Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 53


__ADS_3

Perempuan tersebut kini merebahkan tubuhnya diatas ranjang kala telah sampai di apartemen pribadi miliknya tanpa melepaskan atribut yang melekat di tubuhnya itu. Menempuh perjalanan sekitar 7 jam lebih membuat dirinya benar-benar sangat lelah.


Sebenarnya ia dan Heila harusnya sampai di negara kelahirannya itu jam 2 pagi tadi tapi berhubung sebelum keberangkatannya tadi, pihak bandara Baijing mengumumkan jika ada sebuah kendala yang mengharuskan penerbangan ditunda sampai 3 jam lamanya. Marah? tentu saja karena perempuan itu harusnya sudah istirahat dari tadi dan dipagi harinya akan menemui kekasih di masa lalunya itu harus tertunda.


Mata perempuan itu kini tertutup sebelum akhirnya terbuka kembali kala mendengar nada dering ponselnya. Dan dengan malas, perempuan itu merogoh tasnya untuk mengambil ponsel tersebut dimana di layar ponselnya menampilkan sebuah nama anak buahnya yang ia tugaskan untuk memata-matai Adam.


"Kenapa?" tanya perempuan itu kala sambungan telepon itu telah terhubung.


📞 : "Apakah nona sekarang sudah ada di Indonesia?" bukannya menjawab pertanyaan dari perempuan tersebut, seorang laki-laki di sebrang justru bertanya balik. Dan hal tersebut membuat perempuan itu mendengus sebal.


"Ya, saya sudah berada di Indonesia. Ada apa kamu telepon saya? Apa ada informasi baru tentang Adam?" tanya perempuan tersebut dengan mata yang tertutup. Terus terang saja ia sekarang sangat mengantuk.


📞 : "Benar Nona. Saya menelepon Nona untuk memberikan informasi mengenai tuan Adam yang pagi ini terlihat keluar dari apartemennya bersama seorang perempuan," ucap laki-laki tersebut yang membuat perempuan itu membuka matanya kembali lalu ia segera melirik kearah jam dinding yang terpasang di kamar tersebut.


"Jam sekarang masih menunjuk angka 6. Tapi Adam sudah pergi dengan seorang perempuan dipagi hari seperti ini?"


📞 : "Benar Nona," jawab laki-laki tersebut.


"Kamu tidak sedang salah lihat kan?" tanya perempuan itu yang masih tak percaya jika Adam keluar dari apartemennya dipagi buta seperti saat ini. Karena ia tau betul laki-laki itu saat dulu bersamanya sangat susah jika disuruh bangun tidur. Ia harus menerornya dengan ribuan pesan bahkan tak jarang ia membangunkan langsung Adam. Dan walaupun laki-laki itu telah bangun ia tak mungkin mau keluar dari rumah ataupun apartemennya di jam yang ia kategorikan masih pagi itu. Dan dia akan keluar di jam-jam mepet masuk sekolah dan mepet jam masuk kerja. Jadi tak mungkin bukan kalau Adam sekarang berubah menjadi lebih disiplin lagi. Karena selama bertahun-tahun dia bersama Adam, laki-laki itu sangat susah ia ubah menjadi disipilin.

__ADS_1


📞 : "Tidak Nona. Saya tidak salah lihat sama sekali," ujarnya yang membuat perempuan tersebut mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Mungkin perempuan yang sekarang tengah bersama dengan Adam, adik dia kali," ucap perempuan tersebut yang masih enggan berpikir negatif di pagi hari seperti ini. Toh ia masih sangat yakin jika tak ada satupun perempuan yang bisa menggantikan posisinya dihati Adam.


📞 : "Bukan Nona. Saya sudah konfirmasi ke Roni tentang perempuan yang saya lihat barusan ini. Dan kata Roni perempuan ini bukan merupakan adik tuan Adam. Roni juga melihat jika setengah hari kemarin perempuan itu berada di samping tuan Adam hingga mereka pulang bareng ke apartemen tuan Adam. Saya kemarin juga saat melihatnya masuk ke apartemen tuan Adam juga menganggap kalau perempuan itu adalah adik tuan Adam karena wajahnya hampir mirip. Tapi taunya tebakan saya itu salah," jelas laki-laki itu.


"Kalau bukan adiknya terus siapa? Kamu cari tau siapa perempuan itu dan segara beritahu saya jika kamu sudah mendapatkan informasinya!" ucap perempuan tersebut.


