Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 146


__ADS_3

Kini hari-hari telah berlalu, persiapan untuk acara pernikahan yang tinggal 5 hari itu sudah 99% terselesaikan hanya tinggal membagikan kartu undangan untuk tamu yang akan mereka undang itu. Adam dan Yola selaku calon mempelai pria dan wanita itu mereka beberapa hari ini sudah jarang sekali bertemu karena padatnya urusan mereka masing-masing, dimana selain mengurus pernikahan mereka, mereka berdua juga harus membagi waktunya untuk ke rumah sakit bagi Adam dan untuk ke kampus bagi Yola. Bahkan sudah terhitung 2 hari ini mereka tidak bertemu walau sedetik saja dan komunikasi mereka juga tidak seintens sebelum-sebelumnya. Namun walaupun begitu mereka masih menerapkan sistem saling percaya satu sama lain, walaupun sering terjadi cekcok kecil diantara mereka beberapa hari ini setidaknya mereka bisa menyelesaikan masalah mereka dengan cepat bahkan di hari itu juga.


Dan kini Yola yang semalam hanya tidur 3 jam saja karena banyaknya orang yang datang kerumahnya silih berganti untuk mengkoordinasi masalah pernikahannya itu dan ia juga tetap harus mengecek setiap kartu undangan pun dengan loyo ia berjalan menelusuri lobi tersebut dengan tangan yang kini memijat pelan pangkal hidungnya itu.


"Sumpah demi apapun aku menyesal tidak menuruti apa yang dikatakan Mama tadi malam untuk tidak ikut dalam mengecek acara pernikahanku itu. Huh," gumam Yola dengan helaan nafasnya saat merasakan pusing di kepalanya yang ia rasakan sedari tadi pagi hingga saat ini. Dan karena hal tersebut, ia sampai tidak mendengarkan dosen waktu mengajar tadi. Semua materi kuliah tadi tak ada satupun yang nyantol di pikirannya.


"Kalau tau urusan nikah bakal serumit ini, aku minta Kak Adam untuk meminangku setelah aku lulus kuliah dulu kemarin. Tapi nasi sudah menjadikan bubur tidak mungkin acara yang hanya tinggal menghitung hari itu harus dibatalkan. Huh tapi tak apa, ini semua juga merupakan keinginanku. Jadi, ayo Yola semangat. Karena bukan kamu saja yang tenaga dan pikirannya terkuras, pasti Kak Adam juga merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan. Dan lebih baik kamu sekarang segera pulang biar bisa mengistirahatkan tubuhmu yang sudah loyo ini," ucap Yola dengan memberikan semangat kepada dirinya sendiri itu.


Kemudian setelahnya, ia melanjutkan langkahnya menuju ke gerbang kampusnya, menunggu sopir Mamanya datang menjemput dirinya karena tadi pagi kondisinya tak memungkinkan jika dia harus menyetir mobil sendiri. Dan karena hal itu ia dengan terpaksa harus menggunakan jasa sopir pribadi sang Mama.


Sudah 10 menit Yola berdiri di samping gerbang kampus tersebut namun selama itu juga ia tak melihat jika sopir sang Mama sudah datang. Dan hal tersebut membuat dirinya yang sudah merasa pusing semakin pusing saja. Hingga karena ia merasa tak kuat untuk berdiri, ia memutuskan untuk berjongkok saja.


5 menit berlalu, namun masih tidak ada tanda-tanda ada orang rumah yang menjemputnya. Hingga keningnya kini berkerut saat ia melihat ada sebuah tangan yang terulur di depannya. Dan hal tersebut membuat Yola menengadahkan kepalanya. Dimana saat ia melihat orang tersebut, ia berdecak dan memilih untuk menundukkan kepalanya kembali.


"Kenapa jongkok disitu? Pegang tanganku, aku akan bantu kamu untuk berdiri," ucap laki-laki tersebut yang diabaikan oleh Yola.

__ADS_1


"Yola. Ayo berdiri," ucapnya lagi. Namun Yola masih membungkam mulutnya. Hingga hal tersebut membuat laki-laki tersebut berdecak sebal dan dengan kurang ajarnya, laki-laki itu menarik pelan lengan Yola yang mau tak mau membuat Yola berdiri.


Yola yang sempat terkejut itu ia langsung menangkis tangan laki-laki tersebut agar menjauh dari lengannya.


"Kamu apa-apaan sih, Lukas? Ngapain pegang-pegang hah? Kita bukan mahram ya ingat itu," tutur Yola dengan galaknya.


