Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 107


__ADS_3

"Sialan. Anak itu kenapa harus mengusik hidup Adam lagi. Apa dia tidak tau jika nasib masa depannya sekarang tengah terancam? Dan apa dia tidak tau se-bahaya apa keluarga Abhivandya itu? Aku takut jika masalah 7 tahun yang lalu juga akan mereka laporan ke pihak berwajib sebagai konsekuensi yang Kenza dapatkan karena tidak menepati perjanjian yang telah di buat dulu. Ya Tuhan lama-lama aku bisa gila mengurusi anak nakal itu," batin Om Harun pusing sendiri memikirkan anaknya itu.


Ia pun sekarang mengakui jika yang di ucapkan oleh ketua polisi tadi jika anaknya trouble maker karena kenyataannya memang seperti itu.


Om Harun kini menghela nafas panjang sebelum dirinya kembali angkat suara.


"Jika saya tidak di izinkan untuk membawa anak saya untuk pulang. Biarkan saya bertemu dengan dia," ujar Om Harun dengan nada suara yang sudah turun. Dimana ucapannya itu diangguki oleh ketua kepolisian tersebut.


"Baiklah. Saya akan memberikan anda izin untuk mengunjungi anak anda," ucap ketua polisi itu sembari berdiri dari duduknya.


"Mari," ajaknya yang membuat Om Harun berdiri dari duduknya lalu mengikuti langkah ketua kepolisian tersebut. Hingga mereka berdua sampai di salah satu ruangan yang dijadikan untuk pihak keluarga atau kerabat yang akan bertemu dengan narapidana.


"Silahkan duduk dulu. Saya akan menjemput anak anda dulu," ujar ketua kepolisian tersebut yang diangguki oleh Om Harun sebelum ketua polisi tersebut pergi dari hadapannya menuju ke penjara dimana didalam penjara itu hanya ada Kenza seorang saja.


Dan lagi-lagi kehadiran pihak kepolisian itu langsung mendapat tatapan tajam dari Kenza.


Tapi ketua kepolisian tersebut hanya mengabaikannya saja sebelum tangannya kini bergerak untuk membuka gembok penjara tersebut yang membuat Kenza tersenyum lebar.


"Kamu sudah sadar kan jika aku memang seharusnya keluar dari tempat menjijikkan ini. Huh dari tadi kek," ujar Kenza dengan senang hati.


"Anda salah mengartikan. Saya membuka gembok penjara ini bukan untuk membebaskan anda melainkan ayah anda ingin bertemu dengan anda." Kenza yang tadinya tersenyum dengan seketika senyumannya itu hilang dan berganti dengan ekspresi wajah garang seperti sebelumnya.

__ADS_1


Tapi sesaat setelahnya ia merubah ekspresinya lagi sebelum dirinya angkat suara.


"Tunggu sebentar, Ayahku kesini?" Ketua kepolisian yang sudah membuka pintu sel tahanan itu pun ia menganggukkan kepalanya.


"Beliau sudah menunggu anda di ruang berkunjung," ujar ketua kepolisian tersebut. Dan saat tangannya ingin memborgol kedua tangan Kenza, Kenza lebih dulu menghindar.


"Jangan pegang-pegang. Tangan kamu banyak bakterinya. Toh aku juga tidak akan kabur dari sini karena aku yakin Papa kesini untuk menebusku agar bebas dari tempat menyebalkan ini. Jadi lebih baik kamu sekarang kasih tau dimana ruang berkunjung itu?" Ketua kepolisian itu hanya bisa menghela nafas sebelum dirinya melangkahkan kakinya terlebih dahulu dari Kenza. Kenza yang paham pun tanpa bertanya terlebih dahulu ia langsung mengikuti langkah ketua kepolisian tersebut. Sedangkan di belakangnya ada dua polisi yang berjaga-jaga takut Kenza akan melarikan diri nantinya.


Mereka terus berjalan hingga sampailah Kenza di salah satu ruangan dimana saat dirinya tiba di ruangan itu ia bisa melihat sang Papa duduk di depan sebuah kaca yang memisahkan antara mereka berdua.


"Papa," ucap Kenza sebelum dirinya berlari lalu ia mendudukkan tubuhnya di kursi, berhadapan dengan sang Papa yang hanya terpisahkan dengan kaca di hadapan mereka berdua.


Tak hanya Om Harun saja yang melakukannya, melainkan Kenza pun juga turut mengangkat telepon tersebut dan ia tempelkan ke salah satu telinganya.


"Papa, Papa kesini mau membebaskan Kenza kan?" tanya Kenza yang membuat sang Papa justru menatap dirinya dengan tajam.


"Tidak. Papa tidak akan menjamin kamu untuk bebas dari penjara ini. Karena pihak pelopor tidak mau kamu bebas bersyarat. Dan Papa dengar dari ketua kepolisian disini jika kamu juga membuat masalah dengan Adam? Benar begitu Kenza?" Kenza tampak berdecak dengan cebikkan di bibirnya.