📞 : "Saya sudah mendapatkan informasi tentang perempuan itu Nona. Perempuan itu bernama Yola," ujarnya yang membuat perempuan tersebut kini mendudukkan tubuhnya.


"Coba kamu ulangi siapa nama perempuan yang sekarang bersama Adam itu!"


📞 : "Yola, Nona. Nama dia Yo---"


Sambungan telepon itu terputus secara sepihak dan jangan tanya siapa yang memutusnya jika bukan perempuan itu sendiri.


"Arkhhhh!" geram perempuan tersebut sembari membanting ponselnya yang tak bersalah itu hingga mengenai kaca meja rias disana yang menimbulkan suara pecahan begitu nyaring hingga terdengar sampai di luar kamar tersebut.


"Sialan! Aku tidak akan membiarkan mereka terus berdekatan. Aku harus bergerak sekarang sebelum semuanya terlambat," gumam perempuan tersebut dengan emosi yang tiba-tiba memuncak.

__ADS_1


Sedangkan di kamar sebelah, Heila yang tengah disibukkan dengan membereskan barang-barang pribadinya itu pun ia sempat terkejut mendengar pecahan kaca serta teriakan yang berasal dari kamar Nonanya itu. Dan karena ia tak mau terjadi apa-apa dengan Nonanya, Heila berlari menuju ke kamar perempuan tersebut. Dan setelah ia sampai didepan pintu kamar itu, ia segera mengetuk pintunya dengan begitu keras.


Tok tok tok!


"Nona, apa nona baik-baik saja didalam?!" teriak Heila dengan tangan yang masih ia gunakan untuk mengetuk pintu itu dengan sesekali ia mencoba memutar kenop pintu itu tapi sayang pintu tersebut tak bisa ia buka alias terkunci dari dalam.


Dan hal tersebut membuat Heila khawatir seketika.


"Nona, buka pintunya!" ucap Heila kembali dan kali ini pintu itu dibuka oleh si pemilik kamar.


Heila sempat terkejut melihat penampilan Nonanya yang begitu berantakan.


"Nona, Nona baik-baik sa---"


"Ikut saya," ucap perempuan tersebut memutus ucapan dari Heila tadi sebelum dirinya kini mulai melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar tapi sebelum dirinya meraih kenop pintu itu, suara Heila masuk kedalam indra pendengarannya.


"Nona mau mengajak saya kemana? Jika nona mau mengajak saya untuk menemui tuan Adam lebih baik Nona memperbaiki penampilan Nona saat ini. Tidak lucu kan kalau Nona akan bertemu dengan tuan Adam untuk pertama kalinya setelah 7 tahun kalian berpisah dengan penampilan Nona yang berantakan seperti ini. Kalau sampai Nona nekat bertemu dengan tuan Adam dengan penampilan Nona ini, saya yakin bukannya membuat tuan Adam terpesona melainkan justru membuat tuan Adam ilfil nanti. Apa nona mau tuan Adam ilfil sama Nona?" Perempuan tersebut tampak menggelengkan kepalanya.


"Kalau tidak mau tunda dulu untuk bertemu dengan tuan Adamnya. Dan lebih baik Nona sekarang mandi lalu setelahnya tidur dulu dan nanti siang barulah Nona bertemu dengan tuan Adam dengan penampilan yang cantik, anggun dan fresh," bujuk Heila. Padahal sebenarnya ia sangat malas mengikuti Nonanya itu pergi saat mereka baru saja sampai di negara ini. Heila juga manusia, dia juga butuh istirahat yang cukup jadi dengan sedikit mengelabui Nonanya akan memberikan sedikit kesempatan baginya untuk istirahat.

__ADS_1


"Bagaimana Nona setuju kan kalau nanti siang saja yang menemui tuan Adam?" Perempuan itu tampak terdiam sebelum ia terlihat menghela nafas panjang.


"Saya rasa apa yang kamu katakan tadi benar jika saya tidak mungkin menemui Adam dengan penampilan saya yang seperti ini. Jadi saya akan setuju dengan ucapanmu tadi. Kalau begitu saya akan membersihkan tubuh saya dan istirahat seperti yang kamu katakan tadi," ucap perempuan tersebut sembari berjalan kembali menuju ke arah kamarnya. Meninggalkan Heila yang kini tersenyum penuh kemenangan karena dirinya bisa tidur beberapa jam nanti.


__ADS_2