Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 50


__ADS_3

Yola yang merasakan perutnya menghangatkan pun ia membuka bantal yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya tadi kemudian ia menundukkan kepalanya untuk melihat wajah Adam.


"Kak," panggil Yola dengan tangan yang ia beranikan untuk mengelus rambut Adam.


Adam yang mendapat elusan itu pun ia sempat terusik dari tidurnya. Namun saat Yola menjauhkan tangannya dari kepala laki-laki tersebut, Adam langsung membuka matanya dan menatap Yola yang kini tampak gelagapan sendiri. Mungkin ia takut dimarahi Adam karena sudah mengusik tidur laki-laki tersebut. Dan saat dirinya ingin meminta maaf, suara Adam lebih dulu terdengar.


"Elus-elus lagi. Jangan jauhkan tangan kamu," ujar Adam sembari meraih tangan Yola dan menempelkan tangan tersebut keatas kepalanya. Lalu setelahnya ia merubah posisinya seperti sebelumnya, kemudian ia segera menutup matanya.


Sedangkan Yola, perempuan itu hanya bisa pasrah saja menuruti kemauan Adam tersebut. Tangannya bergerak untuk mengelus kepala Adam hingga terlihat laki-laki itu kini sudah terlelap kembali.


...****************...


Kini sudah satu jam lebih lamanya Yola mengelus kepala Adam terus menerus. Bahkan rasa kebas di kakinya karena terlalu lama dijadikan bantalan oleh Adam pun sudah ia rasakan sejak 10 menit yang lalu. Ingin sekali Yola membangunkan Adam dan meminta laki-laki itu untuk berpindah tempat. Namun setelah ia melihat nyenyaknya Adam saat tertidur membuat ia tak tega melakukannya.


Yola sudah tak kuat lagi menahan rasa kebas di kakinya itu hingga mau tak mau ia harus memindahkan kepala Adam dari pangkuannya.


Perlahan tapi pasti Yola mengangkat kepala Adam sembari ia menggeser tubuhnya sendiri. Dan setelah posisi tubuhnya sudah lumayan menjauh, Yola memposisikan kepala Adam diatas bantal sofa.


"Huh akhirnya," ucap Yola lega setelah kakinya terbebas dari kepala Adam. Sekaligus ia juga lega karena tidur Adam sama sekali tak terusik oleh apa yang ia lakukan tadi.

__ADS_1


Yola menatap wajah damai Adam yang kini begitu pucat itu.


Yola meringis saat punggung tangannya menyentuh kening Adam yang terasa begitu panas.


"Kalau dia demam begini, mana tega aku mau meninggalkan dia sendirian disini. Ya sudahlah aku malam ini disini saja nungguin dia. Sekaligus rawat dia, siapa tau setelah aku rawat, dia jadi jatuh cinta sama aku hehehehe," gumam Yola sebelum dirinya kini beranjak dari sofa tersebut setelah dirasa kakinya sudah lumayan mendingan lalu setelahnya ia berjalan menuju ke dapur apartemen milik Adam.


Dan satu kata yang menggambarkan apartemen tersebut dari pertama kali Yola masuk hingga saat ini yaitu kata bersih. Ya, apartemen yang Yola yakini kalau sekarang jarang sekali Adam tempati itu terlihat sangat bersih sekali. Apa mungkin Adam mempekerjakan seseorang untuk selalu membersihkan apartemennya itu? Entahlah Yola juga tidak tau.


Tangan Yola kini bergerak membuka kulkas dihadapannya saat ini, ia menghela nafas saat didalam sana hanya ada telur dan minuman dingin saja. Padahal niatnya ke dapur tadi bukan hanya untuk mengambil air hangat yang akan ia gunakan untuk mengompres Adam, tapi ia juga ingin masak sesuatu untuk ia makan bersama Adam nanti malam.


"Kalau tau aku tadi diajak kesini. Aku beli bahan makanan sekalian," gumam Yola sebelum tangannya menutup kembali pintu kulkas tersebut. Dan dirinya memilih untuk segera mengambil air hangat. Lalu setelah itu ia segera kembali ke samping Adam.


