
"Bang. Abang mau kemana?" teriak Erland saat ia melihat Adam pergi dari depan gerbang tersebut tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Namun sayangnya teriakannya itu diabaikan begitu saja oleh Adam, laki-laki itu terus berjalan hingga sampai di mobilnya yang terparkir tadi. Dan tanpa menunggu Erland, Adam menjalankan mobilnya.
Erland yang melihat hal tersebut pun ia berdecak dan sebelum dirinya pergi, demi kesopanan yang selalu di ajarkan oleh kedua orangtuanya ia memilih untuk berpamitan kepada maid yang masih berada di depannya itu.
"Bik, saya pamit pulang terlebih dahulu. Jika nanti Yola sudah pulang, saya mohon bibik suruh dia untuk segera menghubungi Erland ya bik," ucap Erland.
"Baik tuan nanti akan saya sampaikan saat nona Yola pulang," ujar maid tersebut.
"Baiklah kalau begitu saya pergi dulu bik. Mari." Erland dengan berlari kecil ia menuju ke arah motornya kala ia sudah melihat anggukan kepala dari maid tadi.
Dan dengan cepat ia segara menjalankan motornya itu untuk menyusul kepergian Adam yang entah tujuan laki-laki itu saat ini kemana.
Erland menggelengkan kepala kala melihat laju mobil Adam yang begitu ugal-ugalan dengan kecepatan tinggi. Ia tau kebiasaan Kakak pertamanya itu ketika marah pasti akan melampiaskan kemarahannya dengan ugal-ugalan dijalan seperti ini benar-benar sama seperti dirinya dan Azlan. Dan hal tersebut membuat Erland mau tak mau harus mengimbangi laju mobil Adam itu agar dirinya tak ketinggalan.
Dan beberapa menit telah berlalu kini mobil Adam berhenti tepat di depan rumah seseorang yang tanpa bertanya pun Erland tau rumah itu miliki siapa.
Adam keluar dari dalam mobilnya dan dengan cepat ia menekan serta menggedor gerbang rumah tersebut dengan cukup brutal. Hingga tak berselang lama ada salah satu perkejaan di rumah itu membukakan gerbang tersebut.
Dan betapa terkejutnya pekerja rumah itu kala melihat wajah Adam kembali setelah 7 tahun lamanya ia sudah tak melihatnya.
"Tuan Adam," panggil pekerja tersebut yang membuat Adam tersenyum kecil. Mau marah sebesar apapun, ia tak boleh meluapkan amarahnya itu ke orang lain yang tak memiliki kaitan atas dasar kemarahannya itu.
__ADS_1
"Apa kabar bik Liang?" sapa Adam sekedar basa-basi saja.
"Bibik baik-baik saja tuan. Tuan sendiri bagaimana?"
"Syukur Alhamdulillah saya baik-baik saja. Oh ya bik karena saya tidak bisa lama-lama disini. Saya mau tanya apa Kenza ada di rumah?" tanya Adam yang membuat bik Liang memperlihatkan raut wajah sedih.
"Tuan, saya mohon lupakan non Kenza. Walaupun saya bekerja dibawah kekuasaan keluarga non Kenza tapi saya akui kalau non Kenza bukan lah perempuan yang tepat untuk tuan. Jadi saya mohon ya, lupakan tentang non Kenza. Tuan tidak perlu mencari kemana non Kenza saat ini berada karena beliau sudah dibawa ke luar negeri oleh tuan besar," ucap bik Liang yang sepertinya wanita paruh baya itu menganggap jika kedatangan Adam itu untuk meminta Kenza kembali kepadanya, padahal tidak sama sekali.
Adam yang tak ingin ada kesalahan pahaman lagi pun ia segara menggelengkan kepalanya.
