Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 76


__ADS_3

Motor Erland kini telah sampai di gedung apartemen yang ditinggali oleh Adam lebih tepatnya ia saat ini berada di basemen. Dan bertepatan dia melepas helmnya, Adam turun dari dalam mobilnya.


Erland yang melihat keberadaan Adam pun ia segera mendekati laki-laki itu.


"Apakah kamu tidak menemukan Yola di apartemen dia yang lama? Dan apa kejadian yang tengah menimpa dia tadi?" Baru saja Erland berdiri didepan Adam, dirinya langsung di todong pertanyaan dari Kakak pertamanya itu.


"Kalau Erland sudah bertemu dengan Yola, tidak mungkin Erland saat ini disini bang. Karena daripada menemui Abang disini Erland lebih memilih untuk menemani Yola yang Erland rasa dia sekarang tengah bersedih dan terpuruk," ujar Erland yang membuat kening Adam mengkerut.


"Terpuruk? Apakah kejadian yang menimpa dia sangat-sangat buruk sehingga memberikan inpas seperti itu?"


"Hmmm, benar sekali kejadian itu benar-benar sangat buruk bahkan Erland yang lihat lewat rekaman saja merasakan rasa sakit hati yang luar biasa apalagi Yola yang mendapatkannya," ujar Erland yang semakin membuat Adam penasaran saja.


"Er, daripada kamu semakin membuat Abang khawatir dengan Yola lebih baik kamu sekarang kasih tau tentang kejadian itu. Karena setelah ini Abang akan melanjutkan untuk mencari keberadaan Yola," ucap Adam tak sabaran.


Erland yang benar-benar melihat raut wajah khawatir yang sangat jelas di diri Adam pun diam-diam ia tersenyum.


"Abang khawatir dengan Yola? Sejak kapan Abang menjadi lebih perduli dengan Yola. Apakah Abang sekarang sudah jatuh cinta dengan perempuan yang dulu sangat-sangat Abang benci itu. Bahkan Abang dulu pernah bilang sama Erland kalau Abang tidak akan pernah jatuh cinta kepada dia. Tapi setelah Erland lihat-lihat Abang saat ini memang sudah jatuh cinta yang berarti tandanya Abang jilat ludah Abang sendiri," ucap Erland.


Adam yang mendengar perkataan dari adiknya itupun, ia tidak mengelak sedikitpun karena semua yang dikatakan oleh Erland itu memang benar adanya. Ia akui jika dirinya kini menjilat ludahnya sendiri saat ini. Ia akui telah kalah dari Yola. Ia akui tak bisa untuk mengabaikan Yola kembali. Dan ia akui dirinya sudah jatuh sejatuh-jatuhnya kedalam pesona seorang perempuan yang 10 tahun lebih muda darinya itu.


"Jangan membicarakan hal itu dulu Erland karena semua itu tidak jauh lebih penting dari keberadaan Yola saat ini. Jadi kamu mau memberitahu tentang kejadian yang melibatkan Yola itu atau tidak. Jika tidak Abang pergi sekarang," ujar Adam yang tak bisa lama-lama berada di tempatnya saat ini dan bercakap-cakap dengan Erland mengenai hal yang ia anggap tak penting itu.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah, Erland akan kasih tau Abang. Erland juga penasaran Abang akan memilih dan membela siapa setelah Abang melihat video rekaman tentang kejadian yang menimpa Yola tadi," tutur Erland dengan tangan yang kini mengambil ponselnya, mencari video rekaman yang ia dapatkan dari mahasiswa tadi dan setelah menemukannya ia segara memutar video tersebut tepat di hadapan Adam.


Adam yang melihat ada seseorang selain Yola yang ia kenali didalam rekaman itu, ia sempat terkejut. Namun ia harus tenang terlebih dahulu dan memilih untuk menyimak rekaman video tersebut hingga selesai.


Reaksi yang diberikan oleh Adam tak jauh berbeda dari reaksi Erland tadi. Setelah laki-laki itu selesai melihat rekaman tersebut kedua tangannya terkepal hingga memperlihatkan urat-urat ditangannya. Bahkan gigi Adam bergemeletuk bertanda jika laki-laki itu sangat marah dengan salah satu perempuan di dalam rekaman tersebut dan perempuan yang berhasil membuat kemarahan Adam memuncak siapa lagi kalau bukan Kenza.


Ia tak menyangka Kenza akan bergerak secepat ini. Perempuan itu memang tidak mencelakai Yola namun justru memfitnah Yola di hadapan teman-temannya. Dimana hal sebelum justru akan membuat Yola akan down, mentalnya akan terguncang dengan orang-orang yang mencemoohnya itu dan hal tersebut justru lebih berbahaya jika dibandingkan kalau Kenza melukai Yola. Karena dengan mental Yola yang terguncang akan membuat perempuan itu melakukan hal-hal tak terduga bahkan lebih parahnya lagi, orang yang mentalnya terguncang tak akan segan-segan melukai dirinya sendiri bahkan sampai ada yang berniat untuk mengakhiri hidupnya. Yang berarti Kenza sekarang tengah menerapkan peribahasa hanya satu kali dayung, dua pulau terlampaui. Sangat pintar dan licik sekali Kenza itu.