"Masa iya aku harus ngompres Kak Adam pakai sapu tangan bekas ingusku sih? Ishhhh gak gak gak, gak boleh. Gak sopan tau Yola ishhhh," gerutunya.


"Terus aku harus cari dimana dong? Apa aku cari di dalam kamar Kak Adam aja ya? Tapi apakah sopan aku masuk kedalam kamar orang lain tanpa izin dulu?" ucap Yola dengan bimbang.


"Haishhh udahlah gak papa. Ini kan juga untuk dia. Toh aku masuk juga mau ambil kain atau handuk kecil saja tidak untuk mencuri," ujar Yola sebelum dirinya kini berjalan menuju ke dalam kamar Adam.


Yola perlahan membuka pintu tersebut yang tak di kunci oleh Adam. Dan saat dirinya sudah masuk, harum khas milik Adam langsung menyambutnya.

__ADS_1


"Duhhhh betah banget aku kalau disuruh lama-lama disini," gumam Yola terlena akan keharuman yang membuatnya candu itu. Namun beberapa saat setelahnya, ia menggelengkan kepalanya.


"Fokus cari kain Yola. Jangan berpikir yang tidak-tidak," ucapanya lalu setelahnya ia memilih untuk segara menuju ke dalam kamar mandi. Mungkin disana ia bisa mendapatkan apa yang ia butuhkan itu.


"Nah ketemu," ucap Yola dengan senyum bahagianya saat dirinya menemukan sebuah handuk kecil berwarna biru muda yang terletak didalam lemari kecil di kamar mandi itu. Namun yang membuat Yola gagal fokus saat ini adalah sebuah huruf di handuk tersebut.


"A&K," beo Yola.


"Inisial nama siapa ini? Apa ini inisial nama Kak Adam dengan seseorang? Atau jangan-jangan ini sovenir pernikahan yang Kak Adam dapat? Sepetinya sih ini memang sebuah sovenir saja. Haishhhh bodoamat lah yang penting ini handuk bisa aku gunakan untuk mengompres Kak Adam," ucap Yola lalu setelahnya ia bergegas keluar dari dalam kamar mandi tersebut dengan senyuman di bibirnya. Namun saat langkah kakinya ingin menuju ke pintu keluar, matanya tak sengaja melihat sebuah bingkai foto yang terletak di atas nakas samping tempat tidur milik Adam.


Yola yang penasaran karena didalam bingkai foto itu terdapat foto dua orang di sana pun ia kini berjalan mendekati bingkai foto tersebut.


Yola mengambil foto tersebut, menatapnya sembari menelisik wajah dua orang foto itu.


"Yang laki-laki ini Kak Adam, terus siapa perempuan di sampingnya ini?" tanya Yola pada dirinya sendiri yang tentunya tak akan mendapatkan jawaban yang benar.


"Apa dia salah satu Adiknya Kak Adam ya? Kan Mommy Della dulu pernah bilang kalau Kak Adam itu punya adik 5 dan dua diantaranya adalah perempuan. Hmmmm sepertinya memang dia adiknya dehhh fotonya aja konyol begini jadi tidak mungkin kalau perempuan ini pacarnya," ucap Yola menebak.


"Tapi adiknya Kak Adam cantik juga. Gak heran lagi sih, orang Mommy Della aja juga masih awet muda dan cantik walaupun udah berumur. Jadi kecantikan dari Mommy Della menurun ke anaknya. Huh kalau membahas tentang kecantikan mommy Della dan putri-putrinya membuatku jadi insecure," gumam Yola sembari menaruh kembali bingkai foto tersebut. Kemudian setelahnya ia memilih untuk keluar dari dalam kamar tersebut. Takut jika dirinya berlama-lama didalam kamar orang, sang pemilik kamar alias Adam bangun dari tidurnya lalu memergoki dia dan berakhir dirinya akan kena marah dengan tuduhan yang tidak-tidak.

__ADS_1


__ADS_2