Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 66


__ADS_3

"Sial sudah terlambat," ucap Kenza saat pintu ruang UGD tersebut sudah tertutup rapat.


"Tapi tak apa aku terlambat yang terpenting aku sudah sedikit melihat dia yang berarti aku nanti tidak akan pulang dengan tangan kosong."


"Tapi tunggu dulu, aku harus nunggu dia dimana? Disini atau di depan ruangannya? Ahhhh aku tau di dalam ruangannya saja pasti sangat seru, dia pasti terkejut saat lihat aku berada di dalam ruangannya nanti," sambung Kenza dengan senyuman yang merekah di bibirnya.


Dan setelah memutuskan ia mau menunggu ada di dalam ruangan laki-laki itu. Ia bergegas menuju ke ruangan tersebut yang untungnya tak di kunci oleh Adam.


Tanpa mengucapkan kata permisi terlebih dahulu, perempuan itu langsung nyelonong masuk begitu saja dengan mata yang memandangi seluruh penjuru ruangan tersebut.


"Lumayan nyaman juga ruang kerjanya ini," gumam Kenza yang terus berjalan hingga saat dirinya sampai di meja kerja Adam, ia langsung mendudukkan tubuhnya di kursi kebesaran Adam itu dengan senyum yang kembali terlihat kala ia bisa mencium harum Adam yang tertinggal di kursi itu.


"Hanya mencium parfummu saja sudah membuatku hampir gila Adam. Aku benar-benar tidak sabar ingin memeluk dan menciummu. Aku juga tidak sabar melihat reaksimu saat tau ada aku disini," ucap Kenza sembari menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi tersebut.


Sedangkan disisi lain, Yola yang sudah sampai rumah pun ia tersenyum penuh bahagia saat memasuki rumah milik orangtuanya itu.


"Yuhuuuu Assalamualaikum. Yola pulang!" teriak Yola yang membuat Mama Erika memutar bola mata malas.


"Waalaikumsalam. Ini bukan hutan Yola! Jangan teriak!" balas Mama Erika yang berada di ruang keluarga.


Ibu dua anak itu pagi-pagi seperti ini sudah duduk manis saja di ruang keluarga dengan kopi serta cookies yang tersaji di atas meja di depannya.


Yola berlari menuju kearah Mamanya itu lalu setelah sampai ia memeluk tubuh Mama Erika dengan sangat erat.


"Ada apa nih pulang-pulang langsung main peluk-peluk begini? Jangan bilang kamu peluk-peluk Mama begini karena mau minta uang, iya kan?" tuduh Mama Erika yang membuat Yola kini mencebikkan bibirnya sembari melepaskan pelukannya tadi.

__ADS_1


"Ck, Mama mah gitu. Pahala Yola gak lagi pengen minta uang lho karena tadi malam Yola udah minta Papa hehehehe. Tapi Yola sedang tidak mau bahas tentang uang pagi ini karena Yola mau bahas calon menantu Mama."


Mama Erika mendengus sebal, menantu yang mana lagi yang akan Yola bahas kali ini. Jangan sampai menantu khayalan Yola itu yang akan anaknya ceritakan kali ini.


"Menantu yang mana? Lee Min Ho, Kim Soo Hyun, Song Joong Ki, Gong Yoo, Ji Cang Wook, Lee Jong Suk atau Park Seo Joon?" Mama Erika menyebutkan nama-nama yang sering sekali Yola bilang itu adalah kandidat calon menantu alias suami Yola.


"Ck, bukan itu semua Ma."


"Kalau bukan mereka terus siapa? Baru lagi? Aktor Korea mana yang akan kamu akui sebagai kandidat calon suami halumu itu?" tanya Mama Erika.


"Kali ini bukan aktor Korea atau tokoh publik yang bukan merupakan calon suami halu Yola. Tapi kali ini orang yang akan Yola ceritakan memang benar-benar orang di kehidupan nyata yang sepertinya sebentar lagi sudah bisa Yola gapai. Dan orang itu adalah dokter Adam. Dokter yang nanganin Yola waktu Yola kecelakaan itu lho Ma, salah satu putra keluarga Abhivandya. Mama tahu gak?"