Dan ucapan dari Yola tadi membuat laki-laki yang bernama Lukas itu memutar bola matanya malas.


"Aku hanya bantu kamu buat berdiri saja apa salahnya? Toh kalau kamu terus berjongkok seperti tadi, kamu terlihat seperti pengemis tau gak," ucap Lukas dengan tangan yang kini bersedekap dada.


"Mau terlihat seperti pengemis kek mau gak kek itu bukan urusanmu. Jadi lebih baik kamu jauh-jauh dariku sekarang juga. Maaf kamu sudah tidak levelku lagi," ujar Yola yang terlihat sangat marah kepada laki-laki dihadapannya itu, laki-laki yang pernah ia kejar cintanya sebelum dia bertemu dengan Adam. Dan respon dari laki-laki itu yang diberikan untuk Yola sangat-sangat kasar jauh lebih kasar dari Adam. Jika Adam hanya berupa ucapan yang meninggi dan ancaman saja tapi berbeda dengan Lukas yang sering membully dirinya habis-habisan di depan banyak orang bahkan tak hanya sekali Yola dilukai fisiknya oleh laki-laki bejat di hadapannya ini. Hingga akhirnya Yola sadar jika dirinya memang tidak bisa melanjutkan aksinya untuk mendapatkan cinta dari Lukas tersebut dan memilih untuk mundur.


"Hahaha dari tatapan matamu yang melihatku dengan berbinar seperti ini saja sudah membuktikan jika omonganmu tadi salah besar. Kamu masih sangat menyukaiku bukan tapi kamu dengan sengaja mengatakan hal itu karena kamu tengah melakukan tarik ulur agar aku bisa luluh dan jatuh ke pelukannya," ucap Lukas yang sepertinya ia tidak tau kabar jika Yola akan menikah itu karena memang beberapa bulan ini ia pergi ke luar negeri dan hanya mengikuti kelas secara online dan ia baru kembali saat ini.


Dan dengan bersuara Lukas terus mendekati Yola hingga punggung Yola kini membentur tembok pembatas gerbang tersebut.

__ADS_1


"Menjauhlah dariku sialan. Sebelum aku berteriak," ucap Yola yang justru membuat Lukas menyunggingkan senyumannya.


"Apa kamu tidak melihat jika di sekitar sini sekarang sudah sepi. Berteriak lah karena teriakanmu itu tidak akan bisa didengar oleh dosen dan mahasiswa/mahasiswi lain yang tengah berada di dalam kelas mereka. Dan untuk mereka berdua, mereka tidak akan bisa menolongmu karena mereka tau siapa diriku. Ahhhh satu lagi, orang-orang yang tengah berlalu lalang pun mereka tidak akan pernah peduli dengan urusan kita. Jadi berteriak lah jika mau berteriak," ucap Lukas dengan tangan yang kini tengah membelai pipi Yola sebelum Yola menangkis tangan Lukas cukup keras hingga saking kerasnya, tangannya sampai membentur gerbang besi di sampingnya itu.


"Awsss," erang Yola dengan memegang tangannya yang sangat-sangat sakit itu.


Dimana hal tersebut membuat Lukas langsung mengambil tangannya.


"Astaga. Apa sakit?" tanya Lukas tiba-tiba terlihat sangat panik itu dengan memberikan usapan lembut di tangan Yola.


Dimana saat tangan Yola mendapatkan elusan tangan tersebut bertepatan dengan itu pula sebuah mobil yang sedari tadi memperhatikannya dari kejauhan berhenti di depan kedua orang itu.


Yola yang melihat mobil tersebut, ia melebarkan matanya dan dengan cepat ia menarik tangannya dari genggaman Lukas.


Dimana bertepatan dengan hal itu, kaca mobil yang berada lurus didepan Lukas dan Yola itu turun dan memperlihatkan seorang laki-laki dengan ekspresi datarnya tengah menatap Yola maupun Lukas sebelum ia angkat suara.

__ADS_1


"Masuk sekarang!" perintah laki-laki itu yang tak lain adalah Adam yang tentunya ucapannya itu ia tunjukkan untuk Yola.


Yola yang mendengar nada suara Adam yang berbeda itu, ia tampak menelan salivanya dengan susah payah sebelum dirinya dengan cepat berlari dan masuk kedalam mobil calon suaminya itu tanpa memperdulikan Lukas yang ingin mencegah kepergiannya itu.


__ADS_2