengizinkan Yola untuk menginap tadi malam," ucap Yola.
"Sama-sama nak. Dan kamu tidak perlu sungkan jika kamu mau menginap disini lagi karena pintu rumah ini selalu terbuka untukmu," balas Mommy Della yang diangguki setuju oleh Daddy Aiden yang membuat Yola kini tersenyum haru. Ia tak menyangka keluarga Adam menerimanya dengan tangan terbuka dan benar-benar sangat baik.
"Ya sudah kalau begitu, Adam sama Yola berangkat dulu. Assalamu'alaikum," kata Adam.
"Waalaikumsalam," balas mereka semua yang ada disana.
Adam dan Yola yang sudah mendengar balasan salam dari orang-orang itu, mereka kini melangkahkan kakinya keluar dari rumah tersebut dengan saling bergandengan tangan yang membuat Erland lagi-lagi iri melihat orang-orang yang bisa beradegan romantis dengan pasangannya. Sedangkan dia boro-boro mau beradegan romantis, orang pasangan saja tidak punya.
__ADS_1
"Pait pait deh nih hidup suruh lihat orang romantisan mulu," gumam Erland sebelum dirinya memilih untuk berjalan mendekati kedua orangtuanya untuk bersalaman.
"Erland juga berangkat kekantor, doakan anakmu ini segera mendapatkan pasangan. Assalamu'alaikum," ujar Erland yang membuat Mommy Della dan Daddy Aiden terkekeh.
"Waalaikumsalam. Semoga segera mendapat jodoh sesuai yang kamu mau ya nak. Semangat!" teriak Daddy Aiden yang di balas acungan jempol saja oleh Erland tanpa menolehkan kepalanya ke belakang ataupun menghentikan langkahnya.
"Vivi juga berangkat deh Mom, Dad. Soalnya doi Vivi juga udah nunggu didepan. Assalamu'alaikum," ujar Vivian sembari mencium pipi kedua orangtuanya itu sebelum dirinya berlari kecil keluar dari rumah tersebut. Dan tingkah Vivian itu membuat Mommy Della dan Daddy Aiden menggelengkan kepalanya. Namun tak urung keduanya menjawab salam dari putri pertamanya itu.
Disisi lain, sedari mereka keluar dari area rumah keluarga Abhivandya, Yola terus menatap Adam yang tengah fokus menyetir itu hingga tatapan Yola itu membuat Adam jadi tidak fokus kearah jalan didepan sana.
"Sayang, biaskah kamu tidak menatapku seperti itu?" Yola dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Tidak."
"Lho kok tidak. Memangnya ada yang salah dengan wajahku ini?" Lagi-lagi Yola menggelengkan kepalanya.
"Kalau bukan itu juga, terus kenapa kamu sedari tadi menatapku? Apa ada hal yang ingin kamu tanyakan?" Yola kini menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu tanyakan saja."
"Oke, aku mau tanya, kenapa Kakak tidak memberitahuku jika Kak Erland itu adik Kakak? Kan Yola jadi malu saat Yola salah mengira jika Kak Erland datang ke rumah keluarga Kakak tadi untuk bertemu dengan adik pertama Kakak tadi. Ihhhh mana malunya sampai sekarang lagi," ujar Yola dengan cemberut.
"Ya kan saat kamu sama Kakak, kamu tidak pernah membahas Erland, sayang. Jadinya ya Kakak tidak memberitahu kamu tentang masalah ini karena Kakak menyangka jika Erland sudah menceritakan tentang hubungan Kakak dan dia kepadamu. Tapi ternyata tidak. Dan kalau kamu mau tanya alasannya kenapa Erland menyembunyikan hubungan kita, lebih baik kamu tanya langsung dengan dia, oke," ujar Adam dengan mengelus kepala Yola.
"Ahhhh Kakak hampir lupa untuk bertanya kamu tentang kedua orangtuamu yang akan pulang kapan?" tanya Adam yang membuat Yola kini mengerutkan keningnya. Namun tak urung ia menjawab pertanyaan dari Adam itu.
"Mama sama Papa pulang 2 hari lagi." Adam mengangguk-anggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Memangnya kenapa Kakak tanya orangtua Yola pulang kapan?" tanya Yola penasaran.
"Tidak kenapa-napa. Kakak hanya mau tau saja," jawab Adam yang diangguki oleh Yola yang percaya saja dengan ucapan sang kekasih itu sebelum dirinya memilih untuk menolehkan kepalanya kearah luar kaca mobil itu. Dan untuk urusannya dengan Erland, seperti yang dikatakan oleh Adam tadi, ia akan bertanya langsung ke laki-laki itu nanti.