
Setelah sambungan telepon itu terputus, Erland langsung berlari keluar dari kamarnya dan tujuan utamanya saat ini adalah ke kamar Adam.
"Bang!" teriak Erland menggema memenuhi lantai dua rumah tersebut.
"Abang buka pintunya!" teriaknya lagi dengan gedoran pintu yang ia lakukan.
"Bang Adam buka!" Karena tak sabaran, Erland terus berteriak dan menggedor pintu kamar Adam itu hingga akhirnya Adam membuka pintu kamarnya itu.
"Astaga Er. Kenapa teriak-teriak? Kasihan orang-orang rumah kalau sampai waktu istirahat mereka terganggu gara-gara teriakanmu itu," omel Adam.
"Ck, iya-iya Erland minta maaf. Dan hal itu tidak penting untuk kita bahas sekarang bang, karena ada hal lain yang lebih penting dari itu," ujar Erland.
"Hal penting apa yang kamu maksud?" tanya Adam.
"Erland tau dimana Yola sekarang berada." Ucapan dari Erland itu membuat mata Adam terbuka lebar. Namun sesaat setelahnya ia menggelengkan kepalanya.
"Kamu pasti lagi ngerjain Abang kan? Sudahlah Er, jangan bercanda sama Abang karena hal yang bersangkutan dengan Yola benar-benar tidak lucu untuk saat ini. Dan jangan berniat untuk membohongi Abang," ujar Adam yang membuat Erland kini berdecak sebal. Padahal ia memang tau dimana Yola sekarang berada tapi Adam malah menuduh dirinya berbohong dan sedang bercanda, menyebalkan sekali Kakak pertamanya itu.
"Demi apapun Erland sedang tidak bercanda ataupun berniat membohongi bang Adam. Erland benar-benar tau dimana Yola sekarang berada karena Erland habis telepon dia tadi."
"Apa? Kemu teleponan dengan dia?" tanya Adam dengan nada suara tak suka.
Erland yang melihat raut wajah Adam yang berubah tak mengenakkan pun ia nyengir kuda dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
__ADS_1
"Jangan berburuk sangka dulu bang. Aku sama Yola memang sebenarnya sudah saling kenal setelah kita tidak sengaja bertemu di rumah sakit waktu itu dan waktu Abang masih menolak kehadiran Yola mentah-mentah. Aku tidak ada niatan lain selain berteman dengan dia saja. Tidak ingin merebut dia dari Abang. Jadi Abang tenang saja oke, karena adikmu ini tidak akan pernah menjadi pembinor di hubungan orang lain," jelas Erland yang tak ingin terjadi kesalahpahaman antara dirinya dengan Adam.
"Kamu yakin?" Erland menganggukkan kepalanya.
"Iya bang. Astaga gak percayaan banget sama adiknya sendiri," ujar Erland.
"Baiklah, Abang percaya sama kamu. Jadi dimana Yola sekarang berada?" tanya Adam.
"Di Skotlandia," jawab Erland yang membuat Adam terkejut.
"Skotlandia?" Erland menganggukkan kepalanya.
"Astaga, jauh sekali. Sebegitu marahnya dia dengan Abang, Er? Sampai dia pergi sangat jauh dari jangkauan Abang," ucap Adam dengan raut wajah yang begitu sedih.
"Erland yakin, dia sebenarnya tidak lagi marah sama Abang tapi dia pergi hanya untuk menenangkan diri dia sendiri. Abang juga tidak salah dalam kejadian tempo hari yang lalu. Semua itu diluar dugaan kita semua bukan hanya Abang sendiri. Dan Yola yang mendapat tuduhan itu untuk pertama kalinya, dia shock dan untuk memenangkan dirinya sendiri ya dengan cara dia menjauh dari orang-orang yang menyudutkan dan menyalahkan dirinya yang sebenarnya tidak salah itu. Jadi Abang jangan menyalahkan diri Abang lagi. Ini semua bukan salah Abang tapi lebih tepatnya salah wanita gila itu yang sudah menyebar fitnah kesemua orang," ujar Erland mencoba untuk memenangkan Adam.