"Gak. Mama gak tau," ucap Mama Erika memutus ucapan dari Yola tadi.


Dan benar saja tebakan dari Yola tadi jika Mamanya itu kini tengah memelototkan matanya dengan mulut yang terbuka lebar. Dan hal tersebut membuat Yola kini terkekeh kecil.


"Yola tau kalau Mama tengah terkejut. Tapi jangan sampai mengangga begitu juga kali Ma. Takut nanti ada lalat yang masuk," ujar Yola yang membuat Mama Erika kini menutup mulutnya itu.


"Kamu tidak sedang membohongi Mama kan? Kamu tidak sedang bercanda kan?" tanya Mama Erika yang masih tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Yola tadi.


Yola menggelengkan kepalanya.


"Tidak Ma. Yola tidak bohong ataupun bercanda. Kalau Mama tidak percaya Yola akan menunjukkan berkas-berkasnya."


Tangan Yola kini bergerak untuk mengambil berkas-berkas yang berada di Tote bagnya itu kemudian ia segara menyerahkannya ke pangkuan Mama Erika.

__ADS_1


Mama Erika yang melihat beberapa lembar kertas itu pun ia segara mengambilnya lalu membaca dan melihat secara teliti jika berkas-berkas itu asli bukan palsu.


"Astaga Yola, ini semua asli," ucap Mama Erika yang sepertinya tengah shock itu kala mengetahui anaknya mendapatkan sebuah apartemen elit itu.


"Kan emang asli Ma. Mama gimana sih," ucap Yola yang sepertinya menjadi kesal sendiri.


"Tunggu sebentar. Dia memberimu apartemen ini dalam rangka apa?" tanya Mama Erika penuh selidik.


"Entahlah Yola juga tidak tau Ma. Mungkin bayaran Yola saat Yola merawat dia saat sakit kemarin kali ya?" beo Yola.


"Tidak mungkin. Jika dia memberikanmu sebuah apartemen untuk membayar jasa kamu yang merawat dia kemarin. Atau jangan-jangan apartemen ini memang bayaran tapi bayaran karena kamu sudah ngelakuin ini ono sama dia lagi?" tuduh Mama Erika yang membuat Yola kini mengerutkan keningnya.


"Ini ono apa Ma? Yola gak paham."


"Open BO alias kamu jual---"


"Astagfirullah Mama! Bisa-bisanya anak sendiri di tuduh ngelakuin hal seperti itu. Yola tidak kekurangan tentang sebuah materi Ma karena Mama sama Papa sudah mencukupi hal itu. Jadi untuk apa Yola melakukannya. Astagfirullah nauzubillah amit-amit deh jangan sampai. Kalau memang Yola tidak punya uang Yola memilih kerja serabutan saja daripada kerja seperti itu. Amit-amit jabang bayi," ujar Yola menyangkal apa yang di tuduhkan oleh Mama Erika tadi yang memang sama sekali tak ia lakukan.


Sedangkan Mama Erika yang salah menuduh pun perempuan paruh baya itu kini tengah nyengir, menampilkan deretan gigi putihnya itu.


"Hehehe ya maaf Mama kan tadi hanya menebak-nebak saja. Lagian aneh saja kalau kamu tiba-tiba di kasih apartemen dengan harga fantastis secara cuma-cuma," ujar Mama Erika yang masih tak percaya itu. Dan hal tersebut membuat Yola kini mencebikkan bibirnya.


"Kalau tidak percaya ya sudah. Yang penting apa yang Mama tuduhkan tadi ke Yola itu salah besar. Yola masih perawan tingting dan mahkota Yola akan Yola kasih ke suami Yola nanti. Dan sini kembaliin berkas-berkas itu," ucap Yola dengan menengadahkan tangannya di depan Mama Erika agar sang Mama segara mengembalikan berkas-berkas tersebut ke tangannya.


"Yola mau ke kamar dulu," sambung Yola setelah ia mendapatkan berkas-berkas tadi. Lalu setelah mengucapkan hal tersebut, ia bergegas menuju ke kamarnya meninggalkan Mama Erika yang masih tak percaya dan juga merasa bersalah telah menuduh anaknya melakukan hal yang tidak-tidak.

__ADS_1


__ADS_2