"Tidak. Kenza tidak membuat masalah apapun dengan Adam," ujar Kenza. Benar bukan, jika ia berucap seperti itu karena memang dirinya tidak pernah membuat masalah dengan mantan kesayangannya itu. Tapi dia membuat masalah dengan Yola yang dimana Adam malah yang tidak terima.


"Jangan berbohong Kenza. Jika kamu tidak membuat masalah dengan Adam, kenapa dia melaporkanmu dengan kasus pencemaran nama baik? Ya Tuhan, demi apapun Papa lama-lama gila karena mengurusmu yang tidak bisa Papa atur. Sudah Papa katakan berkali-kali kepadamu, Kenza. Kamu jangan pernah mengusik hidup keluarga Abhivandya lagi terutama Adam karena itu sangat beresiko dengan masa depanmu. Tapi kenapa kamu sangat susah Papa bilangin!" geram Om Harun. Mungkin jika Kenza bukan darah dagingnya, ia sudah menenggelamkan anak nakal itu ke laut lepas agar dimakan hiu sekalian. Sudah cukup dirinya bersabar menghadapi anaknya itu yang benar-benar menguras tenaganya. Dia harus lebih keras lagi untuk mendidiknya.

__ADS_1


"Pa, kan Kenza tadi sudah bilang kalau Kenza tidak membuat masalah dengan Adam ataupun salah satu keluarga Abhivandya."


"Kalau memang begitu jelaskan kenapa Adam sampai melaporkanmu!" sentak Om Harun yang membuat Kenza terkejut.


"Papa, Papa menyentak Kenza?" tanya Kenza tidak terima.


"Kenza tegaskan sekali lagi jika Kenza tidak pernah membuat masalah dengan keluarga Abhivandya termasuk Adam. Kenza waktu itu hanya memperingati salah satu mahasiswi untuk tidak berhubungan dengan Adam karena Adam selamanya hanya milik Kenza. Kenza tunangannya dan akan menikah dengannya! Adam hanya untuk Kenza bukan untuk orang lain apalagi untuk perempuan sialan itu!" balas Kenza dengan bentakan pula yang ia tujukan kepada sang Papa tanpa rasa takut sedikitpun.


"Jangan membual Kenza. Kamu sendiri yang menghancurkan hubungan kalian dulu jadi jangan berharap untuk kembali kepadanya lagi. Kamu hanya mantan tunangan dia yang sampai kapanpun tidak akan pernah bisa bersama dia lagi. Karena didepan mata kepala Papa sendiri Adam bersumpah untuk tidak membuat kisah cinta bersamamu lagi. Jadi berhentilah membual karena sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa bersamanya. Dan kamu tidak bisa melarang perempuan manapun untuk bersanding dengan Adam!" ucap Om Harun.


"Tidak! Kenza yang akan tetap bersanding dengannya. Kenza yakin Adam masih menyukai, menyayangi dan cinta dengan Kenza! Jadi sampai kapanpun kita akan tetap bersama! Adam hanya milik Kenza! Apapun caranya akan Kenza lakukan termasuk menyingkirkan perempuan yang berada di dekat Adam! Atau jika perlu Kenza juga akan menyingkirkan dan membunuh keluarga Abhivandya karena Adam sudah tidak membutuhkan orang-orang tidak berguna yang melarang kita berhubung lagi seperti dulu. Dan itu juga berlaku untuk Papa yang terus melarang Kenza untuk tidak mendekati Adam lagi! Yang terus menyalahkan Kenza dan menuduh Kenza yang merusak hubungan antara Kenza dan Adam dulu! Tidak, Kenza tidak pernah merusak hubungan itu. Kerusakan itu disebabkan oleh anak sialan itu yang tiba-tiba hadir di rahimku. Kenza akan membunuh anak sialan itu juga. Kenza akan membunuh semua orang yang menghalangi Kenza untuk tetap bersama dengan Adam! Kenza akan membunuh kalian semua! Kenza akan membunuh kalian semua untuk mendapatkan Adam kembali! Arkhhhh!"


Brakkk!


Prankkk!


Kenza membanting telepon yang berada di tangannya itu tepat di kaca yang menjadi penghalang antara dirinya dan sang Papa. Tak hanya itu saja, kursi yang sempat ia duduki tadi juga ia lempar hingga membuat kaca itu pecah dan mengenai sang Papa.


Tapi Kenza mana peduli dengan hal itu, sudah dia bilang bukan jika dia akan menyingkirkan orang-orang yang menghalanginya untuk mendapatkan Adam kembali termasuk Papanya sendiri.


Kenza terus mengamuk, apapun yang berada di jangkauannya menjadi sasaran untuk melupakan emosinya itu. Hingga keributan tersebut membuat sebagian polisi disana turun tangan untuk mengamankan Kenza. Sedangkan sebagiannya lagi langsung melarikan Om Harun ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


__ADS_2