
Sedangkan disisi lain, Adam tengah terbengong di luar balkon kamarnya. Sejak kepergian Yola yang entah akan kapan bisa ia temukan, ia akui dirinya lebih sering menyendiri dan terbengong seperti saat ini. Segala upaya yang ia lakukan untuk mencari keberadaan Yola pun sudah ia lakukan termasuk mengerahkan seluruh anak buahnya yang ia punya. Bahkan semua hotel yang ada di kota bahkan diluar kota sudah anak buahnya itu telusuri namun hasilnya tetap saja nihil. Yola tidak ada di salah satu hotel di seluruh penjuru Indonesia itu. Perempuan itu seakan di telan bumi.
"Cepatlah kembali, aku merindukanmu," ucap Adam kala ia menundukkan kepalanya untuk melihat foto Yola di ponselnya sebelum kepalanya ia tegakkan kembali dengan mata yang menatap lurus kedepan.
Sedangkan disisi lain, perasaan Yola beberapa hari ini benar-benar tidak tenang. Entah kenapa ia pun juga tidak tau. Ponsel yang sering ia gunakan pun selama dirinya sampai di negara Skotlandia ia matikan agar ia bisa tenang menikmati liburannya itu. Namun bukan ketenangan yang ia dapatkan melainkan keresahan lah yang menyelimuti dirinya beberapa hari ini.
"Sebenarnya ada apa denganku ini? Sudah hampir 6 hari ini rasanya aku tidak tenang. Padahal Mama sama Papa baik-baik saja di sana. Jadi tidak mungkin yang aku rasakan saat ini berkaitan dengan mereka berdua. Tapi kalau bukan mereka berdua terus siapa?" bingung Yola.
"Apa jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi dengan Kak Adam?" Yola menggelengkan kepalanya.
"Tidak tidak. Dia pasti baik-baik saja disana," sambungnya menyangkal pikiran negatifnya kepada sosok laki-laki yang sampai saat ini masih menetap dihatinya.
Yola terdiam dengan keresahan dihatinya hingga matanya kini tak sengaja menatap ponselnya yang tergeletak di atas nakas di sisi ranjangnya itu. Hingga tangannya kini bergerak untuk mengambil benda pipih tersebut.
"Apa aku harus menyalakan ponsel ini sekarang?" tanyanya pada dirinya sendiri.
"Tidak. Aku akan mengaktifkan ponselku ini setelah aku kembali ke Indonesia lagi." Tangan Yola bergerak ingin menaruh ponsel tersebut di tempatnya semula. Namun belum juga ponselnya menyentuh nakas, ia tarik kembali tangannya itu.
"Tapi aku penasaran ada berita apa yang sebenarnya terjadi di Indonesia. Apakah berita tentang aku yang menjadi pelakor itu masih hot di kalangan kampus? Dan bagaimana kabar Kak Erland, Dua cerewetku, Kal Tristan, Heila, wanita gila itu dan...Kak Adam. Bagaimana kabar mereka semua? Arkhhhh aku benar-benar penasaran tapi apakah jika aku mengaktifkan ponselku ini, aku tidak akan bersedih lagi nantinya? Siapa tau kan ada kabar menyakitkan tentangku yang membuatku down lagi. Tapi aku juga tidak bisa terus menebak-nebak seperti ini. Haishhhhh sudahlah aku akan mengaktifkan ponselku saja. Aku tidak peduli jika nanti ada berita jelek tentangku," ucap Yola. Dan pada akhirnya ia kini mulai menyalakan kembali ponselnya yang berhari-hari tak pernah ia sentuh itu.
Dan beberapa saat setelah ponsel itu kembali aktif, banyak sekali notifikasi yang masuk kedalam ponselnya yang membuat Yola sampai mengubah nada dering ponselnya menjadi ia sunyikan agar tak berisik.
Setelah menunggu beberapa saat Yola baru mulai melihat-lihat notifikasi siapa saja yang masuk kedalam ponselnya itu. Tapi dari beberapa notifikasi itu, ada satu notifikasi dari Tristan yang mencapai 100 lebih notifikasi mulai dari panggilan tak terjawab dan sejumlah pesan.
Yola yang penasaran pun ia membuka pesan dari Tristan dan betapa terkejutnya ia saat membaca ada beberapa pesan yang Tristan kirimkan yang memberitahu dirinya jika Adam tengah mengalami kecelakaan.
"6 hari yang lalu. Berarti kekhawatiran dan keresahan di hatiku yang aku rasakan beberapa hari ini ada kaitannya dengan Kak Adam. Ya Tuhan," gumam Yola dengan mengusap wajahnya.
"Aku harus menelepon Kak Tristan sekarang juga untuk bertanya keadaan Kak Adam sekarang," ujar Yola dan dengan cepat ia mulai menghubungi Tristan. Namun sayang seribu sayang, sambungan teleponnya itu tak di jawab oleh Tristan. Yola mencoba kembali untuk menghubungi sahabat dari Adam itu tapi lagi-lagi ia tak kunjung mendapat jawaban dari laki-laki itu.
