Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 141


__ADS_3

Kini kelas Yola telah selesai dimana Amel langsung mendekatinya.


"Kira-kira Keni kemana ya?" tanya Amel tiba-tiba saat dirinya sudah berdiri disamping Yola yang tengah memasukkan buku dan laptopnya kedalam tas kuliahnya itu.


"Mungkin dia lagi di kantin kali. Kita samperin kesana yuk," ajak Yola yang sudah berdiri dari duduknya.


"Ayo lah. Kasihan dia habis di marahi habis-habisan sama Pak Caka alias Kak Caka," ucap Amel merasa iba saat melihat Keni tadi di marahi oleh Kakak sepupu Yola itu. Padahal Keni tadi sampai di depan pintu kelas tepat dimana mereka akan mulai sesi belajar mengajar, tapi berhubung di dalam Caka sudah ada jadi Keni tetap dianggap telat yang berakhir dia dimarahi habis-habisan oleh Caka dan tak diperbolehkan untuk ikut dalam proses belajar mengajar itu. Dimana Keni tidak bisa memberikan alasan yang akhirnya ia hanya bisa menurut saja apa yang di perintahkan oleh Caka tadi untuk tak menginjakkan kakinya masuk kedalam kelas.


Amel dan Yola kini telah sampai di kantin kampus tersebut dimana keduanya langsung mengedarkan pandangan mereka keseluruhan kantin tersebut mencari Keni hingga mereka berhasil melihat perempuan itu tengah duduk termenung di pojok kantin itu.


"Nah itu dia," ucap Yola dan setelahnya mereka berdua berjalan mendekati Keni.


Keduanya kini duduk tepat di depan Keni itu.


"Keni," panggil Yola yang hanya dilirik sekilas oleh Keni sebelum gadis itu kembali menatap kosong meja kantin tersebut.


"Jangan sedih gitu dong," sambung Yola yang tak tahan melihat sahabatnya yang selalu cerewet itu kini diam saja.


"Aku gak lagi diam, aku lagi meratapi nasib. Kenapa sih Kak Caka kalau sudah mode dosen galaknya kayak iblis beda banget kalau gak lagi mode dosen. Sumpah ya cuma gara-gara dia masuk lebih dulu dari aku, dia langsung memarahimu habis-habisan didepan anak-anak lain, mana setelah itu aku gak di perbolehkan untuk masuk dan ikut kelas lagi. Harusnya kalau dia memang memutuskan untuk menghukumku agar tidak ikut kelas dia, harusnya ngomong dari awal! Jangan pakai di marahi dulu baru di beritahu hukuman yang akan aku dapatkan. Kalau gitu kan akunya jadi double malunya. Huh, nyebelin banget pengen menyumpal mulutnya yang seksi itu pakai kaos kaki jadinya biar gak marah-marah terus. Dan biar langsung to the point kalau bicara!" kesal Keni yang membuat kedua sahabatnya itu hanya bisa diam saja tak berani menimpali ucapan Keni tadi.


Pasalnya tanpa Keni ketahui, Caka sekarang telah berdiri di belakang Keni dengan kedua tangan yang bersedekap dada. Dan otomatis semua yang Keni tadi katakan didengar oleh laki-laki itu.


Sedangkan Keni yang belum menyadari keberadaan dosen laki-laki tersebut ia terus berbicara yang tidak-tidak tentang Caka.


"Eh Yola," panggil Keni yang membuat Yola memandang dirinya.


"Kamu saudaraan dengan dosen menyebalkan itu kan. Kasih tau aku rumahnya dimana." Yola yang mendengar ucapan dari Keni, ia mengangkat sebelah alisnya.

__ADS_1


"Untuk apa?" tanya Yola.


"Ya aku mau kesana lah."


"Iya mau kesana dengan tujuan?" tanya Yola kembali.


"Dengan tujuan untuk menjadi penyusup di rumahnya. Terus aku mau bunuh saudaramu itu dengan racun tikus atau kalau tidak aku mau mencampurkan makanan dia dengan lem yang paling ampun di dunia ini. Supaya saat dia sudah makan, makanan yang aku campur dengan lem itu, mulut dia tidak akan ngomel-ngomel terus seperti tadi. Dan kalau dia makan makanan yang aku campur dengan racun tikus biar dia mati sekalian," ujar Keni menggebu-gebu dan hal itu membuat Yola juga Amel tampak kesusahan menelan salivanya. Bisa-bisanya sahabatnya itu mengucapakan niat buruknya didepan orangnya langsung.


Sedangkan Caka yang turut mendengar rencana Keni tadi ia memelototkan matanya.


Yola yang sudah tak tahan dan kasihan jika Keni nanti akan di beri hukuman berat saat perempuan itu masih ngedumel seperti itu. Yola diam-diam menendang kaki Keni yang membuat sahabatnya itu mengaduh kesakitan.


