Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 52


__ADS_3

Paginya Adam terbangun dengan kondisi tubuh yang lebih sehat dari sebelumnya. Dan saat matanya terbuka, pemandangan yang ia lihat adalah Yola. Perempuan itu semalam ketiduran di atas ranjang bersama dengan Adam.


Adam yang melihat wajah tenang Yola pun ia tersenyum.


"Cantik," gumam Adam yang sepertinya baru menyadari kecantikan Yola itu. Tangannya kini terulur untuk menyingkirkan rambut Yola yang menutupi wajah gadis tersebut. Dan setelah itu, Adam memberikan kecupan di pipi Yola.


"Morning Yola," ucap Adam. Namun sayangnya tak dibalas sama sekali oleh Yola karena perempuan itu masih saja tertidur, tak terusik sedikitpun dengan apa yang dilakukan oleh Adam itu.


Sedangkan Adam setelah memberikan kecupan tadi ia memilih untuk membiarkan Yola tidur, toh saat ini masih pukul 5 pagi. Adam juga merasa kasihan jika harus membangunkan Yola yang semalaman begadang mengurus dirinya yang tengah sakit itu.


Dan saat Adam berniat untuk turun dari ranjangnya, matanya tak sengaja menatap ke sebuah bingkai foto yang kemarin sempat Yola lihat.


Adam memejamkan matanya sesaat dengan kepalan ditangannya sebelum tangannya kini bergerak mengambil bingkai foto tersebut. Lalu setelahnya, Adam berjalan keluar dari kamarnya menuju ke dapur di apartemen tersebut.


Setelah sampai ia segera membuka bingkai foto tersebut, mengeluarkan foto yang sekarang sangat memuakkan jika ia lihat kemudian ia merobek foto tersebut menjadi kecil-kecil sebelum dirinya buang ke tempat sampah. Ia tak perduli jika foto itu ada wajahnya karena dirinya juga sangat muak dengan dirinya yang dulu.


"Kak Adam, ngapain disini?" Suara Yola yang tiba-tiba terdengar membuat Adam langsung memutar tubuhnya jangan lupakan dengan bingkai foto tadi yang sudah ia sembunyikan dibalik badannya.

__ADS_1


"Kok udah bangun?" bukannya menjawab pertanyaan dari Yola tadi, Adam malah tanya balik.


"Yola belum menunaikan kewajiban Kak. Jadinya Yola bangun deh. Oh ya, di apartemen ini ada mukena kan? Yola gak bawa sendiri soalnya, sebenarnya bawa sih tapi di mobil Yola. Ya masa Yola sekarang harus ke rumah sakit buat ambil mukena itu. Dan kalau mau pulang juga lumayan jauh jaraknya yang ada waktu sholatnya udah habis nanti kalau Yola pulang dulu," ucap Yola yang membuat Adam justru menungkikkan alisnya.


"Bukannya kamu punya apartemen disini juga?" Yola tampak menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Dulu punya tapi sekarang sudah tidak punya," jawab Yola.


"Maksudnya?"


"Apartemen itu sudah Yola jual Kak," jawab Yola.


"Hmmmm karena Kak Adam tidak suka jika Yola berada di sekitar Kak Adam waktu itu. Dan karena Yola tidak mau membuat Kak Adam marah, alhasil Yola jual deh apartemennya," jelas Yola yang membuat Adam tampak merutuki dirinya sendiri saat bayangan dimana ia memarahi Yola waktu itu terlintas di otaknya. Dan hal itu membuat Adam benar-benar menyesal sekarang.


"Kalau begitu, biar saya beli lagi apartemenmu itu. Dan mulai nanti kamu tempati apartemen milikmu itu," ujar Adam lalu setelah mengucapkan hal tersebut ia bergegas menuju ke dalam kamarnya kembali meninggalkan Yola yang tengah melongo dengan pikiran yang masih memproses ucapan Adam tersebut. Dan setelah ia paham apa yang dimaksud oleh Adam itu, matanya terbuka lebar dan dengan cepat ia berlari menuju ke dalam kamar laki-laki tersebut. Tapi sepertinya ia telat mencegah Adam agar tak membelikan apartemen itu, pasalnya laki-laki itu sekarang tampak sudah bercakap-cakap dengan seseorang di sebrang telepon.


