Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan
Eps 136


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi oleh Adam dan Yola kini telah berhenti di depan kampus, tempat yang digunakan oleh Yola untuk menuntut ilmu.


Adam menolehkan kepalanya kearah sang kekasih setelah mesin mobilnya ia matikan. Dimana saat ia menolehkan kepalanya, ia melihat Yola yang ternyata tengah menundukkan kepalanya dengan memainkan jari-jari tangannya. Ia yakin jika kekasihnya itu saat ini tengah gugup setengah mati.


Adam kini menghela nafasnya, sebelum tangannya kini bergerak untuk meraih lalu menggenggam tangan Yola itu. Dan apa yang dilakukan oleh Adam tersebut mampu mengalihkan pandangan Yola yang kini menatap kearahnya.


"Jangan khawatir ada aku disini," ucap Adam dengan senyuman di bibirnya.


Dimana senyuman yang diberikan oleh Adam itu membuat hati Yola yang tadi gundah gulana kini sedikit tenang. Dan dengan senyuman pula Yola menganggukkan kepalanya untuk membalas ucapan dari Adam tadi.


"Kita turun sekarang juga. Kamu siap kan?" tanya Adam.


"Jika kamu belum siap tidak apa, tunggu saja sampai kamu siap dulu. Lagian masih 10 menit lagi mata kuliah kamu itu di mulai," sambung Adam yang justru mendapat gelengan kepala dari Yola.


"Tidak. Aku tidak mau menunda lagi. Semakin cepat kita mengklarifikasi tuduhan Kenza itu akan lebih bagus," ujar Yola dan dengan menghela nafas panjang ia melanjutkan ucapannya tadi.


"Dan insyaallah aku sudah siap menghadapi orang-orang yang ada di luar sana," sambungnya yang membuat Adam tersenyum lalu mengelus pipi Yola dan berakhir mencubit pipi kekasihnya itu dengan gemas. Sebelum ia melepaskan genggaman tangannya tadi sebelum dirinya keluar dari dalam mobilnya itu. Dan dengan berlari kecil ia memutari mobil tersebut untuk membukakan pintu mobil untuk kekasihnya itu.

__ADS_1


"Terimakasih," ucap Yola kala Adam sudah membukakan pintu untuknya.


Dan keluarnya dia dari mobil milik Adam itu, membuat sebagian orang yang berlalu lalang di depan kampus tersebut mengalihkan pandangan mereka kearah sepasang calon suami-istri itu yang sampai saat ini berita akan pertunangan mereka masih hangat didengar.


Dan hal tersebut membuat mereka semua langsung berbisik-bisik, entah membicarakan hal yang bagus dari mereka atau yang buruk sekalipun.


"Jangan dengarkan apa kata mereka," ucap Adam yang ia tujukan untuk kekasihnya itu yang diangguki oleh Yola.


Kemudian setelahnya mereka berdua berjalan dengan saling bergandengan tangan masuk kedalam area kampus tersebut.


Dimana saat mereka masuk, lagi-lagi semua mata langsung tertuju kearah mereka berdua yang membuat Yola kini mengeluarkan keringat dingin sembari ia semakin mengencangkan genggamnya itu ditangan kekesihnya.


"Aku kangen Yola," ucap Keni dengan kerucutan di bibirnya.


"Aku pun juga sama. Kenapa sih dia kayak menghindari kita berdua setelah kejadian yang sayangnya waktu itu kita tidak bersama dia. Arkhhhh aku menyesal tidak menemani dan membantu dia melawan wanita gila waktu itu. Andaikan waktu bisa di putar kembali. Aku pasti akan menemani dia dan tidak akan membiarkan dia sendirian di kampus ini," ujar Amel penuh dengan penyesalannya.


Dan saat mereka berdua tengah uring-uringan karena menahan rindu kepada Yola, tak sengaja telinga mereka mendengar suara dari mahasiswi lain yang melibatkan nama Yola di ucapan mereka.

__ADS_1


"Heyyy kalian tau tidak. Si pelakor itu, siapa namanya? Ahhhh ya Yola, dia masih punya muka untuk datang ke kampus. Dan kalian tau dia datang kesini tidak hanya sendiri tapi dengan seorang laki-laki tampan," gosip mahasiswi itu yang membuat Keni dan Amel saling pandang satu sama lain sebelum mereka berdua memasang telinga mereka baik-baik.