"Kamu apa-apaan sih La, pakai nendang kakiku segala. Sakit tau gak ishhh," gerutu Keni dengan mengelus kakinya yang habis ditendang oleh Yola itu.


Sedangkan Yola yang terkena gerutuan oleh Keni pun ia memberikan kode kepada sahabatnya itu dengan pergerakan matanya.


"Apaan sih, mata kamu mau juling? Sampai kamu gitu-gituin segala?" tanya Keni yang sepertinya tidak tau maksud dari pergerakan mata Yola itu.


Bahkan saking bingungnya Keni, ia menolehkan kepalanya kearah Amel yang pura-pura tengah memainkan ponselnya setelah melihat pelototan mata Caka yang sebenarnya bukan untuknya itu tapi tetap saja Amel yang melihatnya takut sendiri darinya.


"Mel, Amel. Yola aneh tau gak," ucap Keni.


"Aneh gimana?" tanya Amel tanpa merubah posisinya sebelumnya.


"Ck, lihat sendiri coba makanya, nanti pasti kamu juga akan merasa aneh dengan dia," ujar Keni.


"Gak ah. Aku lagi sibuk sama ponselku," balas Amel padahal dia takut jika tatapan matanya nanti akan bertemu dengan tatapan tajam Caka.

__ADS_1


"Ck, lihat dulu sebentar elah." Keni yang gemas dengan sahabatnya itu ia berdiri dari duduknya dengan tangan yang kini meraih kepala Amel. Lalu dengan perlahan ia menolehkan kepala sahabatnya itu kearah Yola.


"Tuh kamu lihat sendiri dia aneh kan," ucap Keni kala Amel sudah menatap kearah Yola.


Sedangkan Amel yang melihat dan langsung paham apa yang sedang dilakukan oleh Yola saat ini ia berdecak sebelum dirinya kini angkat suara.


"Ck, dia bukan aneh Keni. Dia itu tengah memberikan kode ke kamu," ujar Amel masih dengan menatap kearah Yola.


"Kode? Kode apa? Sumpah ya aku gak mengerti masalah kode-kode seperti ini mending langsung ngomong to the point saja lebih enak," ucap Keni yang membuat Amel kini menyenggol lengan Yola.


"Ngomong La. Aku gak akan tega kalau dia nanti akan semakin mendapat hukuman berat," ucap Amel dengan suara lirihnya.


Yola yang kesal dengan sahabatnya yang tidak mengerti-mengerti tentang kodenya itu pun ia berdecak sebelum akhirnya ia memilih untuk angkat suara.


"Lihat belakangmu Keni, astagfirullah gitu aja kamu gak paham," tutur Yola yang membuat Keni mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Ohhhh lihat belakang, ngomong gini kek dari tadi biar aku gak ngira kamu aneh," ucap Keni dan setelah ia mengucapkan hal tersebut ia menolehkan kepalanya seperti yang di perintahkan oleh Yola tadi dan saat ia menolehkan kepalanya, betapa terkejutnya dia saat melihat ada Caka di belakangnya.


Tapi dia harus tetap tenang hingga ekspresi terkejut itu ia ganti dengan ekspresi senang.


"Wahhhhh ternyata ada Kak Caka, mau ikut gabung ya. Kuyyyy gabung aja gak ada yang ngelarang. Iya kan guys?" ucap Keni dengan menolehkan kepalanya kearah kedua sahabatnya dengan merubah ekspresi wajahnya menjadi tertekan.


"Saya tunggu di ruangan saya, Keni!" ucap Caka lalu setelahnya laki-laki itu melangkahkan kakinya meninggalkan kantin tersebut. Dimana perginya Caka itu membuat Keni ingin sekali menangis saat itu juga.


"Alamakk nilai di matkul Kak Caka terancam kosong. Huwaaaa emakk tolong anakmu," ujar Keni yang membuat Yola dan Amel khawatir.


Hingga tangan kedua sahabatnya itu kini bergerak untuk menepuk-nepuk punggungnya.

__ADS_1


"Yang sabar ya. Dan lebih baik kamu segara ke ruangan dia kalau kamu benar-benar tidak mau nilai kamu kosong nanti," ucap Yola yang diangguki oleh Amel.


Keni yang sudah berkaca-kaca itu ia juga menganggukkan kepalanya untuk menimpali ucapan dari Yola tadi. Sebelum dirinya kini melangkahkan kakinya meninggalkan kedua sahabatnya itu. Karena apa yang dikatakan oleh Yola tadi mungkin akan menjadi kenyataan jika dia membuat Caka menunggu lama dirinya. Dan untuk menghindari itu semua terjadi, Keni bahkan berlari sekuat tenaga menuju ke ruangan Caka.


__ADS_2