"Tapi Abang tetap merasa bersalah dengan Yola, Er. Jika saja Abang tidak memiliki mantan gila seperti Kenza itu. Pasti Yola akan baik-baik saja dan tetap stay disini sama Abang," ucap Adam yang benar-benar menyesal.
"Takdir seseorang itu tidak ada yang tau bang. Mungkin jika Abang dulu tidak mengukir kisah dimasa lalu dengan Kenza, di masa saat ini mungkin Abang juga tidak akan bertemu dengan Yola. Jadi semua yang sudah Abang lalui itu atas izin Allah. Dan jadikan semua itu pelajaran dan Erland ingatkan sekali lagi, Abang jangan menyalahkan diri Abang sendiri," ujar Erland.
"Dan daripada Abang nyalahin diri Abang sendiri lebih baik Abang mikirin apakah Abang mau nyusul Yola ke Skotlandia atau tidak. Tapi kalau boleh Erland kasih usulan nih ya mending Abang jangan nyusul dia. Biarkan dia menenangkan diri dia dulu. Dan Abang tunggu dia kembali saja," tutur Erland.
"Memangnya dia akan kembali?"
__ADS_1
"Kata Yola tadi dia akan kembali 3 Minggu atau 1 bulan lagi." Ucapan dari Erland tadi membuat Adam mengusap wajahnya frustasi. Ingin sekali ia saat ini langsung terbang ke negara dimana ada Yola disana. Tapi apa yang dikatakan oleh Erland tadi ada benarnya juga jika dia harus memberikan Yola ruang untuk menenangkan dirinya sendiri.
"1 bulan tidak lama, bang. Jadi sabar saja oke," ujar Erland dengan menepuk-nepuk bahu Adam. Dan ucapannya itu hanya bisa diangguki oleh Adam.
"Abang akan sabar menunggu dia kembali. Dan ada satu hal yang perlu Abang tanyakan ke kamu, Er." Erland mengerutkan keningnya.
"Tanya apa?"
"Kamu tau tentang Abang yang buat laporan ke pihak kepolisian tentang pencemaran nama baik yang Abang tujukan ke Kenza kan?" Tanya Adam.
"Ohhh tentang itu. Ya, Erland tau bahkan Mommy sama Daddy pun juga sudah tau semuanya," jawab Erland.
"Kalau kamu tau, bagaimana perkembangan atas kasus itu? Apakah sudah ada putusan hakim tentang hukum yang Kenza dapatkan atau tidak?" Erland menghela nafas panjang sebelum dirinya menjawab pertanyaan dari Adam itu.
"Belum ada keputusan apapun tentang kasus itu bang. Boro-boro proses hukum dimulai, orang Kenzanya saja tidak segara ke kantor polisi setalah surat panggilan pertama dan kedua pihak polisi layangkan ke dia. Tapi Abang tenang saja, kata Daddy dan Uncle Husein tadi, pihak kepolisian besok akan mendatangi lokasi dimana Kenza berada dan saat itu juga mereka akan menangkap paksa Kenza," ujar Erland yang diangguki oleh Adam.
"Dan karena Erland sudah menyampaikan apa yang Erland ketahui tentang keberadaan Yola, Erland kembali ke kamar dulu bang. Dan ingat jangan menyalahkan diri Abang lagi. Jangan berpikir yang macam-macam tentang Yola karena Yola baik-baik saja disana. Abang juga tidak perlu cemas lagi sekarang. Dan satu lagi kalau bisa Abang jangan galau. Malu ih umur udah kepala tiga masih saja galau tentang cinta. Contoh Erland nih bahagia terus tanpa galau-galau club," ucap Erland berbangga diri.
Dan ucapannya itu membuat Adam justru memutar bola matanya malas.
"Iya bahagia, orang kamu lagi jomblo. Gak ngaca dulu saat kamu masih SMA, galau sampai nangis gara-gara cintanya di tolak sama perempuan yang juga ternyata sama gilanya dengan Kenza," balas Adam yang membuat Erland mencebikkan bibirnya.
"Dulu Erland khilaf bang. Udah ahhh Erland mau ke kamar dulu," ujar Erland dan setelah mengucapkan hal tersebut ia berjalan menuju ke kamarnya meninggalkan Adam yang melihat kepergiannya itu dengan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1