"Baiklah kalau begitu. Saya tunggu nanti siang di Cafe V&Y," ucap Adam sebelum laki-laki itu memutus sambungan telepon tersebut.

__ADS_1


"Maaf saya tidak bisa mengembalikan apartemenmu yang dulu. Tapi kamu tenang saja karena apartemenmu yang baru berada tepat disamping apartemen saya ini," ujar Adam sembari tersenyum. Dan sebelum Yola memprotes atas apa yang ia lakukan, Adam sudah lebih dulu bersuara.


"Saya tidak mau mendengar penolakan dari kamu Yola. Dan lebih baik kamu sekarang bersih-bersih tubuh kamu itu dan segeralah menjalankan kewajibanmu. Untuk mukena, akan saya carikan di lemari sepetinya ada satu Mukena milik adik saya yang ketinggalan disini. Dan jika saya nanti tidak ada didalam, saya ada di kamar sebelah menunaikan ibadah saya sendiri karena saya tidak mau menjadi imam kamu sebelum kita memiliki ikatan pernikahan yang justru akan membuat kita dosa nanti jika melakukannya hanya berdua saja. Jadi kita ibadah di jam yang sama tapi berbeda tempat dulu untuk sekarang tapi untuk nanti kita akan menunaikan ibadah dalam satu waktu dan satu tempat yang sama," ujar Adam sembari menarik pelan hidung Yola sebelum dirinya beranjak menuju kearah lemari disana untuk mengambilkan mukena milik Edrea lalu setelah mendapatkannya Adam menaruh mukena serta satu sajadah di atas tempat tidur. Kemudian ia segera keluar dari kamarnya itu. Meninggalkan Yola yang masih terdiam dengan debaran di hatinya. Jika Adam sudah berkata seperti itu berarti apa ada kesempatan untuk Yola masuk kedalam hati laki-laki yang sedang ia perjuangkan itu? Jika memang benar, tak sia-sia juga perjuangan Yola selama ini.


Dan kini dengan senyum yang mengembang Yola menuju kedalam kamar mandi untuk bersiap melakukan kewajibannya itu.


Sedangkan disisi lain, tepatnya di bandara Soekarno-Hatta terlihat seorang perempuan cantik berjalan dengan anggun menelusuri lobi bandara tersebut dengan menyeret sebuah koper ditangannya. Ditemani oleh seseorang disampingnya yang merupakan tangan kanannya.


Bahkan banyak pasang mata yang pagi ini berada di bandara menatapnya dengan tatapan penuh puja, mereka seakan-akan terhipnotis dengan kecantikan perempuan itu. Namun tatapan orang-orang itu mana diperdulikan oleh perempuan tersebut. Ia terus berjalan hingga dua orang laki-laki menghampirinya.


"Selamat pagi Nona dan selamat datang kembali ke Indonesia," ucap dua laki-laki itu secara serempak dengan membungkukkan tubuh mereka, memberi hormat kepada perempuan itu yang hanya dibalas anggukan olehnya.


Dan setelah dua laki-laki itu menegakkan kembali badan mereka, perempuan itu langsung menyerahkan kopernya.


"Bawa koper saya dan antar saya menuju ke apartemen," ucap perempuan tersebut sebelum dirinya lebih dulu melenggang pergi menuju ke salah satu mobil yang telah menunggu kedatangannya dan mobil itu yang akan ia gunakan untuk menuju ke apartemen pribadinya itu. Diikuti oleh ketiga orang tadi di belakangnya.


...****************...

__ADS_1


Triple up lagi nih. Jangan lupa buat LIKE setelah membaca ya. Jangan lupa juga untuk meninggalkan VOTE, HADIAH dan KOMEN. Tenang saja komen kalian tetap aku baca kok. See you next eps bye 👋


__ADS_2