
Saat di rumah sakit tengah mengurus Om Harun. Disisi lain, seorang gadis cantik dengan buru-buru ia menelusuri lobi bandara menuju ke mobil yang sudah menunggu kedatangannya itu.
Ia mengedarkan matanya kala dirinya telah keluar dari lobi bandara itu untuk mencari keberadaan mobil pribadi yang di kirimkan oleh sang Papa untuk menjemputnya. Sebelum akhirnya ia kembali berlari saat dirinya sudah melihat mobil tersebut.
"Pak, ke apartemen ya," ucap orang tersebut kala dirinya telah berada di samping mobil tersebut dimana ada sang sopir yang berdiri disana.
"Baik Non," balas sopir tersebut sebelum dirinya bergerak menuju ke bagasi mobil, meletakkan koper bawaan sang nona. Dan setelah meletakkan barang bawaan sang nona, ia ikut masuk dan langsung menjalankan mobilnya itu menuju ke lokasi yang di inginkan sang Nona.
Tapi tanpa mereka sadari jika mobil mereka kini tengah diikuti oleh seseorang dari belakang.
"Telepon tuan besar. Katakan kepada beliau jika kita sudah menemukannya," perintah laki-laki yang tengah menjadi sopir mobil itu yang langsung dilakukan oleh rekannya.
Satu kali, dua kali hingga ketiga kalinya masih saja telepon darinya tak diangkat oleh tuan besarnya. Hingga telepon yang keempat kalinya, akhirnya telepon itu terhubung.
"Halo tuan," sapa laki-laki itu.
📞 :"Ya? Ada apa?" tanya seseorang dari sebrang.
"Kita ingin melaporkan ke tuan jika kita berhasil menemukan orang yang beberapa hari ini kita cari keberadaannya."
Tuan besar yang ada di sebrang mengerutkan keningnya kala mendengar ucapan dari anak buahnya itu.
📞 : "Tunggu dulu, maksud kamu. Kalian menemukan Yola gitu?" tanya tuan besar itu dan siapa lagi kalau bukan Daddy Aiden. Dan ya, perempuan yang mereka ikuti itu adalah Yola yang baru kembali ke tanah air sebelum saatnya dia kembali.
Erland dan Adam memang sudah tau posisi Yola sebelumnya itu ada dimana makanya mereka berdua langsung menyuruh semua anak buah mereka untuk menghentikan pencariannya. Sedangkan Daddy Aiden yang memang belum tau dan tidak diberitahu oleh Erland maupun Adam, ia terus melakukan pencarian Yola hingga saat ini.
"Benar tuan," jawab anak buah Daddy Aiden.
📞 : "Kamu yakin yang kalian lihat itu memang Yola? Buka orang lain yang mirip dengannya?"
"Tidak tuan. Kita tidak salah lihat dan gadis itu benar-benar Yola. Dan kita sekarang juga tengah mengikuti kemana mobil yang didalamnya ada Yola itu pergi," jelas anak buah Daddy Aiden tersebut.
Dan ucapan dari anak buahnya itu kini membuat Daddy Aiden menghela nafas lega sebelum dirinya kembali angkat suara.
📞 : "Baiklah, kalau begitu kalian terus ikuti mobil Yola sampai kalian tau lokasi pasti Yola," perintah Daddy Aiden.
__ADS_1
"Baik tuan," balas dua anak buah Digo yang tengah mengikuti mobil Yola itu.
Dan ucapan dari dua anak buah Daddy Aiden tadi menutup sambungan telepon dari kedua orang tersebut. Lalu setelahnya mereka berdua memilih untuk kembali fokus dengan target mereka.
Sedangkan Daddy Aiden, ia kembali menghela nafas panjang dengan menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya itu.
"Huh akhirnya masalah tentang hilangnya Yola berakhir juga," ujar Daddy Aiden. Tapi sesaat setelahnya, Daddy Aiden menegakkan tubuhnya kembali dengan tangan yang kini bergerak untuk menelepon anaknya, siapa lagi jika bukan Adam orangnya.
Adam yang masih berada di rumah sakit untuk menemani Juwita menunggu sang suami di pindah ke kamar inap pun ia langsung merogoh ponselnya di saku celananya saat ia merasakan ada getaran disana.
"Daddy," beo Adam yang membuat Juwita yang duduk disampingnya menolehkan kepalanya kearahnya.
"Ada apa?" tanya Juwita.
"Ahhhhh tidak ada apa-apa Tante. Adam izin angkat telepon dulu," ucap Adam yang diangguki oleh Juwita.
Adam kini melangkahkan kakinya menjauh dari depan UGD tersebut untuk mengangkat telepon dari sang Daddy.
"Halo Dad. Ada apa telepon Adam?" tanya Adam.
"Daddy masih melakukan pencarian Yola?"
📞 : "Tentu saja."
"Dan Daddy memperluas pencarian sampai keluar negeri?" tanya Adam.