"Oh ya? Siapa laki-laki itu? Bukannya dua hari yang lalu dia sudah bertunangan dengan laki-laki yang bernama Adam, si dokter terkenal anak konglomerat. Dan laki-laki itu adalah suami dari wanita yang waktu itu melabrak Yola kan? Apa laki-laki yang dia bawa sekarang justru laki-laki yang berbeda?" tanya mahasiswi lainnya.


"Entahlah aku juga tidak tau siapa laki-laki itu. Karena aku hanya melihat laki-laki itu dari samping saja tadi. Tapi aku yakin laki-laki yang bersama dengan dia saat ini adalah laki-laki yang berbeda dengan laki-laki yang menjadi tunangannya itu. Secara kan dia pelakor yang mana dia hanya menginginkan rumah tangga dokter Adam hancur dan menginginkan uangnya saja. Jika dia sudah mendapatkan apa yang diinginkan, dia akan meninggalkan dokter Adam itu dan mencari laki-laki lain yang akan menjadi target dia selanjutnya. Cara main pelakor mah begitu. Jadi sudah jangan heran lagi kalau dia akan sering gonta-ganti pasangan," ucap mahasiswi si biang kerok dari gosip tadi.


Dan apa yang di ucapkan oleh mahasiswi itu berhasil membuat Keni dan Amel geram. Keni yang sudah panas mendengar gosip tentang sahabatnya itu pun dengan keras ia menggebrak meja yang berada di hadapannya itu sembari berdiri dari duduknya.


Dan hal tersebut membuat semua orang tak terkecuali Amel terkejut akan ulah Keni itu.


Tapi Keni tidak perduli dengan tatapan orang-orang disekitarnya itu. Bahkan dengan tatapan mata yang menajam juga kepalan ditangannya, Keni berjalan menghampiri mahasiswi yang menyebar gosip jelek tentang sahabatnya itu.


Dan setelah dirinya sampai di hadapan mahasiswi tadi, tangannya langsung bergerak untuk memberikan tamparan di pipi mahasiswi tersebut.


Aksi dari Keni tadi membuat semua orang yang ada kantin tersebut lagi-lagi tampak terkejut. Bahkan Amel, ia langsung menghampiri Keni, mencegah sahabatnya itu untuk melakukan hal lebih kepada mahasiswi itu. Jika ditanya, dirinya emosi? tentu saja ia sangat emosi setelah mendengar cemoohan yang keluar dari bibir mahasiswi tadi. Tapi dia masih bisa menahan amarahnya itu berbeda dengan Keni yang akan langsung memberikan pelajaran kepada orang yang berani membicarakan hal buruk para sahabat serta kelurganya itu. Ia akan menjadi garda terdepan untuk orang yang ia sayangi.


Mahasiswi yang mendapat tamparan dari Keni tadi, ia tak kalah menatap tajam kearah Keni. Tapi saat dirinya ingin membalas tamparan dari perempuan didepannya itu, lengannya lebih dulu dicekal oleh Amel yang sedari tadi sudah berdiri di samping sahabatnya itu.

__ADS_1


"Jangan berani-beraninya kamu melukai sahabat saya, bit*ch," ucap Amel dengan melepaskan cengkraman tangan mahasiswi tadi dengan sangat kasar. Bahkan terlihat jelas bekas kuku yang berada di lengan mahasiswi tadi akibat dari cengkraman yang di berikan oleh Amel tadi.


"Dan lebih baik kamu menggosok gigi kamu itu. Karena mulut kamu sangat bau. Dan ingat, jangan pernah berasumsi macam-macam jika kamu tidak tau akan kebenarannya. Karena kalau sampai asumsimu itu adalah sebuah kesalahan, kamu akan malu sendiri nanti jadinya. Dan ingat semua perbuatanmu itu akan mendapat balasan di akhirat kelak. Jadi harap kalau mau berbicara, disaring dulu mana yang sekiranya benar dan mana yang sekiranya memperlihatkan kalau kamu itu mahasiswi bodoh dengan mempercayai omong kosong dari orang yang kalian saja tidak pernah mengenalnya. Dan hati-hati bisa jadi ucapanmu yang memfitnah orang lain akan balik ke dirimu sendiri," ucap Amel dengan menunjuk tepat di wajah mahasiswi tadi sebelum dirinya menarik tangan Keni untuk meninggalkan kantin tersebut yang tiba-tiba saja menjadi sangat sepi itu.


__ADS_2