Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 65


__ADS_3

Sedari dirinya keluar dari area apartemen tadi, perasaan Adam tak enak. Namun laki-laki itu tak tau akan ada hal apa yang akan terjadi kepada dirinya itu. Ia hanya merasa bahwa akan ada sesuatu yang sangat besar yang akan ia alami hari ini.


Dan selama perjalanan ke rumah sakit itu ia selalu menghela nafas panjang untuk menenangkan dirinya sendiri dan mencoba menghalau rasa gundah yang tengah melanda hatinya itu. Hingga akhirnya mobil yang ia kemudikan telah sampai di parkiran rumah sakit.


"Astaga, ada apa dengan perasaanku ini? Ya Allah, jangan sampai ada sesuatu menakutkan terjadi hati ini. Lindungi semua orang yang ada di sekitarku. Lindung orang-orang yang hamba sayang ya Allah dimanapun mereka berada. Aamiin," ucap Adam yang kini tengah mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya itu sebelum ia segera keluar dari mobilnya.


Dan dengan langkah lebar Adam berjalan menuju ke arah ruang kerjanya. Saat dirinya sudah sampai di ruangannya itu hal pertama yang ia cari adalah ponselnya yang kemarin sempat tertinggal di sana.


Dan saat dirinya sudah menemukan ponselnya itu, ia menghela nafas kala mengetahui jika daya baterai ponselnya itu masih 50%. Dan tanpa memperdulikan riwayat telepon tak terjawab dari Tristan yang mencapai puluhan itu bahkan hampir mencapai angka 100 dan puluhan pesan yang masuk kedalam ponselnya, tangan Adam justru langsung meluncur mencari kontak nomor Yola. Dan setelah ia menemukan nomor Yola, ia segara menghubunginya untuk memastikan jika perempuan itu tengah baik-baik saja disana.


Adam menghela nafas lega saat sambungan teleponnya itu terhubung dan tak berselang lama suara Yola masuk kedalam pendengarannya.


📞 : "Halo Kak. Ada apa? Apa Kakak sudah sampai di rumah sakit?" tanya Yola dengan begitu cerewet.


Dan hal tersebut justru membuat hati Adam sedikit merasa tenang hingga sebuah senyuman pun juga turut terukir di wajah laki-laki itu.


"Tidak ada apa-apa Yola. Kakak telepon kamu karena Kakak mau kasih tau kamu kalau Kakak sudah sampai di rumah sakit," balas Adam sembari mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya itu.


📞 : "Syukurlah kalau Kakak sudah sampai di rumah sakit dengan selamat."

__ADS_1


"Kamu sudah pergi dari apartemen?" tanya Adam.


📞 : "Belum. Aku masih membereskan apartemen," jawab Yola.


"Membersihkan apartemen? Hmmm sepertinya kamu sudah siap ya kalau dijadikan seorang istri walaupun usai kamu masih 20 tahun. Kamu sudah sangat cekatan untuk mengontrol urusan rumah tangga," ujar Adam yang sepertinya laki-laki itu memiliki tujuan terselubung dari ucapannya itu.


📞 : "Hahaha Kakak bisa aja. Tapi sepertinya memang aku sudah siap sih jadi seorang istri dari seorang dokter yang bernama Adam Geovano Abhivandya," balas Yola dengan terkekeh kecil.


"Hmmmm kamu beneran mau jadi istri Kakak?" tantang Adam.


📞 : "Siapa sih Kak yang gak mau jadi istri Kakak? Banyak tuh perempuan yang ngantri mau jadi istri Kakak dan salah satunya adalah aku."


Dan saat Adam menunggu balasan suara dari Yola yang tak kunjung terdengar itu, tiba-tiba pintu ruangannya kini terketuk dari luar yang membuat dirinya kini menghela nafas panjang karena mau tak mau ia harus memutus sambungan telepon tersebut.


"Yola, Kakak tutup dulu teleponnya ya karena sepetinya ada keadaan genting yang harus Kakak tangani sekarang juga. Dan kamu harus selalu hati-hati dimanapun kamu berada. Kalau ada apa-apa langsung hubungi Kakak. Sudah dulu ya kita sambung teleponnya nanti lagi. Bye calon istri," sambung Adam sebelum sambungan telepon itu ia matikan secara sepihak sebelum dirinya mendengar suara dari Yola.


Dan setelah sambungan telepon tersebut terputus, ia segera beranjak dari duduknya untuk memakai jaz dokternya dan mengalungkan sebuah Stetoskop di lehernya sebelum ia kini melangkahkan kakinya mendekati pintu ruangannya itu.


Dan benar saja saat pintu itu terbuka terdapat dua orang suster yang menunggunya di depan pintunya itu.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Adam yang membuat dua suster itu kini menatapnya.


"Ada pasien yang baru mengalami kecelakaan dan semua dokter sudah angkat tangan untuk menangani pasien itu Dok karena terjadi pendarahan di otaknya. Dan dokter Tristan yang sekarang tengah dalam proses penanganan pasien itu kini membutuhkan bantuan dokter Adam," ucap salah satu Suster tersebut menjelaskan apa yang sedang terjadi di rumah sakit tersebut.


"Kalau begitu kita harus ke sana sekarang juga," ujar Adam yang kemudian ia segera melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan kerjanya itu diikuti oleh dua Suster tadi di belakangnya.


Adam yang berjalan tergesa-gesa dengan sesekali ia berlari pun ia sampai tak memerhatikan situasi disekitarnya. Hingga tak sengaja ia menabrak tubuh seseorang saat dirinya ingin berbelok arah itu.


"Maaf saya buru-buru," ucap Adam tanpa memperlihatkan orang yang baru saja ia tabrak itu. Toh orang itu tidak sampai jatuh jadi Adam tidak harus memeriksa keadaannya bukan? dan ia pun juga yakin tabrakan antara dirinya dan orang itu tak keras. Jadi sudah bisa ia pastikan jika orang yang ia tabrak itu dalam keadaan baik-baik saja.


Dan setelah mengucapkan kata maaf, Adam segara berlari menuju ke ruang UGD karena waktunya tidak boleh terbuang sia-sia dan membuat pasiennya harus kehilangan nyawa karena dirinya yang terlambat.


Dan kepergiannya itu membuat orang yang ia tabrak tadi yang sempat membeku di tempatnya itu pun kini mengerjabkan matanya kala ia sadar jika Adam tak lagi dihadapannya.


"Tunggu sebentar, bukannya orang itu Adam? Dari wangi parfum yang sempat aku cium dan wajah yang sekilas aku lihat tadi, memang sepertinya orang itu benar-benar Adam. Jika memang dia, kenapa dia tidak menyapaku tadi dan hanya mengucapkan kata maaf begitu saja? Apa dia tidak tahu jika orang yang dia tabrak itu adalah aku atau jangan-jangan dia sengaja berpura-pura tidak tahu lagi? Tidak, tidak mungkin dia pura-pura tidak tahu jika itu aku. Ahhhh kalau memang dia tidak sedang berpura-pura maka aku sekarang harus segara menyusulnya, sekalian untuk memastikan jika orang tadi itu memang lah Adam, seseorang yang aku rindukan," ucap orang yang di tabrak Adam tadi dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah Kenza.


Dan tanpa menunggu lama lagi, ia dengan cepat berlari menuju kemana perginya Adam tadi.


"Adam!" panggil Kenza saat dirinya sudah lumayan dekat dengan Adam. Namun sayang teriakannya itu sepetinya tak di dengar oleh Adam pasalnya laki-laki itu sekarang sudah masuk kedalam ruang UGD.

__ADS_1


__ADS_2