"Ya Tuhan. Kak Tristan kemana sih? Kenapa dia tidak menjawab teleponku? Apa dia sekarang tengah sibuk dengan pasien-pasiennya? Tapi bukankah di Indonesia saat ini sudah jam 9 malam yang berarti dia sudah pulang bekerja. Apa jangan-jangan dia tengah lembur sekarang atau jadwal dia untuk jaga malam? Ya Tuhan, kalau begitu aku harus menghubungi siapa lagi jika bukan dia? Tidak mungkin kan aku menghubungi Heila karena aku yakin kejadian yang menimpa Kak Adam beberapa hari yang lalu di rahasiakan dari Heila agar Kenza tidak mengetahui akan hal itu. Jadi kalau begini aku harus berbuat apa?" ucap Yola bingung sendiri dengan tangannya yang kini menjambak rambutnya frustasi.
__ADS_1
Namun jambakan rambutnya itu terhenti saat ia melihat layar ponselnya yang menyala, bertanda jika ada sebuah telepon yang masuk.
Yola yang menyangka jika yang meneleponnya itu adalah Tristan, ia menghela nafasnya kala nama yang tertera di layar ponselnya itu justru bukan nama Tristan yang muncul melainkan nama Erland. Tapi karena ia juga penasaran tentang kondisi di kampusnya, tangannya kini bergerak untuk mengangkat telepon tersebut.
"Halo Kak," ucap Yola kala sambungan telepon tersebut terhubung.
📞 : "Halo Yola. Kamu kemana saja? Beberapa hari ini Kakak cariin kamu tapi Kakak tidak menemukan keberadaanmu di rumah ataupun kampus. Sebenarnya kamu sekarang ada dimana? Dan bagaimana keadaanmu? Katakan?" ujar Erland.
"Yola baik-baik saja Kak. Yola hanya lagi liburan saja sekarang," jawab Yola.
📞 : "Liburan? kemana?" Yola tampak mengigit bibir bawahnya.
"Aku beri tahu keberadaanku ke Kak Erland tidak apa-apa kan ya? Dia kan tidak memiliki kaitan apapun dengan Kenza ataupun Kak Adam. Dia juga tidak mengenal mereka berdua. Jadi tidak mungkin Kak Erland akan memberitahu keberadaanku kepada mereka berdua," batin Yola menimbang-nimbang ingin memberitahu Erland tentang keberadaannya atau tidak.
📞 : "Yola, kamu masih disana kan?" tanya Erland karena ia tak mendengar suara Yola tapi sambung telepon mereka berdua masih saling terhubung.
"Ahhhh ya Kak. Maaf, Kakak tadi bicara apa ya?" tanya Yola.
"Hmmmm tidak," alibi Yola padahal dia mendengarnya bahkan dia memikirkan untuk menjawab pertanyaan laki-laki itu.
📞 : "Dasar kamu ini. Ya sudah Kakak tanya lagi, kamu tengah liburan dimana Yola?" ulang Erland.
"Hmmmm aku tengah berlibur di Skotlandia," jawab Yola pada akhirnya setelah berpikir cukup matang tadi.
📞 : "Skotlandia?"
"Ya."
📞 : "Kamu tidak bohong kan kalau kamu ada di sana?" tanya Erland untuk memastikan.
Dan hal tersebut membuat Yola berdecak sebal.
__ADS_1
"Tidak Kak. Untuk apa aku berbohong kepada Kakak," ujar Yola.
📞 : "Kalau begitu kamu akan kembali ke sini kapan?"
"Mungkin 3 Minggu atau 1 bulan lagi."
📞 : "Ck, kenapa lama sekali? Tapi tidak apa-apa selagi itu bisa membuatmu bahagia lakukan saja. Kakak akan menunggu kepulanganmu. Ya sudah kalau gitu Kakak tutup dulu ya, kamu baik-baik disana. Kalau kamu sudah kembali, Kakak traktir kamu es krim sebanyak yang kamu mau," ujar Erland.
"Beneran?"
📞 : "Hmmmm asalkan kamu pulang dengan selamat."
"Oke deh. Aku akan kembali dengan selamat. Dan aku akan menagih ucapan Kakak tadi. Ya sudah selamat istirahat Kak Er, bye. Ehhhh tunggu sebentar." Yola yang ingin mengakhiri percakapan itu, ia urungkan.
📞 : "Kenapa?" tanya Erland penasaran.
"Kak, aku boleh tanya sesuatu?"
📞 : "Tentu. Mau tanya apa?"
"Hmmmm bagaimana dengan keadaan kampus apakah ada berita yang tidak-tidak mengenai diriku?" tanya Yola dengan cemas.
📞 : "Tidak ada. Tidak ada berita apapun selama kamu menghilang. Semua mahasiswa/mahasiswi juga beraktivitas seperti biasanya. Aku juga tidak mendengar gosip apapun tentang kamu," ujar Erland.
"Benarkah? Kakak sedang tidak bohong kan?"
📞 : "Rugi kalau Kakak bohong sama kamu. Toh kalau aku bohong, aku tidak mendapatkan uang dari siapapun malah mendapatkan dosa yang akan memberatkanku di akhirat nanti," ucap Erland.
"Hmmm iya juga sih. Ya sudah kalau begitu terimakasih atas informasinya Kak Erland dan teleponnya aku tutup beneran sekarang. Bye. Assalamu'alaikum."
📞 : "Waalaikumsalam."
__ADS_1
Salam Erland tadi mengakhiri percakapan telepon antara dua orang tersebut.