📞 : "Ya enggak lah. Daddy masih mengerahkan anak buah Daddy untuk mencari Yola di negara ini saja belum ke luar negeri. Toh untuk apa Daddy nyuruh anak buah Daddy untuk memcari Yola jauh-jauh di negara orang, wong Yola-nya saja ada di negara ini." Adam terdiam untuk mengolah perkataan Daddy Aiden di dalam otaknya itu.
"Erland bilang kalau Yola sekarang tengah berada di Skotlandia untuk menenangkan diri dia. Tapi kenapa Daddy bilang dia menemukan Yola di negara ini?" batin Adam bertanya-tanya.
📞 : "Dam, kamu masih disana kan?" Ucapan dari Daddy Aiden itu membuat Adam tersadar dari pertanyaan-pertanyaan di otaknya itu.
"Ya Dad, Adam masih disini kok. Tapi tunggu dulu Dad, Daddy tadi bilang kalau Daddy sudah menemukan Yola. Apa Daddy yakin jika orang yang anak buah Daddy lihat itu adalah Yola?" tanya Adam untuk memastikan.
📞 : "Hmmmmm entahlah, Daddy juga tidak tau pastinya. Tapi kata mereka, orang itu memang Yola. Mereka tidak salah lihat," jawab Daddy Aiden.
__ADS_1
📞 : "Dan mereka sekarang lagi mengikuti mobil Yola. Kalau nanti mereka sudah tau pasti posisi dimana Yola, mereka akan mengirimkan alamatnya ke Daddy dan Daddy nanti akan kasih alamat itu ke kamu," tambah Daddy Aiden.
"Baiklah kalau begitu. Nanti Adam akan memastikan sendiri apakah yang dilihat oleh anak buah Daddy itu benar Yola atau orang lain, jika anak buah Daddy sudah mengirimkan alamat dimana Yola berada."
📞 : "Ya memang harusnya begitu. Dan Daddy telepon kamu hanya untuk memberitahu kamu tentang hal itu saja. Kalau begitu Daddy tutup dulu teleponnya," ujar Daddy Aiden.
"Baik Daddy. Sebelumnya terimakasih sudah membantu Adam untuk mencari keberadaan Yola."
📞 : "Sama-sama Dam. Sudah dulu ya, Daddy mau lanjut kerja selagi menunggu anak buah Daddy ngasih kabar tentang Yola."
"Baik Dad, semangat. Assalamu'alaikum."
📞 : "Waalaikumsalam."
Ucapan salam dari Daddy Aiden itu menutup sambungan telepon tadi. Dan hal tersebut membuat Adam menatap lurus kearah ponselnya yang masih berada di tangannya itu.
"Apa mungkin Yola sudah kembali? Tapi kata Erland, dia akan kembali satu bulan lagi. Haishhhh entahlah. Lebih baik aku nanti ke lokasi dimana anak buah Daddy melihat Yola untuk mematikannya sendiri. Dan semoga memang benar, Yola sudah kembali ke negara ini karena jujur saja aku sudah benar-benar merindukannya. Dan aku akui jika aku benar-benar sudah jatuh sedalam-dalamnya ke dalam pesona Yola dan ini adalah karma untukku yang dulu sempat menyia-nyiakan dia," ucap Adam penuh dengan harapan yang besar untuk bisa bertemu Yola secepatnya.
Dan saat tangannya kini sudah memasukkan ponselnya ke dalam saku celana dan Adam pun mulai melangkahkan kakinya kembali ke ruang tunggu. Di tengah langkah kakinya suara ponselnya berdering yang membuat dirinya dengan cepat merogoh kembali ponselnya, dimana ia langsung melihat sebuah pesan dari Daddy Aiden yang sudah mengirimkan alamat dimana Yola sekarang berada.
Adam yang sudah membaca pesan tersebut pun ia dengan cepat berlari kecil menuju ke arah Juwita untuk berpamitan terlebih dahulu kepada wanita paruh baya tersebut.
"Tante," ucap Adam kala dirinya sudah berdiri dihadapan Juwita.
"Ya? Kenapa Dam?" tanya Juwita.
"Adam mau izin pergi dulu. Tante tidak apa-apa kan kalau disini sama Pak Mamat?" tanya Adam.
"Ehhhh tidak apa-apa Adam. Kalau Adam mau pergi, pergi saja, tidak apa-apa Tante disini sama Pak Mamat," ujar Juwita.
"Baiklah kalau begitu Adam pergi dulu ya Tante. Assalamu'alaikum," ucap Adam sembari menyalami tangan Juwita.
"Waalaikumsalam. Kamu hati-hati dijalan." Adam menganggukkan kepalanya.
"Adam pergi dulu," ucap Adam sebelum dirinya bergegas pergi dari hadapan Juwita itu menuju ke alamat yang baru saja ia dapatkan.
__ADS_1