"Bik, saya datang kesini bukan berniat untuk meminta kembali ke Kenza tapi saya memang ada urusan lain yang harus saya selesaikan dan urusan itu tidak ada kaitannya dengan masa lalu kita berdua. Saya sudah melupakan Kenza dan saya sudah mendapatkan perempuan yang insyaallah pantas menjadi pendamping saya. Dan perkara dia pergi ke luar negeri saya tau akan hal itu tapi tadi pagi dia bertemu dengan saya di rumah sakit yang berarti dia saat ini tengah kembali pulang ke negara ini," ucap Adam mencoba untuk bersuara lembut walaupun hatinya bergemuruh ingin segara melupakan emosinya itu.
Dan ucapan dari Adam itu membuat wanita paruh baya tersebut mengerutkan keningnya.
"Dia tidak pulang kesini bik?" Bik Liang menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu dia sekarang dimana?"
"Saya juga tidak tau tuan. Tapi saya curiga kalau non Kenza sekarang ada di apartemennya. Coba saja tuan cari disana. Siapa tau ketemu," ujar bik Liang yang diangguki oleh Adam.
"Baik kalau gitu saya ke apartemen dia dulu bik. Dan terimakasih atas informasinya," ucap Adam yang diangguki oleh bik Liang.
Dan barulah Adam kini kembali masuk kedalam mobilnya. Dan sebelum mobilnya itu berjalan jauh, ia sempat membunyikan klaksonnya sebagai tanda pamit ke wanita paruh baya itu.
__ADS_1
Sedangkan Erland yang sedari tadi melihat percakapan antara Adam dan bik Liang dari atas motornya pun ia mendengus saat ia baru tau tujuan Adam saat ini adalah untuk melabrak Kenza kembali. Padahal beberapa jam yang lalu laki-laki itu berkata akan memberikan pelajaran ke Kenza setelah Yola ketemu. Tapi lihatlah sekarang, Yola saja belum ketemu tapi Adam sudah mencari keberadaan Kenza yang juga entah dimana wanita itu berada.
"Jika aku terus-menerus mengikuti bang Adam yang ada Yola tidak akan pernah di temukan karena aku yakin dia saat ini tengah mengasingkan diri alias tidak mau bertemu dengan siapapun setelah kejadian tadi yang mungkin membuat dia saat ini trauma. Tapi aku juga tidak bisa membiarkan bang Adam menemui Kenza sendirian. Takutnya saat bang Adam pergi sendirian menemui Kenza, dia justru di culik sama wanita gila itu nanti. Dan ada kemungkinan-kemungkinan lainnya yang akan merugikan bang Adam nanti," gumam Erland di tengah jalan saat dirinya tengah mengikuti Adam saat ini.
"Terus kalau sudah begini aku harus bagaimana? Harus mengikuti bang Adam atau harus mencari keberadaan Yola?" sambung Erland dilema.
Namun sesaat setelahnya sebuah ide masuk kedalam otak pintar Erland itu hingga dirinya kini meminggirkan motornya.
"Punya anak buah seabrek kenapa gak di manfaatkan sih Erland, dasar bodoh," ucap Erland mengumpati dirinya sendiri dengan tangan yang kini bergerak mencari nomor anak buahnya. Dan setelah ia mendapatkan nomor tersebut ia segara menghubunginya.
📞 : "Halo bos. Ada yang bisa kita bantu? Atau ada sesuatu yang perlu kita lakukan?" tanya anak buahnya itu.
"Cari keberadaan Yola. Fayyola Mafaza Orlin. Fotonya nanti saya kirim lewat pesan," ucap Erland.
📞 : "Baik bos laksanakan," ujar anak buah Erland tersebut dengan patuh.
Dan tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Erland memutus sambungan teleponnya itu dan segara mencari foto Yola di dalam galeri fotonya. Untungnya dia dulu pernah memfoto Yola secara diam-diam dengan tujuan akan memperlihatkan ke Adam sekaligus untuk memanas-manasi Kakak pertamanya itu. Namun belum sempat ia melakukannya, foto itu justru ia gunakan untuk pencarian perempuan itu sendiri. Dan setelah menemukan foto tersebut ia segara mengirimkannya ke anak buahnya tadi agar memudahkan mereka untuk mencari Yola.
📨 To : 089********
"Cari orangnya sampai ketemu!"
__ADS_1
Send...