"Sialan. Aku akan memberi dia pelajaran setelah aku menemukan Yola nanti. Aku tidak terima jika dia mengklaim diriku ini menjadi suaminya. Karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudi menjadi suami dia," gumam Adam yang masih bisa didengar oleh Erland. Dan hal tersebut membuat Erland menghela nafas lega saat mendengar jika Kakak pertamanya itu tidak membela Kenza dan justru akan memberikan pelajaran ke perempuan itu. Tapi tunggu, sepetinya ada yang ganjal dengan Adam saat ini? Kenapa laki-laki itu tidak memberikan respon terkejut yang luar biasa saat melihat Kenza? Apa sebelum kejadian yang menimpa Yola tadi terjadi, apakah mereka sudah saling bertemu? Entahlah Erland juga penasaran akan hal itu dan daripada dirinya terus bertanya-tanya didalam hatinya lebih baik ia tanya langsung ke orangnya.


"Bang," panggil Erland dengan penasaran.


"Jangan bertanya apapun untuk saat ini. Karena Abang harus segera pergi dari sini," ucap Adam dan saat dirinya sudah membuka pintu mobilnya, suara Erland mengentikan.


"Abang mau cari Yola kemana? Kalau mau ke rumah kedua orangtuanya, Erland ikut karena Erland tau alamat dia," ujar Erland. Dan tanpa mendengar persetujuan dari Adam, Erland berlari menuju ke motornya.


"Ikuti Erland, bang!" teriak Erland saat ia sudah menaiki motornya sebelum dirinya menjalankan motornya itu.


Adam yang sebenarnya penasaran darimana Erland tau alamat rumah kedua orangtua Yola pun, ia harus memendam pertanyaan yang berada di otaknya itu dan dirinya memilih untuk segara menyusul Erland sebelum adiknya itu semakin menjauh darinya.


Kini sudah 20 menit telah berlalu dan akhirnya sepasang Kakak beradik itu kini telah sampai di depan salah satu rumah mewah di sebuah perumahan elit di ibu kota itu.

__ADS_1


"Disini rumah kedua orangtua Yola. Dan biarkan motor sama mobil kita disini saja. Erland jamin tidak akan ada orang yang berani maling kendaraan kita. Dan lebih baik sekarang kita langsung datangi rumah itu saja," ujar Erland yang diangguki oleh Adam.


Dua laki-laki itu kini mendekati pagar rumah tersebut dan setelah sampai tangan Erland bergerak untuk menekan bel di samping pagar tadi.


Dan tak berselang lama setelah bel tersebut berbunyi terlihat pagar tersebut terbuka dan menampilkan salah satu maid dari balik gerbang tersebut.


"Maaf cari siapa ya tuan?" tanya maid itu.


"Hmmmm Yolanya ada dirumah tidak ya bik? Kita berdua teman Yola," ucap Erland.


"Ohhhh Non Yola ya? Entah saya juga tidak tau tuan karena saya sedari tadi ada di belakang tapi kalau di lihat-lihat sepetinya nona Yola belum pulang karena saya tidak melihat mobil nona disini," ujar maid tersebut sembari menatap kearah area rumah tersebut.


"Tapi tunggu sebentar biar saya tanya ke nyonya dulu. Dan lebih baik tuan-tuan masuk saja ya, menunggu didalam," sambung maid tersebut yang mendapat gelengan dari Erland.


"Tidak usah bik. Kita disini dulu saja sebelum bibik memastikan jika Yola benar-benar ada di rumah," ucap Erland yang tak ingin membuang-buang waktu nanti jika harus keluar masuk dari rumah tersebut jika Yola tidak ada di rumah.


"Baiklah kalau begitu tunggu sebentar saya tanya-tanya dulu," kata maid tersebut sebelum ia bergegas masuk kedalam lagi.


Dan 15 menit telah berlalu, akhirnya maid itu kembali lagi dengan nafas yang tersengal-sengal, sepertinya dia tadi berlari kesana-kemari.


"Maaf tuan, nona Yola belum pulang," ucap maid tersebut yang membuat Adam seakan-akan tak memiliki semangat hidup lagi. Ia benar-benar akan menyalahkan bahkan ia tak akan memaafkan dirinya sendiri jika sampai ada suatu hal yang membahayakan nyawa Yola karena secara tidak langsung Kenza melabrak dan melakukan kebohongan yang membuat Yola terpuruk alasannya karena dirinya.

__ADS_1


__ADS_2